Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_67 Kejutan Ulang Tahun


__ADS_3

Setelah selesai Arga dan Vania pun melanjutkan perjalanan. "Gimana. Kak, sekarang gak jadi musuh lagi kan?" Sindir Vania.


"Ow, kamu menyindirku ya?" Tanya Arga sedikit malu. Tapi berlaga gak mau akhirnya habis juga buah duren itu.


"Enggak, bukan gitu, Kakek yang bilang kalau duren adalah musuh bebuyutan Kakak," jawab Vania nyengir.


"Enggak, sekarang sudah jadi sahabat," jawab Arga kemudian.


***


Arga pun membawa Vania kesebuah taman yang indah, yang belum pernah Vania jumpai.


"Kita ngapain kesini Kak?" Tanya Vania heran.


Ia juga sedang melihat Arga menggulung sapu tangan.


"Rahasia, ayo tutup matamu," tukas Arga sembari mengikatnya ke mata Vania.


"Eh Kak, tunggu, emang aku mau diapain?" Tanya Vania takut.


"Udah diam ikuti saja aku."


Arga pun menuntun Vania ketempat makan malam romantis di dalam taman itu.. Semua dihias sangat indah. Arga juga menyiapkan menu kesukaan mereka diatas meja yang hanya ada dua kursi.


Menunya adalah bebek panggang, sambel kemangi dan beberapa menu enak lainnya. Tak lupa kue ultah dengan lilin berangkakan usia Vania dua puluh dua tahun memenuhi meja itu.


Lilin-lilin indah pun menghisasi beberapa titik tempat itu hingga terlihat semakin syahdu.


Serta alunan musik piano yang terdengar sangat romantis.


"Kak kita kemana sih? Kok kayak ada musik?" Tanya Vania setelah merasa Arga menahan langkahnya untuk berhenti.


"Oke, kita sudah sampai, aku buka ya di hitungan ketiga," tukasnya.


Arga pun mulaivmenghitung.


"Satu, dus, tiga."


Helai kain yang menutupi matanya terbuka sudah.


Vania terkejut melihat keindahan itu.


"Ha! Kakak yang menyiapkan ini?" Tanya Vania tak percaya. Terlihat jelas raut kebahagiaan terpancar diwajahnya.


"Aku meminta Vino dan Ilman menyiapkan ini, selamat ulang tahun, sayang," tukas Arga. Ia pun mendaratkan ciuman dipipi Vania.


"Makasih ya Kak, dari mana Kakak tau Vania ulang tahun?" Tanya Vania tak percaya.


"Diary," jawab Arga singkat.


"Apa! Kakak membacanya?"


Arga mengangguk.


"Makasih sayang semua isi diary mu adalah tentang diriku," lirih Arga.


"Aku hanya ingin mengingat momen yang sudah kita lewati selama ini, Kak," ulas Vania. Ia pun mendaratkan kepalanya didada Arga. Tentu saja belaian lembut merambah ke kepala nya langsung.


"Ayo kita rayakan ulang tahunmu," ajak Arga sembari merangkul Vania duduk di kursi yang sudah disediakan ditemani alunan musik piano yang terdengar begitu romantis.


Arga pun menyulut lilin dengan korek api yang sudah disediakan, dan menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan.


Happy birthday to you...


Happy birthday to you...


Happy birthday...


Happy birthday...


Happy birthday to you..


Tiup lilin nya...

__ADS_1


tiup lilinnya...


Tiup lilin nya sekarang juga...


Sekarang ju... ga...


***


Kwwkkkk... Jangan ketawa ya... Yang nulis ke pingkel, ke pingkel ni!!!


***


"Ayo berdoa apa harapan mu di masa depan!" Pinta Arga yang memandangi binar kebahagiaan diwajah Vania.


"Aku gak minta apapun, aku hanya ingin cinta suamiku abadi untukku," jawab Vania.


Wus!!!


Hembusan Vania memadamkan lilin itu dengan sekali tiupan.


"Yeeee... ." tepukan Arga membahana.


"Terima kasih, sayang aku akan selalu mencintai mu," tutur Arga dengan tatapan meyakinkan.


"O ya, mau makan atau potong kue dulu?" Tanya Arga kemudian.


"Aku mau kamu nyanyi buat aku!" Pinta Vania.


"Nyanyi? Tapi aku gak bisa nyanyi, sayang," tukas Arga tercengang mendengar permintaan Vania. Pasalnya Ia sudah sangat lama tidak bermain musik sejak lulus SMA.


