
...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...
Aku... mendapatkannya !
Bahkan aku menjadi tunangan pertamanya !
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa senang dari dalam hatiku ketika memperhatikan bagaimana ombak dengan indah terhempas ke atas pasir. Padahal aku hanya menyebutkannya saja dengan asal.
Meskipun aku ini tidak buta, kan aku terlihat aneh dan seperti itu di mata orang lain.
Jadi, kupikir kemungkinan dia menerima tawarankuㅡadalah 0.
ㅡtapi sebaliknya, dia dengan keren menatap ku dengan serius sebelum mengatakan "Tentu, ayo kita bertunangan."
Aku tahu mungkin sebenarnya dialah yang lebih diuntungkan disini, tapi aku ingin bersamanya...dia tidak memiliki rumah ataupun keluarga lagi.
Aku ingin menjadikan pulau ini, rumah untuknya. Jadi, dia akan selalu kembali kesini setiap dia berniat untuk mengunjungi pulau utama Cyrus karena banyak gadis lainnya yang membutuhkan kehadirannya.
Tentu saja bukan hanya itu, banyak permasalahan dan hal-hal yang harus dia selesaikan karena sifat baiknya...
Aku tahu itu karena aku sudah sedikit demi sedikit mendapat penglihatan tentang masa depan kami berdua...
Namun, aku harus lebih berhati-hati lagi tentang permasalahan yang akan datang dan yang sudah kulihat di dalam penglihatankuㅡitu hanyalah sebagian dari kejadian yang terjadi ㅡbukan seluruh kejadiannya.
Kalau aku bertindak gegabah lagi...
Aku menutup mataku agar pikiran itu menghilang. Saat aku dengan lugunya mengira bahwa jika menghindari suatu masalah akan berakhir baik-baik saja.
Dunia ini tidak akan memberi ampun pada seseorang yang lemah.
Angin laut yang berhembus begitu kencang hampir menerbangkan topi bundar yang kukenakan karena diberi oleh Kyle begitu dia tahu aku akan mengajaknya mengganti suasana di pantai. Aku melirik ke arahnya yang masih diam memandangi lautan dengan wajah datar tanpa ekspresi selain adanya kerutan tipis di dahinya.
Aku tahu sepertinya dia adalah seseorang yang berhati hangat dan memiliki sifat yang berbeda dari yang saat ini...
ㅡNamun karena dirinya telah kehilangan seluruh hal yang dimilikinyaㅡ
Sepertinya semua sifat itu ikut menghilang.
Aku tidak dapat merubahnya, tentu saja. Jadi, aku memilih untuk tetap diam dan menikmati angin laut yang terasa asin di lidah ini dengan tenang tanpa mencoba mengganggunya.
...****************...
Minuman yang Kyle berikan, dimana ada banyak gelembung-gelembung lembut yang dapat dikunyah terasa sangat enak sekali.
Aku ingin meminta lagi.
ㅡtapi aku malu.
Aku tidak ingin dia melihatku sebagai gadis yang suka banyak makan atau apapun itu.
Dengan penuh harap, aku sesekali melirik ke arahnya yang sudah menghabiskan minuman kedua baginya itu.
Dari mana dia mendapatkan itu?
Aku tahu dia sebenarnya bukanlah Kyle Heart yang sebenarnya...dia berasal dari dunia lain. Apakah minuman itu ada di dunianya?
__ADS_1
Jika benar, dunianya terdengar sangat indah.
Obrolan kami terus mengalir hingga aku dengan bangga menyatakan bahwa ketika dia memasuki Unity Academy dimana akan ada suatu acara pasangan ningrat terbaik, dia dapat membawaku sebagai tunangannya.
Aku sangat yakin, dengan kehadiranku di Unity Academy adalah kali pertama dari seluruh garis keturunan keluarga Kerajaan Joker yang tidak ingin ikut campur dengan daerah pulau utama Cyrus.
Tentu saja itu akan membuat kehebohan.
Lalu, otomatis...rumor tentang Kyle Heart akan membaik karena dia dapat bersama denganku yang dikenal acuh dengan orang luar pulau Joker.
Mendengarkanku yang menerangkan betapa beruntungnya dia dapat bersamaku, dia kembali memberikan minuman gelembung yang enak lagi padaku.
Hihihi, aku sangat menyukainya !
...****************...
"Aku ingin berenang."
Kyle mengatakan itu sambil berdiri dan mulai melepas baju kaus putihnya.
Tanpa sadar, aku meneguk ludahku ketika melihat tubuhnya yangㅡpenuh dengan otot-otot yang sudah berbentuk sempurna.
Aku tidak sempat menjawabnya karena terlalu terpukau dan terkejut dengan sikap tenangnya yang membuka baju begitu saja dan berjalan perlahan menuju air laut.
Aku juga jadi ingin ikut berenang tetapi aku berpikir hanya untuk bersantai saja jadi aku tidak membawa pakaian renang. Menjadi laki-laki benar-benar praktis...dia hanya tinggal membiarkan celana pendeknya saja lalu itu sudah dapat disebut pakaian renang.
Lagipula, aku tidak memiliki keberanian untuk menggunakan pakaian dalamku saja dan pergi berenang dengannya.
ㅡmeskipun kami ini masih anak kecil...uuu.
Ah, aku membawa handuk dan air kalau tidak salah...apa dia akan kelaparan lagi setelah berenang? Untungnya aku membawa kotak sandwich lainnya.
Ketika minuman gelembung kedua yang diberikannya akan habis, dia sepertinya sudah selesai berenang dan berjalan ke arahkuㅡah, tubuh yang penuh dengan otot itu terlihat sedikit basah dan mulai mengeringㅡ
Apa yang kupikirkan?! Aku ini masih anak-anak dan aku sangat lugu dan polos !
