CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 48. The A Class and The Hero 『Part - II』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"Um...apakah kamu Kyle Heart ??" suaranya yang begitu ringan dan lembut kembali bergema di rongga telingaku. Kini ekspresinya terlihat ragu, karena aku tak kunjung menjawabnya dan hanya diam melongo sambil menatapnya.


Kalau saja, aku tahu Hero-nya adalah dia sedari awalㅡaku akan merasa sangat tersanjung dan dengan senang hati membiarkannya untuk membunuhku !


...****************...


...「Tak hanya buaya amfibi tetapi Host adalah seorang simpleton yang menyedihkan」...


Komentar pedas dari Chae Rin menyadarkan ku dari lamunanku. Aku menganggukkan kepalaku pada Haylee, si Hero yang tidak terduga-duga dan ada di hadapanku ini.


Dia tahu namaku dan wajahku... bukankah ini gawat?? Apa yang akan dia lakukan padaku sekarang?! Apa aku harus loncat dari jendela disampingku dan berhenti sekolah saja?


"Benarkah?! Aku dari dulu ingin sekali berbicara denganmu!" seru Haylee dengan bersemangat sambil sedikit berjingkrak.


Gerakannya yang berjingkrak-jingkrak sontak membuat 'bola dunia'-nya bergerak ke atas ke bawahㅡjaga pandanganmu Kyle, lihat matanya yang ada di atas wajahnya yang indah ituㅡLIHAT MATA BIRUNYA!!!


"Ingin berbicara denganku sedari dulu??" tanyaku dengan suara serak sebelum aku segera berdeham kecil.


Dia mengangguk dan menaruh tangannya di depan dadanya dengan ekspresi muram, "Itu karena aku tahu bahwa Kerajaanmu, seluruh keluargamu bahkan calon rakyat-rakyatmuㅡmeninggal terbunuh oleh pasukan Ratu Iblis dengan begitu kejam...aku turut berdukacita, Kyle..." jawabnya murung.


Aku terdiam selama beberapa saat sebelum membalas, "...lalu? Hanya itu yang ingin kamu katakan padaku? Itu sudah lama berlalu."


Dia membelalakkan matanya sebelum alis matanya bertaut, "ㅡ?! Itu bukan hal yang sepele Kyle, kenapa kamu sedingin itu?! Apa kamu sama sekali tidak bersedih atas meninggalnya seluruh anggota keluargamu?"


"Kenapa kamu sekarang menasehati aku? Hanya karena kamu adalah Hero, bukan berarti kamu dapat ikut campur begitu saja. Buktinya, keluargaku sudah tiada sekarang. Tidak ada lagi yang perlu kita bahas disini."

__ADS_1


BRAK


Haylee menggebrak mejaku yang sontak membuat semua orang menoleh ke arah kami. Aku memandanginya lekat lekat begitupun dia yang menatapku dengan tajam.


"Kamuㅡ"


GREEK


Pintu kelas terbuka lagi, terlihat seorang pria tanpa sehelai rambut di atas kepalanya dan memakai kacamata masuk ke dalam kelas. Dia melirik ke arah Haylee yang masih berdiri, "Kelas akan segera dimulai, mohon segera kembali ke tempat duduk."


Haylee mengangguk singkat dan melirik ke arahku sebelum berjalan menuju kursinya yang berada tepat di tengah kelas, dihadapan podium tempat dimana guru berdiri dan di sebelah kursi Sharence.


...「Siasat first time meeting yang bagus, Host. Sekarang gadis sepertinya akan semakin penasaran denganmu! Host benar-benar buaya amfibi sejati!」...


Sialan, aku tidak berniat untuk marah padanya dan hanya ingin bilang dia tidak perlu khawatir soal Ratu Iblis...


Kenapa aku marah ya ?



Kelas tetap hening dengan suasana yang kelam. Heinz melanjutkan, "Tidak ada? Kalau begitu untuk hari pertama ini, saya akan menjelaskan bagaimana pembelajaran di akademi ini. Meskipun untuk beberapa dari kalian ada yang sudah mengetahuinya, tidak ada salahnya untuk mendengar kembali agar tidak ada kesalahan di masa depan nantiㅡ"


Singkatnya, meskipun sekarang aku berada di tahun pertama yang setara dengan tahun ketiga sekolah menengah pertama, Unity Academy memberikan kebebasan pada setiap murid untuk memilih waktu dan hari dari setiap pelajaran yang diwajibkan. Ini mengartikan bahwa, meskipun mempelajari hal yang sama, bukan berarti setiap murid akan sekelas dengan teman sekelasnya, melainkan sekelas dengan orang yang mengambil jadwal yang sama dengannya.


