CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Interlude IX. Nina's Heart 《 III 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Aku memandangi langit sambil menyiram bunga yang sudah ditanami oleh Tuanku sebelum dia pergi ke Sekolah Khusus Pelatihan Perang yang diwajibkan oleh Kerajaan Heart sebagai bentuk pelatihan agar individu di Kerajaan Heart mampu melindungi mereka sendiri ketika tiba-tiba terjadi perang dengan Kerajaan Spade. Meskipun pernyataan perang yang sudah lama digadang-gadangkan ini akhirnya selesai.


Aku masih belum diberikan informasi apa-apa lagi oleh pimpinan. Apakah tugasku mulai dilupakan? Beberapa anggota mata-mata yang merangkap menjadi assassin juga mulai kembali ke pekerjaan mereka untuk menjadi petualang agar mendapat uang.


Benar juga akhir-akhir ini aku belum mendapatkan penghasilan dari pekerjaan asliku yaitu sebagai mata-mata.


Menjadi pelayan juga memiliki pendapatan yang cukup, lagipula terkadang Tuanku selalu memberiku banyak uang yang anehnya dengan mudah ia keluarkan dari tasnya, entah darimana itu uangnya.


Aku menghela napas panjang, aku sedikit rindu dengan Tuanku yang aneh itu. Aku tahu dia sudah cukup tumbuh menjadi lebih dewasa dibandingkan waktu itu, tetapi tetap saja dia itu ceroboh.


Bahkan dari sikapnya itu, aku yakin dia pasti sudah terlibat dengan perkelahian dengan anak bangsawan lainnya yang menganggap nya sebagai seorang bajingan...


Padahal, jelas-jelas dia adalah putra kandung asli dari Raja Grim dengan Karina.


Mengapa orang-orang...sudahlah, aku tidak berhak menilai mereka karena pada awalnya aku juga bersikap seperti itu.


Terkadang, setiap aku menyiram tanaman dan bunga yang kita tanam bersama, aku jadi sering mengingatnya. Bagaimana senyumnya saat menertawakan Myles ketika mereka berlatih pedang bersama dan wajah polosnya ketika tertidur di pangkuan Sebastian.


Banyak juga hal baru yang aku temui saat bersama dengan Tuanku. Salah satunya adalah mengenal Xarx. Ketika melihat ku, sepertinya Xarx tahu bahwa aku bukanlah pelayan biasa, namun dia tetap memiliki tabiat menggosok-gosokkan tangannya seakan dia sangat kedinginan.


Lagipula, aku juga dulu pernah bertemu Xarx saat dia mengunjungi tenda penjual budak yang menjual ku di Kerajaan Spade. Aku tidak tahu apakah dia mengenal ku yang waktu itu masih kecil. Tetapi aku ingat pria gemuk yang suka tertawa sambil menggosok-gosok telapak tangannya hingga menimbulkan asap.


Aku sempat membuat Tuanku khawatir karena reaksiku saat mengikutinya masuk ke dalam tenda biru itu. Meskipun Tuanku berkata kondisi tempat itu memang lebih baik daripada tempat yang kuingat...tetap saja...


Ingatan lama yang menyakitkan sangat mudah untuk diingat dan terbuka kembali.


Aku mencoba menahan muntah dan rasa pusing ini. Bahkan Raven, si wanita bandit merah itu terlihat khawatir padaku dan menepuk-nepuk pundakku dengan lembut seakan aku terlalu rapuh.


Hal lainnya yang membuat ku terkejut adalah keberadaan sebuah ras baru yang baru kutemui seumur hidupku. Seorang gadis yang sangat cantik namun tubuhnya terlihat setengah seekor macan yang berwarna putih.


Tentu saja aku tidak terkejut saat Tuanku akan membelinya untuk membebaskannya. Mungkin itu triknya, tetapi jikalau itu bukan pasti Tuanku akan tetap dengan mudah dikelilingi oleh banyak gadis yang lebih cantik dariku seperti Raven dan gadis macan itu.


Tidak masalah, aku bukanlah orang yang senang cemburu...aku baik-baik saja...


Ya, aku tegaskan lagi pada diriku sendiri bahwa aku bukan orang yang posesif.


Akan tetapi, aku juga baru pertama kali mendengar bahasa yang aneh keluar dari gadis setengah macan putih itu. Seperti suatu bahasa yang perlu diucapkan dengan sangat cepat. Raven saja terlihat memejamkan matanya karena pusing mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut gadis itu.


