CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 9. Red Eyes


__ADS_3

...『⚠️ Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi bukan kejadian nyata ⚠️ 』...


Previously :


"Iya! Aku bersedia untuk menjadi pacarmu!".


Apa katanya?!!ㅡ


...****************...


Aku terperangah dan memandanginya dengan seksama, Nina mengerutkan dahinya, mata hazel-nya berkaca-kaca dan rambut chestnut-nya sedikit berantakan dan keluar dari kepangannya. Pipi dan daun telinga yang memerah. Bibirnya yang ia gigit.


Itu bukan tanda penyakit COVID -19.


...「Host, tolong lebih serius lagi」...


Baru kali ini, kudengar ada gadis muda berumur 16 tahun menerima pengakuan cinta dadakan dari anak kecil 6 tahun.


Tunggu, mungkin dia berpikir aku hanya bercanda dan sekarang dia juga ikut bercanda? Bisa jadi. Tapi, aku tidak boleh salah menebak atau dia akan marah.


...「Bagaimana kalau menggunakan telepati?」...


Saran yang bagus, tapi aku tidak ingin menggunakannya. Aku lebih suka menebak, disinilah tantangan untukku.


...「Bilang saja kamu itu masochist」...


Meskipun kamu bilang begitu...


"Nina, aku senang kamu menerimaku." Aku akhirnya membuka mulutku dan berdiri tegap. Berjalan ke arahnya dan aku mendongak ke atas untuk melihatnya dan dia perlu melihat kebawah karena aku pendek darinya.


"Tapi, aku masih sangat kecil sekarang. Aku akan tetap melindungi mu tapi jika masalah berhubungan seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya, kumohon kamu menunggu hingga aku sudah cukup dewasa," aku menganggukkan kepalaku dengan puas dan tersenyum padanya. Nina menghela napas dan melihatku dengan lelah.


"...aku tahu itu. Karena aku sudah bersedia, apakah kamu akan berjanji padaku?"


"...tentu, aku akan berjanji," sedikit penasaran dengan apa yang ia inginkan, aku menatapnya dan dia balik menatapku.


"Berjanjilah padaku, kamu akan membiarkanku membunuh ibumu. "


Suasana yang terasa sehangat teh panas di pagi hari, tiba-tiba saja menjadi sedingin es serut di musim dingin. Aku mengerutkan dahiku dan menatapnya dengan dingin, "Apa maksudmu? Kenapa kamu memintaku untuk berjanji seperti itu?"


"Menurutmu aku kesini hanya untuk melaporkan perkembangan tentang hidupmu dan jika kamu berbahaya, aku akan menghabisi mu begitu saja?" Nina memandang ke arah luar jendela, langit sudah gelap dan kini hanya ada cahaya dari lampu minyak di sekitar kamar.


"Aku terlahir menjadi seorang putri dari keluarga Baron yang sangat miskin. Hasil panen keluarga kami hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan ayahku terus-menerus berhutang pada keluarga Blackspade." Mendengar nama keluarga itu aku teringat dengan gadis berkuncir dua yang entah keberadaannya membantuku (aku mendapatkan cheat karenanya) atau akan menjadi malapetaka karena keluarganya baru saja mengirim bandit dan pembunuh bayaran.


Nina menggenggam tangannya sendiri dengan erat sambil menatapinya, "...suatu hari, karena mereka kesal ayahku tidak berhasil membayarkan semua hutangnya, gelar Baron keluargaku di cabut. Aku...satu satunya putri dari keluargaku...berakhir dijual pada Blackspade."


Mataku terbelalak dan tubuhku membeku, Nina tersenyum lemah padaku, "Waktu itu, usiaku berumur 8 tahun...aku takut sekali waktu itu...untung saja...aku tidak diapa-apakan selain dipukuli dan dicambuk." Nina mengambil tanganku dan mengelusnya, saat ujung lengan baju pelayannya terbuka...


...aku bisa melihat bekas luka goresan yang cukup panjang...apa itu bekas cambukan?


"Suatu hari, aku melawan dan berhasil membunuh satu orang pegawai keluarga Blackspade dan menawan putri mereka..."


"...putri mereka? Amy?" aku langsung bertanya dengan terkejut.


Nina menganggukkan kepalanya, "Aku berhasil menahan dia dan menyanderanya, namun aku tidak berhasil kabur. Pengawal Kerajaan menangkap ku dan menyelamatkan Amy. Saat mereka akan mengeksekusi ku..." ucapannya terhenti.


