CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 46. The Dramatic Opening Ceremony Day 『Part - II』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


Waktu berlalu begitu panjang, dan pembagian Kelas Reguler berakhir begitu saja tanpa ada namaku yang disebutkan...


Matilah kau, Kyle.


Aku akhirnya mengutuk diriku sendiri.


...****************...


Pak Wakil sudah menyebutkan satu-persatu nama siswa dan siswi di kelas Elit E...dan namaku belum disebutkan.


Keringat dingin mengalir dari tengkuk hingga ke punggungku. Apa aku perlu merubah takdir? Apa aku harus memakai kekuatan yang terlalu menyeramkan itu?


Pembagian kelas pun kembali dilanjutkan, kelas Elit D...zero chance.


Kelas Elit C...oh, no.


Kumohon kelas B deh...


"Baiklah, segitu saja untuk pembagian kelas B. Yang merasa namanya belum disebutkan. Berarti... Selamat! Anda berhasil masuk ke dalam kelas Elit A. Jika masih tidak percaya, mohon kunjungilah papan pengumuman di depan gedung Elites. Tempat terbaik dari semua yang terbaik. Kami harap semua siswa-siswi segera menuju dan berkumpul ke dalam kelas masing-masing setelah wali kelas selesai memperkenalkan diri disini," seru Pak Wakil yang disambut tepuk tangan dan suara murid-murid yang terkesiap.


ㅡapaaaaa?!


Namaku belum disebutkan...apa namaku dilupakan? Tidak-tidak...pasti ini hanya mimpi.


Iya-iya, ini semua hanya mimpi dan aku sekarang masih tertidur di atas kasurkuㅡ


...「Baiklah, ini gejala yang lucu, pertama penolakan, nanti kamu akan marah Host」...


Benar sekali! Dasar Kitsune sialan! Seharusnya abaikan saja aku dan masukan aku ke dalam kelas yang paling biasa saja!!!


Saat aku terus mengumpat dalam hati, akhirnya seluruh jajaran guru dan professor sudah selesai memperkenalkan diri.


Um, mungkin aku dapat mengenal mereka nanti...dasar Kitsune sialan...jika ketemu, akan ku PIP PIP PIP PIP dia sebelumㅡ


...「Aish, kamu menjijikkan sekali Host」...


Satu-persatu murid dengan tenang keluar dari aula untuk menuju gedung kelas mereka masing-masing. Untuk kelas Elit dan Reguler berada di gedung yang terpisah. Begitupun dengan tahun tingkat berapa murid tersebut. Gedung untuk kelas Elit dinamakan Gedung Elites dan Gedung Reguler dinamakan Regular. Kurasa itu tidak perlu dinamakan...


Sedikit bingung, aku akhirnya mengikuti rombongan murid yang berjalan menuju gedung Elites yang berada di sisi kanan gedung utama Unity Academy.


Aku berjalan cukup jauh dari rombongan itu, berharap tidak ada yang menyadari keberadaan pria berambut hitam yang tidak ada di dunia ini selain diriku. Untung saja, mereka semua sibuk dengan dunianya masing-masing. Aku melirik ke kiri dan kanan. Mencoba untuk mencari tempat yang sepi untuk jaga-jaga saja.


...「Baru juga datang, sudah mencari tempat yang sepi. Kali ini, siapa korbannya?」...

__ADS_1


Berisik, Chae Rin. Kamu tahu aku hanya ingin mencari tempat yang bagus untuk lari dari kumpulan manusia dan melatih diriku sendiri.


Di depan gedung Elites, semua orang berhenti depan sebuah papan persegi panjang yang dapat terlihat sejauh mata memandang.


Mereka asyik mengobrol dengan riuh sambil menunjuk-nunjuk papan yang tertempel oleh selembar kertas saja. Aku mengaktifkan sihir concealment dan berjalan ke belakang mereka semua yang memiliki ekspresi berlebihan masing-masing.


Ada yang melompat, ada yang berteriak, ada yang ber hi-five (tunggu, disini ada gestur semacam itu?!), ada yang menangis terharu dan dipeluk banyak orangㅡaku menolehkan kepalaku ke arah kertas itu.


Sebelum aku dapat memfokuskan mataku, suara pekikan terdengar tak jauh di samping ku, seorang pria tinggi dengan kedua orang di belakangnya sedang dikerubungi banyak gadis. Aku kenal pria yang ditengah, dia memiliki rambut merah menyala...Ryder.