Untungnya saja, ada Tuanku yang memahami bahasa gadis itu. Lihatlah, aku dapat melihat wajah senangnya dibalik topengnya yang berkata dia itu baik-baik saja.


Lagi-lagi, Tuanku menggunakan banyak uang yang padahal tidak perlu ia keluarkan. Aku harus mengajarinya cara mengeluarkan uang yang baik dan mengontrolnya agar tidak ada masalah besar di masa depan dengan sifatnya yang seenaknya saja.


Akhirnya, aku dapat menghela napas lega setelah keluar dari tenda biru itu. Jika Tuanku akan mengajakku kesana lagi, sepertinya aku akan mundur perlahan. Ini benar-benar berat.

__ADS_1


Aku memperhatikan gadis macan putih itu yang terlihat kesal dan mengatakan banyak hal, Tuanku terlihat kerepotan namun dia tiba-tiba saja terdiam beberapa saat sebelum menariknya ke suatu daerah sepi. Tentu saja aku dan Raven langsung berlari mengikuti mereka. Begitu sampai, setelah mengatakan sesuatu, Tuanku langsung merubah gadis itu menjadi kepulan asap. Tentu saja aku dan Raven menjadi marah dan menyangka jika Tuanku membunuhnya begitu saja.


Namun, setelah bercanda dan ketakutan melihatku dan Raven mengeluarkan senjata kami, dia dengan ragu mengatakan bahwa dia sudah mengirim gadis macan itu pulang ke dunianya. Hah? Dunianya?


Hari itu, aku banyak belajar hal baru bahwa dunia lain selain tempat yang ku pijak juga ada dan ditempati oleh orang seperti gadis macan putih itu.


Sambil mengenang kenangan itu disaat sebelum dia berangkat ke Sekolah Khusus Pelatihan Perang, aku bersenandung.


5 tahun adalah waktu yang lama...


Saat dia kembali pulang ke kastil, apakah dia akan tetap seperti dulu atau berubah?


Tanpa sadar ujung bibirku sudah terangkat jika memikirkan waktu yang akan berlalu.


Aku jadi tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Tuanku lagi.


...****************...


Ini gawat, pikirku.


Ratu Iblis benar-benar sudah bangkit, begitu cerita Gregory yang hampir mati di tengah pertarungan melawan kawanan goblin dan golem. Tidak ada yang tahu bagaimana kawanan monster itu menghilang dan bagaimana Gregory yang hampir mati tiba-tiba saja berada di klinik kastil.


Tetapi, aku tahu itu ulah dari Tuanku.


...begitu mendengar kabar bahwa Tuanku terjebak di dalam Dark Forest, semuanya sangat marah sekali. Aku juga. Beraninya pihak sekolah itu membiarkan para anak-anak bangsawan sialan ituㅡ


Aku mencoba mendinginkan kepalaku. Tuanku akan baik-baik saja. Dia sangat kuat.


Lagipula, Kerajaan nya kini sedang diinvasi oleh pasukan Ratu Iblis...


Aku cukup merasa tenang jika invasi ini menyerang dirinya, Tuanku dapat melindungi dirinya sendiri. Namun, invasi kali ini bahkan menghancurkan hampir seluruh kota.


Bahkan...ibu tuanku. Seorang Dark Witch yang sangat kuat kewalahan hingga meninggal dunia ditempat ketika melawan ratusan goblin dan golem yang masuk ke dalam wilayah kastil. Aku tidak tahu apa yang akan kukatakan pada Tuanku tentang hal ini.


Kini aku berlari melewati banyak pelayan yang berteriak saat diserang oleh goblin ataupun diremukkan oleh Golem. Saat aku berlari pun reruntuhan kastil mulai berjatuhan seakan golem itu dengan sengaja menghancurkan tempat terbesar di Kerajaan ini.


Begitu sampai di ruang tahta, aku membantu Ratu Milan yang hampir ditusuk oleh goblin dan bertanya padanya dimana sang Raja. Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil melirik ke arah depan pintuㅡdimana mayat Raja Grim yang sudah berada di atas genangan darahnya sendiri.