"Kamu dilatih untuk menjadi mata-mata?"


Nina mengangguk, "Bukan hanya itu, kami dilatih untuk menjadi bayangan Kerajaan dan pembunuh. Mengumpulkan informasi dari berbagai Kerajaan dan lebih buruknya lagiㅡ"


Dia terhenti dan memperhatikan sekitar sebelum berbisik padaku, "Mata dan telinga mereka tidak hanya aku. Aku hanyalah salah satu anggota dengan tingkat menengah. Aku tidak pernah menemui anggota yang merupakan tingkat tertinggi. Mereka lebih kuat dariku."


"Lebih kuat dari Nina?! Inilah mengapa Kerajaan Heart kalah dari Kerajaan Spade dari segi kekuatan mereka?" aku jadi ikut berbisik.


Nina mengangguk, "Kau tahu, Kerajaan Spade adalah tempat dimana Hero selalu lahir selama 1000 tahun sekali."


Hero? Benar juga...aku harus segera bergegas...tapi aku masih belum tahu mengapa Nina ingin membunuh ibuku...


"Kamu belum menjelaskan mengapa kamu ingin membunuh ibuku.." aku membalas dengan tatapan tidak percaya. Nina menghela napas panjang dia melihatku dan mengalihkan pandangannya namun mata hazel-nya kembali untuk menatapku.


"Ibumu...dia membunuh Ayahku dalam perang 7 tahun yang lalu. Tepat setelah itu dia diangkat menjadi selir Raja Heart karena telah menghabisi lebih dari 10 juta jiwa tentara Kerajaan Spade. Salah satunya adalah ayahku. Ibumu memakan nyawanya semudah memakan roti...aku...tidak akan memaafkan itu...tidak akan pernah..." air mata terjatuh dari matanya, dia mengusapnya namun air mata lainnya terjatuh hingga akhirnya mengalir deras. Dia terisak, "Aku ingin membunuhmu...untuk menunjukkan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat penting baginya..."


Aku diam mematung, Dia mengusap air matanya yang sudah membengkak sebelum melanjutkan, "Akulah yang memberi racun pada makanan untuk Kyle Heart makan. Itu sebabnya dia sakit...dan di hari seharusnya dia meninggal...dia masih tetap hidup...aku..aku sangat menyesal dan merasa lega bahwa aku tidak...tidak menghabisi nyawanya...namun...aku... benar-benar membunuhnya..." Dia kembali menangis tersedu-sedu, aku langsung memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya.


"Oleh karena itu...aku ingin membunuh ibumu," Nina mendorongku namun aku tidak bergeming dan memeluknya semakin erat.


"Kau yakin? Kau sudah membunuh Kyle Heart dan ibunya tidak tahu soal itu. Kemudian kamu ingin aku membiarkanmu membunuh ibuku? Apa kau sudah gila?!" aku melepas pelukanku dan langsung menamparnya.


PLAK


Dia menatapku dengan nanar. Aku melanjutkan, "Aku tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang penting dengan cara seperti itu, tapi, kuharap kamu tidak melakukan hal yang sama seperti ibuku, kumohon jangan balas dendam. Tolong maafkanlah ibuku...Nina," aku memohon padanya sambil menggenggam erat telapak tangannya. Dia hanya diam menatapku dengan air mata yang masih berlinang.


"Aku tahu permohonanku ini sangat egois, sangat tidak menghargai apa yang ingin kamu lakukan...bahkan aku juga bisa membalas dendam untuk memuaskan hasratku, tapi apa yang akan terjadi? Seperti lingkaran iblis, kita akan terjebak dalam keputusasaan karena balas dendam tidak akan mengobati hati kita yang terluka..." aku mendekatkan wajahku padanya, menariknya agar dia membungkuk dan menaruh dahiku tepat di atas dahinya. Mataku tetap menahan pandangannya tetap padaku.


"Menerima apa yang sudah terjadi lalu memaafkannya...setelah itu, jalani hidup dengan baik untuk selanjutnya...ibuku sudah kehilangan anaknya...kamu Nina, masih dapat melanjutkan hidupmu...jika kamu membunuhnya, aku akan merasa sangat sedih...tolong...jangan lakukan itu...untukku?" aku mengatakannya sambil memandangi mata hazel-nya dalam-dalam.


