Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_56 Bertemu Salsa


__ADS_3

"Mas tolongin dong, sakit nih ****** ku!" Ujar gadis itu mengulurkan tangan kanan sambil salah satu tangan kirinya memegang pinggang.


Bayu membalasnya dengan hanya membuang muka menatap gadis dihadapanya.


"Mas, denger gak sih!" Teriak gadis itu.


"Bukannya situ yang nabrak, ngapain aku susah-susah bantuin kamu," ucap Bayu dingin lalu melangkah meninggalkan gadis itu.


Gadis itu pun segera bangkit saat melihat kedua preman yang mengejarnya sudah mendekat kearahnya. dan segera membersihkan bajunya lalu mengejar Bayu.


"Mas tunggu!" Panggilnya pada Bayu.


"Kenapa?" Jengah Bayu bertanya.


"Mas, kenalin, namaku Salsabila Cantika Permadani," ucapnya kemudian sembari cengengesan.


"Emang aku nanya ya?" Tanya Bayu tak peduli.


Gadis itu pun memonyongkan bibirnya mendengar ucapan Bayu.


"Sombong amat sih Mas jadi orang," ketus Salsa.


"Bukan urusanmu," tukas Bayu cuek.


"Ih, kalau bukan untuk menghindari bongok-bongok itu mana sudi aku ikutin cowok sombong kaya dia," batin Salsa.


"O ya Mas, nama Mas siapa?" Tanya Salsa kemudian. Ia sama sekali tak sakit hati dengan kesombongan Bayu.


Bayu pun menghentikan langkahnya dan menatap gadis yang masih saja tersenyum manis padanya.


"Apa mau mu? Kau terus saja mengikuti ku?" Tanya Bayu heran.


Salsa pun melihat kedua orang itu semakin mendekat. Ia pun berusaha bersembunyi di samping Bayu. Membuat Bayu risih.


"Hey, gadis aneh! Ngapain bersembunyi kayak maling begitu!" Bentak Bayu kemudian. Gadis itu membuatnya tak habis pikir.


Salsa hanya cengengesan menunjukkan deretan giginya yang putih menatap Bayu.


"Hehehe...., Gak papa," jawabnya.


"Nah ketemu," ujar seorang preman itu tiba-tiba. Mereka sudah berada dihadapan Bayu dan Salsa. "Non ayo pulang, Non, Tuan sudah menunggu Non, kan mau ijab qobul!" Ajak salah satu preman itu kemudian.


"Enggak, bilangin sama Papa aku gak mau nikah sama orang itu," tolak Salsa.


"Non, ayo Non nanti kita dipecat Non," ucapnya memelas.


"Gak peduli, aku gak suka sama orang idiot itu," tolak Salsa kekeh


"Tapi Non, Non gak kasihan ma kita," tukas seorang lagi.


"Bilangin sama Papa, aku udah punya pacar dan hanya mau menikah sama dia," tegas Salsa. Sembari melingkarkan tanganya ditangan Bayu. Membuat Bayu membulatkan matanya.

__ADS_1


"Dia pacar Non Salsa?" Tanya salah satu preman itu lagi. Keduanya melempar pandang.


"Ya," jawab Salsa singkat.


"Ya udah lah, ayo pergi kita kasih tau Tuan?" Ajak seorang. Mereka berdua pun meninggalkan Salsa dan Bayu.


"Apa maksudmu?" Tanya Bayu sewot mendengar pengakuan Salsa. Sembari melepaskan tangan Salsa membuat Salsa langsung manyun.


"Maaf, terima kasih," pungkas Salsa. Ia pun berlalu meninggalkan Bayu yang masih tercengang menatapnya.


"Heh, dasar cewek aneh," tukas Bayu memicingkan mata mendengus kesal.


************


Diruang tunggu!!!


Kedua orang tua Ilman dan Adel pun sudah tiba dikota dan langsung mendonorkan Darah pada Ilman. Kini Ilman sudah sadarkan diri.


"Maaf Wisnu, ini semua terjadi karna salah kami?" Tukas Kakek Brama.


"Iya Pak, Bu, demi menyelamatkan Arga dan Vania, Ilman jadi terbaring tak berdaya begini," imbuh Dana.


"Iya Tuan, saya mengerti akan hal itu. Justru Ilman sudah melakukan hal yang benar. Karena kebaikan Tuan tidak akan mampu kami balas dengan apapun," timbal Pak Wisnu.


