Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_64 Rasa Heran


__ADS_3

Pagi yang dingin, Vania membuka matanya dan menyingkirkan selimut yang menggulung di tubuhnya. Namun Ia tak mendapati Arga disampingnya.


"kak Arga, kemana ya? Selalu saja bangun lebih dulu," Ujar Vania memonyongkan bibirnya.


Lalu pergi kekamar mandi membersihkan diri.


Entah dari mana Arga pun kembali masuk kamar membawa beberapa barang dan meletakkannya diranjang.


"Sudah bangun rupanya," gumam Arga yang mendengar gemericik air dikamar mandi.


***


Vania pun keluar dengan sehelai handuk ditubuhnya dan melihat Arga sudah tampan dengan pakaian yang rapi sambil tersenyum cool kearahnya.


Vania merasa heran dan mengkerutkan keningnya melihat tatapan Arga.


"Ada apa denganmu?" Tanya Vania merasa terganggu dengan tatapan Arga.


"Kenapa? Emang ada yang salah denganku?" Tanya Arga balik sembari melangkah mendekati Vania dengan tatapan tajam.


"Oh, e... Enggak, bukan gitu," jawab Vania sembari menunduk.


Arga pun memeluk Vania dari belakang sambil menjelajahi leher yang wangi dari bau sabun itu. Sedangkan rambut Vania masih meneteskan air sehabis dikeramas.


"Sayang."


"Hm?"


"Apa kamu sudah lebih baik?" Masih sambil menci*mi leher Vania.


"Kenapa emang?" Tanya vania yang merasa geli.


"Pak Permana mengundang kita untuk menghadiri pernikahan anaknya, apa kami bisa ikut?"


Vania pun membalikkan tubuhnya ke dekapan Arga. Sambil menatap lekat.


"Tentu saja, tapi aku mau makan duren," rengak nya kemudian.


"Apa Sayang! buah itu gak boleh dimakan, Apalagi kamu masih hamil muda, apa gak sayang sama anak kita?" Tanya Arga dengan nada menolak.


"Di... Kit aja," rengak nya lagi.


"Gak boleh,!" Cegah Arga memasang wajah kesal.


"Sedikit aja," rayu Vania.


"Gak ada tawar-menawar," tukas Arga kekeh.


"Kamu mau anak kita ngiler?" Sungut Vania cemberut sembari melipatkan kedua tanganya didada.

__ADS_1


"Gak boleh, titik!"


"Ih dasar, ya udah kamu pergi aja sendiri," dengus Vania manyun.


"Ya udah, aku gak akan pergi, kalau gitu," balas Arga.


Vania pun tak menggubris ucapan Arga, lalu membuka lemari untuk mengambil pakaian. Tiba-tiba Arga datang dari belakang menyodorkan tas yang berisi gaun.


Vania heran melihatnya dengan tatapan masih kesal.


"Oke, terserah kamu kalau masih memaksa aku akan cari kan nanti. Cepat pakai gaun ini, nanti kita terlambat."


Vania pun menyerobot tas itu dan melihat gaun yang sangat indah.


"Kapan kamu membeli ini?" Tanya Vania sumringah.


"Tadi, aku ke butik untuk mencarikan ini semoga saja suka," jawab Arga melirik gaun yang dilihat Vania. " Oya sepatumu ada diranjang, ingat! jangan


Pakai H-hill," pesan Arga lagi.


"Iya iya," ketus Vania.


Arga pun meninggalkan Vania seorang diri. Karena Ia tau, Vania tidak akan memakai bajunya jika Ia tetap disana.


***************************************************


Kediaman Permana Baskoro


Diruang kamarnya Bayu sedang bercermin memperhatikan penampilanya. Ia sudah berpakaian Jas pengantin, Ia sangat tampan dengan balutan busana itu.


Dewa pun memasuki kamarnya lalu ikut memperhatikan Bayu.


"Ehemz." Dewa sengaja ber dehem dihadapan Bayu dengan tatapan sinis lalu menepuk pundak Bayu. Bayu hanya memicingkan matanya dengan dingin.


"Bay, aku tidak tau ya? Kenapa Papa mudah percaya denganmu, padahal dia baru sekali saja melihatmu," jengah Dewa.


