CHANCES - Battle Of Heart : Online

CHANCES - Battle Of Heart : Online
Chapter 41. Finally, Return 『Part - II』 《 II - LAST 》


__ADS_3

...『⚠️Pembaca diharap bijak karena ini hanya berupa fiksi, not real⚠️ 』...


Previously :


"Tentu saja, Nina. Aku sebenarnya sangat merasa bersalah, karena tidak langsung menghubungi kalian berdua setelah aku keluar dari Dark Forest. Nina, Kerajaan Heart sudah hancur. Bukankah pekerjaan rahasia mu itu sudah selesai ?"


Nina menganggukkan kepalanya, "Iya."


"Laluㅡkenapa kamu masih memakai baju pelayan itu? Apa kamu bekerja sebagai pelayannya Raven ?"


"Iya."


Jawabannya begitu singkat diikuti dengan anggukan kecil, membuatku terperangah.


Apa ?!


...****************...


"ㅡbegitulah, Tuan."


Mendengarkan cerita Nina, aku terdiam. Sepertinya banyak yang sudah terjadi ketika aku tidak ada. Paman Yuu yang mengekori kami berdua dalam diam, tiba-tiba berceletuk, "Tuan, itu Nona Raven!"


Saat Nina berbicara tentang apa yang terjadi selama empat tahun kebelakang, dia menunjukkan jalan dimana markas besar Gang Red Eye. Kini kami berdiri di depan sebuah rumah yang cukup besar, seperti rumah seorang Baron.


Terlihat Raven berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di bawah dadaanya sambil memasang ekspresi kaku. Matanya menatap tajam ke arah kamiㅡtidak, lebih tepatnya mata kuning itu tertuju hanya ke arahku.


Sedikit yang dia tahu, bahwa aku dapat menyadari bekas air mata di ujung pelupuk matanya. Begitulah bodohnya aku.


Membuatnya begitu khawatir hingga wajahnya yang selalu terlihat garang dan memiliki sisi yang ceria. Kini hanya semakin ganas dan muram...


Aku berjalan ke arahnya, mendahului Paman Yuu dan Nina. Raven mendecakkan lidahnya sambil mendengus kesal ke arah Nina.


"Beraninya kamu, Nina. Membawa bajingan ini ke tempatku."


Ohohoho, sekarang dia memanggilku dengan sebutan itu. Ahahaha, kalau dia yang mengatakannya. Aku tidak baik-baik saja.


"Begitulah, aku memaksanya untuk membawaku ke tempat ini. Raven."


"Jangan sebut namaku dengan mulut kotor milikmu itu, Bajingan."


"Bukankah itu sudah sedikit keterlaluan bahkan untukmu, Raven?"


"Aku tidak peduli. Kalau kau tidak segera pergi dari tempat ini, aku akanㅡ"


"Kamu akan apa, Raven?"


"Membakarmu."


TRAAK


CRRRIIIINGGG


BRSSSSHHH


Raven langsung mengeluarkan pedangnya yang sudah memunculkan api dari bilahnya. Mata kuningnya terlihat bersinar, tidak...itu berkaca-kaca. Saat aku mengeluarkan pedangku, Dark Soul Slasher. Nina langsung memanggilku dari belakang, "Tuan! Tolong jangan sakiti Raven! Atau aku harus melawan Tuan!" suaranya sedikit bergetar.


"Ahahaha, bajingan ini tidak mendapatkan kesempatan lagi untuk mengalahkan ku seperti waktu itu. Sekarang, aku benar-benar ingin membunuhmu, bajingan sialan."


"Oh, sepertinya empat tahun tidak aku perhatikan, kinerjamu semakin membaik ya, Raven?" aku menyeringai padanya.


Sesaat pupil matanya bergetar, jika ia yang empat tahun yang lalu, pasti sudah langsung berlari ke dalam pelukanku sambil berkata dengan manja ke telingaku, "Aku hanya bercanda~Tolong lupakan itu."


Namun, sekarang dia menggeram marah sambil mengangkat pedangnya, api semakin berkobar di sekitar tubuhnya, dia bersiap untuk langsung melompat maju dan menyayat leherku.


"OHHHHH!!!!" Aku juga tidak akan kalah darinya, meskipun melihat statusnya membuatku sedikit banggaㅡ


...「Status」...


【 Nama: Raven 】


【 Usia: 26 tahun 】


【 Gelar: Pembunuh Bayaran 'Red Eye' 】


【 Nama Asli: Raya 】

__ADS_1


【 Level: 98 】


【 Okupasi: Ketua Red Eye Gang 】


【 Ras: Manusia Setengah Elf 】


【 Kekuatan: 87(A) / Potensi A 】


【 Kesehatan: 87(A) / Potensi A 】


【 Kelincahan: 88(A) / Potensi A 】


【 Magis: 79(B)/ Potensi B 】


【 Perlawanan Magis: 78(B) / Potensi B 】


【 Pengetahuan: 45(C) / Potensi C 】


【 Keberuntungan: 72(B) / Potensi B 】– Spesial


【 Rasa Suka: 68 (Perhatian Besar) 】


【 Kepercayaan: 100 (Sahabat) 】


【 Bakat 3/5 】 ▶


【 Skill 4/5 】 ▶



Dia sudah bertambah kuat, meskipun tidak sekuat Valeria. Um, kesampingkan nama aslinya, tapi angka dari rasa suka dan kepercayaannya sama sekali tidak menurun.


Akan tetapi, kenapa dia begitu marah dan sangat serius ?!!!


