Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_35 Ngarep Batagor


__ADS_3

Melihat itu Vania berdiri saja di pintu gerbang membuat keempat penjaga yang duduk di gardu pun heran.


"Non Vania kenapa tu kayaknya lagi nunggu sesuatu?" tanya Jono.


"Biar aku samperin bahaya Non Vania disana?" tukas kepala penjaga. Pak Ridwan mendekat. "Non, lagi nungguin apa , Non?"


"Tukang batagor pedas itu lo Pak, kok belum lewat?"


"Wah udah lewat dari pagi tadi Non."


"Apa Pak, udah lewat?" tuturnya manyun.


"Biar saya beliin ya Non, Non kan masih sakit," tawar pak Ridwan.


"Gak perlu Pak, saya cuma pengen beli langsung kok, kalau begitu saya masuk dulu," pungkasnya menelan rasa kecewa.


Pak Ridwan pun jadi dan menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Kasihan Non Vania," gumamnya.


Di hotel...


Arga sedang berbincang dengan Vino di ruangannya.


"Kayaknya ada masalah Bos, PT Bina Purnama terancam tidak jadi menanamkan sahamnya dihotel kita!"


"Kenapa bisa begitu?" tanya Arga.


"Karena ada HOK yang beredar katanya hotel kita tempat menampung orang-orang berbuat mesum," jelas Vino.

__ADS_1


"Apa? kenapa kamu tidak cerita. Sejak kapan HOK itu beredar?" tanya Arga kaget.


"Baru tadi pagi Bos, ada dua pasangan yang terekam CCTV dalam keadaan mabuk masuk kekamar no. 47 dan tadi pagi terjadi keributan besar sang istri melabrak suaminya tengah tidur bersama wanita pelakor," ungkap Vino.


"Tapi itukan privasi mereka? mana kita tau jika mereka mengaku sebagai suami istri," geram Arga kemudian. "apa mereka tidak menunjukkan identitas?" lanjut Arga.


"Tidak Bos, tapi mereka hanya menunjukkan kartu nikah."


"Apa mereka tidak membawa KTP sama sekali, Vin?" tanya Arga lagi.


"Tidak Bos. Lalu, kita harus apa Bos?" tanya Vino. Tak sempat Arga menjawab.


Seseorang terdengar mengetuk pintu. "masuk!" tukas Arga.


"Maaf pak banyak wartawan didepan hendak minta penjelasan tentang vidio viral tadi pagi," jelas resepsionis.


"Baik bos."


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Vino panik.


"Memberi Penjelasan," tegas Arga sembari melangkah menemui para wartawan.


"Pak, Pak. Apa benar hotel ini dijadikan tempat prostitusi?" tanya salah seorang wartawan.


"Apa benar tempat ini, tempat orang-orang berbuat mesum, Pak?" tanya salah seorang lagi.


"Oke..oke.., tenang saya akan jelaskan kesalahpahaman ini," jelas Arga yang diikuti Vino.


"Ke salahpahaman gimana Pak, gimana dengan vidio viral itu ?" tanya salah satu wartawan lagi.

__ADS_1


"Oke, saya perjelas. Hotel ini bukan untuk orang-orang mesum atau tempat prostitusi. Tempat ini dibuat untuk orang-orang yang membutuhkan penginapan."


"Iya, tapi pengawasan hotel ini pasti kurang ketat ya, Pak. Sehingga orang bisa berbuat mesum tampa sepengetahuan pihak hotel?"


"Mas, Mbak. Kami hanya memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu yang menginap disini disertai identitas KTP. Jadi, apa yang terjadi pagi ini tidak diketahui sama sekali karena kedua tamu itu menunjukkan buku nikah mereka dan wajar jika kami berpikir jika mereka sedang berbulan madu disini. Sebab mereka masih seperti orang yang baru menikah," jelas Arga menerangkan.


"Tapi kenapa sampai kecolongan, Pak?"


"Ya kami tidak tau, jika buku nikah mereka mungkin palsu karna kami tidak mungkin mempertanyakan privasi tamu kami."


"Tapi Pak, bagaimana dengan tuduhan tempat mesum dan prostitusi itu?"


"Kami tidak pernah dengan sengaja membangun tempat ini untuk orang-orang yang tidak bermoral dan tidak ada hal seperti itu dengan sengaja kami lakukan demi bisnis," jelas Arga lagi.


"Oke terima kasih kami sedang sibuk," pungkas Arga meninggalkan tempat itu.


"Tapi.. Pak.. Pak tunggu Pak. Masih banyak yang ingin kami tanyakan?" teriak para wartawan itu namun dihalangi Vino dan para security. Mereka mendengus kesal.


Arga memutuskan kembali keruangan dengan wajah yang nampak stress tak lama handphone nya pun berdering.


"Pak Gany, hallo Pak?"


"Mohon maaf Pak Arga kami ingin menyampaikan jika kami memutuskan untuk menarik saham kami kembali karna kami takut akan kualitas hotel Bapak setelah vidio viral itu," tukas pak Gany dari seberang sana hingga sambungan terputus.


"Sial, cobaan apa ini sudah puluhan tahun hotel ini berdiri. Kenapa baru sekarang terjadi seperti ini," umpat Arga memijit keningnya.


"Maaf Bos, ini salahku. Aku tidak mampu mengendalikan hotel ini selama Bos cuti hingga lepas dari pengawasan ku," jelas Vino merasa bersalah.


"Gak papa Vin. Mungkin ini cobaan untuk hotel ini," tukas Arga bijak.

__ADS_1


__ADS_2