Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_53 Amarah


__ADS_3

"Tenang Ar, dia lagi sama Bayu bersenang-senang,"


Tukas Adiyaksa tertawa.


"Apa maksud Om? Kalau sampai Vania kenapa-napa ku h*b*s* kau, Om!" Tukas Arga meledak-ledak.


"Hahaha..., tapi aku tidak takut," jawabnya. Oya cepatlah kau tanda tangani surat 0erpindahan kekayaan ini Rom kalau tidak anak lelaki mu akan menodai adiknya sendiri," gertak Adiyaksa.


"Apa maksudmu, Adiyaksa!" Teriak Romy murka.


"Kau pikir saja sendiri," tukas Adiyaksa menyeringai meninggikan sebelah alisnya dengan senyum sinis.


Dengan geram, Arga kembali melayangkan pukulan hingga Adiyaksa tersungkur.


Karena melihat itu sepuluh orang itu pun menyerang mereka. Dan mengikat Mutia dan Sandra bersamaan.


"Lepasin s*al*n, lepasin!" Teriak Sandra.


Sedang yang lain ikut dalam perkelahian itu hingga semua benda dirumah itu pecah dan berantakan.


kakek Brama berusaha menghalangi Arga yang hendak dipukul dari belakang dengan tongkatnya namun kakek didorong oleh seseorang hingga terjatuh di sofa dengan sangar keras dan meringis memegang dadanya terkejut.


"Kakek!" Teriak Arga. Melihat itu ia semakin membabi buta melawan orang-orang itu.


Arga, Vino, Dana dan Romy terlibat dengan perkelahian yang brutal itu. Sedang kan Adiyaksa hanya menyaksikan dengan tawa puas.


Namun apa daya pukulan mereka tak dapat melumpuhkan sepuluh orang itu karena mereka kalah jumlah hingga Dana dan Romy yang sudah tidak sekuat dulu pun tersungkur.


""""""""'""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""''''''''"""''''''''''''


"Bayu! Fiona! Keluarkan aku dari sini. Kalian benar-benar br*ngs*k! Aku tidak akan mengampuni kalian!" Teriak Vania. Ia sudah sangat kesal dikurung disana.


Bayu pun meminta Fiona dan yang lainnya diam diluar dan meminta untuk tidak masuk.


"Fi, kalian tunggu disini aku ingin bermain sebentar dengan Vania," pesannya.


"Okelah, aku mengerti birahi mu, Bay.. Tentu kau tak tahan lagi, kan," goda Fiona.


"Hmmmm..., Aku sudah tidak mau menunggu lagi," ungkapnya lalu masuk kekamar Vania yang dikurung dengan membawa kembali maff nya.


Sedangkan Ilman berusaha mencari celah untuk masuk. Tak ada pilihan lain selain memanjat tembok pagar yang tinggi itu.


"Aku harus bisa menaiki pagar ini, ini adalah bakti ku pada Bang Arga. Gak akan kubiarkan Bayu berbuat semaunya," gumam Ilman. Dengan susah payah Ia pun berhasil memanjat pagar itu dari samping rumah. Dan mengendap-endap ke arah jendela.

__ADS_1


"Gimana mau masuk? Ketat begitu orangnya," gerutunya sendiri.


Kembali ke Bayu!!!


Doar!


Ia membuka pintu dengan keras hingga membuat Vania menatap kearahnya. Bayu tersenyum sinis mendekati Vania yang duduk ditepi ranjang hingga membuat Vania menunduk gemetar menatap mata yang menakutkan itu.


Bayu mengangkat dagu Vania dengan jarinya. Dan wajah mereka sangat dekat.


"Hai sayang! Kenapa sih kamu harus memiliki wajah yang cantik membuat aku gak bisa lepas dari kamu," godanya pada Vania. Namun Vania hanya menatap dengan penuh kebencian.


"Kenapa diam, apa kamu sudah medapat kan jawabannya ?" Tanya Bayu lagi.


"Aku tidak punya jawaban, karna aku tidak memikirkannya," dengus Vania.


"Kamu mau main-main ya? Apa ingin dengan cara kasar?" Seringai Bayu.


"Kamu benar-benar sudah gil* Bay, dimana ot*kmu


Kamu mau menghancurkan rumah tangga orang lain. Aku menyesal pernah mengenalmu dalam hidupku," jengah Vania dengan penuh kebencian.


"Tapi aku tidak peduli, kau harus menikah denganku," tukas Bayu.


Kembali ke Arga!


Tendangan keras membuat Arga terlempar kelakang dan memegang dada nya yang sakit. Wajahnya sudah dipenuhi lebam.


"Arga!" Teriak Mutia yang melihat Arga tak berdaya.