"Saya akan memenuhi kebutuhan Ilman, Wis. Dia sudah seperti cucu saya sendiri," tukas Kakek serius.


"Tidak perlu berlebihan Tuan, Lagian Ilman kan sudah membaik," jawab istri Pak Wisnu.


Adel masih terlihat menyuapi Ilman dengan tulus.


"Udah Del, aku kenyang," ujar Ilman merasa kenyang.


"Ya udah minun dulu Bang," tukas Adel sembari membantu Ilman minum.


"Bang, kamu tau gak? Aku hampir mati dibuatnya, mendengar abang sekarat," ucap Adel kemudian sambil mengulas senyum


"Kenapa emang?" Goda Ilman.


"Kok kenapa sih Bang? Aku sama Bapak kan nungguin pinangan Abang," jelas Adel merengut.


"Iya sayang," tukas Ilman menoel dagu Adel.


"Ih Abang nakal deh," sungut Adel.


"Biarin, aku suka kok," tilas Ilman.


Tak lama Arga dan Vania pun masuk keruangan Ilman dirawat.


"Ciye..., Langsung sembuh kayaknya," goda Arga.


"Iya dong, ada kekasih hati," imbuh Vania.

__ADS_1


"Eh, Mbak, Bang. Mbak Vania baik-baik saja?" Tanya Ilman masih nampak lemas.


Adel pun menyalami mereka.


"Iya Man, Abang berhutang budi sama kamu. Karena sudah menyelamatkan Vania untuk Abang," tukas Arga sambil mengusap pucuk kepala Vania.


"Jangan begitu Bang, kalian udah kayak kakakku sendiri.tentunya aku akan lakukan apapun untuk kalian." Ilman menolak dianggap pahlawan demi menolong Vania kemudian.


"Tapi tetap saja kan, kamu telah mengorbankan nyawamu untuk kami," ujar Arga Lagi.


"Lupakan saja Bang, toh aku baik-baik saja. O ya dimana Bayu sekarang?" Tanya Ilman prnasaran.


"Setelah mengetahui Vania adiknya, Bayu menghilang Man," ungkap Arga sembari melirik Vania disebelahnya.


"Wajar, pasti dia terkejut apalagi Ia hampir_." ucapan Bayu terputus menatap Vania.


"Iya Man, pasti dia tak enak menemui aku," sahut Vania. "Tapi aku yakin, dia akan datang sebagai kakakku," tambah Vania yakin.


"Iya," jawab Arga.


"Woy Man, udah sehat?" Tanya Vino yang baru masuk.


"Alhamdulilah Vin, makasih ya Vin udah susah payah cari pendonor untukku, " jawab Ilman sembari berterima makasih.


"It's oke, siapa tu?" Ledek Bayu melirik Adel.


"InsyaAllah, calon istri Bang," jawab Ilman tersenyum simpul.


"Ows, aku kok gak dapet-dapet ya," ungkap Vino menggaruk-garuk pelipisnya yang tidak gatal.


Membuat mereka yang diruangan itu terkekeh.


"Kurang giat aja," celetuk Arga.


"Hehehe..., Namanya aja super sibuk," jengah Vino.


"Iya iya, ya udah kamu cuti aja sebulan biar cari cewek," tukas Arga kemudian.


"Gak ah, yang ada aku dipecat lagi," sanggah Vino.


"O..., Baguslah masih butuh kerjaan berarti," tegas Arga menggoda. Mereka pun terkekeh.


"Oya Vin, gimana keadaan hotel?" Tanya Arga serius.


"Alhamdulilah Bos, pelaku dalam Vidio sudah ketemu dan mengaku. Ternyata benar, Bayu dan Fiona lah dalangnya. Apa yang harus kita lakukan pada mereka Bos?" Tanya Vino. Ia berharap agar Arga memberi hukuman pada mereka.


"Biarkan saja, toh nama hotel kita akan kembali membaik," jawab Arga tenang. Ia tak mungkin menghukum Bayu yang ternyata kakak iparnya sendiri. Walaupun tak dipungkiri Ia merasa kesal pada Bayu dan Fiona yang hampir membuatnya kehilangan Vania.


Makasih Kak," lirih Vania. Ia mengerti keputusan itu Arga lakukan demi dirinya.


"Iya sayang," tilas Arga tersenyum dan memeluk. Vania didadanya.

__ADS_1


"""""""Bersambung""""""


__ADS_2