CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 71. Spar For Chocolate?


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️』...


Previously :


Begitu dia berdiri di depan kelas, aku sangat terkesiap memandangi seseorang yang sangat kukenal.


Gregory, veteran perang dari Kerajaan Heart, tersenyum lebar ke arah seluruh murid sambil memilin ujung kumisnya yang putih.


"Selamat datang di kelas Seni Unity Academy anak-anak! Perkenalkan saya Gregory. Guru Seni kalian di tahun pertama hingga tahun ketujuh kalian!"


...****************...


Kelas Gregory, ternyata menyenangkan dari yang kuduga. Dia mengajarkan awal dari cara melukis sebuah benda mati dan mengajarkan cara memberikan bayangan pada lukisan itu.


Tanpa penggunaan sihir.


Terlebih, dia terus membuat para murid tertawa oleh tingkah lakunya yang begitu akrab. Bahkan aku sendiri bingung apakah dia adalah pria yang sama dengan seseorang yang mengajariku bela diri? Mungkin, ini adalah sifat aslinya ketika beliau berada di zona aman dan tidak terlibat perang.


Untunglah, aku tidak datang terlambat untuk menyelamatkannya waktu itu.


Sebelum dia menyadari keberadaanku, (aku menggunakan concealment saat duduk di belakang kelas, jadi dia menyadari ada murid tapi dia tidak menyadari itu aku) bel tanda kelas selesai berdering. Aku menyelesaikan karyaku dan membiarkannya disana sebelum berjalan keluar. Tidak memberikannya waktu untuk menyadari keberadaan aku, karena dia sedang sibuk menjawab pertanyaan para murid yang berjalan ke depan kelas, termasuk Sharence dan Haylee.


Ternyata, mereka berdua memilih kelas Seni juga. Sebelum mereka berdua menyadari keberadaanku, aku sudah bergegas keluar dari gedung Create Center dan memilih untuk kembali ke dalam kamar asrama, karena sudah tidak ada kelas lagi.


Tentu saja, setelah makan malam dengan tenang di salah satu bilik toilet.


...「Menyedihkan sekali, sayang. Ini gak sehat loh! Besok, ayo kita cari tempat tenang di sekitar Akademi yang luas ini untuk makan」...


Mendengarkan Chae Rin sambil mengunyah nasi kepal berisi ikan tuna, aku mengangguk sambil menahan tangis dan rasa pusing di kepalaku. Meskipun bilik toilet Akademi ini begitu bersih dan tidak bau, aku terus mengingat masa-masa menyedihkan Kaoru ketika masih bersekolah.


Padahal kami tidak melakukan apapun dan hanya makan sendiri, mengapa masalah harus selalu datang? Apakah aku ini benar-benar pembuat onar??? Huhuhuhu.


...「Sudahlah! Jangan mengasihani dirimu sendiri seperti itu, ada aku disini. Besok, kita harus mencari tempat yang benar-benar bagus untuk makan」...


...****************...


"Nina, aku sudah bertemu Gregory...tapi kami tidak mengobrol. Dia dalam kondisi yang lebih baik dari yang kuduga."


Malamnya, setelah melakukan telepati dengan Valeria dan Raven secara pribadi, aku kini sedang berbincang secara telepati dengan Nina seorang.


"Benarkah? Aku tidak pernah tahu bahwa dia adalah seseorang yang dapat melukis. Benar-benar orang yang diluar dugaan."


"Aku juga berpikiran sama. Bagaimana kondisi disana? Aku sudah bertanya pada Raven dan dia menjawab baik-baik saja, bagaimana denganmu, Nina?"


Butuh waktu beberapa menit barulah Nina menjawabku, "Tuan Kyle tidak perlu khawatir, meskipun serangan Blue Head sekarang lebih sering dan gencar. Kelompok Raven masih dapat menahannya dengan baik. Mungkin, jika waktu libur tiba, Tuan dapat mengunjungi kami untuk melakukan sesuatu. Raven sudah mulai terlihat kelelahan dan aku terus menahannya untuk menyerang secara ceroboh. Dia sudah sangat tidak sabar langsung datang ke markas utama Blue Head dan mengambil kepala milik ketua banditnya."

__ADS_1


Penjelasan Nina membuatku terdiam selama beberapa saat dan melihat ke arah kalender, aku baru saja hampir menghabiskan satu minggu di dalam akademi dan mereka sudah membutuhkan ku.


"Nina, tentu saja aku akan segera datang membantu. Bagaimana dengan malam ini saja? Besok selain menjalankan hukumanku, aku tidak memiliki kelas."


"Tidak perlu datang sekarang juga, kami masih dapat melawan mereka karena mereka tidak sekuat ituㅡtunggu! Hukuman?!! Apa yang sudah Tuan lakukan lagi disana!?!!!"