Dari arah pintu Utara, Sebastian datang menghampiri kami dan bernapas lega sebelum wajahnya menjadi kaku saat melihat mayat Raja. Sebelum pasukan goblin memasuki ruang tahta, kami bertiga langsung berlari keluar dari kastil untuk mencari tempat persembunyian. Pikiranku sempat terlintas pada markas Red Eye Gang milik Raven.


Aku memberitahukan rencanaku pada Sebastian namun dia mengatakan bahwa dia akan membawa Ratu Milan ke Kerajaan Club untuk sementara menggunakan portal sekali pakai yang sudah ia siapkan di tempat rahasia di bawah tanah kastil.


Aku menganggukkan kepala dan mengantarkan Ratu Milan yang khawatir pada kami berdua, aku mengatakan padanya untuk tidak khawatir dan segera pergi mengungsi. Begitu Ratu Milan berhasil melewati portal yang langsung menghilang itu, Sebastian tiba-tiba jatuh tersungkur.


...betapa terkejutnya aku saat melihat luka tusukan yang sangat dalam di balik baju besinya. Sepertinya dia sudah terluka seperti itu sebelum bertemu denganku dan Ratu Milan. Aku sedikit panik dan menawarkan untuk menggendongnya ke tempat persembunyian Raven. Akan tetapi, pria tua itu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jika kamu bertemu dengan Tuanku, Myles dan Pangeran Kyle. Tolong sampaikan mereka harus tetap semangat dan selalu bersama...saya benar-benar bersyukur dapat bertemu kalian semua di Kerajaan Heart ini..."


Setelah itu, beliau langsung terdiam tak bergerak. Kaku. Matanya sudah kosong.


Perlahan...aku menutup kelopak matanya dan mendengar suara dentuman yang sangat keras lagi hingga ruang bawah tanah ini berguncang. Sebaiknya aku pergi dari sini sebelum langit-langitnya rubuh.


Aku menundukkan kepalaku pada mayat Sebastian sebelum berlari keluar dengan terburu-buru. Aku hampir meneteskan air mataku, aku sangat bingung dan frustasi.


Kan sudah kubilang, jangan libatkan perasaanmu lagi...ingat ku berulangkali.


Aku tersentak begitu aku keluar dari ruang bawah tanah, sudah banyak kawanan goblin mengelilingiku. Aku bersiap untuk melawan mereka dan mengayunkan dagger ku dengan sekuat tenaga seraya berlari menuju tempat dimana Raven berada. Kuharap wanita merah itu baik-baik saja...



Jika tahu hal seperti ini akan terjadi begitu cepat, seharusnya aku memilih untuk berteman dengannya daripada bersikap buruk padanya...dia kan sebenarnya wanita yang baik menurutku.


KEKEKEKEKEKEKㅡ


Tawa goblin-goblin itu menggema di kepalaku hingga lariku terhenti saat disudut mataku terlihat seorang wanita dengan tanduk merah berjalan di tengah puing-puing kota.


Refleks, aku melompat ke balik reruntuhan dimana goblin dan wanita itu tidak dapat melihatku. Wanita bertanduk merah...dengan sihir berwarna merah dan tawanya yang seakan akan menghancurkan jiwaku...


Ituㅡadalah Ratu Iblis.


Aku melihat dari kejauhan ada semacam wanita yang memiliki sayap setan terbang di samping Ratu itu dan mereka membicarakan tentang Karina? Kenapa Ratu Iblis mengenali ibu dari Tuanku?


Namun, bukan hanya itu yang membuatku terkejut tetapi kata-kata yang diucapkan oleh Ratu Iblis setelah wanita yang terbang itu pergi menjauhㅡ


"Ahhh, ini masih belum cukup. Masih belum cukup untuk Rajaku...kekasihku, tunggulah sebentar lagi...kau akan segera bangkit di dalam tubuh anak itu...iya..aku akan mengambil tubuhnya untukmu Rajaku...Hahahahahahahaha !!!!!"


Aku tidak tahu siapa anak itu sebenarnya.


...tetapi aku bisa menduga bahwa anak itu adalah Tuanku, Kyle.


Saat pikiranku hanya terfokus pada hal itu, aku mendengar langkah kaki yang sangat dekat dibelakang ku.


"Aha, kutemukan satu tikus kecil disini."


Aku menolehkan kepalakuㅡ


ㅡmaafkan aku, Kyle.


......................


...「 Interlude IX. Nina's Heart (III) 〈 selesai 〉」...

__ADS_1


__ADS_2