Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_22 Sahabat Ilman


__ADS_3

Pemuda itu menaiki motornya dan memarkirkan motornya dihalaman rumah pak Wisnu. Tak lama dari belakang deru mobil pak Wisnu juga tiba.


Ilman dan pak Wisnu turun dari mobil. Lalu menjabat tangan sahabat Ilman.


"Udah nyampek, Bro? gimana perjalananya? menyenangkan bukan?" sapa Ilman pemuda berusia 25 tahun dengan senyum manis nya itu menyapa sahabatnya..


"Alhamdulilah baik, aku senang kamu bisa mengajakku berlibur disini," jawab pemuda itu dia adalah Bayu sahabat Ilman kuliah dibandung.


Ia berjanji akan datang ke tempat tinggal Ilman setelah lulus kuliah.


"Pak, kenalin ini Bayu. Dia akan menginap disini beberapa hari," tukas Ilman memperkenalkan sahabatnya.


"Oh iya ya, Bapak senang kamu mau berkunjung kerumah Ilman nak," jawab pak Wisnu senang.


Mereka masuk kerumah dan disambut Bi Miah. Hidangan dimeja sudah disiapkan. Mereka makan siang bersama.


Arga kembali ke vila. Ia melihat mobil pak Wisnu sudah terparkir.


"Pak Wisnu sudah sampek rupanya,aku mau ajak Vania kesana ahk. Vania lagi apa ya sekarang?" ucapnya sendiri.


Arga l masuk kedalam di lihatnya Vania sedang menikmati batagor lezat itu.


"Hey sayang, dari mana kamu dapat batagor lezat ini?" tanya Arga tersenyum.


"Tadi ada pedagang lewat, makanya aku beli," jawab Vania mengunyah penuh batagornya.


"Ayo kita kerumah pak Wisnu, Ilman sudah pulang!" ajaknya.


"Ilman, siapa?" tanya Vania tidak tau.


"Oh ya, aku belum cerita ya. Ilman itu anak pak Wisnu yang baru pulang dari kuliah di Bandung, Sayang."


"Oh ya sudah ayo!" ajak Vania menggaet tangan Arga.


mereka cukup cepat sampai di pintu rumah pak Wisnu.


"Sayang, ponsel aku ketinggalan di mobil. Aku ambil dulu ya kamu masuk saja duluan," tukas Arga yang sadar ponselnya tak ada disaku celananya.


Vania menggangguk.


"Assalamualaikum." Vania mengucap salam.

__ADS_1


Mendengar itu Bayu mengakhiri makannya.


"Biar saya yang buka, Bu."


Bayu melangkah ke pintu depan dan membukanya. Sungguh Bayu terkejut ketika melihat wanita yang dikaguminya yang datang.


"Wa..Wa'alaikumsalam," jawabnya gugup tak henti-hentinya ia menatap kewajah Vania. Vania menunduk risih.


"Siapa Bay?" tanya Ilman menyusul.


Ilman memukul pundak Bayi. Ia menyadari Bayu tertegun menatap lekat kearah Vania. Vania menelan salivanya kasar berupaya tersenyum terpaksa.


"Saya Vani i...." ucapnya terputus kala Arga sudah datang.


"Ilman, gimana kabarmu?" Arga menjabat tangan Ilman.


"Bang Arga, alhamdulilah baik, Bang. Abang gimana? aku dengar Abang sudah menikah?" tanya Ilman yang membalas jawaban tangan Arga.


"Ya, ini istriku," jawabnya merangkul Vania membuat Bayu terkejut hingga terbatuk-batuk.


"Bayu, lo kenapa? ayo cepat minum sana!" tukas Ilman.


"Oh, gak papa kok, Man." Bayu melirik Arga


Sedang Arga yang tidak tau pun hanya tersenyum kecil.


"O ya, Bang, Mbak kenalin ini sahabat aku Bayu," tukas Ilman.


"Arga..," jawab Arga to the point.


Arga menjabat tangan Bayu dan Vania dengan ragu mengikutinya.


"Vania," punkas Vania riska.


Bayu masih melongo tak menjawab.


"Ya udah ayo, Bng, Mbak. Masuk kita makan bareng!" ajak Ilman.


Arga dan Vania masuk bersama Ilman. Bayu yang melihat Vania melewatinya masih tertegun getir menatap ke arah Vania.


Mereka duduk di meja makan dan makan bersama.

__ADS_1


Seperti biasa, Bayu tetap saja mencuri pandang ke arah Vania. Vania yang sudah menyadarinya replek menyuapi Arga.


"Aak...." tukasnya pada Arga.


Arga heran dan bingung menyaksikan tingkah Vania yang aneh namun Ia langsung melahapnya.


"Ciye...ciye.. kalau udah sah mah, dimana-mana gak malu ya," goda Ilman menyeringai.


Bayu hanya menatap dingin. Ada rasa cemburu dihatinya melihat Vania menyuapi Arga.


"Biarin, biar cicak tau diri kalau aku udah ada yang punya," pungkas Vania terkekeh. Maksudnya adalah menyindir Bayu.


"Makasih, sayang." Arga mengelus rambut Vania


"Iya, Aden dan Non Vania emang pasangan the best dah pokoknya," sahut Bi Miah.


Arga dan lainya tertawa.


"Bang, Ilman boleh gak ikut kerja di kota?" tanya Ilman penub pengharapan.


"O, tentu saja aku senang jika kamu ikut bergabung dihotel ku, Man," jawab Arga sambil melahap makannya.


"Bayu sekalian ya, Bang," pinta Ilman mengikut sertakan sahabatnya.


"O...aku, ya kalau ada lowongan, Ga." Bayu sedikit kaku.


"Mikirin apa sih lo, Bro? ngelamun ya tadi?" bisik Ilman yang melihat Bayu memperhatikan Vania.


"E..enggak," jawabnya masih mencuri pandang kearah Vania.


"Itu Den, sate kambingnya udah dianter Bibi dari pintu belakang tadi," tukas pak Wisnu mengalihkan pembicaraan.


"Iya Pak, Bi nanti angetin aja makanan dirumah, aku mau ajak Vania keliling kampung sini," tutur Arga.


"Jalan-jalan ikut dong, Bang, sama Bayu," pinta Ilman lagi.


"Ya, kalian boleh ikut," jawab Arga santai.


Vania tak dapat membantah kemauan suaminya.


Sore itu mereka jalan-jalan pakai mobil sport biru milik Arga. di perkampungan yang tak jauh dari vila dan berhenti di lapangan sepak bola. Anak-anak asyik bermain disana juga ramai penduduk menonton.

__ADS_1


"Wah seru ni udah lama gak main kesini," teriak Ilman girang.


"Iya, dikota mana ada kayak gini," jawab Vania terkekeh.


__ADS_2