
Hari semakin malam, Vania sudah terlelap lebih dulu dari suaminya.
Arga duduk di sofa dan sibuk mencari sesuatu diatas meja pada tumpukan berkas yang Ia bawa dari ruang kerjanya. "Dimana berkas dari PT. Bunga Tirai, ya? aku bersama tumpukan berkas ini tadi. Apa masih diruang kerja ya?" Gerutu Arga kebingungan bertanya sendiri.
Pasalnya Ia memindahkan berkas yang di perlukanya di kamar agar bisa bekerja sembari menjaga Vania.
Arga pun memeriksa semua laci dan mencari bolpoin. Namun saat sedang membuka beberapa laci Ia terpana dengan sebuah Buku Diary yang belum pernah Ia lihat sebelumnya.
"Diary, milik siapa ini?" Arga pun memeriksa isi diary itu. Didalam nya adalah menceritakan semua tentang dirinya saat pertama bertemu.
"Kapan dia menulis ini? Aku tidak pernah melihatnya," gumam Arga lirih sambil tersenyum melihat Vania yang tidur dengan nyenyak.
Arga senyum-senyum sendiri setiap membaca lembar demi lembar kertas itu. Hingga Ia tertuju pada sebuah Biodata milik Vania.
"Dua belas Agustus? berarti, besok adalah hari ulang tahun Vania," tukas Arga. Ia pun berencana memberi sebuah kejutan untuk Vania.
Arga pun kembali membuka lembar terakhir. Vania menulis sebuah cerita tentang pertama kali Ia memberanikan diri disentuh oleh Arga.
***
__ADS_1
Isi Dairy:
12 November 2021
Malam itu, malam dimana paling menakutkan bagi diriku Sepajang sejarah hidupku bersamanya, saat aku melihat matanya berharap cinta dariku aku merasakan kegugupanku. Tatapannya membuatku damai. Malam itu adalah malam pertama setelah enam bulan pernikahan kami. Kami pergi berlibur ke puncak, kami kehujanan saat dikebun, kami juga berteduh disebuah gubuk disana. Ya, itu adalah pengalaman terindah dalam hidupku. Saat aku sakit, dia memperhatikanku dengan sangat tulus. Dan malam itu aku terkejut kala aku sudah ada diranjang dan dia sedang membuka kancing baju ku. Aku berteriak dibuatnya, tapi aku sadar dia adalah suamiku dan kewajibanku melayaninya.dimana aku pun berusaha siap memberikan sepenuhnya hidupku padanya. Padahal aku tetap sangat gugup dan takut. Jantungku hampir copot dibuatnya. Darahku seperti tersengat, apa lagi saat tangan hangat itu membelai rambutku. Oh Tuhan, perasaan apa itu? Apa orang yang menikah harus begitu? Kenapa begitu? Dia selalu seperti pahlawan bagiku menyelamatkan hidupku berulang-ulang dan takut jika sesuatu terjadi padaku tapi dia juga seperti Tom yang selalu mengajak Jerry bertengkar. Dia adalah suami yang luar biasa Sejak itu, aku merasa sangat yakin kalau cintaku benar-benar sudah tumbuh besar untuknya. Suamiku, I Love You.
I heart you, Arga Gautama dia adalah Suami terhebat yang ku punya.
***
"Dasar, begini saja ditulis apa dia akan selalu mengingat mlam itu? Dia gak tau bahkan aku pun mengumpulkan seluruh keberanian ku untuk memulainya" celoteh Arga saat selesai membaca sembari menyungging senyum.
Arga tertegun melihat kedamaian diwajah wanita yang kini tertidur dengan lelap. Arga mengsuap rambutnya dengan lembut.
"Aku tidak tau, apapun masalah keluarga kita dan semua yang terjadi pada kita. Tapi aku akan selalu menjagamu dan anak kita sekuat tenaga dan jiwa ragaku, sayang," gumam Arga. Bulir air matanya jatuh membasahi pipinya. Perasaanya sebenarnya tidaklah baik, apa lagi belum lama ini mereka kembali diteror oleh orang tak dikenal.
Drrrrttt!
Arga melangkah menjauh dan meraih HP nya dimeja. Saat mendengar HP nya bergetar.
__ADS_1
"Pak Permana? Ada apa ya?" Tukas Arga bertanya sendiri lalu menggeser tombol hijau.
"Halo, Pak," sapa Arga.
"Hai Pak Arga, apa saya mengganggu tidur mu malam-malam begini?" Tanya Permana dari sebrang.
"Tidak Pak, ada perlu apa? Apa ini soal kerja sama kita?" Tanya Arga sembari menggaruk pelipisnya.
"Tidak Pak, mungkin berita yang sangat mendadak tapi saya sa... ngat mengharapkan Bapak dan sang istri menghadiri pernikahan Putri saya," jawab Permana.
"Pernikahan, jadi yang aku dengar kemaren itu tidak benar?" Tanya Arga bahagia.
"Alhamdulilah, putri saya sudah ditemukan dan siap untuk menikah. Yah namanya orang tua,tentu ingin yang terbaik bukan, untuk putrinya," ulas Pak Permana. Ia sudah tak heran kalau berita Putrinya kabur sudah menyebar.
"Lupakan saja Pak, aku juga dijodohkan dengan istriku dan Alhamdulilah sekarang kami hidup bahagia. Mungkin ini awalnya saja yang sulit tapi semua akan membaik pada waktunya," jawab Arga bijak.
"Baiklah aku menunggu kehadiranmu, Kau adalah tamu spesial ku," tukas Pak Permana.
"Pasti Pak, kami akan datang," jawab Arga lalu mengakhiri telpon.
__ADS_1
"Pesta ini pasti akan membahagiakan istriku, aku harus menyiapkan hadiah istimewa," pikir Arga dalam hati.