Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_29 Permohonan Maaf


__ADS_3

Vania dan kakek pun sampai dirumah diikuti Arga dibelakang.setelah turun dari mobil Arga pun berlari mengejar Vania dan kakek lalu menarik tanga Vania.tapi karna masih kesal Vania melepaskannya.


"Tidakkah kamu percaya sama suamimu,sayang?"tanya Arga dengan nanar kepiluan. Vania pun menatap dingin.lalu melangkah masuk tanpa sepatah kata pun.


"Duduk",pinta kakek pada keduanya.


Mereka pun saling bertatapan lalu duduk bersama.


"Ayo Ar,jelaskan pada kita apa yang terjadi tadi?"tanya kakek serius.


"Kek,tadi Fiona datang kekantor membawa makanan buat Arga dia ngajak Arga makan siang bersama dan merayu Arga untuk mau kembali sama dia,aku tadi sudah mengusir Fiona tapi dia malah meluk aku kek,sungguh sayang aku gak ngapa-ngapain",jelas Arga serius.


"Bohong,tapi kenapa kamu mau dipeluk sama dia.kamu masih ada perasaan kan sama dia?"tanya Vania kesal.


"Ya Allah sayang,itu karna dia yang meluk pas kebenaran kamu liat",jelas Arga lagi.


"Kamu yakin,udah gak ada hubungan sama Fiona?"tanya kakek lagi.


"Demi Allah kek,aku sudah tidak ada perasaan apapun sama Fiona".Vania masih tetap manyun dengan penjelasan Arga dan Vania memalingkan wajahnya kesal.


"Sudah,sudah...mungkin Arga benar ndok karena Fiona cuma masa lalunya Arga.ini adalah ujian kecil rumah tanggamu",pungkas kakek.


Vania pun menatap Arga dengan wajah yang masih membara.


"Maaf kek,Vania capek mau istirahat dulu",pungkasnya lalu meninggalkan Arga dan kakek.kakek pun menatap Arga dengan perasaan bingung.begitu pun Arga yang melihat Vania sulit di ajak bicara saat ngambek.


"Ar,jujur sama kekek.kamu benar gak ada hubungan sama Foiona?"tanya kakek memastikan sekali lagi.


"Gak kek,Perasaanku terhadap Fiona benar-benar sudah mati saat aku bertemu Vania pertama kali",jujur Arga.


"Bagus,pergi dan rayu istrimu mungkin dia cemburu!"pinta kakek memberi solusi.

__ADS_1


"Baik kek,Arga kekamar dulu",pamitnya lalu melangkah menyusul Vania kekamar.


Sampai dikamar dilihatnya Vania sudah terlelap tidur.Arga pun melangkah mendekat dan duduk ditepi ranjang.lalu diusapnya kepala Vania.


"Makasih sayang,kalau kamu cemburu itu artinya kamu benar-benar sudah mencintai aku,",gumamnya.lalu mengecup pipi sang istri.


Dikantor....


"Aduh ini gimana sih kok gak bisa di buat ngetik",keluh Ilman.seorang gadis yang mengagumi Ilman pun memperhatikan Ilman yang duduk disampingnya tengah dalam kebingungan.akhirnya gadis itu memutuskan untuk mendekati Ilman dan bertanya.


"Kenapa Man?"tanyanya.


"Gak tau kayaknya tombolnya ada masalah",jawab Ilman bingung.


"Biar aku lihat",tawarnya.Ilman pun menyerahkan tombol monitor itu.gadis itu pun mengutak-ngatiknya."iya seperti nya error.kamu selesaikan aja dengan komputer ku biar nanti aku minta pihak HRD memperbaikinya",saran gadis itu.


"Emang kamu sudah selesai?"tanya Ilman ragu.gadis itupun tersenyum kecil.akhirnya Ilman pun memakai komputer milik gadis itu.


"Oya Man,panggil aku Niken",tukasnya memperkenalkan diri.


"Oh iya,maaf ya merepotkan"tukas Ilman sembari mengetik.


"Ga pa-pa bukankah kita harus saling tolong menolong",jawab gadis itu bijak.