Ah, aku lupa. Aku hanya bercerita pada Valeria saja. Seharusnya aku tidak mengatakan soal itu padanya karena dia pasti yang paling khawatir. Ck Ck...


"Uhm, tidak melakukan apapun! Aku hanya um...berkelahi saja? Tapi aku tidak memulainya! Kamu tahu Ninaㅡ"


"Haaah, aku sudah menduganya. Kyle? Jangan berkelahi dengan anak bangsawan lain atau mereka akan mati. Bagaimana jika kamu serang saja rumah mereka? Ituㅡ"


"Nina?! Kamu tidak membantu untuk merubah ku menjadi lebih baik??!"


"Untuk apa? Kamu sudah baik-baik saja, Kyle. Ini semua hanya kesalahan orang lain yang begitu iri pada kepopuleran mu!"


Kami berdua terus berbincang sampai tengah malam tiba dan aku tertidur lelap.


...****************...


"Ellen, serang aku."


"Apa katamu, Kyle?" tanya Ellen setelah beberapa saat terdiam. Matanya menatap dingin ke arahku tanpa menunjukkan ekspresi apapun selain napasnya yang sedikit tidak teratur. Dia sudah benar-benar melebihi batasnya dan tetap tidak mendengar saran dari Kin-sensei...aku harus melakukan sesuatu agar dia sadar bahwa dia harus menjaga kondisinya.


"Kubilang, serang aku. Tidak sulit bukan? Mungkin kita dapat berlatih bertarung disini?" tawarku sambil mulai mengambil posisi seperti menyiapkan kedua kepalan tanganku di depan tubuhku dengan kaki kanan berada di belakang kaki kiri sejajar dengan bahuku.


"Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu, Kyle. Cepat sana pergi dan kembali urus urusanmu," balas Ellen sambil kembali berlari dan melewatiku. Hmmmm...


"Aku akan membuatkan mu coklat spesial. Jika kamu ingin menjadi partner latihanku."


TEP


Dia berhenti berlari dan membalikkan tubuhnya kembali ke arahku. Memandangi ku selama beberapa saat dengan mata birunya.


Tentunya, dengan minim ekspresi.


Awalnya aku ragu apakah dia akan menerima tawaranku yang asal-asalan dan sangat acak, tapi seperti sudah selesai berpikir keras hanya dalam dua menit, Ellen menganggukkan kepalanya.


"Tentu, aku akan bertarung denganmu Kyle."


Singkatnya, kami menepi dari area berlari dan bersiap untuk bertarung melawan satu sama lain di atas hamparan rumput yang berada di sisi-sisi gedung Physiq.


Ellen menyiapkan pedang kayu dan melempar salah satunya padaku, "Kamu menggunakan pedang bukan? Begitupun denganku. Daripada kita melawan dengan tangan kosong sekalian saja kita berlatih menggunakan senjata kita."

__ADS_1


"Iya, tapi...kamu tahu dari mana bahwa aku ini menggunakan pedang sebagai senjata?" tanyaku sambil menatap pedang kayu yang mengingatkanku pada Kendo.


Mendengar pertanyaan dariku itu, Ellen menunjukkan ekspresi yang cukup aneh.


Dia membuang mukanya dariku selama beberapa saat dan ujung biibiirnya seperti bergetar. Menengguk ludahnya sebelum menghela napas panjang, akhirnya mata biru itu kembali menatap ke arahku.


"Itu tidak penting, ayo kita mulai."


Uhm ? Kukira kamu akan menjawabku ?


...「Mungkin dia malu?」...


Malu ?? Malu kenapa ??


...「Mana kutahu」...


"Baiklah...ayo," aku menganggukkan kepalaku dan bersiap.


1, 2, 3ㅡMulai !


WHUUUSHH


Ellen langsung berlari setengah melompat ke arahku sambil mengayunkan pedang kayunya secara horizontal, aku menahan tebasan dari pedangnya dengan mengayunkan pedang kayuku secara berlawanan


KKKAANGGGGGG


Terdengar suara hantaman pedang kayu yang beradu satu sama lain, tanganku terasa bergetar mencoba menahan serangan pedang kayu Ellen. Saat ini, aku tidak mengaktifkan Cheat dan menggunakan kekuatan asliku.


Dia jauh lebih kuat dariku sehingga aku tahu dia dapat sekuat Valeria.


Aku harus membantunya.


BSSSHH


TEP


Melihat bahwa kami hanya akan terus bertahan, Ellen melompat mundur dan bersiap-siap untuk melancarkan serangan lainnya yang tak kalah cepat dan penuh dengan ambisi.


Segitunya kah dia ingin coklat ?


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_1


__ADS_2