CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 52. First Day Mayhem 『Part - IV』


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"Ada apa ini, guys ? Kok udah beres lagi ?"


Aku menyeringai dan merenggangkan otot leherku ke kiri dan kanan. Mata mereka terlihat bergetar saat diarahkan kepadaku yang sudah menyeringai lebar.


"ㅡKan permainan yang kalian mulai duluan masih berlangsung, yuk main yuk !"


Hehehe...


...****************...


TENGG TEEENGG TEENGG


Suara bel yang berdentang tanda pergantian kelas seketika menghentikan tendanganku yang akan diayunkan ke atas kepalanya Flynn.


"Ampuni saya, Kyle!!! Uguhh!! Tolong hentiㅡ" aku menendang wajahnya dan menggunakan sihirku untuk menyembuhkan mereka lagi..


...〈 Heal : Aktif 〉...


Terus menerus, aku terus melukai mereka hingga mereka hampir pingsan namun aku kembali menyembuhkan mereka dan kembali membuat mereka babak belur. Aku akan memberikan tendangan terakhir sebelum menyadari ada orang yang akan datang, aku menyembuhkan mereka sambil berbisik, "Kalian beruntung sekarang..."


Mereka bertiga hanya memandangiku dengan mata merah yang bergetar. Mereka kesakitan tapi tidak memiliki luka. Mereka lelah tapi tubuh mereka baik-baik saja. Heh. Merasa waktu bermain sudah habis, aku memasang dasi ke atas kerah kemejaku dan memakai blazerㅡhingga tiba-tiba pintu ruang ganti terbuka dari luarㅡ


"Permisi? Kami datang karena mendengar keributan dan disuruh oleh PakㅡKyle! Apa yang kamu sedang lakukan?!!" pekik Hero alias Haylee yang datang masuk ke dalam ruang ganti bersama dengan Sharence.


Mereka berdua berlari ke arah kami, melihat ke arah Ryder, Flynn dan Tyler yang sedang berbaring di lantai sedangkan aku sedang memasang kancing blazer-ku.


"Apa maksudmu? Aku hanya memakai seragamku?" aku bertanya santai sambil meluruskan kemejaku dan Ryder langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk berdiri, namun dia terjatuh lagi dengan cara menyedihkan, "Tidak! Kyle memukuli kami! Sharence! Kamu percaya padaku bukan??"


Sharence dan Haylee membantu mereka berdiri untuk duduk di kursi diantara loker, Haylee menatapku dengan mata tajam sedangkan Sharence memeriksa mereka.


"Tapi, kalian baik-baik saja?" ucap Sharence.


"Ini semua ulah Kyle! Dia menyembuhkan kami menggunakan kekuatan Dark Magic nya dan benar-benar akan membunuh kami!" balas Ryder menggebu-gebu.

__ADS_1


Aku sontak terkekeh hingga membuat mata Haylee terbelalak dengan lebar, "Kyle?! Apa semua yang dikatakan Ryder itu benar?!"


Aku hanya mengangkat bahuku tidak peduli dan akan beranjak keluar namun ujung blazer ku ditarikㅡbegitu aku menoleh, Sharence lah yang menariknya, namun dia melayangkan telapak tangannya ke wajahkuㅡ


PLAAAK


Kepalaku yang terpelintir sedikit ke arah kanan akibat tamparannya, melirik ke Haylee yang terkesiap sambil menutup mulutnya sedangkan ketiga pria di belakang mereka berdua, berusaha menahan senyum menang namun menyadari pandanganku, mereka langsung terdiam kaku.


Kini tatapan mataku bertemu lagi dengan mata rubinnya yang sudah berkaca-kaca.


"ㅡkenapa, Kyle?!!!"


BAAANGG


"Ada apa ini ribut-ribut?!!!" Pak Dante dan terlihat beberapa murid laki-laki lainnya, masuk ke dalam ruangan.


Setelah itu, Sharence dan Haylee terus menghindar dari tatapanku.


...****************...


Kini aku, Ryder, Flynn dan Tyler sedang duduk di kursi berhadapan dengan meja Pak Dante yang marah dan Pak Heinz yang memasang wajah serius sambil sesekali membetulkan kacamatanya menggunakan jari telunjuknya.


"Be-begini Pak! Awalnya kami bertiga hanya bercanda saja dan secara tiba-tibaㅡKyle menyerang kami, Pak!" balas Ryder dengan suara gemetaran. Flynn dan Tyler yang duduk di sebelahnya mengangguk dengan khidmat.


"Kyle! Apakah yang dikatakan oleh mereka bertiga benar?! Apa kamu yang tiba-tiba menyerang mereka bertiga?!!" hardik Pak Dante hingga air liurnya terjun bebas ke atas permukaan mejanya sendiri.


