Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_84 Pengakuan


__ADS_3

Bayu kembali ke kediaman Permana sore itu, nampak Dewa dan Salsa tengah duduk menatapnya dengan tatapan sinis.


"Dari mana?" Tanya Salsa dingin.


"Jangan-jangan dia itu cowok gak bener, Sa," sahut Dewa sembari menyenderkan bahunya ke sofa.


"Ada urusan diluar," jawab Bayu. Ia menjatuhkan diri di sofa sambil memencet hidungnya.


"Tolong kasih tau aku Bay, apa yang kamu kerjakan diluar?" Tanya Salsa penasaran. Namun wajahnya acuh tak acuh akan perihal Bayu yang sering menghilang setiap hari.


"Iya Bay, nampaknya ada yang kau sembunyikan dari kami," sahut Permana dari belakang diikuti Zaskia sang istri.


Bayu nampak bingung, mungkin sudah saatnya iya menjelaskan kebenaran tentang jati dirinya.


Permana dan zaskia ikut nimbrung, mereka berempat menatap Bayu dengan tatapan mengintimidasi.


"Pa, Ma, mungkin saatnya aku harus menjelaskan kebenaran tentang diriku," tutur Bayu yang sudah yakin untuk bercerita.


"Tapi tenanglah, Bayu bukanlah orang jahat kok, ini hanya masalah keluarga."


"Maksud kamu apa, Bay?" Tanya Permana ingin tau lebih jauh.


Bayu pun menceritakan semua kebenaran tentang dirinya dari A_Z.


"Itulah aku Pa, aku tidak menyangka kalau ternyata aku adalah anak yang diculik dan dijadikan alat untuk merusak adikku Vania," Tukas Bayu mengakhiri ceritanya.


"Hem, begini Bay, kalau memang harta itu milik kalian, Papa akan membantu mu?" Tukas Permana bijak.


"Apa? Benar Pa?" Tanya Bayu yang nampak senang.


"Tentu saja, toh Adiyaksa adalah saingan ku juga, jadi kamu dan Arga adalah saudara ipar?"


"Benar Pa, aku beruntung punya ipar yang baik seperti dia," tukas Bayu sembari mengulum senyum.


"Maksudnya apa?" Sahut Dewa tersindir.


"Iya, aku beruntung punya ipar seperti Arga dan Kak Dewa," jelas Bayu yang menyadari ucapanya.

__ADS_1


"Oke, aku akan membantu mu juga Bay, asal kau bisa membuat adik ku bahagia," tukas Dewa menawarkan diri.


Bayu pun menatap lekat kearah Salsa yang menunduk dan binar bias secerah pagi saat bersinar terang terpancar diwajahnya.


"Tentu," jawab nya serius, lalu kembali mengembangkan senyum.


"Kasihan sekali adik mu itu ya, maafkan kami Bayu, kau baru saja berduka rupanya," sela Zaskia Mama mertua nya.


"Gak papa Ma, mungkin sudah takdir," timbal Bayu dengan nada ikhlas walaupun sebenarnya masih tergurat sedih telah kehilangan Mama yang baru saja ditemuinya.


***


Malam pun semakin larut, Bayu dan Salsa masuk kekamar. Salsa memilih duduk ditepi ranjang, sedang Bayu menanggalkan kemeja dan bertelanjang dada.


"Jadi Vania memang ipar ku, Bay?" Tanyanya ingin kembali memastikan.


Bayu berbalik, lalu menatap lekat wajah Salsa. Perlahan langkah kakinya mendekati Salsa, membuat Salsa langsung diserang rasa gugup sehingga jantungnya berdebar-debar.


Bayu mengapit tubuh Salsa dengan kedua tanganya dan mencondongkan wajahnya kewajah Salsa.


