CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 35. Jokes On You, Sir


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


GRRUUUUUURRUUUUUURUURURUㅡ


Terdengar suara geraman yang menggema dan terasa sangat asing di telingaku, namun suara geraman itu sepertinya mampu untuk membuat semua warga berlari kesana-kemari dengan panik dan ketakutan.


Ah, bahkan aku tidak dapat merasa tenang di hari pesta pertunanganku.


...****************...


CRUCHHㅡ


CRUUUCHHHHㅡ


GRRRUUUUURRUUUUUUㅡ


Bunyi koyakan daging yang ditarik oleh gigi taring dari 'sesuatu' yang memiliki bentuk seperti monster raksasa. Warna tanah sudah bercampur dengan darah dan teriakan lenyap ditelan oleh raksasa itu.


Peter baru saja berubah menjadi raksasa.


Kini wujudnya mirip dengan Vengeful Ghost tetapi berwarna putih dan bercak-bercak hitam seperti seekor sapi. Apa dia berubah menjadi monster Mad Moo Mutant ?


Aku melihat Pak Tua Jokyo sudah berdiri di samping Monster Peter. Dia menepuk-nepuk bahu Peter yang besar lebih dari telapak tangan Pak Tua itu. Dia menyeringai ke arahku, "Seharusnya kamu tidak pernah kemari, Bajingan. Tidak ada tempat untukmu disini!!! Sekarang, biarkan cucuku untuk mengirim kamu kembali ke Neraka! PETER! BUNUH BAJINGAN ITU!!!"


GRRUUUURUUURURUURUUURUUㅡ


GROOOOAAAARRRRㅡ


BDUMMM BDUUUMMMM BDUUMMM


Tanah berguncang, saat Peter yang sudah menjadi monster berjalan atau mungkin berlari seperti seekor simpanse ke arahku. Gema dari suara geramnya terdengar hingga terhempas oleh ombak laut.


CRRIINGㅡ


Aku langsung mengeluarkan pedang Dark Soul Slasher dari dalam bungkusnya dan mengangkat kakiku untuk berlari ke arahnya. Tangan monster sapi itu terangkat dan diarahkan dengan cepat ke arahku.


Aku seketika melompat untuk menghindar namun tidak terlalu cepat sehingga pedangku tertepis oleh tangannya.


"ㅡHAATT!!!" Aku melempar tubuhku ke arahnya dengan menghunuskan pedang Dark Soul Slasher dan dia menangkap bilah pedangnya menggunakan tangan kirinya.


...〈 Dark Flame Magic : Burned Soul 〉...


Dari seluruh bilah pedangku yang monster itu genggam, langsung mengeluarkan api berwarna biru yang langsung membakar seluruh tubuhnya. Monster itu mengerang kesakitan dan sontak melepas bilah pedang Dark Soul Slasher dengan cara melemparnya, hal ini membuat diriku seketika terbang jauh ke depan, hingga hampir tertabrak dengan gerbang istana.


SRRRSSSS


Sepatuku bergesekan dengan tanah begitu kuat, hingga telapak kakiku terasa panas. Aku menatap ke arah monster itu yang masih mengerang kesakitan meskipun api biru itu sudah menghilang. Sesuai dengan nama kekuatannya, api itu tidak memilih untuk membakar fisik sama sekali, namun membakar jiwa dalam fisik tersebut.


GGGGRRRRAAAAHHHHHㅡ


SHUUUUㅡ


BDDDUUUMM BBBDDUUUMM BBBDUUUM


Monster itu berteriak dan langsung berlari lagi ke arahku dalam keadaan naik pitam, aku menyeringai sebelum ikut berlari ke arahnya seraya mengambil ancang-ancang dengan membungkukkan tubuhku agar lariku semakin lebih cepat.


Saat jarak kami sudah sangat dekat, sapi Gila itu melompat dan aku mengayunkan bilah pedang Dark Soul Slasher ke arahnya lagiㅡ


...〈 DARK SOUL SLASHER V1 : 100 DARK SLASHING SOUL 〉...


...〈 1 SLASH 〉...


...〈 24 SLASH 〉...


...〈 45 SLASH 〉...


...〈 76 SLASH 〉...


AAARRRRGGGGHHHHㅡ


BRUUUKKKKK


TRRRAANGGㅡ


...〈 DARK SOUL SLASHER V1 : 100 DARK SLASHING SOUL 〉...


...〈 Gagal Diaktifkan 〉...