Aku mengangkat kepalaku dan menjawab dengan tenang, "Saya sebelumnya melihat ada item yang dapat melihat semuanya dari sudut ruang ganti. Bagaimana jika melihat apa yang terekam disana? Saya yakin, semuanya akan menjadi jelas."


Jawabanku seketika membuat ketiga orang di sampingku bergidik dan terdiam kaku. Pak Heinz membetulkan kacamatanya lagi dan mengangguk, "Tuan Kyle benar, ada item seperti itu terpasang di setiap ruangan kecuali ruang toilet dan ruang ganti wanita."



Pak Dante mendengus, "Kalau begitu, ayo kita periksa! Jika ada yang ketahuan berbohong disiniㅡsaya tidak segan-segan untuk mengurangi poin kalian semua!"


Ketiga laki-laki di sampingku, duduk bergetar di atas kursi mereka masing-masing, berbeda denganku, mataku memperhatikan kedua guru yang sedang melihat hasil rekaman dari item mirip CCTV itu.


Untunglah, akademi ini memang memiliki teknologi yang keterlaluan canggihnya.

__ADS_1


Dari rekaman, aku dapat melihat bagaimana aku, yang sedang akan berganti baju diserang oleh mereka dan aku menghindarinya. Tentu saja, bagian mereka yang kusiksaㅡtidak ada di hasil rekaman itu. Rekaman berakhir begitu saja saat mereka terlihat terbaring dan aku kembali ke depan lokerku untuk memakai baju seragam.


Buktinya, sekarang ketiga orang di sampingku itu termangu lebar, "Ti-tidak Pak! K-Kyle telah benar-benar menyerang kami bahkan lebih buruk dari apa yang kami lakukan!!" bantah Flynn. Seketika, ruangan menjadi hening.


Hahaha! Lucu ya, dasar badut.


"Berarti, kalian bertiga tidak menyangkal bahwa kalian menyerang Kyle terlebih dahulu?! Apa kalian tidak tahu malu?!" bentak Pak Dante hingga urat nadinya timbul keluar dari kulit lehernya. Flynn menggelengkan kepalanya dengan cepat namun usahanya sia-sia saja. Pak Dante menunjuk jari telunjuknya ke arah kami semuaㅡ


"Kalian sudah melanggar peraturan berat di dalam Akademi! Ryder, Flynn dan Tyler! Kalian saya beri hukuman dengan pengurangan poin sebesar 25 poin dan juga selama satu bulan kedepan, kalian akan membersihkan lapangan gedung Physiq!!!" sontak ucapan dari Pak Dante membuat ketiga orang itu terduduk lemas.


Lalu, pandangan Pak Dante diarahkan padaku, "Dan kamu, Kyle!! Meski kamu berada di pihak korban, tindakanmu sama tidak benarnya dengan mereka bertiga! Pengurangan poin sebesar 20 poin danㅡ"


"ㅡMembantu saya dalam kurun waktu tiga minggu untuk mengurusi hewan-hewan di dalam peternakan Akademi." potong Pak Heinz sambil tersenyum dan membetulkan kacamatanya. Pak Dante melirik ke arahnya dengan wajah bingung dan Pak Heinz balas mengangguk padanya.


Pak Dante mendengus pelan, "Baiklah...itu hukumanmu Kyle. Berikan kartu identitas milik kalian semua, SEKARANG!!!"


Kami berempat langsung memberikan kartu identitas kami dan melihat bagaimana poin kami dikurangi. Ketika keluar dari ruang guru, Tyler berbisik pada Flynn dan Ryder, "Untung saja kita tidak mendapatkan hukuman di peternakan sepertinya..."


Flynn terlihat teringat oleh sesuatu dan terkekeh pelan, "Benar kata Tyler...hukuman yang diberikan pada bajingan itu lebih buruk daripada hukuman kita, Ryder."


Ryder ikut berbisik, "Memangnya kenapa? Bukannya itu sama-sama hukuman??"


"Itu berarti, kita hanya perlu membersihkan lapangan yang merupakan benda mati. Peternakan Akademi ini kan berisi banyak hewan ternak belum hewan legendaris lainnya, seperti Unicorn dan naga!" terang Flynn yang membuat Ryder sontak terkesiap dan ikut terkekeh dengan Tyler. Aku berjalan melewati mereka yang sontak meringkuk menjauh dariku secara teratur.


Chae Rin, ayo kita beli baju seragam baru sesudah kelas Histori Cyrus?


...「Baiklah, sesudah kamu makan siang ya? Kamu kelihatannya lebih lelah dari sebelumnya. Sehabis dimarahi Sharence ya?」...


Tidak juga, oh iya...nanti malam aku ingin menghubungi Valeria, Raven dan Nina.


...「Tentu saja」...


Derap langkahku langsung kupercepat untuk menuju gedung Elites, agar sampai di kelas Histori Cyrus sebelum kelasnya berakhir.


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2