"Kalau kau anggap aku suamimu dan bukan bayaran mu yang sudah sebulan ini belum juga kau bayar, tentu dia ipar mu," sergah Bayu tersenyum menggoda. Matanya yang sipit menelisik kesetiap jenjang wajah Salsa.


"Maaf, aku belum mendapat jatah bulanan saat terakhir kabur dari pernikahan," lirih Salsa yang dihinggapi rasa gugup. Wajah Bayu teramat dekat denganya.


"Kau cantik, dari salon, lalu membeli banyak baju. Dari mana uangnya?" Tanya Bayu lagi yang belum memindahkan wajahnya dan semakin gemas menggoda Salsa.


"Aku minta Mama," jawab nya Spontan. "Aku mencintai mu," ucapnya lagi.


Bayu terjengah mendengar ucapan polos gadis dihadapannya itu.


"Ha?" Bayu tak percaya dibuatnya.


"Aku tidak akan membayar mu, karena kau yang harus memenuhi kewajiban ku," imbuh Salsa dengan lantang.


Bayu terkekeh dibuatnya lalu semakin mendekatkan wajahnya kewajah Salsa. "Kau menjebak ku ya!" Goda nya.


"Katanya cuma menganggap aku pacar bayaran, terus buat aku jadi suami mu, malah gak mau bayar lagi, akhirnya mengatakan cinta, apa kau serius?" Tanya Bayu meyakinkan.

__ADS_1


Sesungguhnya Bayu juga mengagumi keluguan dan kepolosan Salsa, namun iya hanya suka menggodanya, karena ia takut gadis itu hanya menganggapnya lelaki yang dibayarnya selama ini.


"Iya, tapi aku suka sama kamu sejak awal, dan makin hari makin suka," ucap Salsa jujur sembari menggigit bibir bawahnya menatap Bayu didepannya.


Entah setan apa yang membuatnya berani, Ia menarik tubuh Bayu kedekapannya hingga jatuh ke kasur emput, membuat Bayu terkejut atas keberaniannya.


"Jadikan aku istri mu sungguhan," lirihnya ditelinga Bayu. Bayu kembali tersenyum tak percaya akan tindakan Salsa yang kini ada dibawah tubuhnya.


"Kau yakin?" Lirih Bayu.


Gadis itu mengangguk


Bayu mengangkat wajahnya dan menatap dalam wajah Salsa.


Seorang lelaki Normal seperti Bayu, tentu akan terlena saat seorang gadis lugu dan cantik mengajak nya menghabiskan waktu berdua diatas ranjang, Apalagi status mereka yang memang sudah syah sebagai suami istri membuat keduanya tak ada halangan apapun secara agama.


Bayu memangut bibir merah muda itu dengan kelembutan yang dimilikinya. Tanpa sadar Salsa meleguk liurnya kasar akibat sentuhan hangat Bayu.


"Kenapa kau mencintai ku?" Tanya Bayu yang menghentikan aktivitasnya.


"Karena kau sangat mempesona,"' jawab Salsa.


"Oya?"


"Bagaimana dengan mu?"


"Gemes."


"Maksud nya?"


"Aku sudah mengagumi mu walau kau tomboi dan tidak berdandan, tapi kau semakin mencuri hatiku karena perubahan mu ini, cantik!" Puji Bayu.


"Kalau begitu miliki aku," tawar Salsa.


"Wah kau menantang ku rupanya, jangan sampai kau menyesal ya?" Tutur Bayu sedikit menakuti.


Tapi Ia suka dengan keberanian Salsa yang menawarkan dirinya secara sukarela untuk sang suami. Jarang gadis yang baru kali pertama kali disentuh lelaki seberani dirinya.

__ADS_1


Bayu menyadari, kalau milik Salsa benar-benar masih tersegel sempurna, gadis itu benar-benar belum pernah terjamah oleh laki-kaki mana pun.


Akhirnya keduanya pun menyatukan peraduan indahnya pernikahan dimalam yang terasa panjang itu.


__ADS_2