Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_74 Penampilan Baru


__ADS_3

Salsa sudah selesai dengan kesibukannya di salon, Ia pun kembali pulang kerumah mewahnya. Pak Anam dan beberapa penjaga sudah menunggunya di ambang pintu mobil.


"Selamat sore Nona!" Sapa Pak Anam.


Salsa pun turun dari mobil dengan penampilan barunya, penampilan yang lebih feminim menunjukkan identitas jenis kelamin dirinya yang sebenarnya.


Mereka terpanah saat melihat Kaki Salsa yang turun dari mobil mengguna kah H-hill. Dan gaun yang melekat hanya diatas lutut. Para penjaga itu pun sampai meneguk liurnya dengan susah payah setelah Salsa berdiri sempurna didepan mereka.


"Nona, anda terlihat berbeda," tukas Pak Anam.


"Iya Pak, apa Bayu sudah kembali?" Tanya Salsa kemudian.


"Sudah Nona, beliau sedang istirahat dikamar," jawab Anam sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah, oya Pak tolong bawa barang belanjaan ku masuk!" Perintah Salsa sambil melemparkan kunci mobil kearah Anam, dengan sigap Anam pun menangkapnya. Salsa memasuki rumahnya, terlihat Dewa sedang duduk memainkan ponselnya di ruang tamu.


"Kak, bagaimana penampilan ku?" Tanya Salsa. Ia menghampiri Dewa untuk pamer.


Dewa tertegun saat melihat penampilan baru adiknya itu. "Waw, cantik Sa, ini baru namanya cewek!" Puji Dewa.


"Terima kasih Kakakku yang paling ganteng," balas Salsa dengan sumringah.


Salsa pun kembali melanjutkan tujuannya, Yaitu membuat Bayu tercengang. Dengan hati-hati Salsa membuka Kenop pintu dan melihat kearah ruangan kamar. Namun Bayu tidak terlihat. Sesaat kemudian, Salsa mendengar gemericik air dari kamar mandi.


"Oh sedang mandi rupanya," gumam Salsa. Salsa pun mendaratkan bokongnya ditepi ranjang untuk menunggu Bayu menyelesaikan aktivitasnya.


Tak berapa lama.


Ceklek!

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka.


Salsa pun langsung merasa gugup dan salah tingkah dengan pendapat Bayu nantinya lalu merapikan rambutnya dengan tangan dan replek berdiri.


Bayu pun muncul dari balik pintu kamar mandi dan langsung menembus pandang kearah Salsa berdiri. Bayu sedikit terkejut dan terhipnotis dengan penampilan baru Salsa, dijelajahinya jenjang kaki Salsa hingga ke kepala.


"Salsa," tukasnya.


Bayu terlihat sangat gagah hanya dengan bertelanjang dada dan cuma menggunakan handuk kimono yang melingkar di pinggangnya. Pemandangan itulah yang membuat Salsa meleleh melihat Bayu.


Salsa tersenyum semanis mungkin, Ia ingin terlihat sempurna kali ini. Tapi tak ada yang tahu, kalau jantungnya sedang menabuh kan genderang perang didalam sana. Tangannya juga berkeringat dingin. Namun Ia berusaha untuk tampak tenang didepan Bayu.


Bayu pun mendekati Salsa, dan menunduk menatap Salsa dengan sangat lekat.


"Cantik," hanya satu kata itu yang keluar dari muludnya.


Salsa benar-benar tak bisa menutupi detakkan jantungnya yang semakin berdegup semakin kencang.


"Kau sedang menggodaku ya?" Lirih Bayu kemudian masih sambil mengusap paha Salsa dengan lembut, dress mini nya hanya mampu menutupi sebagian paha nya saja.


Perlahan, Bayu mulai hendak memberikan sebuah ciuman Ke bibir Salsa, Salsa yang tak bisa lagi menutupi kegugupan pun malah terhuyung dan jatuh keranjang.


Bayu menyungging senyum dan merasa, kalau Salsa memang sedang ingin meminta kewajibannya untuk disentuh.


Bayu pun mendekatkan miliknya pada milik Salsa, terasa sekali benda itu sudah mengeras akibat ulah Salsa. Siapa sih, pria yang tidak akan tergoda jika Ia sedang dirayu gadis cantik yang menggunakan pakaian minim didepannya apalagi itu adalah istrinya sendiri.


Salsa mengigit bibir bawahnya dengan sangat kuat, Ia merasa sangat ketakutan.


Kini Bayu berada diatas tubuhnya dengan kedua tangan yang bertumpu diranjang.

__ADS_1


"Apa kau ingin kita memulainya sekarang?" Desis Bayu ke telinga Salsa.


Salsa terdiam, bibirnya tak mampu berucap.


"Jika kau diam itu berarti kau sudah siap ya," tukas Bayu lagi. Kedua mata nya pun dengan nyalang terpaku menatap bibir merah merona itu. Ia sepertinya nampak haus akan hasratnya. Iya, itu semua salah Salsa, Salsa yang telah membangkitkan senjata laras panjang miliknya.


Sesaat saat Bayu hampir saja hendak ******* habis bibir itu, sebuah ketukan pintu yang sangat menjengkelkan telah merusak peraduan keduanya.


Tok! Tok! Tok


"Hais, apa tidak lihat, aku sedang menikmati tubuh istriku!" Decak Bayu dengan kesal. Lalu bangkit dari atas ranjang. Salsa pun segera memposisikan diri untuk duduk dan merapikan dirinya.


"Ada apa?" Tanya Bayu pada Pak Anam, setelah membuka pintu.


Pak Anam terpaku memperhatikan handuk kimono, yang masih tersangkut dipinggang Bayu lalu menelisik kearah, Salsa duduk.


"Apa? cepat katakan!" Sentak Bayu tak sabar.


"Tuan besar dan keluarga sudah menunggu dimeja Makan untuk makan malam," jawab Anam kemudian.


"Ya sudah, kami akan segera kesana," jawab Bayu dengan tatapan yang ingin marah namun menahannya.


Pak Anam pun membungkuk kan diri pada keduanya lalu melangkah pergi. Salsa pun langsung melangkah kearah pintu hendak melewati Bayu tapi Bayu langsung menarik Salsa kedekapannya.


"Aku akan menagihnya lagi nanti," bisik Bayu. Setelah selesai mengucapkan itu Ia pun melepaskan pelukannya dan meninggalkan Salsa yang masih terpaku mendengar ucapannya untuk memakai pakaian.


Glek!


Salsa belum bebas rupanya, dari ancaman lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2