Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_91 Serangan Tiba-Tiba


__ADS_3

"Sayang, kita ketemu Mama sebentar ya!" Ucapnya saat tengah mengendari mobil.


"Iya Kak, aku juga kangen sama Mana," timpal Vania dengan raut wajah yang ceria.


Arga mempercepat laju mobilnya agar segera sampai kekediaman Brama Wijaya, Namun ternyata nasib buruk menyerang mereka.


Adiyaksa yang telah menyadari dirinya ditipu menuntut balas pada keduanya. Ia mengerahkan semua anak buahnya menggiring mobil Mobil Arga kesebuah sungai yang deras.


"Kak awas, siapa mereka? Kita bisa jatuh ke sungai itu kalau begini."


Byuuur!!!!!


Mobil Arga ringsek karna tak mampu menghindari giringan dari mobil musuhnya. Dengan susah payah Arga membuka jendela saat Vania telah pingsan.


Beberapa saat kemudian, Arga berhasil membuka jendela dengan susah payah Ia mengeluarkan Vania namun saat berbalik sebuah batu besar menghantam kepalanya hingga pingsan dan tak menyadari Vania terlepas dari rengkuhannya.


"Hahaha...." Tawa Adiyaksa dan pengikutnya pecah dan puas menyaksikan mobil Arga hilang ditelan air.


"Pasti mereka mati! Habislah Kau Dana, Romy, kalian sudah merebut harta milik ku. Hahaha...! Ayo pergi, jangan sampai ada orang melihat kita!" Adiyaksa dan pengikutnya bergegas meninggalkan tempat itu.


****


Ditengah kepanikan yang sama Bayu tengah mengantar Salsa yang hendak melahirkan dirumah sakit.


"Bayu, sakit, sakit tolong!"


"Yang kuat ya sayang, aku akan selalu menjaga mu." Bayu terus mencoba menenangkan Salsa yang terus berteriak teriak histeris.


Dan Tak lama ponsel Bayu berdering.


"Halo!"


"Ini dari kepolisian Pak, apa benar mobil dengan plat **** adalah mobil Pak Arga keluarga Bapak?" Tanya Sang polisi.


"Oh iya Pak, apa yang terjadi dengan mobil adik saya Pak?" Tanya Bayu semakin kacau dan sekali -kali menatap Salsa yang masih berjuang antara hidup dan mati melahirkan anaknya.


"Mobil adik Bapak mengalami kecelakaan nyebur ke sungai yang airnya sangat deras, dan penumpang mobil tidak diketemukan," jelas sang polisi


"Apa Pak, tidak mungkin Pak? Arga pergi bersama istrinya, tolong temukan mereka Pak!" Pinta Bayu gusar.


"Sakit Bay, sakit!" Teriak Salsa memegang kuat tangan Bayu saat masih ditengah kabar yang juga merundung adik perempuannya..


"Mereka mungkin terbawa arus Pak, tolong pihak keluarga segera kemari agar kami bisa mengidentifikasi korban selamat atau tidak!"


"Aaa... Sakit!" Begitulah suasana rumah sakit sangat mencekam dan membuat lemah hidup Bayu. Ia akan mendapatkan permata nya tapi juga akan kehilangan sebagian hidupnya.


"Ah sial kemana Dokter itu kenapa kerja mereka lelet sekali!' Bayu bergerutu tak karuan akibat kebingungan yang kini tengah melandanya karna Dokter tak kunjung datang keruangan fasien., disatu sisi Ia ingin menemani Salsa dan Calon bayinya lahir kedunia tapi disisi lain Ia mengkhawatirkan keselamatan Vania dan Arga.

__ADS_1


"Pak, saya akan memberi tahu keluarga saya perihal ini, karena saya harus mendampingi istri saya yang hendak melahirkan," ucap Bayu kemudian.


"Oke Pak, kami tunggu!!!


***


Selang beberapa waktu, Salsa sudah ditangani Dokter.


"Oek...Oek....." Tangis Bayi membahana memenuhi sudut ruangan.


"Selamat Pak, bayinya perempuan dia sangat cantik!" Dokter menyerahkan Bayi itu pada Bayu.


"Putriku." Bayu nampak sangat bahagia, karena Salsa dan Bayi nya selamat.


PART_41


Keluarga besar Brama dan juga Romy tengah menyusul di lokasi tempat Arga dan Vania tercebur diikuti Ilman yang baru tiba. Mobil nya juga sudah ditarik kedaratan.


"Bagaimana anak-anak saya Pak?" Tanya Mutia panik.


"Kami belum menemukan kedua korban Pak, Bu, mungkin mereka terbawa arus karena airnya sangat deras, tapi tenang! Tim SAR sudah melakukan pencaharian hingga kehilir."


