Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_27 Rencana


__ADS_3

"Maaf ya bang ganggu," Tukas Ilman nyengir.


"Iya ya, ganggu banget kerjaannya. Dah makan belum?" tanya Arga manyun.


"Udah, Bang. Tadi Ilman ke kafe dibawah sambil jalan-jalan.


Ya udah, Ilman balik kekamar dulu ya!"


Ilman keluar, Arga dan Vania menatap saja. Arga kemudian melirik Vania.


Apa?" tanya Vania mengangkat kedua alisnya.


"Seuzhon aza ya, ayo makan!" ajaknya.


Mereka duduk di kursi dan makan bersama.


Arga membuka mulutnya tanda minta disuap.


Vania yang mengerti pun menyuapi nya dengan ikhlas.


"Makasih, Sayang," tukasnya sembari ngunyah.


Di lain tempat.....


Bayu memarkirkan motor ninja nya dan masuk kesebuah rumah lalu menyapa seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk di sofa memainkan handphonenya.


"Om, gimana kabarnya?" sapa Bayu.


"Hey Bay, alhamdulilah baik. Gimana kabar orang tuamu?" tanya om Erwin balik.


"Alhamdulilah baik juga, Om," ucapnya lalu ikut duduk di sofa


Tak lama Fiona muncul dari luar.


"Hai Bay, kapan sampai?"sapa Fiona. Ternyata Fiona adalah sepupu Bayu.


"Baik dong Fi, gimana kabarmu sekarang? kayak nya sudah ceria lepas dari Yudi," tukas Bayu.


"Ya, aku bersyukur lepas dari laki-laki brengsek itu.Semua salah Papa," tukas Fiona menatap papanya kesal dan mendaratkan bokongnya duduk.


"Iya maaf, Papakan gak tau kalau Yudi lelaki hidung belang," sahut om Erwin.


"Eh.. tenang, sekarang aku lagi memperjuangkan mantanku. Tapi_." ucapan Fiona terputus.


"Tapi kenapa?" tanya Bayu penasaran.


"Sekarang agak sulit, karena dia udah nikah," jawab Fiona sedih.


"Hahaha.... mau jadi pelakor rupanya," ejek Bayu.


"Biarin, aku nyesel ninggalin dia setelah tau ternyata dia komlomerat di negri ini," pungkas Fiona. Pasalnya dulu Arga tidak jujur akan statusnya.


(Hem... sayang, aku juga menyukai istri orang pasti sulit mendapatkanya. Tapi aku akan berjuang untuk mendapatkannya jika aku punya semangat seperti Fiona. Persetan dengan sebutan pembinor) batinnya sesak namun tak patah semangat.


"Eh Bay, woy! ngelamun ya?" seru Fiona melambaikan tangan di wajah Bayu.

__ADS_1


"Eh..apa? gak. Fi, pinjam charger dong," pungkasnya spontan.


"Tu ambil dikamar dalam laci," suruh nya.


Bayu masuk kekamar dan mencari-cari charger, Ia menemukanya di laci rias. Matanya tertuju pada sebuah poto Arga dan Fiona masa SMA di laci itu.


Diraihnya dan di perhatikanya seksama.


"Bukannnya ini Arga?" tanyanya pada diri sendiri.


"Jangan bilang kalau Arga mantannya Fiona," tebaknya kemudian.


Ia menemui Fiona yang masih tampak mengobrol dengan Om Erwin.


"Fi, aku mau bicara," bisiknya ditelinga Fiona.


"Tunggu Pa, aku ngobrol ma Bayu dulu," pamitnya pada Papanya. Papanya mengangguk. Bayu menarik Fiona ke halaman samping.


"Apa sih, Bay?" tanya Fiona heran.


"Jangan bilang pria ini, mantanmu?" tukasnya menunjukan poto yang ia temukan tadi pada Fiona.


"Kalau ia kenapa emang?" tanya Fiona bingung.


"Ini Argakan?" tanya Bayu memastikan.


"Iya, tapi kenapa?" tanya Fiona lagi.


Bayu menjelaskan perihal ia punya rasa pada Vania.


"He'eh?" tukas Fiona mengangguk dengan seksama.


"Aku menyukai istrinya," pungkasnya Bayu.


"Ha,apa? kamu suka sama istri Arga?" tanyanya memastikan.


"Iya, Vania namanya," jelas Bayu.


"I..iya, tapi kamu kenal dimana?"


"Di villa, saat bertandang kerumah sahabatku," jelasnya lagi.


Fiona tersenyum senang, ide gilanya pun muncul.


"Oke fiks, kita bisa kerja sama," kata Fiona.


"Maksudnya?" tanya Bayu.


"Ya aku suka sama Arga, kamu ma Vania. Gimana kalau kita bentuk rencana untuk membubarkan hubungan mereka." Fiona menyarankan.


"Oke, aku setuju," awab Bayu tersenyum licik.


...💐💐💐💐...


Arga sudah bersiap dengan jas hitam dan celana dasarnya sedangkan Vania tengah selesai mandi. Belum sempat mengeringkan rambutnya sang suami memanggilnya.

__ADS_1


"Sayang!" panggilnya lembut.


"Hmmm..?" ucap Vania sembari menoleh Arga yang membawa dasi.


"Pake'in dong yang," pintanya manja.


"Manja," celetuk Vania.


Vania mengambil alih dan memasangkanya.


"Nanti kamu tunggu disini saja, kita pulang kerumah bersama. Karna aku harus mengantar Ilman kekantor," tukas Arga.


"Iya, gak papa kok, Ga," jawab Vania


Setelah selesai memasang dasi Arga pun melingkarkan kedua tanganya di pundak sang istri.


"Bisakah panggil aku dengan sedikit romantis, Yang," tawar Arga.


"Apa? emang aku harus panggil apa?" tanya Vania menatap lekat wajah suaminya.


"Sayang, My hany,vmy love, Mas atau Bang atau Kak, my hany bany sweety love..love.. atau apalah yang enak didengar, Sayang," sarannya.


"Hmmm.... apa ya? abis udah terbiasa sih panggil nama," tukas Vania mikir.


"Pokoknya aku mau kamu panggil aku dengan romantis setelah pulang kantor nanti ya?" sungutnya sembari mencubit hidung sang istri.


Tok! Tok!


"Assalamualaikum," teriak Ilman.


"Tu, Ilman hati-hati disini ya, Yang. Aku akan pulang sedikit terlambat hari ini,";pesan Arga mencium kening sang istri. Vania mengangguk lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Ayo Man!" ajak Arga.


"mbak Ilman pergi dulu!" teriak Ilman.


"Iya, hati-hati dijalan ya," balas Vania.


"Siap Mbak," balas Ilman lagi.


Arga dan Ilman sampai di kantor.


"Wah kantornya gede banget!" seru ilman. Arga hanya membalas tersenyum lalu masuk kedalam dan berjumpa Pak Dana.


"Pa..!" panggil Arga.


"Arga, kamu sudah pulang? kok gak ngabarin papa dan yang lainya?" tanya Pak Dana.


"Iya Pa, belum sempat ngabarin soalnya kami nyampek hampir petang, Pa," jawabnya.


Ilman menyalami Dana.


"Om..." sapanya.


"Ini siapa?" tanya Dana.

__ADS_1


"Oh iya Pa, aku ingin Papa memperkerjakan Ilman Anak Pak Wisnu di kantor ini karna dia adalah orang yang berprestasi," jawab Arga


__ADS_2