Dia hanya diam menatapku kembali. Mencari sesuatu jika aku berbohong padanya, namun aku tetap menatapnya dengan tulus.


Akhirnya dia mengangguk dan bersandar ke bahuku, dia menangis beberapa saat sebelum jatuh tertidur di bahuku.


...〈 +45 Rasa Suka Nina 〉...


...〈 +46 Kepercayaan Nina 〉...


Aku menepuk-nepuknya dan dengan mudah aku membaringkannya di atas kasurku. Melihat wajah tidurnya yang habis menangis terlihat sangat manis. Hidupnya ternyata sangat sulit...aku berterimakasih pada penguasa alam yang sudah menjaganya dengan baik dan juga dirinya sendiri sehingga dapat tumbuh menjadi gadis yang kuat dan tetap manis walaupun sedikit menyeramkan...aku akan melakukan yang terbaik agar dia dan anak-anak lainnya mengalami hal yang sama sepertinya.


"OHHHPP!" Sebisa mungkin, aku terkesiap secara lembut dan mari kita lihat statusnya dulu...


...「Status」...


【 Nama: Nina 】


【 Usia: 16 tahun 】


【 Gelar: Mata-mata Kerajaan Spade 】


【 Nama Asli: Nia Rosemary 】


【 Level: 52 】


【 Okupasi: Pelayan Kerajaan Heart 】


【 Ras: Manusia 】


【 Kekuatan: 68(B) / Potensi B 】

__ADS_1


【 Kesehatan: 75(B) / Potensi B 】


【 Kelincahan: 79(B) / Potensi A 】


【 Magis: 50(C)/ Potensi B 】


【 Perlawanan Magis: 51(C) / Potensi B 】


【 Pengetahuan: 53(C) / Potensi C 】


【 Keberuntungan: 55(C) / Potensi B 】– Spesial


【 Rasa Suka: 80 (Kekasih) 】


【 Kepercayaan: 80 (Percaya) 】


【 Bakat 2/5 】 ▶


【 Skill 4/5 】 ▶


Ohh... sekarang rasa sukanya sudah cukup besar ya? Ahahaha...aku tidak akan mengomentari namanya yang tidak berbeda jauh...beneran deh..


Aku mengusap kepalanya selama beberapa saat dengan perlahan.


Nah, sekarang waktunya...


Aku berdiri dari kasur setelah menaruh selimut ke atas tubuh Nina, aku melemaskan otot-otot ku dan berbisik pada Sistem.


"Kamu siap, Sistem?"


...「Setiap saat, Host」...


Setelah terkekeh mendengarnya, aku langsung berdiri di hadapan kaca dan merubah penampilanku menggunakan mantra Illusion Magic tertinggi dan selain orang yang sangat berbakat dan sama kuatnya denganku baru mengetahui siapa aku sebenarnya. Kini tubuhku menjadi lebih tinggi dan besar karena aku memilih tubuh pria berumur 20-an. Rambutku, kuubah menjadi warna merah gelap dan mataku berwarna hijau gelap. Nah, ini baru keturunan asli keluarga Heart. Sambil bergumam seperti itu, aku memakai baju yang terlihat murahan dan jubah berwarna hitam, sebelum aku teleport ke dalam istana Kerajaan Spade.


Mengapa aku kesana sekarang ?


Tentu saja untuk mematahkan Death Flag diriku dan keluarga ku yang akan berkibar di masa depan.


...****************...


Sesampainya di dalam istana Kerajaan Spade, aku menggunakan kemampuanku untuk menjadi tembus pandang dan meredakan langkah kakiku. Melihat melalui Peta, aku dapat mengetahui Ellen dimana, namun bukan dia yang kucari.


Aku mencari ibunya...


Bagaimana ini? Ah, clairvoyance !


...〈Clairvoyance - Aktif〉...


Aku pun mengetahui dimana Sang Ratu berada dengan mudah dan segera pergi berderap kesana sebelum mendengar Sistem menggerutu tentang kebodohanku,


...「Aku tidak yakin mengapa kamu bisa terpilih menjadi Host disini..」...


Aku tersenyum dan membalasnya dengan senang hati, "Percayalah, aku ini Host yang tepat untuk Sistem... terutama untukmu."


...「Setidaknya rasa percaya dirimu yang berlebihan menjadi daya tarik utama」...


