
"Bayu, dengerin Mama nak!" Pinta Sandra memohon sembari mendekati Bayu.
"Pergi! Jangan dekati aku!" Usir Bayu yang tak mau mereka dekati.
"Nak, percayalah nak dia adikmu, nak. Adik kandungmu," jelas Romy.
"Bohong! Kalian pasti mau menipuku, kan? Mana mungkin Vania adikku. Aku adalah anak Papa Adiyaksa," tolak Bayu membentak. Dia tak mungkin akan percaya semudah itu.
"Nak, Adiyaksa yang manipu mu, dia sengaja ingin menghancurkan kita, agar kamu terobsesi dengan adikmu sendiri," ujar Romy menjelaskan.
"Ia nak, Adiyaksa menculik mu waktu bayi dan sengaja memanfaatkan kamu dan Gilang untuk balas dendam. Tanya saja pada Gilang kamu bukan anak kandung Adiyaksa, nak," imbuh Sandra meyakinkan.
Bayu pun melirik kearah Vania yang masih menangis tersedu-sedu dan beralih menatap Gilang.
"Benar itu Kak?" Tanya Bayu yang mulai luruh.
"Iya Bay, kita hanya... hanya anak yang diasuh oleh Papa dan aku tau pasti karna Papa yang bilang langsung padaku," Ungkap Gilang kemudian.
"Gak mungkin! Aku gak percaya kalian pasti sekongkol, kan?" Bayu tetap kekeh menolak kenyataan itu dengan meninggikan suaranya.
Dan menarik pergelangan tangan Vania dari belakang kedekapanya sambil menengadahkan pis*u ke leher Vania.
"Pergi! Jika tidak ingin dia celaka!" Ancam Bayu pada mereka.
"Tidak Bay, lepaskan Vania. Kamu akan menyesal Bay!" Teriak Arga menggertakan giginya mengikuti Bayu keluar dengan emosi.
"Tidak! Dia adalah milik ku dan jangan pernah berharap bisa membohongiku," tolak Bayu kekeh sembari melangkah mundur.
"Bay, tolong! Jangan lakukan ini Bay. Dia adik kandungmu. Mungkinkah kau menyukai adikmu sendiri?" Tanya Arga berusaha menenangkan Bayu sembari mengikuti Bayu yang terus berjalan mundur.
"Kau punya tanda lahir di pinggang, kan? Dan kau tau? Kau mirip dengan Vania adikmu? Bay, percayalah Cintamu itu salah, Bay," tambah Arga lagi berusaha meyakinkan dengan tenang.
"Diam! Kau pasti hanya mau mengecohku, kan?" Bayu tetap kekeh pada pendiriannya.
"Bay, lepasin aku, Bay. Aku mohon kasihanilah aku," ucap Vania memohon dan merasa tampak sangat ketakutan.
"Lihatlah, nak lihat adikmu! Dia ketakutan nak. Jangan sampai perbuatanmu akan membuat mu menyesal jika kamu kamu melakukan kesalahan nak," ucap Sandra. Tak kuasa Ia menyaksikan anak yang sudah lama Ia rindukan menyukai adiknya sendiri.
"Entah apa dosaku hingga anak lelaki yang kurindu kan selama dua puluh lima tahun ternyata menyukai adiknya sendiri. Mungkin ini kutukan untukku," keluh Sandra pada dirinya sendiri.
Melihat Itu wanita itu menangis, ada desiran rasa aneh dari dalam diri Bayu. Ya, rasa yang tak tega melihat wanita paruh baya itu menangis. Tampak ada luka yang menyeruak di kedua kelopak mata wanita itu.
Bayu pun meneteskan air mata yang sudah tak terbendung di kelopak matanya. Ia belum sepenuhnya yakin akan kenyataan yang Ia dengarkan itu. Tapi jika benar? Ia adalah orang yang sangat hina dan memalukan untuk menjadi seorang kakak bagi Vania.
Bayu melemah, dan perlahan melepaskan vania Vania dari belenggunya. Membuat Vania menatap heran pada Bayu yang tiba-tiba sajabmembebaskanya. Tapi Ia tidak akan menyiakan kesempatan itu untuk menjauh dari Bayu. Tidak bisa dipastikan, bukan?kalau Bayu akan berubah pikiran sewaktu-waktu.
__ADS_1
Ia berlari dan langsung memeluk Arga. Membuat keduanya melepas kerinduan. Bayu menatap dengan rasa sakit tapi apalah daya. Ia tidak mungkin mencintai adiknya sendiri jika benar adanya. Bayu pun melemparkan pis*u itu ketanah. Dan segera menaiki mobil meninggalkan tempat itu.
"Bayu! Kamu mau kemana nak? Jangan tinggalin Mama lagi nak!" Teriak Sandra. Namun tak ada respon sedikit pun. Mobil itu semakin menghilang dari pandangan mereka.
Tampak Arga dan Vania masih terus berpelukkan. Dan sesekali Arga mengusap air mata yang membasahi pipi istri tercintanya itu.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" Tanya Arga khawatir.
"Iya," jawabnya parau. Suara nya sudah habis untuk berteriak dan menangis sejak tadi. Sebenarnya Ia sangat lemah namun berusaha untuk tetap kuat dihadapan Arga.
"Kak, Ilman sekarat didalam," ungkapnya kemudian Langsung mengingat keadaan Ilman.