Aku langsung menggelengkan kepalaku dan menyeruput minuman gelembung itu hingga terdengar suara keras karena aku menghirup angin melalui sedotan.
Setelah dia sudah berada di hadapanku, aku mencoba mengalihkan pandanganku darinya dan tubuhnya sebelum menyodorkannya handuk. Dia berterima kasih sambil memandangiku dengan tatapan bingung. Ketika ia sudah mengeringkan celananya dengan cepat menggunakan sihir, dia kembali memakai kausnya.
Barulah aku kembali dapat melihat ke arahnya dengan tenang tanpa merasa bagaimana panasnya wajahku. Sebelum dia sempat menanyakan ada apa denganku, aku langsung mengajaknya untuk segera pergi menemui Pak Walikota di taman Kota.
Aku berdiri dan menyodorkan tanganku padanya tanpa sadarㅡdia terlihat terkejut namun segera menerima tanganku untuk berdiri dari tempat dimana ia dudukㅡ
Akan tetapi karena aku berdiri sangat dekat dari posisinya yang duduk, begitu dia berdiri tubuh kami saling berbenturan satu sama lain. Aku mendongak dan melihatnya yang juga melihatku dengan ekspresi terkejut.
Jarak wajah kami sangat dekatㅡterlalu dekat.
Aku membasahi bibirku yang terasa kering dan terus menatapnya begitupun dengannya yang menatapku dengan tenang.
Apa dia tidak merasakan apapun ?
Apa hanya aku disini yang berdebar-debar ?
__ADS_1
Sedikit kecewa, aku menunduk dan menaruh telapak tanganku ke atas dadanya untuk mencoba mendorong tubuh darikuㅡ
THUMP THUMP THUMP THUMP
Ah ?
Aku berusaha menahan tawaku yang ingin segera melompat keluar dari mulutku. Wajahnya terlihat tenang, tapi dia juga berdebar-debar? Untunglah...ini bukan pertunangan yang dipaksakan seperti kebanyakan nenek moyangku.
Aku ingin mengerjainya karena hampir berhasil menipu diriku.
Aku kembali mendongakkan kepalaku dan mendekatkan wajahku ke arahnya.
Satu inci lagi...bibirnya akan mengenai bibirku namun aku dengan cepat mengalihkannya ke atas pipinya yang pucat.
Aku langsung melepaskan kedekatan yang terasa sesak dan hangat ini sebelum aku lebih menginginkannya dengan pergi sambil tertawa terbahak-bahak. Meninggalkannya yang termenung melihatku tertawa-tawa seperti arwah-arwah jahat tadi malam.
Apakah salah satu arwah itu sempat merasuki ku? Tidak masalah...karena aku sedang sangat bahagia sekarang.
...****************...
Apa-apaan dengan pria tua itu?!
Saat ini, aku sedang berada di tengah taman kota untuk bertemu dengan Pak Walikota dan juga warga lainnya yang akan menyiapkan acara Festival Musim Gugur yang dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan.
Begitu mendengarku yang akan bertunangan dengan Kyle, pria tua itu langsung berkata tidak jelas seperti aku ini disihir oleh Kyle.
Memangnya, pria tua itu tahu apa ?!
Dia tidak tahu bahwa akuㅡaku ini hampir menjadiㅡkorban orang gila yang menyedihkan dan menjijikkan.
Tanpa Kyleㅡaku...
Berusaha mengatur napasku dan mengingat bahwa aku harus tenang karena masih ada genggaman tangan Kyle di sampingku.
Pria tua itu terus melanjutkan bahwa dia ingin melenyapkan Kyle karena Kyle lah yang menjadi penyebab lenyapnya Kerajaan dan juga keluarga beserta para warga Kerajaan Heart. Benar-benar rumor yang tidak memiliki bukti sama sekali.
Penyebabnya tentu saja adalah pasukan Ratu Iblis yang menghancurkan Kerajaan itu hingga lenyap tak bersisa sama sekali.
Pria tua sialan itu yang rupanya adalah satu orang dari keluarga bangsawan yang seharusnya kulenyapkan untuk pengorbanan ritual akhirnya berhasil membuat warga lainnya yakin bahwa mereka harus melenyapkan Kyle. Tidak akan kubiarkan !
Sebelum para warga itu akan mendekati kami, Pak Walikota dengan gagah melindungi kami berdua. Untunglah aku memilih orang dewasa yang tepat untuk menjadi tangan kananku disini. Pak Walikota pun meminta Pendeta memeriksa diriku. Tentu saja aku tidak disihir oleh Dark Magic sama sekali.
Namun, pria tua sialan itu tidak terima dan akan membuka mulutnya lagiㅡ
Ohh, dengan kerennya Pak Walikota membungkam mulutnya dengan menamparnya. Pak Walikota, penghasilan bapak otomatis akan saya naikkan!!!
Melihat kegaduhan ini yang tidak akan berhenti sebelum yang terlibat selain diriku adalah Kyle menghentikannya. Aku memilih untuk menggunakan sihir apiku untuk memusatkan perhatian mereka hanya padaku. Aku tidak ingin Kyle menderita lagi mengenai permasalahan kecil seperti ini.
Aku ingin menjadi tumpuan hidupnya juga.
BBBBLLLAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRㅡ
Akan kubakar kalian semua yang berani untuk menggangguku dengan Kyle.
......................
__ADS_1
...「 Interlude XIII. Valeria's Heart (II) 〈 selesai 〉」...