Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_62 Keputusan Mendadak


__ADS_3

Setelah setengah jam perjalan Salsa dan Bayu memasuki halaman rumah yang begitu luas. Bayu ternganga melihat rumah yang nampak sangat mewah. Bayu juga heran saat melihat banyak orang yang berjaga di teras rumah Salsa.


"Ini rumahmu, Sa?" Tanya Bayu.


"Ya, rumah yang yang seperti penjara untukku. Papa menjaga rumah ini dengan sangat ketat. Aku harus memutar otak sekuat tenagaku untuk bisa kabur dari penjara ini," jawab Salsa sembari tersenyum. Lalu membuka pintu mobil dan keluar diikuti oleh Bayu.


Mereka disambut oleh Pak Anam sekertaris Permana dan beberapa pelayan.


"Selamat datang, Nona, Tuan muda, Tuan besar sudah menunggu didalam," sapa Anam sembari membukuk kan tubuh.


"Ayo Bay!" Ajak Salsa mengandeng Bayu.


Anam pun menatap Bayu yang melewatinya dengan tatapan serius.


Lalu menghantar mereka masuk kerumah, semua penjaga yang mereka lewati membungkuk pada mereka. Ternyata Permana dan keluarganya sudah menunggu mereka diruang tamu.


"Akhirnya kamu datang juga," sapa Permana.


"Salsa, Kamu dari mana saja nak. Mama sangat mengkhawatir kan kamu," tanya Zaskia pada putrinya sambil memeluk.


"Salsa baik-baik saja Ma, Salsa datang untuk memenuhi janji Salsa pada Papa," jawab Salsa.


"Kenalin ini Bayu, pacar Salsa,"jawab Salsa mengenalkan Bayu.


Bayu pun membungkukkan tubuhnya pada mereka.


Permana melangkah dan mengitari tubuh Bagas dengan tatapan tajam.


"Benar kau pacar Salsa?" Tanya Permana.


"Iya Om," jawab Bayu berusaha tenang. Ia benar-benar gugup melihat banyak orang.


"Apa kau mencintai Salsa?" Tanya Permana lagi. Bayu pun melirik Salsa dan menghela nafas. Ia merasa bingung harus menjawab apa.


"Iya Om," jawab Bayu singkat.


"Dimana kalian bertemu?" Tanya Permana lagi yang ketiga.


"Ditaman Om," jawab Bayu lagi.

__ADS_1


"Apa kau punya keluarga?" Tanya Permana yang keempat.


"Saya hidup sendiri Om," jawab Bayu dengan tetap tenang. Ia sebenarnya merasa gemetar karena Permana membondong nya dengan pertanyaan terus menerus.


"Bagus, kalau begitu besok kalian akan kunikahkan," tegas Permana.


"Apa Om!" Bayu terkejut dengan ucapan itu.


Salsa pun terlihat sangat gelisah Ia takut Bayu akan membuat Permana kecewa.


"Kenapa buru-buru Pa?" Tanya Salsa. Ia berusaha agar pernikahan itu tidak terjadi dan Bayu tak perlu menjawabnya. Karena Ia dan Bayu hanya berpura-pura.


"Apa yang bisa Papa lakukan semua kerabat dan kolega Papa sudah mengetahui kalau kamu akan menikah besok. Kamu ingin Papa malu karena kamu gagal menikah? Bukankah kamu tidak mau Papa jodohkan. Setelah semua berita sudah tersebar " Tukas Permana dengan tegas.


"Iya Om, Bayu bersedia," jawab Bayu tiba-tiba. Membuat Salsa menatap Bayu dengan heran.


Permana pun menepuk pundak Bayu.


"Aku suka dengan keberanian dan ketegasan mu , anak muda," ungkap Permana tersenyum simpul.


"Awas kau, kalau sampai menyakiti adikku," ancam Dewa kakak Saksa dengan tatapan sinis.


Bayu hanya terdiam mendengar ucapan Dewa.


"Anam, antar dia ke kamarnya!" Perintah Permana.


"Baik Tuan," jawab Anam membungkuk. Ia pun menggiring Bayu kekamar yang begitu besar dengan ukuran enam kali tujuh. Dengan segala perabotan mewah.


"Silahkan masuk Tuan muda, ini kamar Tuan muda," jelas Anam.


Bayu pun mengangguk mengerti. Setelah Anam pergi, Bayu masuk kekamar dan menatap setiap sudut kamar itu.


Salsa menyelinap masuk dan menutup pintu.


"Bayu, apa kau serius dengan ucapan mu?" Tanya Salsa tak percaya.


Namun Bayu hanya tersenyum lalu duduk ditepi ranjang.


"Yakin kau mau menikah denganku? Kau tidak lagi bercanda, 'kan?" Desak Salsa butuh jawaban.

__ADS_1


"Mau gimana lagi, bukankah kau memintaku untuk serius dihadapan keluargamu? Jika aku menolak, tentu keluargamu akan berpikir kalau aku mempermainkan mu," jawab Bayu.


"Ta... tapi kau yakin akan hal itu?" Tanya Salsa lagi.


"Kenapa? Sepertinya kau keberatan? Toh aku melakukan ini untuk mendapat bayaran darimu," ulas Bayu.


Salsa terdiam, dia memang meminta Bayu untuk bersungguh-sungguh meyakinkan keluarganya.


Bayu pun melangkah mendekat kehadapan Salsa dan membuat Salsa merasa gemetar.


"Apa kau juga mau kabur dari pernikahan kita?" Tanya Bayu. "Bukankah kau menolak untuk dijodohkan kerena kau tidak mengenal pacar mu itu?"


Enak saja, aku sangat mengenal pria itu," jengah Salsa.


"Tapi bagaimana dengan aku? kau tidak mengenal aku sama sekali bagaimana kehidupan ku dan karakterku sebenarnya, tapi kenapa kau memaksaku untuk pura-pura menjadi pacarmu ?" Tanya Bayu kemudian.


Salsa terdiam mendengar ucapan Bayu. Benar juga Ia tidak tau apapun tentang kehidupan Bayu. Tapi sejak pertama melihat Bayu. Ia merasa tertarik dengan Bayu.


Bayu pun mendongakkan dagu Salsa dan hendak menciumnya membuat Salsa ngeri dan jantungnya berdegup kencang. Salsa menutup rapatnya matanya saat bibir Bayu semakin dekat.


Bayu tersenyum melihat tingkah Salsa.


"Kau menyukaiku, ternyata!" Ledek Bayu. Salsa langsung membuka matanya dan merasa sangat malu.


"Ish, Apa maksudmu?" Sungut Salsa. Salsa pun langsung meninggalkan Bayu dan menyembunyikan perasaan yang aneh di dadanya.


"Dasar cewek aneh," gumam Bayu yang menatap Salsa pergi. "Tak ada ruginya juga kalau pura-pura jadi suami orang kaya kan?" Tukas Bayu kemudian.


Bayu merebahkan tubuhnya diranjang lalu mengingat akan perlakuan nya pada Vania.


Ia pun kembali duduk dan melamun.


"Maafkan Kakak, Vania. Sampai saat ini Kakak belum sanggup bertemu kamu atau pun orangtua kita. Kakak benar-benar bodoh telah terobsesi dengan kamu atas saran dari sibrengs*k itu. Kakak bersumpah akan membalas semuanya dengan cara Kakak sendiri," ujar Bayu dengan hati yang dipenuhi amarah dan dendam.


********


Maaf ya yang tadi itu prankkk!!!!!


Hehehe!!!

__ADS_1


__ADS_2