Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_93 Ikatan


__ADS_3

Vania tiba dirumah Romy, yang dulu menjadi rumahnya dan Arga, namun nampaknya Romy tidak ada dirumah kerena terkunci rapat.


"Aku harus kemana? Aku juga gak punya ponsel sekarang?" Vania nampak kalut dan kembali duduk terisak memeluk lututnya.


"Tidak, ini tidak boleh terjadi, mungkinkah Kak Arga menikahi Fiona karena menganggap aku telah mati?"


Benar saja, walau pun sakit dan kecewa akan keputusan Arga, Romy, Bayu dan keluarga mertuanya terpaksa menghadiri pernikahan Arga yang akan diselenggarakan sebentar lagi.


Arga dan Fiona muncul dengan balutan busana senada dari ruang ganti.


Wajah keduanya saling berbinar layaknya pasangan yang saling mencintai.


"Kasihan adikku, jika arwah mu melihat ini jangan kau menangis adikku," lirih Bayu yang tak sadar air matanya jatuh.


Salsa yang masih menggendong Bayu kecil pun mengerti lalu mengusap punggung Bayu. "Ikhlaskan Bay, mungkin mereka memang berjodoh."


"Tapi ini tidak adil sayang, belum empat puluh hari meninggalnya Vania, Arga malah menikah lagi. Ya, walau pun aku tahu dia lupa ingatan tapi rasanya ini sangat tidak adil untuk adikku, bagaimana kalau tiba-tiba ternyata Vania masih hidup dan mengetahui ini, pasti hatinya sangat sakit Sa, sakit!" Tegas Bayu tak tahan.


"Aku mengerti Bay, semoga Allah memberikan yang terbaik."


Lain dengan Bayu, Ilman pun merasakan kegetiran yang sama. Rasa ya Ia tidak pernah rela kalau Arga menikah lagi, meskipun Vania telah tiada. Karena baginya itu seperti sebuah perselingkuhan yang amat menyakitkan.


"Andai kalian tidak mengalami kecelakaan? Ini tidak akan terjadi Bang, Mbak, entah mengapa hatiku tidak rela Bang Arga tersenyum pada wanita lain selain Mbak Vania." Begitulah batin Ilman saat ini.


"Apa kalian sudah siap?" Tanya penghulu pada Arga dan Fiona.


"Iya Pak, sangat siap!" Jawab Arga dengan raut wajah bahagia,. Tentu saja Fiona jauh lebih bahagia dibanding dirinya.


Dengan deraian air mata Vania merasa tubuhnya menjadi lemah dan tak bersemangat. "Apa yang harus kulakukan sekarang? Apa ya Allah? Aku bingung, haruskan aku pergi saja dari sini untuk selamanya atau menggagalkan pernikahan itu? Beri aku solusi ya Allah, ku mohon beri aku solusi." Vania menangis sesegukan dan akhirnya bangkit lalu melangkah pergi ditengah kebimbangan dihatinya.


"Saya nikahkan Arga Gautama Wijaya dengan Fiona Asma Rani dengan maskawin uang lima puluh juta dibayar tunai."


Dengan bersemangat dan yakin Arga pun menjawab ikrar ijab kobul itu.

__ADS_1


"Saya terima nikahnya Fiona asma rani dengan mas kawin yang ter_."


"Hentikan!" Teriakan membawa dari ambang pintu membuat semuanya menoleh terkejut.


"Hentikan Kak!" Teriaknya mengulangi kalimatnya.


"Vania!" Lirih mereka bersamaan.


Arga yang melihat wajah Vania pun langsung merasakan efek sensasional dikepalanya dan langsung pingsan.


"Kakak" teriak Vania khawatir dan langsung menghampiri.


"Jangan pegang calon suami ku!" Cegah Fiona.


"Jangan gila kamu Fiona, aku adalah istri syahnya dan tidak berhak melarang ku sedikit pun!" Bentak Vania dengan emosi tak terkendali.


Mereka pun bergegas membawa Arga kerumah sakit dan menunggui di depan ruang UGD, wajah mereka jadi menegang olehnya.


"Kalau terjadi apa-apa sama Arga ini salah kamu Van!" Cecar Fiona.


Romy pun menghampiri Vania. "Bagaimana kamu bisa selamat sayang?"


"Aku ditolong seorang Ibu paruh baya Pa, dia yang merawat aku selama koma satu bulan," terang Vania.


"Apa? Jadi kau juga mengalami koma seperti Arga?"


"Apa Pa? Jadi Kak Arga juga koma?"


"Iya Van, iya juga koma selama sebulan, inilah yang disebut ikatan," timpal Mutia.


"Tapi kalian harus menjelaskan ini Ma, kenapa Kak Arga malah menikah dengan dia!" Tunjuk Vania pada Fiona.


"Arga mengalami amnesia Van, dan Ia mengingat masa-masa pacaran dengan Fiona dan melupakan kamu," jelas Mutia.

__ADS_1


"Ha, apa maksudnya?"


"Tentu saja, Ia masih mencintai aku didalam alam bawah sadarnya yang paling dalam," kekeh Fiona pyas.


"Jangan mimpi Fi, aku yakin Kak Arga sudah melupakan kamu saat dia mengingat aku," sergah Vania tegas.


Tak lama Dokter pun keluar dari ruangan.


"Maaf, Pak Arga ingin bertemu istrinya!"


"Saya Dok!" Jawab Fiona tak tau malu.


"Apa?" Vania tak percaya. Namun dengan lancang Fiona mendahuluinya


"Hai sayang, kamu sudah sadar!" Sapa Fiona.


"Fiona, mau ala kesini,?"


"Lo kita kan mau menikah?"


"Menikah? Jangan gila kamu? Mau Vania suruh dia masuk?" Sentak Arga emosi.


"Apa? Kau?"


"Pergi, aku mau istriku bukan kamu dia selamat kan?" Teriak Arga sambil membanting gelas disampingnya hingga membuat Fiona ketakutan dan bergegas keluar. Ia pun mendengus pada Vania dan meninggalkan tempat itu.


Vania menjadi bingung, tapi memutuskan menemui Arga.


"Kak!"


"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Arga senang.


Vania mengangguk. "Apa kau sudah mengingat aku?"

__ADS_1


"Apa maksud mu sayang? Tentu saja kau adalah hidupku, bagaimana bisa aku melupakan kan mu?" Arga pun memeluk Vania dengan erat.


"Aku juga merindukan mu kak," balas Vania.


__ADS_2