"Apa! Ilman ada disini?" Tanya Arga terkejut. Ia benar-benar lupa kalau Ilman lah yang mengabari keberadaan Vania.
"Iya Kak, dialah yang menyelamatkan aku dari Bayu yang hampir_," ucapnya terpotong. Ia tidak sanggup mengatakan perbuatan hina yang hampir menimpanya itu pada sang suami.
Namun Arga mengerti dan memeluk Vania lagi.
"Vin, ajak mereka urus Ilman. Jangan sampai Ilman kenapa-napa bawa langsung kerumah sakit! Aku juga harus memeriksa keadaan Vania," Perintah Arga kemudian pada Vino dan bodigat nya.
Arga sangat tau kalau sebenarnya Vania tampak pucat dan lemah. Ia pun menggendong Vania dan membawanya kemobil.
"Pa, Ma, aku duluan. Tolong kalian urus Ilman!" pinta Arga pada mereka.
Singkatnya!!!
Arga dan Vania pun tiba dirumah sakit. Vania langsung mendapatkan penanganan khusus dari dokter kandungan.
"Begini Pak Arga, Vania sangat lemah. Sepertinya juga kurang mengkonsumsi makanan sehat sebaiknya Ia dirawat inap agar kondisinya membaik dan tidak membahayakan bayinya. Karena, kondisi bayinya juga sangat lemah," jelas sang Dokter.
"Iya Dok, lakukan apapun untuk keselamatan mereka," tukas Arga sembari mengusap kepala Vania dan menatap sedih.
Vania pun segera di infus untuk memulihkan tenaganya. Dengan telaten Arga menyuapi nya dengan bubur. Ia berulang-ulang mencium tangan Vania. Karena bersyukur atas keselamatan Vania. Vania pun mengulas senyum melihat Arga perhatian padanya.
"Kak, apa benar apa yang dikatakan Mama Sandra tadi?" Tanya Vania. Sambil masih menguyah makanan dimulud nya.
"Iya sayang, aku bersyukur Bayu tidak melakukan itu padamu," tukas Arga.
"Iya Kak, Aku juga tidak menyangka kalau dia adalah kakakku. Tapi, apa yang terjadi Kak?" Tanya Vania penasaran.
Arga pun menceritakan semuanya pada Vania dari awal. Sembari masih menyuapi Vania. Vania mendengarkan cerita itu dengan seksama.
"Kasihan Kak Bayu pasti dia merasa sangat bersalah dengan kejadian ini," lirih Vania setelah mendengar cerita itu.
Sedangkan Bayu terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dan berhenti di jalan dengar rem mendadak. Ia memukul setir mobil dengan keras dan berteriak sekuat-kuatnya untuk menumpahkan segala beban hidupnya.
__ADS_1
"Aaaaaa," teriaknya dengar keras sembari mengusap rambutnya kasar.
"Aku, a..ku_," ucapnya terpotong.
Sesaat kemudian Ia menyungging senyum. Ia merasa beruntung tidak berhasil melakukan perbuatan terkutuk itu pada adik kandungnya sendiri. Dan merasa malu telah menyukai Vania. Entah bagaimana Ia menghadapi sang adik jika nanti bertemu denganya.
Lain dengan Ilman, kini Ilman masuk ruang ICU. ia segera di tangani karena kepalanya sudah keluar banyak darah. Alat bantu pernafasan dan selang infus terpasang memenuhi tubuhnya.
"Dok, bagaimana kondisi Ilman, Dok?" Tanya Mutia khawatir.
"Dia butuh donor darah empat kantong Pa, Bu. Karena kondisi nya sangat kritis dan kekurangan banyak darah," jelas Dokter.
"Apa golongan darahnya, Dok? Tanya Kakek.
"AB +, dan rumah sakit kehabisan stok itu. Kalau ada keluarga yang memiliki darah serupa segera transfusi darah," tukas Dokter.
"Saya Dok, periksa saya saja," sahut Gilang.
"Kalau begitu ayo ikut, tolong Carikan sisanya, atau cadangkan lebih banyak lagi, takutnya Mas Gilang tidak bisa transfusi," pesan dokter.
"Saya akan cari kan, Dok," ujar Vino kemudian.
Vino pun mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mendapatkan orang yang bersedia mendonorkan darahnya pada Ilman.
Orang tua Arga pun menghubungi orang tua Ilman untuk datang ke kota.
Saat itu, Bayu melangkah kesebuah taman dengan santai. Ia memilih untuk menyendiri beberapa saat sebelum memberanikan diri bertemu keluarganya.
Tiba-tiba...
Brug!!!
Seorang gadis cantik bergaya tomboy mengenakan celana jeans hitam dan berkaos putih serta jaket bermotif bunga-bunga serta topi yang menutupi kepalanya dan menjulurkan rambutnya yang pirang dari topinya menabrak Bayu dari belakang. Membuat gadis itu terjatuh.
"Aduh," teriaknya kesakitan.
Membuat Bayu terkesima menatapnya dalam diam. Dan hanya mengulas senyum hingga keduanya berpandangan.
""""""""""""""""""""""""Bersambung"""""""'''''''''''''"""'''''''''''''''''
Bagaimana kelanjutan kisah Cinta Arga dan Vania?
Lalu siapakah Gadis yang menabrak Bayu? Dan mampukah gadis itu menaklukan hati Bayu?
Lalu bagaimana pula kisah Cinta Ilman dan Adel?
__ADS_1