Kalau saja aku bisa melihat kondisi hatinya seperti Valeriaㅡ


...「Untukmu Host, apapun kuberikan ♡(。- ω -)」...


...『SP - CHALLENGE』...


...《 Menenangkan perasaan Raven yang berkecamuk 》...


...《 Waktu yang tersisa 01:00 》...


...《 Waktu yang tersisa 00:59 》...


...《 Waktu yang tersisa 00:58 》...


Sialan kamu, Chae Rin ?!!! Disaat seperti ini, membuatku ingin tersipu malu.


Raven yang menyadari aku yang tiba-tiba tersenyum, sepertinya ia merasa bahwa aku mempermainkannya sehingga ia langsung melompat ke arahku sambil mengayunkan pedang apinya. Pedangnya mengarah tepat ke arah leherku.


TRAAANGGGG


Sekejap mata, suara dentingan dari pedang kami terdengar. Aku dapat merasakan apinya yang mulai menjalar di tubuhku. Api itu terasa hangat tetapi api itu menghilang seketika.


...〈 Anti-Flame Magic: Diaktifkan 〉...


Raven langsung meluncurkan lagi serangan dari pedangnya, aku menerimanya secara defensif. Bilah pedangku terus berdentang melawan bilah apinya yang semakin lama semakin membesar. Raven sudah berhasil mengontrol api itu hanya mengenai tubuhku, api itu tidak membakar dedaunan di sekitar halaman rumah ini.


Hanya aku yang ingin dia bakar hidup-hidup.


WUNGGGGG


TRAANGGGGGG


TRAAAAANGGGGGG


...《 Waktu yang tersisa 00:45 》...


Niatmu baik sekali Chae Rin, aku sangat berterimakasihㅡTAPI TOLONG DURASINYA!


...「Kondisi hatinya begitu kacau, Host. Dia sudah berada di puncak amarahnya dan hampir benar-benar histeria」...


WHUSSSHHH

__ADS_1


BRET


Satu inchi, leherku tergores begitu tipis ketika Raven mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah tanpa henti. Ujung bibirnya sedikit terangkat ketika berhasil melukaiku, dia kembali melancarkan serangannya.


SSRRHHHH


Kakiku mulai terdorong mundur ketika dia terus menerus mengayunkan pedangnya secara membabi-buta kepadaku. Melihat api tidak mempan terhadapku, dia sekarang hanya menggunakan kekuatannya untuk terus menebas pedang sihirnya padaku.


Percikan-percikan bunga api terus terbentuk ketika bilah pedang kami terus bertabrakan begitu keras. Suara dentingan yang timbul juga sudah menggema di dalam kepalaku.


"Raven...hentikan, Raven!"


Meskipun Raven dengan ganas mengincar kepala, lengan, serta leherku, ketika bilah pedangnya akan mengenai kulitku, tangannya sedikit bergetar sehingga momentumnya hilang. Aku memanfaatkan keadaannya yang sedikit mengambang dengan menebas bilah pedangku secara vertikalㅡ


KKAAAAAAANGGGG


Raven hampir kehilangan pedangnya oleh seranganku itu, namun dia tetap menahan gagang pedangnya begitu erat hingga telapak tangannya berdarah.


"GRAAAHHH!!!" Raven mencoba menggertak sambil menebas lagi bilah pedangnya ke arah perutku, dengan lihai aku menerimanya menggunakan pedangku. Tanganku sekarang sudah terasa begitu pegal dan kebas.


"Hentikan ini, Raven!"


"Tidak! Aku akan berhenti setelah berhasil membakarmu, Kyle!"


...《 Waktu yang tersisa 00:19 》...


TRAANGGGG


"Raven! Kumohon, hentikan ini!"


"Kenapa Kyle? Kau tidak mampu membunuhku?! Dasar pria lemah!"


KKAAAAAAANGGGG


"HhhㅡJika ini terus berlanjut, Ravenㅡ"


"HufftㅡDiam kau!"


...《 Waktu yang tersisa 00:15 》...


Raven langsung menghunuskan pedangnya ke arah perutku begitu cepat, dan karena aku tidak ingin menghabiskan banyak waktu lagi...


JLEEEBBBB


"?!!!!!"


"TIDAK! KYLE!?!!!!!" pekik Nina dibelakangku.


GREBBB


"Ughhhㅡ"


Aku mengerang ketika membiarkan bilah pedang sihir Raven menancap perutku hingga menembus ke belakang punggungku. Namun, aku memanfaatkan keadaan syok Raven dengan menyandarkan tubuhku padanya.


Setengah memeluknya, darahku mengucur perlahan dari pedangnya yang tertancap ke atas pakaiannya. Dia termenung dan melihatku dengan mata melotot, kini matanya yang merah sudah berubah menjadi kuning keemasan. Air mata sudah mengalir dari pelupuk mata hingga membasahi pipinya.


"Ke-kenapa?" bisiknya.


"Maafkan aku ya, Raven. Pasti kamu benar-benar khawatir...ini semua salahku."


"Ti-tidakㅡini...bukan salahmu...Kyle!"


...《 Waktu yang tersisa 00:03 》...


"KyleㅡMaafkan aku juga, Kyle!"


Raven langsung memelukku dengan erat sambil membiarkan pedang sihirnya masih tertanam di atas perutku. Ouch.


...「Rasakan itu, dasar bodoh」...


...《 Selamat anda telah menyelesaikan SP - CHALLENGE (Selesai) 》...


...《 Selamat anda mendapatkan Raven's Heart (Kondisi Spesial Terbuka) 》...


...《 Heart yang dimiliki 1 Heart ▲ 2 Heart 》...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG..


__ADS_2