Pak Heinz mulai menulis beberapa nama mata pelajaran yang wajib diikuti oleh para murid agar dapat lulus ke tahun kedua.


Hm, hanya ada empat jenis yang wajib dan beberapa lainnya bebas untuk diikuti atau tidak, namun jika diikuti akan memberikan poin tambahan sehingga mendapatkan ranking yang tinggi di akhir tahun ajaran.


Keempat mata pelajaran itu adalah; Teori Dasar Sihir dan Praktiknya I, Pengembangan Bakat dan Kemampuan I, Ketahanan Fisik, dan terakhir adalah Histori Cyrus. Hanya ada tiga mata pelajaran yang bebas untuk diikuti atau tidak bagi murid tahun pertama; Kelas Seni, Kelas Ilmu Pasti dan Kelas Makhluk Hidup & Lingkungan.

__ADS_1


Kelas apa itu? IPA dan Matematika??


"Kemudian, setiap murid tidak terlalu diwajibkan untuk memiliki kegiatan tambahan seperti mengikuti kelas memanah dari klub memanah atau semacamnya, tetapi kegiatan tersebut akan menjadi poin penilaian tambahan ketika di tahun kedua. Sejauh ini, apakah ada pertanyaan?"


Haylee mengangkat tangannya dan setelah ditunjuk oleh Heinz, dia bertanya, "Bagaimana jika ada murid yang tidak berhasil mencapai poin minimal untuk lulus ke tahun selanjutnya, Pak?"


"Jika itu terjadi, akademi akan memberikan kesempatan dua kali untuk murid tersebut mengulang ujiannya, baik yang berupa menulis dan praktik. Jika tetap gagal setelah dua kali, akademi dengan berat hati akan mengundurkan murid tersebut. Namun jika murid tersebut berasal dari kelas Elit maka dia akan diturunkan ke kelas Reguler. Jika murid tersebut dari kelas Reguler maka dia benar-benar mengundurkan diri dari Akademi," terang Heinz sambil mengatupkan mulutnya dengan ekspresi tenang.


"Baiklah, ada pertanyaan lainnya?" lanjutnya.


Semuanya menggelengkan kepala dan dia menepuk telapak tangannya, "Kalau begitu, saya akan membagikan kertas ini dan kalian wajib mengisinya, pikirkan baik-baik waktu dan hari yang ingin kalian ambil dan jangan sampai ada waktu yang bertabrakan karena akan menjadi nilai minus."


Pak Heinz membagikan selebaran kertas ke setiap meja, begitu dia menaruh kertas di atas mejaku, Pak Heinz terlihat terpaku sesaat ketika melihat wajahku, sebelum ia kembali berjalan ke depan kelas.


Berusaha untuk tidak mengindahkannya, aku melihat isi secarik kertas yang ada di atas mejaku itu. Disana tertera jam dan hari serta mata pelajaran yang akan aku ikuti setelah aku menulis nama dan kelasku.


Berniat untuk mengikuti seluruh pelajaran, akhirnya aku memilih semuanya dan untuk jam dan harinya, aku memilih waktu secara acak di pagi dan siang hari namun pada hari yang berbeda, kecuali kelas Teori Sihir blabla dan kelas Seni yang hanya ada di sore hari.


Setelah memeriksa beberapa kali bahwa tidak ada jadwal yang bertabrakan, aku mengikuti murid lainnya yang menyerahkan kertas pada Pak Heinz ke depan kelas.


Begitu aku akan menuju tempat dudukku, Ryder dengan sengaja mengeluarkan kakinya dari bawah meja secara tiba-tiba agar aku tersandung, aku mengikuti kemauannyaㅡ


DUK


KRAK


Terdengar suara ujung sepatuku yang menabrak samping kakinya, kemudian diikuti suara tulang yang retak sebelum terdengar teriakan "ARGH!" dari Ryder.


Ah, padahal aku hanya menuruti keinginannya untuk membuatku tersandung ?

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2