Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_101 Penjelasan


__ADS_3

Dua hari telah berlalu. Arga terpaksa membawa Vania ke hotel karena meninggalkannya seorang diri di rumah membuatnya tidak tenang.


Baru saja menaiki lift Vino menarik Vania dari tangan Arga dan menodong Vania dengan senjata taajam.


"Vino, apa yang kau lakukan?" teriak Arga memanas.


Datanglah Dana, Mutia dan Tari tunggang langgang. Pasti ada yang terjadi sebelumnya.


"Jangan, Alan. Jangan sakiti Vania," melas Tari memohon.


"Aku tidak ingin Dana bersikap tidak adil, Mama," elak Alan melototi mereka.


"Dengarkan Mama, Nak. Kamu salah paham. Kamu tidak berhak apa pun di sini. Percaya, Nak. Biarkan Mama menceritakannya." Tari berlutut di kaki Alan.


Vania sudah menangis lebih dulu, Ia ketakutan sebuah piisau ada di lehernya.


"Soal apa, Ma? Soal kebusukan Dana?" tanya Alan masih dengan posisi mengancam Vania.


"Alan, kamu dengar baik-baik, Nak. Biarkan Papa yang memberitahu mu soal siapa Ayahmu sebenarnya."


"Apa?" Alan tersentak kaget.


"Ya, kamu harus tahu kalau Papa mu sebenarnya adalah Romy," jawab Dana jujur. Ia akhirnya menyingkap tabir realita yang sudah lama terpendam.


"A.. apa ini? kenapa malah Om Romy, Ma. Benarkah itu?" sentak Alan pada Tari.


Tari menangis histeris. Ia tidak tahu harus berkata apa karena itulah kenyataanya.


Arga meneguk salivanya, Ia tidak mengerti hal itu.


"Bagaimana mungkin, Papa. Itu artinya secara tidak langsung Vania bersaudara denganku?' tanya Arga yang tak kalah kalut sampai menitikan air mata.

__ADS_1


"Tidak!" teriak Tari tak ingin lagi terjerat dalam kebohongan.


"Tapi bagaimana hubungan ku dengan Nisya, Tante?" tanya Arga tak mengerti.


Untungnya karena kondisi pagi buta jadi hotel itu masih lengan dari pengunjung.


"Maafkan aku, Mas Dana. Nisya juga bukan anak mu?" jujur Tary.


"A.. apa?" kali ini Dana dan Mutia yang kaget.


"Bagaimana bisa aku mengandung anak mu sedang aku tidak pernah kau sentuh, Mas. Aku sengaja menjebakmu malam itu agar engkau tidak menceraikan aku tapi hati mu tetap pada Mutia."


"Lalu Nisya anak siapa, Tari?" tanya Dana bingung.


"Anakku," jawab seseorang diantara mereka.


"Papa..!" Vania histeris melihat kedatangan Romy.


"Jadi ternyata Papa lah yang menghianati Mama Sandra?" cecar Vania.


"Mama mu sudah tahu kalau dulu Papa juga berselingkuh. Entahlah hubungan ku dengan Dana, Sandra, Mutia dan Tari adalah Cinta yang saling berkaitan," jujur Romy.


"Mama Sandra tahu itu, Pa?" tanya Vania gagu.


Romy mengangguk.


"Mama mu mengikhlaskan semuanya. Dulu aku mencintai Sandra dan Tari tapi Tari mencinta Dana dan Dana sangat mencintai Mutia. Tari kalut Ia tidak mendapat balasan dari Dana sebelumnya Ia menjalani Cinta terlarang dengan Papa," papar Romy mulai memperjelas semuanya.


"Itu Papa ketahui saat Papa di paksa menikahi Tari dan Tari sudah mengandung Alan. Papa yang memang tidak mencintai Tari berselingkuh pula dengan Mutia," imbuh Dana menambahi.


"Aku tidak paham dengan semua ini, Papa?" tanya Bayu yang ternyata mengikuti Romy dan tidak menyangka mereka berkumpul disana.

__ADS_1


"Ya, aku sudah tahu jadi aku tidak bisa menikahi Tari maka ku ceritakan semuanya pada Dana agar Ia mau menerima Tari. Tapi nyatanya Dana tetap pada pendiriannya," ulas Romy.


"Aku tidak ingat persis berapa usia Alan waktu itu, Tari yang sudah mengandung anak ke dua ku dua bulan waktu itu menjebak Dana dengan obat tidur hingga Dana mengira kalau Nisya adalah darah dagingnya."


"Terakhir Tari mengandung besar Ia memergoki Dana berselingkuh dengan Mutia tapi mereka sebenarnya tidak berselingkuh melainkan sudah menikah siri, Arga, Alan," ucap Romy panjang lebar.


"Lalu mengapa kau mengabaikan kami, Om. Jika Om adalah Ayah Alan dan Nisya?" amuk Alan mempererat senjata itu keleher Vania.


"Vino, Alan atau siapa pun nama mu aku mohon jangan sakiti istriku, Lan. Lepaskan dia kita bicara kan ini lebih serius lagi tapi jangan di tempat ini. Aku mohon!" harap Arga khawatir.


"Maafkan Papa, Nak. Papa yang bersalah. Tolong lepaskan Vania, Nak. Papa mohon!" Romy ikut berlutut di samping Tari.


"Nak, Mas Romy benar. Dulu dia dan Sandra sangat baik pada Mama. Bahkan Sandra rela dimadu demi kamu, Nak. Tapi Mama yang menolak karena Mama tidak mau cerai dengan Mas Dana," ucap Tari meyakinkan.


"Nak, Papa mohon lepaskan Vania, Papa janji akan menikahi Mama mu Tari demi kalian semua," ucap Romy bersungguh-sungguh.


Tari melirik Romy dengan derai air mata.


Bayu dan Vania saling melempar pandang.


"Bayu, Vania, Papa mohon keridhoan kalian agar semua cerita kelam ini berakhir," ucap Romy berharap kebaikan keduanya.


"Jujur Bayu kecewa, Pa. Karena Papa juga menghianati Mama Sandra tapi jika itu adalah jalan terbaik Bayu hanya bisa mendoakan kebahagian Papa," ungkap Bayu berupaya bijak.


Vania pun mengangguk.


"Vania juga bisa apa, Pa. Jika cinta Papa sudah berlabuh pada Tante Tary. Toh, Mama juga sudah meninggalkan?" Vania bersuara mengeluarkan pendapatnya.


Alan luluh, Ia menjatuhkan senjata itu ke lantai.


"Bagaimana keputusan mu, Ma?" tanya Alan akhirnya.

__ADS_1


Tari tersenyum dan mengangguk menerima kebaikan Romy.


__ADS_2