Aku menggelengkan kepalaku dan akhirnya sampai di depan kamar Ratu, dengan pelan, aku mendorong pintunya...


"Kenapa ini terbuka? Apakah ini ulah angin?" suara Ellen yang tiba-tiba di belakangku membuatku hampir meloncat kaget. Untung saja aku berhasil menahannya.


Aku tidak membalasnya karena dia benar, aku tetap memiliki kekuatan Superhuman dan harusnya aku menyadari keberadaan Ellen di belakangku dengan mudah bahkan sebelum dia berjalan ke arahku seharusnya aku sudah tahu, tetapi karena aku ini sebenarnya terlalu bodoh dan ceroboh, sepertinya kekuatan yang diberikan Sistem tidak terlalu berguna untukku. Maafkan aku, Sistem.


...「...kamu tidak perlu meminta maaf, Host」...


Aku mengalihkan pandanganku kembali pada Ellen yang menghampiri ibunya yang tertidur di atas kasur. Aku ikut menghampiri mereka berdua dan Ellen tiba-tiba menoleh ke arahku.


Oh, sepertinya dia menyadari keberadaan ku tapi tidak tahu aku ini ada atau tidak. Seperti yang diharapkan dari Tuan Putri terkuat dari seluruh Kerajaan yang ada di Cyrus ini.


Ellen akhirnya kembali menatap ibunya sambil menggenggam tangannya dengan erat. Dia duduk di samping kasur ibunya. Aku melihat ibunya dan menyadari sesuatu yang aneh dari tubuhnya...


Ibunya memang terkena kutukan dari salah satu mantra 〈Slow Death Poison〉 dari Dark Magic tapi...


Kenapa aku merasa ada Light Magic yang tercampur di dalam darahnya ikut berubah menjadi racun? Aku membuka statusnya dengan berteriak OHHH menggunakan sihir concealment...


...「Status」...


【 Nama: Elena Spade 】


【 Usia: 43 tahun 】


【 Gelar: Putri Adipati Sevenrye 】


【 Nama Asli: ??? (Level belum mencukupi) 】


【 Level: 42 】


【 Okupasi: Ratu Kerajaan Spade 】


【 Ras: Manusia 】


【 Kekuatan: 64(B) / Potensi B 】


【 Kesehatan: 39(C) / Potensi B ▼ 】


【 Kelincahan: 67(B) / Potensi B 】


【 Magis: 68(B)/ Potensi B 】


【 Perlawanan Magis: 65(B) / Potensi B 】


【 Pengetahuan: 64(B) / Potensi B 】


【 Keberuntungan: 61(B) / Potensi B 】– Spesial


【 Rasa Suka: 0 (Normal) 】


【 Kepercayaan: 0 (Normal) 】


【 Bakat 2/5 】 ▶


【 Skill 3/5 】 ▶


Ratu Elena memiliki bakat di Light Magic...apakah karena itu, kekuatan sihir Light Magic nya berubah menjadi racun Dark magic untuk membantu mempercepat pertumbuhan sumber penyakitnya yang seperti virus. Seharusnya Light Magic akan melawan Dark Magic dan tidak akan bercampur seperti ini...


Jangan-jangan ada yang mengubah Light Magic menjadi kekuatan terkutuk dengan menyamarkannya, seperti menambah sedikit mantra dari Dark Magic?

__ADS_1


...ini cuman game kan? Tidak, ini bukan game. Sekarang ini, game ini menjadi nyata.


Tapi, untuk sebuah dunia game...bukannya ini terlalu berat? Seperti dunia nyata saja yang merepotkan ternyata dunia asli game juga sama-sama merepotkan...


Aku menyadari Ellen jatuh tertidur di samping kasur ibunya dengan tangan yang masih tergenggam dengan erat. Tak heran keluargaku dia ikut bantai bersama Hero, ibunya sama-sama pentingnya seperti ayahnya Nina. Mereka sama-sama kehilangan orang yang mereka sayangi dengan cara seperti ini...


Aku mendekati sang Ratu dan menggunakan seluruh kekuatan Light Magic tertinggi untuk mengangkat penyakit, kutukan dan racun tertinggi yang ada di dunia ini.


Mantra ini terbagi-bagi dan cukup banyak sehingga kompleks serta harus dirapalkan secara cepat...aku harus berhasil dalam sekali percobaan...


...〈Light Magic - High Healing〉...


