
Semua menoleh kearah mereka termasuk Arga dan Vania. Keduanya sangat terkejut dan membulat mata tak percaya.
"Kak Bayu," tukas Vania hendak bangkit menghampiri. Namun Arga menahan tanganya dan memintanya duduk kembali.
"Ta... Tapi?"
Arga mengedipkan matanya bukan menggoda, dia memberi isyarat agar Vania sabar terlebih dulu untuk menemui Bayu.
Bayu terlihat bahagia dan tenang bersama Salsa, senyum nya terus menghiasi bibirnya.
Singkatnya!
Keduanya pun resmi dinikahkan, Vania dan Arga masih bersabar menunggu momen yang tepat untuk menemui Bayu. Bayu terlihat seorang diri tampa Salsa dan sedang asyik ngobrol dengan beberapa orang. Sedangkan Salsa tidak terlihat dimana pun.
Vania sudah tidak bisa menahan diri untuk menemui Bayu. "Maaf Kak, aku harus bicara dengan Kak Bayu," desak Vania memaksa.
"Van, Vania!" Panggil Arga. Namun Vania tidak menggubrisnya. Permana pun menghampiri Arga dan mengajaknya mengobrol. Membuat Arga tak bisa menyusul Vania.
"Kak Bayu," panggil Vania. Bayu terkejut dengan wanita yang berdiri disampingnya menatap dengan nanar keseriusan. Tampa aba-aba Vania menarik lengannya ketempat yang sepi.
"Kak, Vania perlu bicara," tukas Vania kemudian.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Bayu datar tampa melihat Vania. Ia tak menyangka jika Vania ada disana dan menyaksikan pernikahannya. Bayu belum sanggup menatap mata adiknya itu. Karena ia merasa malu atas perbuatanya waktu itu.
"Pulanglah Kak, lupakan apa yang sudah terjadi," lirih Vania. Air matanya tiba-tiba meleleh.
"Aku belum sanggup untuk menemui kalian," tolak Bayu masih dengan nada datar.
"Kak, apa masalahmu? Semua terjadi bukan karena salahmu, tapi ini takdir. ya, awalnya aku sangat jijik dengan perlakuan mu dan sangat membencimu karna kau terus mengejar ku dengan tataoan-tatapan yang menakutkan. Tapi aku sadar, kita tidak tau apa-apa soal kenyataan itu . Aku berusaha melupakan semuanya walau sangat sulit tapi setelah tahu kau adalah kakak kandungku sendiri, aku sudah melupakannya, Kak," tutur Vania dengan nada meninggi sambil mengusap air matanya yang terus meleleh.
"Lupakan aku, Van. Anggap kita tidak pernah bertemu. Aku bukan anak dari mereka dan kau bukan adikku," teriak Bayu. Namun tampa sadar air matanya meleleh juga dengan posisi memunggungi Vania. Sebenarnya Ia tak pernah menginginkan ucapan itu keluar dari muludnya kerena itu sangat menyakitkan.
"Heh, semudah itu, kau ucapkan itu Kak?" Desis Vania.
"Jangan pernah berusaha menemui ku lagi, dan jangan beritahu siapa pun tentang keberadaan ku disini," pungkas Bayu. Lalu meninggalkan Vania yang termangu.
"Aku sebenar juga malu menemui mu Kak, tapi apa dayaku semua sudah terjadi." Vania hanya bisa menangisi kenyataanya kalau Ia dan Bayu harus merasa aneh jika bertemu dan perpisahan itu harus ditempuh oleh Bayu saat ini.
"Kak, tapi Vania ingin Papa dan Mama bahagia bisa bersama mu lagi setelah dua puluh lima tahun berpisah," tukas Vania. Ia menyeka air matanya yang sedari tadi membanjiri pipinya.
Bayu sudah berkumpul kembali dengan Salsa sedangkan Arga masih celingukan mencari keberadaan Vania. Namun Ia langsung bernafas lega saat Vania muncul tak jauh dari belakang Bayu.
Vania masih menoleh memandangi Bayu namun Bayu berusaha tak menggubrisnya.
Arga langsung merangkul Vania untuk menenangkan.
__ADS_1
"Bayu, buat anak Papa bahagia ya," tukas Permana sambil menepuk pundak Bayu.
"Iya Pa," jawab Bayu.
"O ya Sa, belajar jadi istri yang baik ya," pesan Zaskia kepada Salsa juga.
"Iya Ma," jawab Salsa.
"O ya ayo kalian ikut Papa, kalian harus berkenalan dengan rekan bisnis Papa!" Ajak Permana.
Bayu dan Salsa pun mengikuti Permana menghampiri Arga dan Vania. Bayu sedikit terkejut bahwa yang dihampiri mereka adalah Arga dan Vania.
