Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_76 Pertemuan Pertama Dan Terakhir


__ADS_3

Sandra sudah dipindahkan ke ICU dan dibantu oleh Infus dan alat bantu pernafasan. Vania hanya bisa menangis melihat wanita uang sudah melahirkan dan membesarnya dengan penuh kasih sayang lemah tak berdaya diatas ranjang.


"Maafkan Vania Ma, Vania gak bisa bahagiain Mama karena merindukan Kakak." Buliran bening terus bergulir dipipi nya. ia tak, menyangka kerinduan seorang Ibu yang semakin besar telah membuatnya sakit keras.


"Kak Ardan, jika terjadi sesuatu sama Mama, Vania gak akan pernah maafin Kakak," gerutu Vania dengan kesal.


"Vania, sabar nak, kau sendiri kan yang bilang ini adalah ujian dari Allah," hibur Romy. Padahal hatinya juga sakit dan rapuh saat melihat Sandra yang sudah menemani hampir dua puluh tujuh tahun itu tengah terbaring sakit dan dibantu alat pernafasan.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar ketukan pintu dari luar.


"Masuk," timbal Romy.


Arga pun muncul dari balik pintu.


"Kak Arga," tukas Vania sembari menoleh Ternyata suaminya yang datang. Vania menelisik kearah pintu berharap ada yang membuatnya bahagia, tapi ternyata nihil.


"Bagaimana keadaan Mama?"


"Belum sadar Kak."


"Ardan, Ardan, kamu dimana nak? pulang, Mama kangen," rancau Sandra lagi. Sesaat setelahnya Sandra pun tersadar, dari obat tidurnya.


"Ardan!" Sentak nya sambil membuka mata.

__ADS_1


"Mama, Mama sadar?" Tanya Vania senang.


"Kakak kamu dimana, Nak?" Tanya Sandra pada Vania.


Vania terdiam, Ia tak mampu menjawab pertanyaan Sandra. Karena tidak ada orang yang Sandra cari.


"Aku di sini Ma," sahut seseorang dari arah pintu. Membuat semua yang disana menatap kearahnya.


"Ardan, anakku," tilas Sandra melirik. Kerena Ia tak mampu bergerak bebas terhalang oleh berbagai peralatan medis.


Vania bangkit dari duduknya dan minta Bayu untuk mengantikan nya agar bisa dekat dengan Sandra. Bayu menatap nanar Ibu yang belum pernah dijumpainya itu. Ya, Ibu yang melahirkannya, tapi tidak membesarkannya.


Bayu menggenggam tangan sang Ibu lalu menangis diatas tangan yang masih diinfus itu.


"A... Anakku!" Panggil Sandra. Suaranya tiba-tiba terasa berat. Ma... maaf... maafkan kesalahan Mama... Nak, Mama te...telah gagal melindungi kamu dan akhirnya di... diculik si brengsek itu."


Suara Sandra terbata-bata.


"Ma, aku malu Ma, aku telah melakukan kesalahan yang hampir membuatku menyesali hidupku. Aku malu Ma, aku malu...." Bayu terus meratapi kesalahan itu.


"Ti... Tidak nak, itu bu... Bukan salah mu." Sandra merasakan nafasnya tiba-tiba terengah-engah.


"Ma, Mama kenapa Ma?" Bayu nampak panik hingga yang lainnya ikut merasa khawatir.


"Ma... mama, tidak a... akan menyesal, ji.. jika ini adalah a.... akhir hidup Mama, Dan. Ma...ma Sudah bahagia dapat melihat wajah mu da... Dari dekat dan me...me...mendengar mu Memanggil Mama de...dengan sebutan Mama."

__ADS_1


Tit....!


Suara dari mesin detakan jantung yang terpasang ditubuh Sandra berbunyi nyaring, Sandra kesulitan bernafas.


"Mama, Mama, jangan pergi Ma, Aku mau lebih lama sama Mama!" Teriak Bayu.


"Sandra, jangan pergi San, kami masih membutuhkan mu!" Cegah Romy yang juga merasa khawatir.


"Mama, Vania masih ingin sama Mama, tolong jangan tinggalin kami Ma!" Tukas Vania yang juga diserang panik.


Arga hanya terpaku, Ia tak mampu bersuara menyaksikan semua yang ada dihadapannya.


Tak lama Dokter dan seorang perawat masuk untuk memeriksa, Namun Sandra telah menutup matanya.


"Dokter, apa yang terjadi Dok?" Tangis Vania seketika pecah berderai.


"Dok, tolong istri saya Dok!" Pinta Romy.


"Maaf Pak, tapi Bu Sandra sudah tidak ada lagi," tukas Dokter kemudian.


Bayu dipenuhi amarah dan rasa bersalah Ia memukul-mukul dinding dengan brutal dan tidak merasakan sakit akibat luka yang ada ditangannya.


"Ini salah ku, ini salahku!" Teriaknya menyalahkan diri sendiri.


"Iya, coba saja, kalau kamu datang lebih awal, Mama tidak akan sakit dan ninggalin kita," sentak Vania sambil memukul-mukul dada Bayu dengan sekuat tenaganya. Bayu tak melawan, Ia membiarkan adiknya memukul Ia semaunya. Karena dia pantas mendapatkannya.

__ADS_1


__ADS_2