
Pagi-pagi sekali, Salsa sudah bangun dari tidurnya. Dilihatnya Bayu masih nyenyak di sofa.
"Heh, lihat saja kau akan terpesona denganku, Kau bertanya 'kan aku suka sama kamu atau tidak? Lihat saja apa reaksinya," gumam Salsa menatap kesal.
Salsa pun bergegas mandi dan berpakaian feminim. Lalu Ia berdandan secantik mungkin, walaupun sebenarnya dia tidak tau cara berdandan. Tampa ajaib Ia berdandan tampa bercermin..
"Saatnya beraksi!" Oceh nya.
Ia pun menghampiri Baju dan menoel-noel lengan Bayu.
"Sayang, bangun dong aku mau di cium," rayunya dengan nada dibuat-buat. "Ih bukan gue banget sih," batin Salsa.
Lalu kembali bersikap semanis mungkin.
"Sayang, ayo bangun!"
Bayu pun mulai membuka matanya perlahan.
"Ha! Ada badut dkamar ku!" Teriak Bayu terkejut.
Lalu mendorong Salsa hingga jatuh.
Bug!
"Aaa..., Bayu apa yang kamu lakukan?" Salsa terjatuh dan merasakan pantatnya terasa sakit mencium lantai.
Bayu langsung berdiri kearah Saksa.
__ADS_1
"Kamu siapa? Kamu mau memperk*sa aku ya?" Tanya Bayu meninggikan suaranya.
"Hey, kau sudah gila! Mana mungkin gadis secantik aku mau memperk*sa laki-laki," dengus Salsa sambil bangkit. Ia masih memegang pantatnya yang sakit.
"Kau siapa? Kok suaranya aku kayak kenal?"
"Eh tunggu kamu Salsa ya, hahaha..., Apa yang kamu laku 'kan, ha?" Tawa Bayu menggelegar saat menyadari wanita yang seperti badut itu adalah Salsa.
"Kenapa ketawa? Aku udah Cantik gini bukanya dipuji malah diejek," gerutu Salsa jesal.
"Ayo bercermin dan lihat penampilan mu!" Ajak Bayu menggandeng Salsa ke cermin besar.
"Aaaaa...." Kini Salsa yang terperanjat. Ia berteriak sekuatnya melihat penampilan anehnya. Bedaknya tebal, lipstiknya berantakan ditambah alis yang tak tentu arahnya. Ya ampun! Kedua pipinya merah persis badut. Belum lagi baju yang dipakainya. Astaga! Kacau.
"Coba liat! Kau sama sekali bukan tipeku!" Cetus Bayu.
"Sudah bersihkan sana, jangan mencoba mau cantik dandan aja gak pernah!" Ejek Bayu lagi.
Saat hendak pergi Ia pun memutar tubuhnya lagi.
"O ya lupa, lebih baik kau mintak didandani pelayan mu saja. Karena kau gak akan becus melakukannya sendiri," jengah Bayu yang masih menatap Salsa menundukkan wajahnya.
Setelah Bayu keluar dan menutup pintu kembali, Salsa pun memilih duduk ditepi ranjang dan *******-***** bajunya.
"Ih, nyebelin. Dasar cowok aneh, awas kamu ku buat kamu gak akan ngehina aku lagi," oceh Salsa kesal.
Bayu segera turun kebawah dan bertemu keluarga Salsa uang sedang menunggu mereka dimeja makan.
__ADS_1
"Bayu, ayo sarapan!" Ajak Permana.
"Maaf Pa, Bayu ada perlu sebentar . Gak papa'kan kalau Bayu gak ikut?"
"Oh iya, kalau gitu ajak salah satu supir Papa untuk mengantarmu!"
"Tidak perlu Pa, Bayu cuma sebentar kok."
"O ya sudah, hati-hati dijalan!"
"Oke Pa, Ma, kak Dewa, Bayu pergi dulu. Assalamualaikum."
"Wa'allaikumsalam," jawab mereka bersamaan.
"Pa, Papa yakin, dia pria yang baik untuk Salsa?" Tanta Dewa setelah Bayu pergi.
"Kenapa emang?"
"Ya enggak, kita 'kan baru sekali bertemu dia."
"Biar waktu yang menjawab," sela Zaskia.
"Benar kata Mama mu, Dewa."
Salsa pun memakai pakaian tomboy nya kembali dan mengelap wajah yang baru dirias nya tadi dengan kesal.
"Dasar! cowok itu ngeselin. Awas kamu ya, aku bisa kok cantik kayak mereka setiap hari," oceh Salsa.
__ADS_1
"Oke, hari ini aku akan ke mall untuk beli baju yang cantik kayak saran Mama dulu, liat aja kamu, Bayu."