Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_96 Masalah Baru


__ADS_3

Hari itu Alan mulai memainkan aksi ya mengacau Arga dan Vania yang akan mengadakan pesta antar kolega bisnis di hotel. Alan tidak pernah merasa senang melihat kebahagiaan Arga dan Vania setelah bertemu kembali.


Saat itu Vania sedang dibantu seorang perias memakai baju pesta yang sangat glamor, Vania akan tampil bak putri raja di pesta itu. Baju pestanya penuh dengan manik-nanik Cantik dan sangat mengagumkan.


Setelah selesai seorang perias berpamitan keluar, sedangkan Alan mengendap-endap masuk dan memeluk Vania dari belakang sambil menciumi jenjang leher Vania yang di sibak nya.


Vania yang menganggap itu adalah Arga menikmati sentuhan lembut itu.


"Kal, geli ih, nanti dandanan ku berantakan lagi lo," desis Vania sambil merasai sentuhan aneh ditubuhnya.


Sedangkan Arga baru saja hendak melihatnya. "Mbak, Vania mana? Apa dia sudah selesai?" Tanya Arga saat melihat perias itu sedang minum es buah ditengah kerumunan pesta.


"Sudah Pak, beliau masih dikamar," jawab perias itu.


Arga pun bergegas menaiki lift untuk menjemput Vania.


Namun Ia sangat terkejut ketika membuka pintu, Ia melihat jenjang leher Vania di ciuman Alan dan Vania menikmatinya.


"Vania, apa yang kamu lakukan?" Teriak Arga memanas.


Vania pun menoleh dan terkejut dan langsung berdiri melihat orang dibelakangnya. "Vino?" Vania membulatkan matanya tak percaya apalagi wajah Arga nampak memerah menahan marah.


"Kak, ini tidak seperti yang kamu lihat," ucap Vania menerangkan.


Sedang kan Alan berdiri sambil melipat tangan dengan tenang dan tersenyum licik tampa bersalah.


Arga tak dapat menahan diri dan langsung melayangkan tinjuan ke wajah Alan.

__ADS_1


Bag! Bug! Bag! Bug!


Arga menghantam wajah Alan berulang-ulang dengan amarah yang memuncak dengan posisi Alan sudah tergeletak tampa melawan.


"Lakukan Arga! Lalukan sesuka hati mu, istri mu menyukai ku bukan dirimu, hahaha...." Meski wajahnya sudah di penuhi memar Alan sengaja tertawa dan memancing emosi Arga semakin besar.


Vania membulatkan matanya sambil berdiri dengan raut wajah yang panik. "Tidak Kak demi Allah, aku pikir dia adalah kamu, Kak," elak Vania yang memang tidak mengetahui kelalaiannya.


Alan terkekeh. "Mana mungkin dia mengaku, jika Vania memang mencintai mu tentu Ia akan mengenali sentuhan mu," ledek Alan dengan senyum yang sengaja dikembangkan agar Arga merasa hancur.


Vania bingung dan hanya geleng-geleng kepala saat Arga menatapnya.


"Sialan kamu Alan, istriku sangat mencintai ku, dia tidak mungkin menghianati diriku!" Teriak Arga yang semakin panas sambil kembali melayangkan tinjuan bertubi-tubi ke wajah Alan.


"kak, jangan kau bisa membunuhnya!" Teriak Vania ketakutan.


"Tolong hentikan Kak!" Ucap Vania memohon.


Alan pun kembali terkekeh meski Ia dikuasai amarah Arga. "Lihat! Lihat Arga dia begitu mencintai ku hingga dia tidak ingin terluka!" Pancing Alan lagi.


Vania kembali menggeleng. "Tidak Kak, itu tidak benar, sungguh kak, aku hanya mencintai kakak, dia pasti berbohong ," jelas Vania sembari mengusap air matanya yang luruh.


Arga pun melepaskan baju Alan dengan kasar. "Jangan pernah sentuh istri ku lagi atau aku akan membunuhmu!" Ancam Arga sembari menunjuk wajah Alan yang berusaha untuk duduk karena tubuhnya sakit semua akibat pukulan Arga sambil mengusap darah dibibir nya yang pecah.


Arga pun menarik Vania dengan kasar untuk membawanya kesebuah kamar lainya lalu mendorong tubuh Vania dengan kasar ke atas ranjang.


Vania semakin menangis karena merasa kesal dengan dirinya sendiri yang tidak mengenali suaminya lalu berlutut di kaki Arga yang masih berkaca pinggang dan mengusap kepalanya dengan kasar agar amarahnya bisa mereda. "Maaf kak, maaf, sungguh Vania tidak selingkuh Kak, itu cuma salah paham saja, percayalah kak!" Melas Vania tersedu-sedu.

__ADS_1


Arga pun menghela nafasnya. "Kenapa kamu seceroboh ini sayang, aku tidak ridho tubuhmu disentuh orang lain," timpal Arga yang masih menahan emosi dirinya agar tidak kembali memuncak sambil menitikan air mata.


"Maaf, aku benar-benar tidak sadar Kak, kalau itu adalah Vino kak, karena ku pikir itu adalah kakak. Tentu saja menikmati sentuhannya, maaf kak, maaf," melas Vania yang masih diselimuti perasaan bersalah.


Arga pun ikut berlutut dan memeluk Vania. "Aku terlalu takut kehilangan kamu, sayang bahkan seujung kuku pun aku tidak ingin orang lain menyentuh mu," ucap Arga yang mulai luluh.


"Maafkan Vania kak, Vania janji tidak akan ceroboh lagi sebelum memastikan kalau itu adalah kakak."


Arga pun menatap wajah Vania dan mengusap air matanya. "Jangan lakukan lagi atau aku akan mati,," tutur Arga mengingatkan.


Vania pun mengangguk dan tersenyum.


"Iya Kak, Vania janji."


Arga pun mencium bibir merah muda itu dengan lembut, entah kenapa wanita itu mampu membuatnya hilang akal jika ada yang menyentuhnya sedikit saja.


Ia sendiri bingung, apa Cinta nya yang terlalu besar, cemburu buta atau Ia sangat terobsesi dengan istrinya, tapi yang pasti Ia sangat mencintai wanita didepannya itu.


Setelah melepas emosi yang sudah meredam, Arga dan Vania pun memulai acara pestanya hingga selesai. "Istri mu sungguh cantik Pak Arga, tentu kau amat mencintainya!" Puji rekan bisnisnya.


"Iya Pak Alan tentu istri mu seperti candu mu!" Timpal seorang lainya.


Arga tersenyum dan melirik Vania yang memeluk tanganya. "Terima kasih Pak atas pujiannya, dia adalah hidupku dan akan seperti itu hingga akhir hayat," jawab Arga.


"Itu harus Pak, karena segala sesuatu yang kita hadapi akan terasa ringan jika istri mendampingi," ucap salah seorang lainya.


Setelah berbincang panjang lebar, pesta pun telah usai,Arga dan Vania memutuskan pulang kerumah pribadi mereka dan menghabiskan malam bersama.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2