Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_41 Penuh Curiga


__ADS_3

Arga sedang menyuapi Vania dengan telaten. Kakek dan kedua orang tua juga sudah berpamitan pulang. Selang beberapa waktu Ilman dan Bayu masuk keruangan.


"Bang, Mbak," sapa Ilman.


"Ilman, Bayu, bagaimana keadaan kantor?" tanya Arga to the points.


"Alhamdulilah semua berjalan lancar, Ga," timbal Bayu sembari melirik Vania yang masih disuap.


"Mbak, gimana keadaanya? apa sudah sehatan?" tanya Ilman ingin tau.


"Alhamdulilah Man, aku sangat bahagia ternyata aku akan segera jadi Ayah," ungkap Arga sangat bahagia.


Bayu menelan liur mendengar berita itu.


"Wah, berarti aku akan punya ponakan dong," seru Ilman ikut merasakan kebahagian mereka.


"Selamat ya, Van," tukas Bayu dingin Berita itu baginya adalah kabar buruk.


"Makasih, Bay," jawab Vania senyum sekilas.


"Oya IlMan, Bay, aku butuh bantuan kalian," tukas Arga kemudian masih menyuapkan bubur terakhir ke mulut Vania dan dilahap oleh Vania.


"Bantuan apa, Ga?" tanya Bayu penasaran.


"Ada masalah di hotel ku, jadi aku ingin kau menyelidiki masalah ini," tegasnya dan menekan kalimat menyelidik.


Bayu sedikit terkejut.


"E.. emang ada masalah apa?" tanya Bayu kemudian.


Arga menceritakan secara mendetail tentang masalah hotelnya.


Bayu dan Ilman menatap dengan serius.


"Bagaimana, apa kalian mengerti?" tanya Arga menjelaskan. Sesaat Arga menatap Bayu sedikit gelisah.


"Bay, bagaimana menurutmu apa kau bersedia?" tanya Arga memudarkan tatapan kosongnya.


"em.. iya, aku dan Ilman akan mencari tau siapa orang itu," jawab Bayu.


"Terima kasih ya," tukas Arga menepuk pundak Bayu.

__ADS_1


(Maaf Bay, aku curiga denganmu dan kamu harus mengakuinya sendiri) batin Arga penuh keyakinan. Bahwa dalang dihotel itu adalah Bayu dan tidak mungkin seorang Bagas ada ditempat yang berbeda saat kejadian yang bersamaan dengan hilangnya Vania.


Yang membuatnya curiga pada Bayu adalah kemungkinan Bayu mengirim seseorang untuk mengambil playdist itu dan Bagas dengan waktu yang sama mencari kesempatan menculik Vania karna mengetahui situasi dirinya dalam kebingungan.


Arga berpikir semua itu terjadi semenjak adanya Bayu dikantornya karena sebelumnya Bagas tidak pernah melakukanya.


Ia tau Bayu adalah anak orang kaya saingan keluarga Brama wijaya. Diam-diam ia menyuruh orang menyelidiki perihal identitas Bayu Permana.


Dia adalah putra pemilik Hotel PT.Wiraguna saingan terberat perusahaanya yang bergerak di bidang perhotelan.


Salah satu alasan Bayu masuk kekantor milik papanya adalah kemungkinan besar ingin menghancurkan kedua perusahaanya dari dalam atau ingin merebut Vania darinya atau justru ia akan mengambil keduanya.


Arga tersenyum memandang Bayu dengan penuh curiga. Tapi ia berusaha memperlakukannya seperti tidak ada apa pun.


Arga mengirim orang menyelidikinya setelah Vania menceritakan mimpi buruknya waktu itu. Baginya keamanan Vania adalah segalanya.


Disitulah Arga tau identitas Bayu selengkapnya.


"Ya Bang, kami akan berusaha menemukan pecundang itu dengan jiwa ragaku," tegas Ilman.


"Makasih Man, Abang percaya sama kamu tolong jaga kantor di tempatmu bekerja dari Orang-orang licik," Seringai Arga menyindir dan menatap kearah Bayu.


"Oh ya kalau begitu aku pulang dulu sudah sore," tukas Bayu merasa tidak nyaman dengan tatapan Arga.


"Kok buru-buru, mau kemana?" tanya Ilman.


"Ada urusan Man, duluan ya Ga, Van?" pamitnya sembari masih mencuri pandang kearah Vania yang sedang meneguk minum.


"Hati-hati, Bay," pesan Arga. Bayu mengangguk lalu meninggalkan tempat itu.


"Sayang, aku mau ngobrol sama Ilman kamu gak papakan sendiri dulu?" tanya Arga dengan penuh cinta mengusap kepala istrinya lembut.


"Iya kak gak papa," jawabnya tersenyum indah.


Arga dan Ilman duduk di kursi tunggu.


"Ada apa, Bang. Kok serius?" tanya Ilman penasaran.


"Man, aku boleh tau seberapa jauh kamu mengenal Bayu?" tanya Arga balik.


"Bayu, dia sangat baik Bang, suka mentraktir aku, orangnya royal banget," jelas Ilman merasa agak heran dengan pertanyaan Arga.

__ADS_1


"Jadi kamu tau kalau dia anak orang kaya?" tanya arga lagi


"Ya mungkin saja Bang, tapi aku kan gak pernah kerumahnya," jawab Ilman makin heran.


Ia bagai sedang diintrogasi oleh Arga.


"Lalu bagaimana kamu bisa menyimpulkan kalau dia orang baik sedang kamu belum mengenal orang tuanya?" tanya Arga lagi.


"I.. iya sih, Bang. Tapi dia yang menganggap ku sahabat dan tentu aku menyambut nya dengan terbuka dan selama ini Bayu orang yang sangat baik menurutku."


"Jika suatu saat kamu dalam keadaan terdesak dan diminta memilih Abang atau Bayu mana yang kamu pilih?" tanya Arga lagi dan lagi membuat Ilman bingung dengan pernyataan Arga.


"Apa Bang? tentu itu suatu pilihan yang sulit untuk Ilman karna Abang sudah seperti Abang Ilman sendiri yang selalu menasehati Ilman dan membantu Ilman sekeluarga sedangkan Bayu dia adalah sahabat Ilman. Sudah 4 tahun kamu bersahabat. Bagaimana Ilman harus memilih Bang?" tanya Ilman gagu.


"Tapi Man, jika itu terjadi bagaimana?" tanya Arga yang kesekian kalinya


"Aku belum Mendapatkan jawabannya,Bang," jawab Ilman.


Arga menepuk-nepuk pundak Ilman.


"Suatu saat kamu harus memilih, Man," jelas Arga lalu beranjak dari tempat duduk dan masuk kembali menemui Vania.


Ternyata Bayu masih disana dan mendengar semua obrolan mereka.


(Kamu akan hancur Arga karna kamu telah menghancurkan perusahaanku. Perusahaanku diambang bangkrut saat ini dan kau pasti tau itu karena kau selalu merebut tender yang harusnya menjadi milik kami)


(Tentunya Vania juga akan menjadi milikku dan kau akan menangis darah. Lalu Ilman, dia tidak akan meninggalkanku untuk dirimu) batin Bayu. Pandangannya merah padam dipenuhi oleh kebencian yang teramat dalam pada Arga dan keluarganya.


...💐💐💐...


Siapa sih penjahatnya?...


Apakah Arga dan Vania akan terpisahkan?...


Atau perusahaan Arga akan kolefs?....


Lalu siapa yang terjadi selanjutnya?.....


...☘️☘️☘️...


...Selamat membaca part selanjutnya.......

__ADS_1


__ADS_2