"Gak peduli, kamu harus nyanyi buat aku," sungut Vania memasang wajah cemberut.


"Oke, oke, iya," jawab Arga terpaksa.


Arga pun melangkah kearah piano dan menggantikan pemain piano untuk duduk.


"Nyanyi apa ya?" Gumam Arga menatap Vania.


Vania mengukir senyum menyaksikan penampilan Arga.


****


Saat aku melihatmu...


Jantungku berdetak cepat


Kau muncul dari balik tirai


Seperti bidadari...


Aku tau...


Hatiku mulai terpaut


Entah padahal hanya beberapa detik saja


Ku melihat mu


Tapi hatiku sudah tercuri...


Cintailah aku...


Balas rasa ini


Jangan! kecewakan aku...


Jadikanlah aku pangeran dihati mu


Sampai maut memisahkan kita


Jangan! biarkan ku takut


Kehilangan dirimu

__ADS_1


Walaupun hanya sesaat...


***


"Waw, suara Kakak bagus banget!" Seru Vania. Setelah Arga menghentikan alunan pianonya.


Arga pun melangkah dan menghampiri Vania yang terlihat sangat bahagia. Ia merangkul Vania dari belakang.


"Berbahagialah sayang," bisik Arga.


"Aku akan selalu bahagia, kalau kamu ada disamping ku," balas Vania.


Cup!


Ciuman mesra kembali mendarat dipipi Vania.


"Ayo makan, karena aku masih ada kejutan!" Ajak Arga.


"Kejutan apa?"


Ia tak menjawab dan melayani Vania untuk makan. Arga menyuapi Vania langsung dari tangannya.


"Ak, ayo buka mulud mu!" Pinta Arga sambil membuka muludnya sendiri seperti merayu bayi yang sulit makan.


Dengan suka rela Vania melahap makanan dari tangan Arga. Tapi buliran bening justru kembali jatuh saat Ia mengunyah makanannya


"Hey, kenapa menangis?" Tanya Arga heran.


"Aku sangat bahagia, Kak," jawab Arga.


Arga tersenyum simpel dengan jawaban Vania.


"Kenapa Kau selalu membuatku khawatir," tutur Arga sambil menghela nafas lega.


Tak lama datang seorang pelayan membawa nampan yang isinya sebuah kotak kecil.


Arga meraih kotak itu dan membukanya dihadapan Vania. Sepasang kalung indah berukiran inisial nama mereka.


"Kakak memesan ini?" Tanya Vania lagi-lagi tercengang dan tak percaya dengan kejutan-kejutan yang diberikan Arga.


"Iya, aku ingin kita memakainya, aku memesan khusus untuk ini," jawab Arga.


Arga pun meraih kalung berinisial A dan memasangkan keleher Vania dan V untuk dirinya. Vania pun bergantian memakaikannya.


"Ini indah sekali," tukas Vania senang.


"Jaga baik-baik ya!" Pesan Arga.


"Pasti Kak," jawab Vania.


Keduanya menghabiskan malam yang romantis bersama. Dengan perasaan yang tak bisa diartikan. Hanya kedua yang tau perasaan mereka.


***


Rumah Permana Gautama


"Bay, lepasin aku!" Teriak Salsa yang masih dalam dekapan Bayu.


Bayu pun menjatuhkan Salsa kesamping nya dan bergantian Ia yang diatas tubuh Salsa. Membuat Salsa membulatkan matanya menatap wajah Bayu.


"Heh, kamu terlihat gugup. Apa kamu suka sama aku?" Tilas Bayu tersenyum simpul menggoda Salsa.


"Hm? Suka? E enggak," jawab Salsa gugup.


"Kalau aku yang suka, bagaimana?" Tukas Bayu.


"Ha?" Salsa tercengang.


"Tapi aku merasa kamu yang suka sama aku," jengah Bayu. Ia pun turun dari ranjang dan menarik selimut laliu merebahkan diri di sofa menyelimuti seluruh bagian tubuhnya. Salsa duduk menatap Bayu dengan sinis dan heran.


"Dasar cowok Aneh!" Decak Salsa.


Ia kembali merebahkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


"Liat saja, akan ku buat kau mencintai aku dengan sungguh-sungguh, huh!" Batin Salsa memicingkan mata melirik Bayu. Yang hanya terlihat punggungnya saja.


__ADS_2