Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_98 Vino Alias Alan


__ADS_3

Pagi-pagi Hotel Arga Gautama terjadi keributan besar bermula dari beredarnya foto Dana yang dianggap punya selingkuhan yaitu Tari.


Kejadian itu di ambil seseorang saat Dana tengah menemui Tari di sebuah taman sambil memegangi tangan Tari.


"Wah, kacau ni ternyata Ayahnya Pak Arga punya selingkuhan ya?" Bisik-bisik seseorang gencar menggosip di pagi buta.


"Iya, kasihan Pak Arga punya Bapak konglomerat tapi tukang selingkuh."


Beberapa saat kemudian, Arga sampai di lobby... Namun Arga sedikit heran melihat orang-orang menatap aneh ke arahnya. Ilman yang sudah tau kejadian itu langsung menggaet tangan Arga agar bergegas masuk keruangan nya.


"Bang, bener Bang, Om Dana punya selingkuhan?" Cecar Ilman yang dihinggapi rasa penasaran.


Arga yang mendengar pertanyaan Ilman sedikit mengernyit.


"Maksud kamu apa Man?"


Ilman segera merogoh ponsel di sakunya dan menunjukkan vidio yang beredar.


Arga yang kesal melihat kelakuan sang Papa hanya menarik nafas.


"Biarkan saja, mungkin dia tidak bahagia dengan Mama Mutia."


Kali ini Ilman yang dibuat bingung dengan jawaban Arga.


"Kok Abang, bilang begitu?"


Arga menatap Ilman.


"Lantas, aku harus bagaimana Man, perumah juga aku mencegahnya jika itu sudah menjadi keinginan Papa?"


Ilman menggaruk pelipisnya.


"iya aku tahu, kamu sedang tidak mute sekarang Bang, kalau begitu mari kita ke kafe untuk bertemu klayen!"


Keduanya kembali keluar Hotel dan menuju ke hotel yang dimaksud.


sesampainya di sana, Pak Leo rekan bisnisnya langsung menjabat Arga dan Ilman. "Sabar ya Ar, mudah-mudahan Papa mu segera sadar," ucap Pak Leo.


Arga menjadi tergelak. "Ternyata berita buruk cepat juga ya ke telinga kamu?"

__ADS_1


"Bagaimana gak tau Ar, semua media memberitakan ini, mari duduk!"


Mereka pun hanyut dalam meeting beberapa saat hingga tiba-tiba seorang gadis bersikap kurang ajar memeluk Arga.


"Bang Arga," ucapnya manja.


"Siapa Ar?" Selidik Leo. "Apa kau juga punya simpanan, tapi tega sekali kamu menghianati Vania yang cantiknya gak ketulungan," kekeh Leo.


"Tutup mulutmu, aku tidak serendah itu, seberapa kau dekat mengenal keluarga ku hingga berani menuduh ku begitu," seloroh Arga sembari menepis gadis yang ternyata adalah adik tirinya.


"Nisya. Mau apa kau kesini?" Sekak Arga menatap manik Nisya.


"Kak Arga, akukan adik mu, emang aku gak boleh meluk Kakak sendiri?"


"Maaf ya, tapi aku merasa kamu terlalu berlebihan."


"kakak, tega sekali sama Nisya," ketus Nisya kecewa.


"Bukan urusan ku."


Karena mendapat perlakuan kasar dari Arga, Nisya tiba-tiba menangis manja.


"Nisya apa-apaan kamu?" Arga menjadi malu karena Leo dan rekan lainya menertawakan dia.


"Kalau begitu kami per.isi dulu Pak, kita bahas lagi soal pekerjaan kita dipertemuan selanjutnya.


"Baik Pak Leo, terima kasih."


"Bang, dia siapa?" Tanya Ilman yang akhirnya membuka suara.


"Anak dari istri Tua Papa," singkat Arga.


"Ha? Jadi Tante Mutia_?"


"Iya, dia hanya seorang perusak," ketus Arga. "pergilah Nisya aku tidak ada waktu mengurus kamu!" Usir Arga.


Bukannya pergi, Nisya malah menangis semakin keras hingga mengundang perhatian pengunjung kafe.


"Jangan kasar-kasat Bang, ma adek sendiri," seru seseorang.

__ADS_1


"Iya Mas," jawab Arga.


Kemudian Arga membawa Nisya keluar diikuti Ilman.


"Ngapain kamu nyamperin aku, ha?" Bentak Arga kesal.


"Aku gak sengaja liat Kakak," jawab Nisya menye.


"Jangan sok akrab, aku tidak suka dengan cara mu," delik Arga.


"Tapi kenapa Kak, aku kan senang punya Kakak ganteng kayak Kak Arga?"'


"Tentu saja salah, aku tidak menyukai kehadiran mu!" Sentak Arga lagi.


"Kenapa Kakak begitu tega, aku gak masalah kok punya mama dua," jelas Nisya dengan polosnya.


"Tapi aku gak, aku keberatan berbagi Papa."


"Kak Arga... Jangan begitu," sungut Nisya.


"lalu aku harus bagaimana, ha?"


"Terima kenyataan, kalau aku dan Kakak itu saudara," jengah Nisya hingga membuat Ilman mengulum tawa.


"Bener tu Bang," bisik Ilman menyenggol lengan Arga.


"Is, apaan sih kamu ikut campur aja."


"Maaf Bang, abis adik tiri Abang gemesin."


"Eh, ati-ati lo, Adel bisa bikin lo cincang kalau ketahuan sudah dipastikan kamu akan kesulitan mendapat kan surat nikah, dari Pak kades," cecar Arga.


"Ya enggaklah Bang, Adel mah di hati tapi Nisya gemesin sih," guyon Ilman.


"Dasar Lo, itu ma tanda-tanda selingkuh mata," kecam Arga lagi.


"Aduh, gitu aja marah."


"Ya udah Kak aku pergi, tapi minta uang jajan." Nisya mengulurkan tangan membuat Arga tergelak. Tapi akhirnya keluar juga uang lima lembar berwarna merah.

__ADS_1


"Terima kasih Kakakku sayang, Nisya pergi dulu. By...."


__ADS_2