Vino yang melihat pun membuat Ia tak konsentrasi hingga membuatnya terkena pukulan dan jatuh didekat Arga.


Adiyaksa pun tertawa senang. Lalu mendekati Romy.


"Hahaha..., ayo tanda tangani ini kau tidak mau menyesal, kan?" Perintahnya pada Romy yang juga sudah tak berdaya. Dan jongkok dihadapanya.


"Tidak!" Tidak akan ," balas Romy.


Adiyaksa pun menghela nafas mendengar Romy tetap menolak dan berdiri memukulkan maff itu ketelapak tanganya.


"Oke, aku akan menceritakan sebuah cerita yang akan membuat kalian tak percaya," Ungkapnya kemudian.


Ia pun menceritakan tentang bagaimana ia menculik Ardan dari kamar Sandra dan mengadopsi Gilang dari panti asuhan. Dimana Gilang juga memiliki tanda yang sama dengan Ardan. Adiyaksa memperalat keduanya untuk membohongi keluarga Romy dihari yang akan datang.

__ADS_1


Ia mengatakan kalau Gilang lah anak dari keluarga Romy, tapi tidak Bayulah sebenarnya anak mereka. Dan Ia berencana membuat Bayu terobsesi dengan adiknya sendiri agar Bayu melakukan hubungan terlarang.


Mendengar itu Sandra berteriak histeris tak percaya."Kau benar-benar gil* Di, jadi Bayu lah putraku esebenarnya?" Tanya Sandra.


"Dasar gil*, apa kau sudah tidak w*r*s Om!" Teriak Arga.


"Heh, Aku sangat waras Arga. Aku sangat membenci Rony dan keluarga besar mu oleh karena itu kalian harus membayarnya," jelas Adiyaksa.


"Tapi apa dosa keluargaku, Om?" Tanya Arga lagi yang masih terkulai lemah.


"Mamamu!" Tunjuknya pada Mutia.


"Maksud Om?" Tanya Arga penasaran.


"Dulu, dia itu istriku, Arga. Dan Romy telah merampasnya dariku. Dia meninggalkanku karna aku mandul. Lalu dibelakang ku mama mu menjalin hubungan terlarang dengan ayahmu hingga mamamu mengandung kamu." Adiyaksa menjelaskan panjang lebar."Dan aku mengetahui itu didepan mataku saat dia masih jadi istriku," jelas Adiyaksa meninggikan suaranya dengan keras. Mengingat sakit yang dirasakannya kala itu membuatnya bakas dendam.Mendengar itu Mutia pun menangis histeris.


"Apa benar itu ma? Aku anak haram dari mama dan papa? Benar ma?" Tanya Arga. Menangis mendengar kenyataan yang akhirnya diketahuinya.


"Mana mau, mamamu mengakuinya. Pasti dia malu akan hal itu," Ulas Adiyaksa.


"Heh, tapi sudahlah, aku sudah jelaskan, bukan?" Seringai Adiyaksa.


"Jadi Gilang bukan anakku?" Tanya Sandra disela-sela pembicaraanya.


"Apa Pa, aku bukan anak mama!" Sahut Gilang yang sudah berdiri dibalik pintu dengan terkejut.


Lalu melangkah mendekati Adiyaksa.


"Pa, jelaskan apa benar semuanya?" Tanya Gilang meyakinkan. Namun Adiyaksa hanya dapat diam tak bisa dipungkiri kalau Ia sebenarnya juga menyayangi Gilang.


"Jadi, seminggu terakhir ini Papa sudah mempermainkan Gilang. Padahal, Gilang sangat bahagia dengan semua ini dan hari ini Gilang berencana akan mencari Vania, Pa," jelasnya.


"Maaf Gilang, Papa memang memanfaatkan mu untuk kepentingan Papa," jelas Adiyaksa.


"Baiklah, kalau kamu tidak mau menyerahkan semua hartamu maka jangan salahkan aku jika Bayu dan Vania melakukan perbuatan tang akan kalian sesali seumur hidup," Culas Adiyaksa.


Lalu mengajak anak buahnya keluar.


Sedangkan Gilang hanya terdiam dan bingung akan hal itu.


"Gilang, tolong bantu lepaskan ikatan mama nak. Apapun yamg terjadi kau tetap anakku ," ucap Sandra memohon.


Karena iba Gilang pun langsung melepaskan Sandra dan Mutia yang terikat. Setelah terlepas Sandra segera berlari keluar mengejar Adiyaksa. Yang lainya pun berusaha bangkit dan mengikutinya keluar.

__ADS_1


Sandra berlari sekuatnya dan langsung berlutut memegang kaki Adiyaksa.


"Mas tolong, Mas jangan lakukan itu pada anak-anakku, tolong Mas?" Ucapnya memohon.


__ADS_2