"Oh Tuhan, ini pasti salah kamu Pa, pikiran Arga stress dan kacau karena kamu!" Sergah Mutia emosi disela tangisnya.


"Apa maksud mu Mutia?" Tanya Dana tak mengerti.


Dana terdiam, Lalu meninggalkan Mutia dan menyusul Ilman yang tengah ikut mencari bersama Romy.


"Tenang Mut, mereka pasti ketemu dalam keadaan selamat," tutur Bram menguatkan.


Tak lama seorang tim SAR berteriak menemukan Arga yang tersangkut di atas bebatuan.


"Pak, ini Pak kami menemukan korban!"


"Mana?"


"Disini Pak?


Ilman segera ikut membantu membawa tubuh Arga ke tepian.


"Segera berikan bantuan pernafasan!" Titah Dokter pada perawatnya. Memang ambulans sudah disiap kan untuk berjaga-jaga pada kemungkinan terburuknya.


Arga segera dilarikan kerumah sakit diikuti Mutia, Bram, dan Dana sedang kan Romy, Ilman dan Tim Sar masih mencari keberadaan Vania.


Namun hingga sore hari tubuh Vania tidak ditemukan.


"Maaf Pak, hari sudah mulai petang akan lebih baik kita lanjutkan besok!" Tukas Ketua Tim sar.

__ADS_1


"Hah, Vania... Dimana kami nak, Papa belum siap kehilangan kamu setelah Mama meninggalkan kita." Dana yang tidak pernah menangis kini rapuh.


"Maaf kan aku Sandra, aku tidak bisa menjaga putri kita."


"Sabar Om, kita berdoa saja agar Mbak Vania selamat dari petaka ini," tukas Ilman yang ikut terbawa sedih.


Arga pun mengalami koma selama sebulan akibat benturan bebatuan dikepalanya namun sampai saat ini Mereka tidak menemukan jasad Vania dan meng klaim jasadnya sudah hancur.


Bayu menangis sambil menunggui Salsa dan bayinya diruang kamar.


"Aku benar-benar tidak berguna Sa, aku sudah mencari Vania hingga jauh tapi tidak ada, kalau pun dia memang sudah meninggal seharusnya kita menemukan jasad nya kan? agar kita memakamkannya dengan layak."


"Sabar Bay, mungkin ini sudah takdir, lalu bagaimana dengan Arga? Apa dia sudah sadar?" Tanya Salsa kemudian.


Bayi menggeleng. "Nasib hidup mereka sangat naas, semua berawal dari aku." Sesaat Bayu ingat saat bertemu Vania pertama kali dan terobsesi pada adik nya sendiri.


"Ini sangat gila, benar-benar gila Sa, aku adalah Kakak yang tidak berguna!"


****


Arga yang ditunggue oleh keluarga nya mulai sadar, Ia menggerakkan jari jemarinya dan perlahan membuka mata.


"Arga, kamu sadar nak?" Tanya Mutia senang. Keajaiban telah berpihak pada putranya.


Dilain tempat, seorang gadis juga baru sadar dari komanya Ialah Vania yang diselamatkan oleh perempuan yang usianya sudah lebih setengah abad. Vania hanya diobati dengan obat-obatan alami tampa medis karena kampung itu masih kental dan percaya dengan tanaman obat jaman dulu yang lebih mujarab ketimbang pengobatan medis.


"Kamu bangun ndok?" Tanya sang ibu namanya Bu Ayisa.


"Aku dimana Bu? Lalu suami ku dimana? Apa yang menimpa ku?" Pertanyaan beruntun langsung Vania luncurkan setelah Ia mengambil posisi duduk.


"Sepertinya ndok tenggelam disungai Wairo, Ibu menemukan ndok pingsang terdampar di tepi sungai," jelas Bu ayisa.


"Aku harus mencari suami ku Bu," ucap Vania hendak bangkit.


"Tenanglah nak, kamu harus sehat terlebih dahulu ya, percayalah! Suami ndok baik-baik saja."


Vania terdiam, Ia memang merasakan tubuhnya tak berdaya dan sangat lemas.


Namun, beda dengan Arga, keluarga nya dikejutkan oleh ucapan nya memanggil Fiona sebagai pacarnya yang telah pergi meninggalkan dia saat dijodohkan.


"Ma, Ma, Fiona mana Ma? Dia gak boleh pergi, aku cinta sama dia Ma!"


Arga nampak frustasi dan membuat keluarganya bingung.


Bersambung....


Aduh Arga kenapa ya, kok malah ingat Fiona? Pantengin terus kisahnya!!!!

__ADS_1


__ADS_2