Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_23 Pertanyaan Ilman


__ADS_3

"Bay, cari cewek sini aja cantik-cantik kok ya walaupun orang kampung." Ilman memukul pundak Bayu.


Bayu tersenyum memaksa.


"Bay, kamu asli orang bandung?" tanya Arga membuyarkan kediaman Bayu.


"Oh, enggak, Ga. Aku ke bandung ikut Om aku. Orang tuaku tinggal di Jakarta," jawab Bayu biasa.


"Oya, berarti kita bisa sering bertemu nanti," tukas Arga.


(Tentu saja kita akan terus bertemu) batin Bayu kemudian dengan pikiran licik.


Vania hanya terdiam saja sambil memegang tangan Arga. Senja telah menyingsing mereka memutuskan kembali ke villa.


Saat itu seorang gadis bersepeda mengeluarkan surat undangan yang ditujukan untuk pak Wisnu dan Arga.


"Lo, itukan Adel," seru Ilman dari kaca mobil dibelakang. Setelah memarkirkan mobil Ilman melangkah mendekati gadis yang sudah lama di kagumi nya. Adel adalah gadis yang terkenal paling cantik dikampung itu ia anak dari seorang kepala desa.


"Hai Del apa kabar?" sapa nya malu-malu.


"Hey Bang Ilman udah pulang rupanya sekarang makin ganteng ya," puji Adel seraya mengukir senyum.


"Ahk, biasa saja, ada perlu apa kerumah bang Arga?" tanyanya antusias.


"Oh ini ada surat dari Bapak, Bang Arga dan istri di minta hadir diacara pesta penyuluhan nanti malam," tukasnya sambil menyerahkan undangan ke Arga.


"Ini untuk pak Wisnu dan kelurga juga, Bang," lanjutnya menyerahkan pada Ilman.


"Penyuluhan dalam rangka apa?" tanya Ilman.

__ADS_1


"Pidato ucapan terima kasih karena sudah memilih Bapak sebagai kepala desa dan pesta makan bersama, Bang," jawab Adel.


"O... tentu kami akan datang. Supaya bisa ketemu kamu," goda Ilman. Adel menunduk malu.


Malam telah tiba, Lampu-lampu rumah dan jalanan mulai berpijar. keluarga Arga dan pak Wisnu sudah bersiap. Mereka masih menunggu Vania didalam. Vania menggunakan pakaian kebaya yang menawan itu sebabnya ia terlihat sangat cantik dan anggun. Ia membuat kedua sisi rambutnya di biarkan melambai.


Senyumnya yang manis menunjukkan bibir merah merekah menambah kesempurnaan kecantikanya.


Tak lupa tas slempang yang menghiasi bahu kananya.tapi kali ini ia hanya menggunakan sepatu datar karna medan perkampungan itu tak memungkinkan untuk menggunakan H-heels.


Arga juga mengikuti pakaian orang kampung yang menggunakan baju batik dan celana dasar tapi penampilan itu tak mengurangi ketampanan dan kewibawaannya.


Beda dengan Ilman dan Bayu pakaian mereka menunjukkan kalau mereka adalah bujangan tentu akan memakai baju yang bakal menarik perhatian gadis-gadis kampung nantinya.


Mereka semua sedang menunggu seorang Vania yang belum muncul dari istananya sambil masih asyik berbincang. Pak Wisnu bertanya bertanya penampilanya.


"Gimana, Bu. Penampilan Bapak udah rapi belum gak acak-acakkan to?" tanyanya menunjukkan bahasa logat jawanya karena pak Wisnu dan keluarga adalah orang jawa. Jadi kala berbicara logat itu tidak akan hilang.


"Mau cari mbok nom kali, Bu," sahut Ilman menggoda.


"Alah-alah wong wes tuek bangkotan kok pengen golek bojo nom sopo seng arep, Pak," ketus bi Miah lagi.


"Yo, sopo ngerti enek rondo kepincut, Bu," timbal Pak Wisnu bercanda.


Haha.... mereka tertawa geli.


Tak lama Vania muncul semerbak bauk wangi menyeruak ke rongga hidung mereka semua kagum akan pesonanya.


Arga tersenyum senang melihat Vania yang seperti biasa menarik perhatiannya. Tak lupa juga Bayu menelan salivanya kasar. Matanya terbelalak kala melihat kecantikan Vania yang begitu sempurna.

__ADS_1


(Cantik sekali dia, tampa make-up aja cantik banget. Aku udah gila kayaknya suka ma istri orang) batin Bayu heran pada perasaaannya sendiri.


Vania melingkarkan tanganya di pinggang Arga.


"Ea lah Non, mbok cantikmu buat Bibi aja to, Bibi jadi ngiri lo. Udah cantik, putih senyumnya itu lo. Lek aku wong Lanang pagar berduri pun ku tabrak demi mendapatkan, Non," celoteh Bi Miah becanda. Benar adanya semua pasti suka pada dirinya.


"Iya, Den Arga ganteng dan Vania cantik. Keluarga sempurnalah pokoknya," tukas pak Wisnu geleng-geleng.


"Gak kaya ini, ni udah peyot." toleh nya pada Bi Miah.


"Apa tu maksudnya? udah gak cinta sama, Ibu? ketus Bi Miah. Mereka lagi-lagi tertawa melihat kelakuan kedua pasangan paruh baya itu.


Arga dan Vania hanya tersenyum simpul.


"Ayo, ayo, nanti pak kades nungguin," pungkas pak Wisnu mengakhiri perdebatan mereka.


Vania dan Arga masuk kemobil sport miliknya. Sedang pak Wisnu duduk di kursi belakang.


Lain dengan Ilman dan Bayu mereka memakai motor gede milik Bayu.


Dijalan....


Angin menerpa sejuk.


"Bro, kalau nanti Bang Arga ngajak kota ke kota. Kamu mau ikut?" tanya Ilman.


"Iya, tentu saja"," jawab Bayu cepat.


"Maaf ya, Bro. Kalau aku salah, aku perhatiin setiap kamu ngeliat Mbak Vania kok dalem banget ya? apa kamu kagum atau....?" tanyanya ragu.

__ADS_1


"Apaan sih? suka? mana mungkin dia kan sudah menikah," elak Bayu menyeringai.


__ADS_2