__ADS_1


"UGGGHㅡ" Aku dihempas oleh sesuatu yang sangat keras sampai tanganku melepaskan pedang Dark Soul Slasher. Begitu aku mendongak ke arah siapa yang sudah menyeruduk aku saat sedang mengayunkan pedangㅡAh, itu si Pak Tua Jenkins yang sudah berubah menjadi monster juga.


Kedua monster itu langsung menyerangku disaat yang bersamaan, aku menghindar dengan melihat melompat ke belakang mereka dan menendang punggung mereka.


Menggunakan Return All Item, pedang Dark Soul Slasher kembali ke genggaman tanganku dan aku seketika mengaktifkan asap hitam ke arah kedua monster ituㅡ


ㅡdan itu tidak berhasil.


Monster yang sepertinya sudah terlihat tua, adalah Pak Tua Jokyo yang menertawakanku, "AHAHAHAHA! KEKUATAN ITU TIDAK BERGUNA PADA KAMI, KARENA KAMI SUDAH MEMINJAM KEKUATAN PADA IBLIS UNTUK MEMUSNAHKANMU!"


Aku terdiam dan dia semakin tertawa lebih keras, "HEHEHEHE, TERIMAKASIH BANYAK BAJINGAN, BERKATMU YANG SIBUK MENYERANG CUCUKUㅡTUNANGANMU AKAN KAMI JADIKAN BONEKA KAMI UNTUK MENGUASAI PULAU INIㅡ"


"Valeria!" aku berteriak ketika Monster Peter sudah menarik lengan Valeria di tangannya. Valeria menatapku dengan tatapan kosong. Tungguㅡjadiㅡ


"BENAR SEKALI! KAMI SUDAH MEMBAGIKAN SUSU YANG SUDAH KAMI MODIFIKASI KEMARIN UNTUK MENJADIKAN MEREKA JATUH KE TANGAN KAMI...KAMI TAHU KAMU MEMUNTAHKANNYA JADI TENTU SAJA KAMU TIDAK MENJADI BONEKA KAMI!" Monster Pak Tua itu berkata dengan sumringah. Dia menepuk-nepuk tanah hingga berguncang di tengah tawanya.


Aku menggenggam pedangku dengan sangat erat sambil menatap kesal pada kedua monster dihadapanku itu. Mereka berdua kembali menertawakanku lagi.


"SUDAH KUKATAKAN, TIDAK ADA TEMPAT UNTUKMU DI SINI, BAJINGAN! SEKARANG, SESUAI PERJANJIAN KAMI PADA IBLIS, DIA AKAN DATANG MENGAMBILMU DAN MENGEMBALIKAN WUJUD KAMI MENJADI SEPERTI SEMULAㅡ" Monster Pak Tua itu langsung menggambar lingkaran dan bintang terbalik, seketika cahaya merah diikuti dengan asap tebal berwarna biru keunguan muncul dari atas lingkaran itu dan tiba-tiba sesosok manusia dengan sayap yang ada di punggungnya muncul.


...



...


"ㅡAhh, akhirnya aku bertemu langsung denganmu juga, Kyle."


Sesosok iblis...succubus ?! Menyeringai lebar padaku dengan memberikan tatapan seakan ingin 'memakanku' dengan lahap.


Wanita itu memandangku selama beberapa saat dengan mata merahnya, sebelum kemudian mengedipkan sebelah matanya padaku dan menoleh ke arah kedua monster yang sudah bersujud padanya.


"NONA ARIA!!! KAMI SUDAH MELAKUKAN APAPUN YANG TELAH NONA MINTA PADA KAMI, KAMI MOHON UNTUK NONA MENYELESAIKAN PERJANJIAN NONA PADA KAMI DAN SEGERA MENGEMBALIKAN KAMI KE WUJUD KAMI YANG SEMULA!!" seru Pak Tua ditengah sujudnya. Iblis Succubus itu memandang mereka berdua sebelum tertawa renyah. Tawa iblis yang disebut mereka sebagai Nona Aria itu, mulai menggema ke seluruh penjuru istana, hingga kedua monster itu berhenti bersujud dan memandanginya dengan wajah kebingungan.


"Apa kalian pikir aku ini bodoh?! Hahahaha, ingat kembali perjanjian kita, manusia!"


"Tentu, Nona Aria! Kami berdua berjanji, untuk menghabisi seluruh warga yang ada di tempat ini, Kerajaan Joker sehingga jiwa mereka dapat dipersembahkan kepada Ratu Iblis dengan menjadikan kami makhluk terkuat agar dapat menyerang bajingan itu! Jika kami berhasil maka kami akan kembali ke wujud kami yakni manusia, Nona!"


