Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_97 Kabar Yang Dinantikan


__ADS_3

Tiga bulan Kemudian


Pagi-pagi sekali Vania sudah menyiapkan sarapan khas Korea di meja makan. Sedangkan Arga baru saja berpakaian rapi hendak ke kantor.


"Wah, sarapannya spesial ni," ucap Arga saat melihat menu diatas meja.


"Iya Kak, ayo makan!"


Vania pun mengambil kan beberapa sayur dan nasi yang sudah tersaji keatas piring, namun belum selesai melakukan kewajibannya Ia merasa sangat mual.


"Maaf Kak, aku kebelakang dulu!"


Vania yang bergegas berlari membuat Arga ikut panik dan langsung mengejar.


"Sayang, kamu gak papa?" Arga memijat tengkuk Vania dan wajahnya tampak semakin pucat.


Sesaat kemudian Vania tumbang di pelukan Arga.


"Sayang bangun!" Arga panik bukan main dan segera memapah Vania menuju mobil untuk membawanya kerumah sakit. Sesampainya dirumah sakit Vania langsung mendapat penangan dari Dokter.


Arga semakin panik, menunggu Dokter yang lama tak kunjung datang keluar dari ruang pemeriksaan.


Bayu dan Salsa juga junior kecil mereka baru saja sampai. Wajah mereka juga terbersit rasa khawatir.


"Vania kenapa Arga?" Tanya Bayu tidak sabar.


"Entahlah Kak, dia selalu membuat ku ketakutan," timbal Arga sembari memegangi keningnya yang pusing.


"Semoga bukan sesuatu yang serius ya?" Tukas Bayu yang menepuk bahu Arga.


Arga mengangguk. Ini diluar pemikirannya.


Ceklek!


Dokter dan asistennya keluar, namun wajahnya tampak tersenyum, membuat Arga dan lainnya menjadi heran.

__ADS_1


"Ada apa Dok?" Tanya Arga penasaran.


"Iya Dok, apa ada yang aneh?" Imbuh Bayu.


Sang Dokter mengulurkan tangan. "Ini diluar dugaan Pak, Vania yang di ponis sulit hamil akhirnya bisa menjadi seorang Ibu lagi."


Perkataan Dokter sontak merubah wajah Arga seratus delapan puluh derajat.


"Maksud Dokter?" Arga menggerakkan kedua tanganya di depan perut berangka O.


Sang Dokter tersenyum. "Iya Pak alhamdulilah, usia kandungannya sudah memasuki usia ke empat minggu, tolong jaga dia dengan hati-hati!" Pesan sang Dokter.


Arga tak mampu berkata-kata kabar itu sungguh sangat membahagiakan hatinya. "Iya Dok, itu pasti akan saya lakukan demi anak istri saya, boleh saya menemuinya?" Tanya Arga. Wajahnya begitu berbinar dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


"Silakan Pak Arga," ucap sang Dokter.


Tak sempat lagi menunggu sang Dokter pergi, Arga segera menemui sang istri tercinta.


"Maaf ya Dok, jika Arga kurang sopan, Sepertinya Ia terlalu bahagia mendengar berita ini," tukas Bayu.


"Iya Dok, terima kasih."


Didalam ruangan tempat Vania masih di infus Arga melangkah kan kakinya dengan gontai dan senyum yang mengembang sempurna.


"Kakak kenapa?" Tanya Vania terheran-heran.


Arga tak menjawab dan mengecup kening sang istri sedikit lama.


"Terima kasih sayang, kau telah memberiku kekuatan ektra hari ini," tutur Arga tersenyum simpul.


"Kekuatan? Bukankah aku menyusahkan mu?" Vania mengernyit bertanya-tanya.


Arga menggeleng lalu menciumi tangan Vania yang digenggamnya setelah itu Ia mengusap perut sang istri yang masih terlihat datar.


"Disini ada calon malaikat kecil kita, malaikat yang akan menjadi kebahagiaan kita," ulas Arga.

__ADS_1


Lagi-lagi Vania mengtautkan alisnya. "Apa maksud nya?"


"Sayang, kamu tidak mengerti, kita akan mempunyai bayi sayang," jelas Arga dengan senangnya.


"Bayi? Aku hamil?" Tanya Vania memastikan.


Arga menganggukkan kepalanya berulang-ulang saking senangnya.


"Alhamdulilah ya Allah, ini suatu keajaiban pasti ini efek ramuan yang diberikan Bu Ayisa," tukas Vania memberi tahu.


"Bu ayisah, siapa sayang?" Tanya Arga yang masih menggenggam erat tangan sang istri.


"Iya Kak, orang yang menolongku saat kita kecelakaan dan koma waktu itu, aku ingin sekali menemuinya lagi," ucap Vania.


"Baiklah, tapi nanti setelah anak kita lahir aku tidak mau sesuatu menimpa kamu dan anak kita apalagi perjalananya cukup jauh," tegas Arga.


Vania mengangguk. "Iya Kak, aku mengerti maksud mu ."


Tak lama Bayu dan Salsa masuk untuk menjenguk Vania.


"Wah, adikku tampak bahagia hari ini," goda Bayu.


"Iya, ini yang di sebut paket lengkap," tambah Salsa.


"Terima kasih Kak, Mbak dan juniornya Kak Bayu susah mau menjenguk Vania," pungkas Vania.


"Tentu saja, aku kan kakak mu," ucap Bayu tergelak.


"Iya, itu artinya kamu harus lebih berhati-hati kali ini, Arga juga jangan lengah," pesan Salsa.


"Iya Mbak," jawab keduanya bersamaan.


...💐💐💐...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2