
Arga dan Bayu sengaja memakai busana detektif memasuki sebuah restaurant berbintang untuk menyelidiki Dewa yang sedang berbisnis dengan Adiyaksa.
Disini Mereka menyusun strategi bagaimana caranya agar Adiyaksa mau menanda tangani surat pemindahan kekayaan.
Namun saat mengendap-endap mengikuti Dewa dan Adiyaksa. Arga tak sengaja menabrak seorang gadis yang masih berusia dibawah dua puluh tahun.
Bug!
Aw!" Keluhnya saat pundaknya tersenggol pundak Arga.
AstaufiruLlah maaf dek, maaf!" Tukas Arga.
"Wah ganteng banget! Artis ya Kak?" Tanya Gadis itu. Ialah Nisya.
Wajah gadis itu langsung berbinar dan tersenyum menatap wajah Arga kerena topi yang digunakan menutupi wajahnya terjatuh. Gadis itu langsung mengambil topi Arga dan mendekapnya.
Arga yang disenggol Bayu berusaha menutupi wajahnya dengan telapak tangan agar tak diketahui Dewa dan Adiyaksa yang terlihat memesan minuman.
"Maaf ya, Maaf, sini in topinya!" Pinta Arga.
"Gak Mau, Kakak harus kasih aku nomer telpon dulu baru aku kasih," tolak gadis itu yang kesem-sem menatap ketampanan Arga.
"Untuk apa! Sini topinya!" Tolak Arga yang tak mau memberi nomer ponselnya.
"Ya udah, berarti topinya buat aku aja ya!" Kekeh gadis polos itu.
"Gak, gak akan!" Tolak Arga yang juga tak mau ambil pusing dengan gadis dibawah umur itu.
"Ayo dong Kak, Kakak ganteng banget deh, kaya Arjuna!" Goda gadis itu mengedip-ngedip kan mata.
"Udah kasihin aja kartu nama kamu Arga, gadis ingusan ini, mana mungkin dia berani mencari kamu, paling ngefans doang!" Bisik Bayu. Ia tak sabar ingin segera menyelesaikan urusan mereka sebelum ketahuan.
Arga berpikir sejenak, lalu menyerahkan kartu nama disakunya.
__ADS_1
"Ini ni sini topi nya!" Serah Arfa terpaksa.
"Asyik, makasih Kak, ni topi nya!" Gadis itu pun menyerahkan topi milik Arga dan berlalu meninggalkan Arga dan Bayu.
"Dasar bocah!" Dengus Arga yang segera memakai topi nya.
Arga dan Bayu pun memilih tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari Dewa dan Adiyaksa.
"Makasih ya Pak Dewa sudah sudi menemui saya, secara Pak Dewa adalah putra pengusaha tersohor!" Puji Adiyaksa.
"Ah, Bapak bisa aja, oya , Bapak kan tahu, jika mau menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan kami, Bapak harus menanda tangani surat perjanjian yang sudah menjadi salah satu syaratnya," jelas Dewa.
"Saya sudah tahu Pak dari rekan-rekan bisnis Bapak yang lain dan syarat yang kalian ajukan tidak merugikan siapa pun, justru sangat bagus untuk diterapkan," jawab Adiyaksa.
"Baiklah Pak ini ada dua lembar berkas silahkan baca dulu, dan jika Bapak setuju, sudah dipastikan Perusahaan Bapak adalah naungan dari perusahaan kami," Jabar Dewa lagi dengan tersenyum.
Adiyaksa mengambil berkas itu.
Dewa tak menjawab, dan hanya tersenyum tenang. Tampak Adiyaksa menanda tangani surat perjanjian itu dan membuka lembar dibawahnya tampa membaca terlebih dahulu.
Arga, Bayi maupun Dewa tak sabar melihat Adiyaksa menanda tangani nya. Namun sialnya Adiyaksa menghentikan aktivitasnya saat seorang pelayanan menyodorkan dua gelas jus.
"Silakan Pak minumannya!" Tukas Pelayan itu.
"Ayo Pak, lebih baik minum dulu!" Ajak Adiyaksa langsung menyeruput minuya.
Dewa pun mengikuti.
"Gampang lah tanda tangan O ya Bapak sudah menikah?" Tanya Adiyaksa tampa basa-basi.
"Sudah Pak, tapi istri saya dan anak saya sedang berada di luar negeri," jawab Dewa.
"Kenapa Pak Dewa gak ikut?"
__ADS_1
"Tau sendirilah, disini sangat sibuk, jadi ku biarkan mereka berlibur kerumah mertua."
Arga dan Bayu nampak kesal.
"Ngapain sih pakek sok akrab banget tinggal tanda tangan aja kok repot," ketus Bayu.
"Sabar Bay, harus tenang," timbal Arga menasehati.
"Kapan-kapan Bapak datang kerumah ya, kota makan malam bersama!" Tukas Adiyaksa.
"Sepertinya menarik, insyaallah jika ada waktu," jawab Bayu yang terus berusaha manis.
Adiyaksa pun membuka kembali maaf nya dan langsung tanda tangan.
"Yes, yes," tukas Bayu girang.
"Hus, tenang kalau ketahuan berabe nanti," ujar Arga mengingatkan.
Bayu pun langsung menutup wajahnya lagi.
"Ya sudah Pak Dewa, semua sudah saya tanda tangani, saya harus pergi sekarang!" Pamit Adiyaksa yang menyerahkan maaf itu kepada Dewa dan memasukkan kembali bolpoin nya ke saku jas. Lalu menyalami Dewa.
"Sampai bertemu lagi Pak!" Tukas Dewa.
"Sama&sama Pak," jawab Adiyaksa yang akhirnya berlalu.
Dewa pun beranjak dan melempar maff itu kemeja Bayu.
"Kau berhutang pada ku," tukas Dewa tersenyum sinis.
"Terima kasih Kak," jawab Bayu yang langsung mengambil Maff itu.
"Akhirnya, semua kembali pada pemiliknya." Mereka pun tertawa puas
__ADS_1