"Lalu, apa kalian tidak merasa aneh sekarang? Lihatlah sekeliling tempat kalian. Kalian sama sekali tidak menepati janji kalian padaku. Wahai manusia yang bodoh."


Kedua monster itu terkejut dan mulai memperhatikan sekeliling mereka. Banyak darah di tanah dan diatas rumput maupun dedaunan, tetapi tidak terlihat satupun mayat bergelimpangan bekas mereka gigit.


"Tu-tunggu! Nona! Kami yakin kami sudah membunuh semua warga disiniㅡ" seru monster Pak Tua itu dengan yakin.


Nona Aria langsung menjentikkan tangannya sambil melirik ke arahku.


...〈 Illusion Space Magic : Dibatalkan 〉...


Gelembung sihir yang ada di sekitar kami menghilang, digantikan dengan kondisi sama seperti sebelumnya. Banyak warga kota Joker lainnya kini berdiri jauh di belakangku, tepat di luar gerbang istana. Meskipun dia monster, aku dapat melihat bagaimana wajahnya Pak Tua itu memucat.


"Kalian tidak sadar bahwa anak itu, yang kalian jadikan targetㅡsedari tadi hanya bermain-main dengan kalian~" seru Nona Aria sambil tertawa-tawa. Mereka berdua tercengang dan langsung melihat ke arahku.


Aku sudah berdiri di tempatku sebelumnya, sambil menatap balik ke arah mereka dengan menyeringai penuh kemenangan.


"Jokes on you, sir."


"ㅡKAAAAUUUU!!!!" Pak Tua itu menggeram sebelum kembali berteriak, "SIAPA KAU?! SIAPA SEBENARNYA KAU?!!!" Dia berniat untuk kembali menyerang ku danㅡ


"Ternyata keluarga bangsawan Jokyo berniat untuk membunuh kami semua!"


"Benar!"


"Lenyapkan saja mereka semua!"


"Huh?!" Pak Tua itu terkejut saat menoleh ke arah para warga yang sudah meneriakinya dari kejauhan. Peter terdiam melihat itu sebelum dia menoleh ke arah kakeknya, "Kakek! Kita sudah ketahuan!"


Pak Tua yang masih berwujud monster itu marah dan memukuli monster Peter, "Dasar tolol! Berani-beraninya kamu mengatai kakekmu ini!" seakan baru ingat sesuatu, Pak Tua itu kembali bersujud ke depan Iblis Succubus yang kini sedang memainkan ujung rambutnya sambil terbang dengan malas.


"No-No-Nona Aria! Apakah kami akan dikembalikan seperti semula?! Nona, tolong ampuni kami! Jangan berikan jiwa kami pada Ratu Iblis, Nona! Kami mohon!"


Succubus itu menyeringai lebar, "Tentu saja kalian harus membayar apa yang sudah kalian janjikan padaku. PERGILAH KALIAN! AHAHAHAHAHAHAHAHA!!!"


"Tiㅡtidakkkk!!!!ㅡ"


"Aaaaㅡ"


PUUUFFFF


Kedua monster itu, menghilang begitu saja menjadi gumpalan asap hitam dan hanya meninggalkan suara teriakan yang sangat mengerikan, hingga semua warga yang ada di belakang gerbang meringkuk dan saling berpelukan ala Teletubbies.

__ADS_1


...「Host」...


Apa ?! Aku kan tumbuh besar sambil menonton acara itu, suka-suka aku dong!


Sebenarnya semua ini sudah aku rencanakan. Melihat susu Mad Moo modifikasi mereka yang cukup mencurigakan, aku mencoba menggunakan wawasan dari Valeria dengan sihir clairvoyance-ku. Ternyata benar, mereka memiliki rencana yang buruk di malam pesta pertunanganku dengan Valeria.


Awalnya, Valeria memintaku untuk langsung bar-bar aja hancurin mereka semua. Akan tetapi, aku menyusun sebuah rencana dimana, mereka akan melaksanakan rencana mereka sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, tetapi aku menipu mereka.


Bahwa mereka melakukan rencana mereka di bawah dunia tipuan ilusi dari sihirku.


Hal ini, kupikir akan membantuku untuk mengumpulkan simpati dari semua warga di pulau Joker. Mendengar rencanaku yang sempurna, Valeria menyetujuinya dan akan berlagak seperti dibawah pengaruh mereka untuk menambah efek dramatis, bombastis, dan fantastis! Buktinya, mereka terjebak di dunia palsu yang kuciptakan.


