
Kesalahan selama berpuluh-puluh tahun itu telah terkuak. Romy akhirnya menikahi Tary. Sedangkan Nisya mendapatkan perawatan atas penyakitnya di Amerika.
Nisya sama seperti lainnya, dia ikhlas jika ternyata Arga bukan Kakak tirinya melainkan ipar dari Vania begitu juga Romy yang ternyata adalah Ayahnya.
Mereka beramai-ramai menghantar kepergian Nisya, Romy dan Tary ke bandara.
"Maafkan Nisya ya, Kak Arga. Nisya sering minta uang pada Kakak," ucap gadis itu tersenyum.
"Sama-sama, Dek. Kau tetap adik ku'kan," jawab Arga mengacak-acak rambut Nisya.
Nisya menyalami semuanya termasuk keluarga besar Arga. Kepergian mereka tidak sebentar tapi pasti kepergian yang memakan waktu cukup lama.
"Kak Alan, jangan bandel ya. Aku berharap kita bisa bertemu lagi." Nisya memeluk erat-erat tubuh Kakak tercintanya itu. Ia takut jika itu adalah pertemuan terakhir mereka.
"Iya, Dek. Kamu tenang saja kebahagian kamu dan Mama adalah yang utama untuk Kakak," ujar Alan mengusap pipi Nisya.
Nisya mengangguk.
"Doakan Nisya berhasil menjalani operasi ini ya, Kak. Nisya takut, Kak."
"Tidak, Sayang. Kamu pasti baik-baik saja," ucap Alan lagi menenangkan.
Usai berpamitan dan mengobrol sejenak pesawat itu akhirnya lepas landas.
"Kau pasti selamat adikku ," ucap Alan menitikan air mata.
Arga menepuk pelan pundak Alan untuk menguatkan.
"Nisya akan baik- baik saja, Alan. Kau adalah orang yang hebat yang pernah aku kenal."
"Terima kasih, Arga. Dari dulu kau selalu baik padaku aku menyesal pernah menyakiti diri mu akibat kesalah pahaman ini," ucap Alan menyesal.
"Tak apa, justru ini akan menguatkan kita."
__ADS_1
Sejak kejadian itu Arga dan Alan semakin berjaya membesarkan hotel Gautama Group yang terkenal sampai ke manca negara.
Bayu menyerahkan kantor milik Romy namun Alan menolak. Ia lebih nyaman menjadi asisten Arga ketimbang menjadi Bos di kantor sendiri karena menurutnya itu lebih menantang.
Sembilan bulan berlalu. Vania berhasil melahirkan anak pertama Arga setelah melewati banyak cobaan dan rintangan.
Arga memiliki putri yang cantik jelita di beri nama Ara Dea. Kehadiran putrinya menambah kebahagian tersendiri untuk keduanya.
Pagi itu Arga membuka surat kabar, Ia melihat Adiyaksa tertangkap akibat tersandung kasus obat-obatan terlarang.
"Sayang, susu Ara sudah habis!" teriak Vania seraya menggendong bayi mungil itu.
"Bentar, Sayang. Coba kesini!" panggil Arga.
"Apaan sih keburu Ara nangis ni." Walau sebel Vania penasaran juga untuk melihat.
Iya sangat bahagia penjahat itu telah mendekam di penjara.
"Alhamdulilah, akhirnya kita bebas ya, Kak. Semoga masalah tidak akan muncul lagi."
"Kejahatan pasti akan musnah, Sayang. Sekarang kita pokus saja ngurusin Ara biar jadi anak Sholeha dan pintar." Arga gemas mencubit pipi Ara hingga menangis.
Plok!
Vania memukul paha Arga.
"Aduh, kok di pukul sih?" Arga mengeluh sakit.
"Biarin, biar tahu rasa. Enak aja putriku di cubit," ucap Vania kesal.
"Iya, iya, Maafin Papa ya, Ara."
Bayi mungil itu tertawa diiringi celotehan lucunya.
__ADS_1
"Cepat pergi cari susu dan hadiah persiapan untuk Pernikahan Ilman lusa," ucap Vania yang bangkit dari pangkuan Arga.
"Baik, Nyonya Arga ada lagi?" tanya Arga bergurau.
"Tidak, pergilah!"
Begitulah keluarga harmonis pertengkaran-pertengaran kecil kerap kali terjadi dan itu bentuk bumbu dari cinta dan keharmonisan.
Tiba di hari Ilman menikah, empat mobil dari kota berbondong-bondong ke Villa menjadi saksi dari pernikahan Ilman dan putri Pak Lurah si Adel.
Ilman menegang janjinya untuk setia pada gadis itu. Alan juga senang saat mendapat kabar kalau Nisya berhasil di operasi dari penyakit ganas yang di deritanya.
Pesta itu sangat meriah keluarga besar Arga dan Vania menikmati keadaan acara itu.
arga dan Vania terkekeh melihat Alan menabrak seorang gadis cantik. Sepertinya bunga-bunga cinta itu akan tubuh.
"Jodoh Alan sudah datang, Sayang," bisik Arga di telinga Vania.
"Iya, akhirnya Alan gak akan jomblo lagi."
"Ayo, semua keluarga besar poto!" ajak Pak Wisnu dan Bi Miah pada mereka.
Mereka antusias ikut serta dalam poto itu sampai beberapa sesi.
Kebahagian pasti akan datang pada orang-orang yang sejatinya selalu bersabar dalam menghadapi masalah.
Salah paham, sakit hati dan kecewa sudah biasa di kehidupan ini. Maka tetaplah bersikap positif agar hati kita menjadi tentram.
Jika seseorang menyakiti Kita jangan kau balas pula dengan kejahatan. Doakan mereka agar bisa menyadari perbuatan mereka.
Setiap orang pasti ada masa lalu, dan setiap masa lalu mampu merubah segalanya.
Jadi kan masalah kita adalah pacuan untuk selalu bersyukur dan sabar dalam menghadapi situasi seberat apa pun itu.
__ADS_1
...ππππSekianππππ...