"Pak Arga, Bu Vania, kenalkan ini putri dan menantuku, Salsa dan Bayu," tukas Permana.
Bayu pun merasa gugup khawatir bahwa Arga dan Vania akan mengatakan yang sebenarnya.
"Oh iya, hallo Pak Bayu, Bu Salsa, saya Arga dan ini istri saya Vania, semoga kalian bahagia ya," sapa Arga pura-pura sambil mengulurkan tangan.
Dengan rasa gemetar Bayu menyambut tangan keduanya.
"Astaga, mbak Vania cantik banget sih kalau aku punya saudara kayak Mbak, pasti aku seneng banget," celoteh Salsa.
"Mbak Salsa juga sangat cantik, cocok sama Kak_ sama Pak Bayu," timbal Vania kemudian berusaha ikut berpura-pura tidak saling mengenal.
"Terima kasih atas kehadirannya Pak," desis Bayu.
"Oh, sama-sama. Kayaknya sudah hampir sore kalau begitu kami pamit dulu Pak Permana," pungkas Arga sembari melirik jam ditangannya untuk mengakhiri perjumpaan mereka.
"Baik Pak, sampai bertemu di rapat nanti," jawab Permana.
"Iya Pak, o ya Pak Bayu. Semoga kita bisa bertemu lagi, ya," tilas Arga menatap Bayu.
Bayu pun menggangguk kan kepalanya, walaupun sebenarnya Ia berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan mereka.
***
Salsa sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur setelah seharian melakukan aktivitas yang sangat melelahkan dan menguras tenaganya menyambut tamu yang bejibun.
Sekertaris Anam membawa Bayu kekamar Salsa.
Tok! Tok! Tok!
"siapa?" Teriak Salsa dari dalam.
"Saya Nona, Tuan muda akan masuk kedalam," jawab sekertaris Anam.
__ADS_1
"Apa, ngapain dia masuk kesini," gumam Salsa lalu melangkah membuka pintu.
"Silahkan Tuan!" Tukas Anam.
"Eh, tunggu dulu! Diakan punya kamar sendiri kenapa masuk kekamar ku?" Tanya Salsa polos.
Anam pun mengulum senyum dibuatnya.
"Kenapa tersenyum begitu, mau dipecat," ancam Salsa kesal.
"Bukan begitu Nona, Tuan Muda 'kan suami Nona sekarang," jawab Anam menunduk.
Bayu pun tak menggubris lalu masuk dan merebahkan tubuhnya diranjang.
"Kalau begitu saya permisi Nona," pamit Anam dengan membungkuk sambil memperhatikan kelakuancBayu
Salsa pun menutup pintu sambil melotot kearah Bayu. "Jangan tidur diranjang ku," decak Salsa.
Bayu menghela nafas, dan memiringkan tubuhnya sembari memasang wajah menggoda.
"Ayo sini!" Ajaknya menepuk kasur disampingnya.
"Apa! Apa kau sudah gila, aku membuatmu untuk berpura-pura bukan sungguhan," bentak Salsa mendelik.
"Pura-pura, kita menikah syah sayang, apa perlu aku tunjukkan buku nikah kita," goda Bayu lagi.
"Si*l*n , jadi kau ini mata keranjang, ya?" sergah Salsa.
"Ya inilah diriku," ujar Bayu tersenyum.
"AstaufiruLlah, aku salah orang ternyata, ayo bangun jangan tidur diranjang ku!" Usir Salsa memicingkan mata lalu menarik tangan Bayu.
"Gak akan, aku gak akan pergi, aku mau menikmati malam pertamaku dengan mu," sanggah Bayu.
"Ayo pergi!" Usir Salsa lagi dengan kasar sambil masih menarik-narik tangan Bayu. Tapi Salsa kalah tenaga bukanya menarik Bayu justru Ia yang tertarik keranjang dan jatuh kedekapan Bayu. Hingga keduanya terkejut membulatkan mata.
Bayu pun semakin mengeratkan tubuh Salsa ke pelukannya. Membuat Salsa memberontak memukul dada Bayu dengan. Namun pukulan itu tidaklah sakit melainkan membuat Bayu semakin suka menggodanya.
"Lepasin! Lepasin aku!" Teriak Salsa takut.
"Kau maunya apa? Aku sudah suka rela lo jadi suamimu," lirih Bayu.
"Enak saja, aku 'kan membayar mu," sanggah Salsa
"Aku belum dapat bayaran sepeser pun," jelas Bayu. " Tapi aku suka kalau kau tidak memakai pakaian cowok lagi," imbuhnya.
__ADS_1