Hanya saja...


Aku menatap ke arah Iblis Succubus yang kini sudah memandangiku sedari tadi.


ㅡkemunculan makhluk ini benar-benar diluar dari rencanaku. Valeria saja kini terdiam, ia yang awalnya ingin berlari menghampiriku sepertinya sedikit ragu untuk melewati Iblis itu. Secepat mata berkedip, kini succubus itu sudah terbang mengitari ku, aku diam kaku tidak dapat bergerak. Seakan dia memiliki kuasa yang lebih besar darikuㅡ


"Ohhh, dari sini saja aku dapat merasakan seberapa besarnya kekuatan sihirmu itu...mm, nampak sangat lezatㅡkalau saja Ratu tidak melihat potensi yang kamu miliki...kamu pasti sudah kujadikan budak spesial untukku!" sahutnya sambil mengelus-elus daguku dan wajahnya yang sangat dekat denganku.


Aku menepis tangannya dari wajahku seraya berjalan mundur menjauhinya dan dia tertawa menyeringai melihat reaksiku, "Tidak apa...nanti kamu juga akan terjatuh kedalam pesonaku nantiㅡhihihihi sampai jumpa lagi, Kyle. Selamat atas pertunanganmu itu. Ciao~"


WHUUSSH


Succubus itu menghilang begitu saja, seakan ditelan angin. Aku menghela napas lega dan mulai merasakan ada tatapan tajam, terarah padaku. Aku tahu pandangan iniㅡ


Berlari mendekati Valeria yang sudah menatapku dengan tajam, aku membuka mulutku, "Valeria! Kamu baik-baik saja."


"Iya, aku baik-baik saja. Oh, sepertinya kamu baru saja mendapatkan target baru bukan?"


"Uhh, tidak-tidak...aku tidak mengenali wanita iblis itu...sungguh!"


"Aku baru tahu seleramu itu juga termasuk iblis Succubus ya?"


"Valeria? Aku sama sekali tidak mengenalnya!"


"Setelah melihat itu, bagaimana kalau kita menunda dulu pertunangan kita?"


"Valeria?! Kamu bercanda, kan?"


"Entahlah!"


Mendengus kesal sambil memanyunkan bibirnya dengan imut, Valeria berjalan pergi meninggalkanku ke arah kumpulan warga yang sudah berlari menghampirinya.


Argh, kenapa dia malah jadi kesal begitu?!


Aku mengikutinya dari belakang dan melihat kondisi hatinyaㅡ jauh di lubuk hatiku...aku tidak ingin membatalkan pertunangan ini.


...「My Heart Status」...


...< Nama: Valeria Joker >...


...< Perasaan saat ini : Berdebar, Cemburu, Kesal, Penasaran, Khawatir >...


Ohh, seperti itu ternyata?


Aku langsung berlari untuk menghampirinya dan berjalan di sampingnya. Dia tidak melirik ke arahku sama sekali, sampai akhirnya aku langsung mengambil tangannya dan menggenggamnya dengan erat.


Valeria kini menatapku seraya mengerutkan dahinya. Aku membalas tatapannya itu menggunakan senyumanku yang menawan. Kami saling bertatapan satu sama lain selama beberapa saat sambil berjalan. Melihatku yang terus menatapnya dan sama sekali tidak mengalihkan pandangan darinya, dia akhirnya memilih untuk membuang mukanya yang sudah menjadi merah merona.


"...dasar bodoh," suaranya yang sangat pelan itu, tidak dapat terhindar dari telingaku. Semakin kami mendekati Pak Walikota dan Yuu, dia meremas tanganku yang ia genggam dengan begitu erat.


"Untunglah...kamu baik-baik saja, Tuan Kyle."


"Iya! Untunglah Tuan Putri Valeria juga!"


Aku menganggukkan kepalaku pada Pak Walikota dan Yuu yang mengucapkan itu disela napas mereka yang terengah-engah karena berlari. Sebelum kami mulai berbincang, Valeria menyahut, "Bagaimana menurut kalian berdua, jika aku menunda pertunanganku dengan Kyle?"


"Apa?!"


"Eh?! Valeria?!!!"


Hampir saja, pesta pertunanganku akan ditutup begitu cepat oleh wajah tercengang milik Pak Walikota dan Paman Yuu diikuti senyuman dingin milik Valeria. Dengan cepat, aku langsung memberikannya Susu Coklat dengan topping Boba sehingga dia tidak jadi menunda pertunangan kami.


Valeria, kamu ini memang sesuatu ya ?


......................


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2