Myles saja sudah meninggal karena Iblis, dunia ini hanya tersisa untuk orang semacam aku dan orang semacam dia...orang yang sama-sama tidak berguna.


Ketika aku memutuskan untuk berhenti memperhatikan orang yang tidak begitu penting itu, ujung mataku menangkap seorang wanita berkuncir dua yang juga ingin berada di dalam rombongan gadis-gadis sekitar Ryder, namun dia malah terdorong dan akan terjatuh ke belakang.


Hah...jika aku membiarkannya, punggungnya akan terlukaㅡyang benar sajaㅡ


WHUSSSH


GREP


Menggunakan kecepatan berlari yang setara dengan mobil F1, aku dengan lembut meraihnya menggunakan lenganku yang mengitari sekitar pinggangnya, mencoba menahannya yang akan terjatuh dengan berat tubuh dan kakiku. Posisi kami sekarang seperti sedang berdansa, dimana aku setengah memeluknya dengan membiarkan tubuhnya hanya tertopang oleh lenganku.


"?!!"


Karena dia juga terkejut, telapak tangan kirinya menggenggam erat bahuku sedangkan tangan kanannya menjuntai. Matanya yang berwarna kuning kecoklatan terpaku dengan tatapanku.



...〈 +10 Rasa Suka Amy 〉...


...〈 +10 Kepercayaan Amy 〉...


Ah, pantas saja aku seperti mengenalinyaㅡ


Dia Amy, toh ?


Melihatnya yang masih terpaku di lenganku, aku mencondongkan wajahku mendekatinya, pupil matanya melebar dan dia seperti ingin menutup matanyaㅡtunggu, apa yang dia pikirkan, wahai kawan-kawanku sekalian ?!


Sayangnya, yang dia tunggu tidak kunjung datang. Dia perlahan membuka kembali kelopak matanya dengan wajah yang sudah memerah padam. Aha ! Dia malu sekarang...


"Uhm, apa kamu baik-baik saja?" Setelah aku bertanya, barulah matanya melotot seperti baru tersadar dari lamunannya.


BUKK


Seketika dia langsung mendorongku begitu kasar dan melompat mundur dariku. "Apa-apaan kau?!!" pekiknya sambil memeluk tubuhnya sendiri. Beberapa saat, suasana hening dan semua pandangan terarah pada kamiㅡnamun murid-murid lainnya langsung kembali melanjutkan aktivitas mereka.


"...maaf, aku hanya mencoba menolong mu..."

__ADS_1


"Aku tidak memintamu untuk menolongku! Huh!" Amy mendengus dengan kesal dan menghentakkan kakinya sebelum pergi ke arah dua gadis lainnya yang menatapku dengan dingin dan tajam.


Lalu, aku dapat mendengar Amy membuka pembicaraan dengan kedua gadis itu sambil pura-pura menangis, "Huhuhu, aku ingin mendekati Tuan Ryder, kenapa aku jadi disentuh oleh bajingan itu! Sekarang tubuhku sudah kotor dan tidak suci lagi!!", kedua gadis lainnya langsung memeluk dan menepuk punggung nya sambil memberikan parfum spray ke sekujur tubuh Amy.


Yang benar saja...


Menggelengkan kepalaku sendiri, aku kembali mendekati papan persegi panjang untuk melihat hasil pembagian kelas. Diatas selembar kertas itu, hanyalah tertulis nama-nama dari kelas Elit A saja.


Mataku bergerak dari atas ke bawah secara perlahan, mencoba untuk menyusuri setiap sisi dan kata yang tertulis di atas kertas itu;


...'PEMBAGIAN KELAS ELIT A'...


1-A Ellen Spade


2-A Sharence Diamond


3-A Haylee


4-A Clara


5-A Ryder Redmond


6-A Flynn Richmond


7-A Tyler


8-A Amy Blackspade


9-A Luna Crow


10-A Ally


11-A Kyle Heart


Aaa, apa ini ?!


...「Ini adalah pembagian kelasmu, Host」...


Bagaimana bisa ?!


ㅡKITSUNEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!


Jauh disana, seorang wanita tertawa puas sambil mengibaskan kipas lipat ke wajahnya.


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2