...〈Light Magic - Poison Resistance〉...


...〈Light Magic - Curse Resistance〉...


...〈Light Magic - Disease Resistance〉...


...〈Light Magic - Divine Blessing〉...


...〈Light Magic - Remove Poison〉...


...dll,...


Dua jam sudah berlalu, akhirnya aku selesai...semua Kutukan Dark Magic dan Mana Light Magic yang berubah menjadi Dark Magic sudah kulenyapkan. Kini Ratu dapat kembali terbangun dan hidup seperti biasa...


Fiuuuuuuhh !


...「Kerja bagus, kenapa kamu tidak mengaktifkan GG GOD MODE secara sementara untuk langsung mengangkat penyakitnya dengan hanya memikirkannya saja untuk hilang dari tubuh Ratu?」...


Demi nama penguasa yang suciㅡ


Saat aku menggerutu sekali lagi dengan kebodohanku yang memilih bekerja keras bukan memilih cara yang mudah, tiba-tiba Ratu terbangun dan menatap ke arahku.


Dia tidak melihatku kanㅡ?


"Siapa kamu? Apakah kamu Pangeran Kyle?"


Mataku terbelalak dan aku melirik Ellen yang masih tertidur, jadi aku langsung menonaktifkan sihir transparan. Ratu terlihat terkejut sesaat, sepertinya dia tidak percaya dengan dugaannya yang ternyata benar. Aku langsung menaruh jari telunjukku ke atas bibirku, "Ratu, ada yang berniat untuk menjadikan Ibuku sebagai pelaku atas kasusmu, Mana dari Light Magic yang ratu miliki secara aneh dapat berubah menjadi parasit dari Dark Magic. Saya mohon Ratu bijak atas informasi ini..."


Ratu menganggukkan kepalanya dan mengusap kepala Ellen dengan perlahan, air mata terlihat berada di ujung pelupuk matanya, "Terimakasih, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa disini dan bagaimana kamu dapat menggunakan sihir seperti itu...tapi berkatmu dia tidak perlu tersakiti lagi...aku berhutang padamu."


Aku tersenyum pada Ratu dan membungkuk hormat, "Tidak masalah..hanya aku ada satu permintaan..." seruku sedikit ragu.


Ratu mengangguk dan melihatku dengan serius, "Baiklah, akan ku kabulkan permintaanmu sebaik yang ku bisa."


"..aku hanya ingin perseteruan... permusuhan Kerajaan Heart dan Kerajaan Spade berakhir."


Ratu terdiam sesaat, "Maksudmu, kamu ingin menghentikan perang?" Aku menganggukkan kepalaku, "Benar sekali...aku tahu keberadaan Hero dan kekuatan yang kalian miliki...aku ingin melindungi keluargaku sehingga, aku mohon padamu Ratu... tolong bantu aku dengan mengabulkan permintaanku yang sangat egois ini," aku menundukkan kepalaku dengan perasaan bercampur aduk.


Apakah permintaanku akan disanggupi?


Kurasakan ada tangan yang mengelus rambutku dengan lembut, aku langsung mendongak dan melihat Ratu tersenyum padaku, "Tentu saja, saya juga ingin perang ini selesai. Permintaanmu akan kukabulkan... terimakasih banyak sekali lagi, Pangeran Kyle... meskipun kamu menyamar seperti ini, dengan sihir yang sangat kuat... sepertinya kamu ingin melindungi banyak jiwa lainnya yang akan terlibat dari peperangan ini..." Ratu terdiam sebelum melanjutkan dengan air muka yang serius dan sedikit ketakutan.


"..terutama sepertinya kita tahu bahwa ada pihak yang diuntungkan jika perang di antara Kerajaan kita tetap...berlangsung...pihak itu tahu akulah orang yang paling menentang perang ini terjadi..."


Aku tersenyum menyeringai, "Tentu saja, jangan khawatir Ratu...aku sudah memberikanmu sihir pelindung agar tidak terkena penyakit yang sama lagi."


...〈 +50 ★ Rasa Suka Elena (Penuh) 〉...


...〈 +85 Kepercayaan Elena 〉...


Dia sedikit terkejut dan dengan mata berbinar-binar dia bertanya dengan nada senang, "Sungguh baik hati dan sangat tampan, bagaimana jika menjadi menantuku?"