"Wah ketikanmu rapi sekali,aku gak nyangka lo.pasti kamu nanti cepat naik jabatan",goda Niken.Ilman pun terkekeh.melihat itu Niken Pun ikut tertawa.


"Kenapa ketawa?"tanya Niken melihat lekat Ilman.


"Ya kali,baru kerja naik jabatan"tukas Ilman mengernyitkan alis.


"Hmmm....siapa tau ajakan",balas Niken.

__ADS_1


Mereka pun terkekeh bersama.


Vania pun terbangun dari tidurnya yang sudah senja dan merentangkan otot-otonya yang terasa sakit tampak sesekali ia masih menguap.ia pun tersadar kala tak menjumpai Arga dikamar.Vania pun melangkah menuruni anak tangga.tapi tak menjumpai siapa pun disetiap sudut rumah itu.


Ia mencoba melangkah kehalaman belakang.


Saat sampai disana kedua matanya membulat melihat tempat di halaman belakang berubah jadi suasana romantis yang dihias sedemikian rupa indah dibalik cahaya senja yang keemasan ikut menyempurnakan tempat itu.


Dan tak berapa lama dentuman kembang api menyala di angkasa dengan diantaranya ada yang berbentuk hati berwarna merah terpampang indah di sana dengan tulisan "ILOVE YOU,maafkan aku"..membuat Vania melipatkan tanganya dibawa dagu.hatinya sangat bahagia mendapat kejutan itu.senyum indahnya mengembang sempurna.


Tampak Arga muncul di hadapanya dengan senyum tampannya.melihat Arga di hadapannya.Vania pun mendadak salah tingkah.


Dengan lembut Arga pun menggenggam tangan Vania. Kedua bola matanya menatap wajah Vania.Vania pun terdiam dengan balasan tatapannya.


"Sayang,ini adalah bentuk permohonan maaf ku.


"Apakah kamu mau memaafkan kesungguhan ku?"tanya Arga mengharap jawaban Vania.


namun Vania masih terdiam sambil menelan liurnya."oke aku akan ceritakan tentang hubunganku dulu sama Fiona. agar kamu tidak salah paham sama aku",tambahnya. Arga pun mulai menceritakan semua dari awal .


"Jujur dulu memang Fiona adalah orang yang sangat kucintai kami selalu melewati hari-hari dengan bahagia dia adalah gadis tercantik dikampus ku.banyak para bujangan mengejarnya dan aku beruntung mendapatkan hatinya.tapi seiring berjalanya waktu.kedua orang tuanya tidak merestui hubunganku dengan Fiona karena mereka kira aku bukan anak orang kaya.karena masa kuliah aku menutupi statusku.akhirnya Fiona justru memilih mengikuti keinginan orang tuanya untuk menjodohkanya dengan pria mapan dan meninggalkan aku ke surabaya.aku berusaha melupakannya selama dua tahun.sulit rasanya melepaskan cintaku pada Fiona kerena dia adalah cinta pertamaku.


Arga pun kembali melingkarkan tangannya dileher Vania.wajah nya sangat dekat dengan Vania. Vania merasakan setiap hembusan nafasnya begitu juga sebaliknya.


"Kamu tau?setelah aku memutuskan untuk menyetujui perjodohan kita dan bertemu sama kamu pertama kali aku langsung merasa semangat lagi untuk hidup.bayangan Fiona seketika hilang.aku jatuh cinta sama kamu lebih dari diriku sendiri. Van,Fiona adalah masa laluku dan sekarang kamu adalah masa depanku sampai ke surga nanti.kamu juga jauh lebih cantik dari Fiona",ungkapnya dengan nanar ketulusan menatap bola mata Vania yang sembab.


Vania pun menyandarkan kepalanya kedada Arga.


"Maaf,aku cuma takut cintamu pada Fiona kembali lagi",lirih Vania sembari meneteskan buliran bening yang sudah lama tertahan diujung matanya.


Arga pun mengusap rambut Vania lembut yang berada hangat dalam dekapannya.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi hanya kamu yang ada di hatiku,Van",jelasnya mencium pucuk kepala Vania.


__ADS_2