Mendengar ucapan Dewa, Bayu hanya menyungging senyum.


"Aku berharap kamu tidak punya maksud lain menyukai Salsa. Karena sampai saat ini, Salsa tidak pernah berpacaran. Bahkan setiap laki-laki yang mendaftarkan diri menikahi nya hanya datang untuk menginginkan harta kami, kamu akan tau akibatnya jika ketahuan bermain-main," tutur Dewa mengancam dengan tatapan tajam.


"Sayangnya, aku bukan seperti itu Wa, aku menikahi Salsa karena Ia membayar ku untuk membantunya bukan karena hartanya," batin Bayu.


Dewa pun meninggalkan Bayu dengan tatapan yang masih penuh keraguan terhadap Bayu.


Setelah menghampiri Bayu, Dewa menghampiri kamar Salsa. Tampak Salsa sedang duduk ditepi ranjang dengan perasaan gugup dan gelisah. Ia sudah siap dengan gaun pengantin berwarna putih. Parasnya terlihat sangat cantik.


Dewa tercengang melihat wajah Salsa yang selama ini tidak pernah dirias.


"Hey, adikku, kau cantik sekali!" Seru Dewa memuji.

__ADS_1


"Akh Kak Dewa, selalu saja menggodaku," sungut Salsa merasa malu.


"Sungguh Kakak tidak bohong, kamu sangat cantik, Sa. Sekarang kamu harus berubah untuk menjadi bidadari bagi suamimu. Belajarlah berdandan selayaknya perempuan," ledek Dewa.


"Iya, nanti aku lakukan," jawab Salsa.


"Sa, kamu yakin Bayu adalah pria yang baik yang bisa menerima kamu apa adanya?" Tanya Dewa.


"Em... aku yakin Kak," jawab Salsa. Sebenarnya Ia juga merasa ragu dengan kehidupan maupun sifat-sifat Bayu nantinya. Tapi semua sudah terlanjur, Ia sudah memilih Bayu untuk pura-pura jadi kekasihnya.


"Kau benar-benar menyukainya?" Tanya Dewa lagi.


Salsa pun mengangguk, Ia memang mengagumi ketampanan Bayu.


***


Diruang Pesta


Permana dan Zaskia nampak sedang sibuk menerima tamu. Arga dan Vania juga sudah tiba disana. Ia disambut dengan senang oleh Permana. Arga terlihat sangat tampan dan Vania sangat cantik.


"Selamat datang, Pak Arga. Suatu kehormatan bagiku akan kehadiran Bapak di pesta ini," sapa Pak Permana sambil menyalami.


"Sama-sama Pak," jawab Arga menyambut uluran tangan Permana.


"Ini istri Bapak?" Tanya Zaskia saling cipika-cipiki dengan Vania.


"Iya Bu, istri tercinta," jawab Arga pede.


"Istri Bapak cantik sekali," puji Zaskia.


"Teruma kasih Bu, biasa saja kok," jawab Vania merendah.


"Ayo masuk ijab qobul akan segera dimulai!" Ajak Pak Permana. Semua yang hadir adalah rekan bisnis Permana dan pesaing besarnya.


Mereka pun duduk dikarpet yang akan dijadikan tempat akad. " Bi Lastri cepat panggil calon pengantinnya!" Pinta Zaskia pada pelayannya.


"Baik Nya."


Dewa pun sudah ikut duduk disana.


Beberapa saat kemudian Bayu dan Salsa yang dipanggil pun bertemu untuk digiring bersama. Bayu terpana melihat perubahan Salsa yang begitu Cantik dan girly. Ia memperhatikan dari kaki hingga wajah manis itu.


Ia tak menyangka gadis tomboi itu sangat cantik dan imut. Salsa yang merasa diperhatikan pun menunduk malu.


"Ayo Nona, Tuan muda, akad akan segera dimulai!" Tukas sekertaris Anam yang sudah berjaga.


Salsa pun melingkarkan tanganya ditangan Bayu dan digiring keruangan yang akan terjadi saksi pernikahan mereka.


***********

__ADS_1


Like and comen yang banyak dong kalau mau lanjut! Biar semangat gitu ngelajutinya!!!!


__ADS_2