
Tomy dan Sandra pun kembali kerumah setelah dari rumah sakit.namun ditengah jalan Sandra melihat toko buah.
"Pa,berhenti dulu pa.aku mau beli buah biar nanti malam kita bawain buat Vania",pinta Sandra.
Tomy pun menepikan mobilnya.sandra segera turun dari mobil dan memesan beberapa jenis buah bersamaan seorang laki-laki seusianya.
"Anggurnya bang 2 kilo",tukas laki-laki itu.
Membuat Sandra menoleh.sungguh terkejut darinya kala menatap laki-laki yang masih sangat dikenalinya itu walaupun sudah 25 tahun tidak bertemu.tapi wajah laki-laki itu sangat lekat di ingatan Sandra.
"Mas Adiyaksa",ucapnya spontan.
Membuat laki-laki itu sedikit kaget.
"Sandra".
"Mas,tolong kasih tau Sandra mas,dimana anak Saya mas",tuturnya memelas sembari memegangi tangan Adiyaksa.bnamun Adiyaksa menghempaskannya kasar.
"Saya tidak tau",tegas Adiyaksa.
"Tolong mas jangan bohong dimana anak saya mas,saya kangen sama dia",melasnya lagi. membuat Romy heran melihat sandra memohon sambil menangis.ia pun segera turun dari mobil.
adiyaksa",tilasnya terkejut.
"Hah,males sekali bertemu orang-orang bodoh seperti kalian",ketusnya dingin.
"Adiyaksa,dimana anak saya?"sentak Romy.
"Hah,yakin mau ketemu dia?bisa saja tapi setelah kalian hancur",ancamnya ketus.
"Mas,aku mohon mas kembalikan putraku".Sandra memohon sambil berlutut.namun Adiyaksa tak memperdulikanya.
"Berapa pak?"tanya Adiyaksa menerima buah yang disodorkan penjual itu.
"40 pak",sahut si penjual.
Adiyaksa pun menyerahkan selembar uang seratusan.
"Ambil saja kembalinya",tukasnya lalu hendak pergi.namun Sandra memegangi kakinya.
"Mas,tolang mas kembalikan Ardan.saya mohon mas"tukas Sandra menangis.
__ADS_1
Namun Adiyaksa mendorongnya hingga jatuh.melihat itu Romy manjadi geram.
"Kamu gila Yaksa,aku sudah menolong hidupmu tapi kau menghancurkan kami",teriak Romy.
"Kalian akan ketemu anak kalian disaat yang tepat",tegas Adiyaksa sinis lalu masuk kemobil dan pergi.
"Mas Yaksa,tolong kembalikan anak saya",teriak Sandra. sambil memegang dadanya yang sesak menahan rindu. Romy segera membantunya berdiri.
"Sabar ma,Ardan pasti ketemu aku akan menyuruh orang mencarinya.yang penting Adiyaksa ada dikota ini",tenang Romy.ia pun segera membayar buah pesanan Sandra lalu pergi dari tempat itu.
Dirumah sakit!!!!!
Tom and Jerry kumat lagi.
"Sayang,kalau nanti anak kita lahir kamu mau cewek atau cowok?"tanya Arga menyeringai.
"Cewek lah kak,biar cantik kayak aku",tukas Vania.
"Ya cowoklah biar ganteng kayak papanya",balas Arga."cewek",kekeh Vania.
"Ya Cowoklah",balas Arga lagi.
"Ga ada nanti kalau cowok keras kepala kayak papanya",ejek Vania.
"ada apa ini kok bertengkar?"tanya kakek.
"Kak Arga ni kek,mau anak cowok. Vania kan maunya cewe",ucap Vania kesal.
"Lho,cowok ma cewek sama aja sayang yang penting sehat ngapain berdebat hak sepele",tegir kakek.membuat Arga dan Vania pun merasa bersalah.
"Iya kakek benar tapi yang ngasih nama aku ya",tukas Arga.
"Enak aja,akulah nanti naman you a jelek lagi",sungut Vania.
"Tu kan kek cucu menantu kakek ini gak pernah mau mengalah sama suami",ledek Arga.
"Kamu juga gak mau ngalah. Kom",balas Vania.
"Sudah,sudah!begini saja kalau lahir laki-laki Arga yang kasih nama.kalau lahir perempuan Vania yang kasih nama,dan kalau kembar kalian berdua yang kasih nama,gimana?"solusi kakek.
"Setuju",sahut keduanya.membuat kakek terkekeh.
__ADS_1
Dikantor....!!!!
Vino,Bayu dan Ilman memulai misi penyelidikan.
"Bay,kalian cari playdist diruangan ini ya!"perintah Vino.
"Oke Vin,aku ajan memeriksa setiap jengkal ruangan ini",jawan Bayu. Vino pun keluar dan mengurus diluar.sedang Ilman dan Bayu mulai memeriksa disetiap tempat.
"Playdist itu sangat kecil bagaimana menemukanya,ya kalau belum dicuri orang",gerutu Ilman.
"Iya,Arga itu cuma mempersulit kita aja untuk bekerja",sahut Bayu.
"Siapa sih yang berniat ngehancurin hotel bang Arga",tukas Ilman sambil memeriksa bagian file dirak.
Membuat Bayu tersenyum sinis.lalu melihat sebuah benda kecil terselip dipembukuan yang ada dimeja.ia pun segera menyimpan benda kecil itu disakunya apa lagi kalau bukan playdist yang mereka cari.
"Bay,kayaknya gak ada deh",tukas Ilman menegang pinggang.
"Ya udah,ayo lapor Vino",ajaknya.
"Ayolah".
Dilobby....
"Bagaimana dengan CC tv yang tersembunyi itu apa ada yang mencurigakan?"tanya Vino.
"Saat ini belum ada pak",sahut pengawas CCtv yang lain.
"Oke..terus awasi,bila ada yang aneh segera beritahu saya",tegas Vino.
"Siap pak",ucapnya lalu melangkah pergi.saat Vino memutar tubuhnya nampak Ilman dan Bayu datang.
"Maaf Vin,kami tidak menemukan benda itu",jelas Bayu.
"Oke, gak papa.o ya tadi bos Arga nelpon dia memindahkan kalian untuk bekerja disini",terang Vino.
"Apa pak,alhamdulilah berarti gak capek-capek keluar hotel",tukas Ilman senang.
"Kenapa dipindahin",batin Bayu.
"Bayu,kamu setuju?"tanya Vino yang melihat Bayu terdiam.
__ADS_1
"Oh iya pak vino",sahutnya kemudian.
"Bagus",tegas Vino.