"Ah, tidak perlu repot-repot. Aku ingin Ellen dan adik adiknya bahagia dengan pilihan mereka sendiri, terimakasih atas tawarannya."


"Ohohoho, kamu juga sangat perhatian, tawaranku masih berlaku sampai kamu dewasa. Jadi mohon diingat ya," sambil tertawa, Ratu menutupi mulutnya dengan kipas yang entah darimana datangnya.


Setelah tertawa seperti orang yang kesulitan, akhirnya aku memberikan dua bungkus coklat itu pada Ratu. Saat beliau menanyakan untuk apa coklat itu, aku memintanya untuk memberikannya kepada Ellen dan juga untuk dirinya dan keluarganya. Setelah mendengar fungsi coklat ini, dia terkesiap dan menawarkan anaknya lagi padaku sebelum ku tolak lagi. Dia tertawa lagi seperti seorang nyonya kaya dan aku pun berpamitan dengannya dan kembali ke dalam kamarku.


Sesampainya di kamarku, aku melihat Nina masih tertidur di kasurku dan ada satu kehadiran lainnya yang langsung kupergoki sedang berdiam di balik jendela.


Night terkejut dan langsung bersujud, "Maafkan aku, Tuan! Tapi saya cukup terkejut dengan pelayan yang ada di kasur Tuan..."


Dengan dingin aku membalas, "..jika kamu melanjutkan kata-katamu, jangan harap ada pengampunan dariku.."


Night meminta maaf sekali lagi sebelum berdiri dan berbisik padaku, "Tuan, saya sudah mulai mengumpulkan beberapa orang seperti yang Tuan minta, tetapi sepertinya Tuan Muda Blackspade mendengar perbuatan ku dan dia sedang mencari Red Eye dan Red Eye Gang."


"Siapa Red Eye?" aku mengerutkan dahiku.


"Dia adalah pembunuh bayaran termahal dan terkenal di Kerajaan Spade, tidak ada yang lolos darinya, dia juga memiliki gang bandit terbesar yang pernah ada, beberapa orang dari Kerajaan lain juga adalah anggotanya."


"Benarkah? Kalau begitu...bawa aku padanya besok," jawabanku membuatnya termangu.


"Benarkah Tuan? Apakah Tuan akan baik-baik saja?" tanyanya dengan khawatir.


Aku tertawa dan menepuk-nepuk punggungnya sebelum memberikan sebungkus coklat, "Tidak perlu khawatir tentangku, makan ini dan berikanlah pada orang yang sangat kami percayai, kamu akan lebih kuat dari saat ini. Percayalah padaku!"


Setelah mengangguk dan menerima coklat itu dengan mata berbinar, Night langsung melesat pergi seperti ninja ke luar kastil. Aku sekali lagi terkagum-kagum dengan orang-orang yang ada di Kerajaan Spade yang terlalu kuat dan lebih hebat.


Ahh, aku mengantuk sekali dan cukup lelah.


Aku akhirnya memilih untuk tidur di atas kursi di samping kasurku yang menghadap ke arah Nina yang masih tertidur dengan pulas.


...****************...


Keesokan paginya, aku dibangunkan dengan Nina yang panik dan terus meminta maaf padaku. Aku tersenyum dan memintanya untuk pergi makan siang bersamaku sebagai ungkapan maafnya.


Aku juga memintanya untuk ikut denganku dan Night bertemu dengan Red Eye.


Begitu mendengar nama Red Eye, Nina membelalakkan matanya sebelum langsung memintaku untuk berhati-hati dan dia juga akan ikut denganku.


Menurutnya, Red Eye sangat berbahaya dan Gangnya bukanlah orang sembarangan. Betapa mengejutkannya, apa yang ia katakan benar adanya.


Begitu kami sampai di tengah kota, sudah ada beberapa pasang mata yang melihat kami dan saat aku berjalan dengan Nina dan Night yang berada di atap rumah-rumah ke area terpencil, semua anggota bandit Red Eye menghadang kami.


Di belakang mereka, tepat berdiri di tengah, seorang gadis berusia hampir sedikit lebih tua dari Nina, berambut merah membara dan mata merah yang berkilau, memakai pakaian besi, berdiri dengan elegan namun auranya penuh dengan bau kematian...



Kenapa...


Kenapa di dunia ini yang seharusnya berbentuk dan terlihat pixel malah diisi oleh banyak gadis cantik no filter ?!


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2