Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_95 Kembali Ke rumah Romy


__ADS_3

Pagi itu masih berembun, cuaca nya juga terasa dingin menusuk, Vania yang hendak bangun pun justru kembali direngkuh erat oleh Arga.


"Mau kemana?" Serak-serak suara Arga membuat Vania terpesona menatapnya.


Vania menarik sudut bibirnya dan tersenyum. "Aku mau bangun sayang, ayo bantu aku memasak!" Ajak Vania dengan lembut.


"Masak? Masak apa?" Lirih Arga yang masih nikmat memejamkan mata.


"Apa ajalah, yang penting bisa kita makan," tukas Vania.


Vania kembali beranjak diikuti oleh Arga hingga sampai ke dapur.


Mereka berdua menyiapkan semua keperluan memasak untuk sarapan pagi itu.


Cinta nampak berpikir dannsenyum-senyum sendiri.


Arga yang melihatnya terheran-heran. "Memikirkan apa? Jangan bilang kau sempat di dekati pria saat dirumah orang yang menolong mu, lalu mengingat nya!" Seloroh Arga seperti mengintimidasi.


"Ha?" Vania melongo mendengar tuduhan Arga.


Pletak!


Sebuah gayung mendarat di tangan Arga yang masih memotong lencak hingga buah itu meloncat.


**Lencak itu kayak cemokak tapi bukan y reader**


"Sayang! Apa yang kau lakukan?" Delik Arga.

__ADS_1


"Ha?" Vania lagi-lagi tergelak. "Apa kamu gak sadar habis menuduh ku tadi!" Sungut Vania kesal.


"Menuduh? Ya siapa tau aja kan, kau menghianati aku," dengus Arga.


Vania berkaca pinggang dengan Sutil yang masih dipeganginya untuk menggoreng daging sambil melotot cantik kearah Arga. "Bukanya kau yang sudah menghianati aku!" Sengatnya.


"A.. apa?" Arga mati kutu mendengar ucapan Vania. "It... Itukan karena aku lupa ingatan," Ucapnya gugup namun membela diri.


Vania pun membalik daging di kuali sambil masih mencibir. "Kalau sampai aku telat sedikit saja, pasti tadi malam kau sedang tidur dengan maduku."


Arga terkekeh. "Itu artinya Allah sayang sana kita dan tak mau kau menderita," goda Arga.


Panjang lebar mereka mengobrol, masakan mereka pun telah siap. Arga dan Vania menghidangkan nasi goreng yang dipenuhi potongan daging


dan berbagai taburan sayuran diatas meja.


"Ar, Van, hari ini kan rumah kita sudah syah kembali lagi ke kita maka dari itu Papa mau pamit pulang kesana," Terang Romy.


"Kenapa Papa ingin kembali, siapa yang akan mengurus Papa nanti?" Sambung Vania.


"Bayu dan Salsa rencana nya akan tinggal dengan Papa, nak," jawab Romy menenangkan.


"Benarkah? kalau begitu Biar kita ikut Pa," papar Arga lagi.


"Iya Pa, setidaknya Ayo sarapan dulu."


Setelah lama berpikir akhirnya Romy menurut untuk sarapan dulu.

__ADS_1


****


Mereka pun ramai-ramai tiba dirumah Romy, penataan rumah itu tidak ada yang berubah.


"Disini lah rumah yang dulu menjadi kenangan Papa dan Mama, Bay, dan kau belum pernah datang kesini," tutur Romy.


"Iya, tapi setidaknya, kita bisa mempertahankan nya Pa," timbal Bayu.


Dibalik percakapan mereka, Diam-diam Vania mengajak Arga kehalaman belakang yang dipenuhi hamparan ilalang dan kolam kecil.


"Lihat Kak, selama kota menikah aku belum pernah mengajak Kakak kemari, disini indah kan?"


Arga mengangguk, matanya tampak takjub menikmati pemandangan langka itu. Arga dan Vania pun duduk di lapisi jaket yang mereka bawa.


Vania merebahkan kepalanya di kaki Arga. Pucuk kepalanya diusap lembut oleh sang Suami.


"Makasih ya Kak, atas cinta dan kasih sayang kakak pada Vania, Vania juga berterima kasih karena Kakak mau menerima kekurangan Vania saat ini," getir Vania disela percakapannya.


"Hus.. ngomong apa sih, sayang? Kamu itu sempurna kok, Kakak yakin akan Cinta Allah pada kita."


"Tapi kan? Vania tidak bisa memberikan Kakak seorang keturunan, seharusnya Vania biarkan saja Kakak menikah sama Fiona," manyun Vania.


"Hey." Arga membuat Vania terkejut dan duduk. "Aku tidak suka dengan kata-kata itu," sungut Arga sembari memegang kedua pipi Vania. "Justru Kakak akan berdosa jika itu terjadi," tilasnya.


Vania merasa lega akan kesetiaan Arga mereka pun menghabiskan waktu di sana hingga matahari menjadi pias dan hampir tenggelam. arga dan Vania mengangkat kedua tangan dan membuat simbol Cinta. Pemandangan indah itu tidak akan mereka lewatkan.


"

__ADS_1


__ADS_2