Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_57 Kembali Di Teror


__ADS_3

Setelah beberapa disibukkan dirumah sakit Arga dan Vania pun kembali kerumah keluarga besar Brama Wijaya.


Namun sikap Arga mulai tampak berubah saat bertemu Mutia dan Dana. Ia nampak membenci kedua sosok orang tua yang sudah melahirkan dirinya dimulai dari perbuatan yang hina.


"Arga, Mama mau bicara, nak," tukas Mutia saat berpapasan diruang tengah.


Tentu saja Arga langsung memasang wajah dingin dan cuek. Dan tak menimpali ucapan Mamanya sama sekali sambil melangkah pergi.


"Tenang, Mut. Mungkin Arga masih marah sama kita setelah mengetahui masa lalu kita yang kelam," ucap Dana yang datang menghampiri Mutia.


"Tapi bagaimana kalau dia bersikap seperti itu terus Pa?" Tanya Mutia khawatir.


"Tidak mungkin, jika kita menunjukkan perhatian dan kasih sayang kita dengan tulus terus-terusan," Tukas Dana menenangkan.


**************


Malam hari!!!


Dikamar, tampak Vania sedang menyetrika pakaian.


"Sayang, kenapa melakukan ini sendiri, kan ada bibi?" tukas Arga bertanya. Ia merasa khawatir jika Vania kecapean.


"Ga papa Kak, Vania bosan berdiam diri terus. Lagian ini sebentar lagi selesai kok," timbal Vania sembari tersenyum.


Ssssssst!!!


Arga dan Vania sangat terkejut ketika sebuah anak panah melintas di antara mereka duduk dan jatuh dimeja tempat Vania menyetrika.


Arga pun meraih anak panah itu dan segera berlari memeriksa kearah jendela. Namun tidak ada siapa pun.


"Siapa Kak?" Tanya Vania yang ikut memeriksa.


"Entahlah, tidak ada siapa pun," jelas Arga. Arga pun langsung mengambil lipatan kertas itu dan memeriksa isinya.


(Aku tidak akan berhenti sebelum semua hancur!!!)

__ADS_1


Begitulah isi bunyi surat itu.


"Apa isinya Kak?" Tanya Vania penasaran.


"Orang Iseng," jawab Arga. Ia tak mau melihat sang Istri merasa gelisah dan kepikiran nantinya.


"Ayo tidur," ajak nya kemudian sembari mengandeng Vania keranjang lalu menyelimutinya.


Ia pun ikut merebahkan diri disamping Vania.


Arga membelai rambut Vania dan kemudian mengelus perut yang masih belum terlihat itu.


"Nak, yang sehat ya disini dan jangan nakal sama Mama. Papa akan selalu melindungi kalian," ucap Arga. Senyuman yang manis pun terbit dari wajah tampannya mencium perut Vania.


"Membuat Vania merasa geli dan terpingkal-pingkal menahan gelak tawa.


"Kenapa sayang?" Tanya Arga heran. ia tak menyadari bahwa perbuatanya membuat Vania merasa geli.


"Enggak! Aku geli aja tadi," jawabnya masih terkekeh.


Arga pun langsung menggelitiknya mendengar ucapan Vania.


Setelah lelah bercanda Arga pun membisikkan sesuatu ke telinga Vania.


"Boleh ya?" Tanya Arga merengek.


Wajah Vania pun memerah malu mendengar keinginan Arga. Namun akhirnya Ia mengangguk dan keduanya tenggelam dalam satu selimut.


*********


Setelah satu minggu berlalu, Bayu memutuskan datang kerumah Adiyaksa untuk memastikan kebenaran tentang jati dirinya dan berniat mengembalikan mobil dan segala materi yang Ia dapat dari Adiyaksa.


Namun saat hendak masuk, Ia mendengar Adiyaksa menelpon seseorang. Mereka berencana akan segera mengusir keluarga Romy dan keluarganya dari rumah mereka.


"Cepat, usir mereka dari sana sekarang! Aku tidak mau mereka berlama-lama ada disana. Dan satu lagi cari keberadaan Bayu dan ambil semua aset yang Ia pakai! Aku tidak mau keluarga Romy bahagia sedikit pun. Kalian dengar! Laksanakan sekarang!" Perintahnya dari dalam Hand phone lalu

__ADS_1


mengakhirinya.


Seketika linangan air mata membasahi pipi Bayu mendengar ucapan Adiyaksa. "Ternyata benar Papa Romy dan Mama Sandra adalah keluargaku," gumam Bayu.


Ia pun menghampiri Adiyaksa.


"Tidak perlu bersusah payah mencari ku," tukas Bayu dari belakang punggung Adiyaksa.


"Hai... hai... Anak Papa pulang juga. Gimana kabarnya nak?" Tanya Adiyaksa menatap dengan nada mengejek.


" Aku baik-baik saja," jawab Bayu dingin.


"Ow, o ya gimana? Apa kamu berhasil melakukan itu? Em memperk*s*nya. Hahaha,


Dengan kekasih tercintaimu itu?" Tanya Adiyaksa. Dengan tawa yang membahana.


Hugh!!!


Tinjuan keras melayang ke wajah Adiyaksa. Bayu nampak marah dan merah padam mendengar ucapan Adiyaksa. Ia tak dapat menerima penghinaan itu.Ia juga kesal karna dipermainkan oleh Adiyaksa.


Adiyaksa sedikit terkejut dan meringis mehan pipinya yang merah dengan pukulan itu tapi kemudian kembali menertawakan Bayu.


"Hahaha, kenapa marah sayang? Apa kau benar-brnar sudah melakukannya?" Tanya Adiyaksa mengerutkan keningnya sembari mengangkat sebelah bibirnya yang diatasnya berkumis itu.


"Jangan mimpi Kau Adiyaksa, aku bersyukur tidak melukukan perbuatan itu!" Teriak Bayu mengepalkan tanganya. Dan hendak kembali melayangkan tinjuan. Namun anak buah Adiyaksa langsung memeganginya.


"Lepaskan!" Teriak Bayu memberontak.


"Lepaskan dia!" Perintah Adiyaksa. Mereka pun menuruti Adiyaksa.


"Aku bersumpah Adiyaksa, aku sendiri yang akan membalas mu!" Ancam Bayu. Lalu melemparkan kunci mobil, handphone dan dompet keatas meja.


"Dan satu lagi, aku juga tidak butuh ini semua," ucapnya menekankan kalimatnya lalu meninggalkan Adiyaksa yang nampak sinis memandangnya.


*****************

__ADS_1


Malam itu, Arga melihat Vania sudah terlelap dalam Pelukannya. Namun Ia tak bisa tidur memikirkan sang peneror itu lagi.


"Siapa, orang yang kembali meneror itu? Apa mungkin Om Adiyaksa? Atau Fiona? Aku benar-benar harus melindungi keluargaku. Aku tidak ingin melihat keluargaku hancur. Aku harus cari tau segera dalangnya," pikir Arga terus-menerus. Hingga Ia terlelap sendiri.


__ADS_2