Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_59 Mencari Bayu


__ADS_3

Part spesial Salsa dan Bayu...


Pagi itu, Salsa sedang melamun dan duduk bersama sahabatnya Dita disebuah kafe di luar ruangan. Cuaca nya masih terasa sangat dingin menerpa kulitnya. Ia menyanggah dagunya diatas meja sambil memandangi segelas Kopi yang dipesannya tadi.


Sudah seminggu Ia tinggal dirumah sahabatnya itu, untung orang tua Dita sedang ke Bandung. Sehingga Ia aman sementara dirumah Dita, karena orang tua Dita pasti mengatakan keberadaanya pada orang tuanya jika dirumah. Tapi sore itu mereka akan kembali, itu yang membuat Salsa kebingungan untuk mencari tempat tinggal. Sedangkan uang cast yang Ia punya semakin menipis. Kartu ATM nya milik ya sudah diblokir semua oleh sang Papa.


"Udah dong Sa, jangan melamun terus. Sebaiknya kamu pulang saja kerumah!" Saran Dita.


"Gila apa! Kalau aku pulang pasti Papaku akan memaksa aku menikah dengan Leo. Laki-laki yang terlihat playboy dan mata keranjang," sungut Salsa.


"Tapi kau bisa hidup enak dirumahmu yang sangat besar itu, segala kebutuhan mu terjamin," tukas Dita melotot.


"Kau enak bicara begitu, tapi aku tidak. Aku tidak suka dijodohkan emangnya ini zaman siti Nurbaya," sanggah Salsa.


"Ngomong saja kalau kamu keberatan aku tinggal dirumahmu," imbuhnya kesal.


"Bukan begitu, orangtua ku akan kembali dari Bandung sore ini. Pasti mereka juga akan memintamu pulang dan mengikuti keinginan Om Permana atau malah memberi tahu Papamu kalau kamu dirumah ku," tukas Dita.


"Aku akan cari kontrakan," jengah nya memicingkan mata.


"Yakin! kau akan sanggup hidup sederhana diluar sana bukankah walaupun gayamu tomboi kau selalu hidup berpoya-poya dengan uang Papamu."


"Ah, gak tau lah aku akan cari kerjaan," tegas Salsa.


"Mencari pekerjaan tidak semudah membeli makanan di kafe, Sa. Begitu kau datang langsung dilayani seperti membeli makanan pasti banyak pertanyaan yang akan menyulitkan mu nanti. Apalagi kau tidak punya pengalaman apapun," tilas Dita.


Salsa pun terdiam mendengar ucapan sahabatnya, benar saja Ia tak punya keahlian apapun dalam pekerjaan, Orang tuanya selalu memanjakannya dan memenuhi segala keinginannya tampa susah payah. Tinggal menyuruh anak buahnya yang banyak itu untuk diperintah kapan pun.


Tiba-tiba sentuhan tangan dibahu nya membuat Salsa menoleh. Ia terkejut kala pria paruh baya yang nampak gagah berpakaian jas dan sepatu mengkilap serta aksesoris jam ternama melingkar ditangan nya tersenyum padanya.


"Papa," tukas Salsa langsung bangkit.


"Papa dengar kamu punya pacar, ajak dia menemui Papa malam ini," tukas Permana menatap putrinya dengan santai.


"Ha, pacar?" Tukas Salsa terkejut lalu menatap anak buah Papanya yang pernah melihat nya bersama Bayu


"Iya, apa benar kau punya pacar atau kau sudah putus denganya? Atau kau berbohong?" Tanya Permana butuh keyakinan.


"A..., E ya enggaklah. A aku pasti membawanya menemui Papa. Tapi Papa janji dulu untuk tidak menjebak Salsa menikah dengan Leo nanti setelah Salsa pulang!" Tukas Salsa sambil merasa gugup dan bingung.


"Oke, Papa tunggu tapi jika malam ini kau tidak datang maka Kamu harus menikah dengan Leo," ancam Permana


"Iya, baiklah aku pasti datang. Tapi Papa jangan memaksa Salsa untuk memiliki pacar sesuai kasta," tukas Salsa melotot.


Tampa ucapan Permana mengajak anak buahnya meninggalkan Salsa yang masih dirundung kebingungan. Ia duduk lemas dikursi.


"Benar Sa, kau punya pacar, siapa?" Tanya Dita ingin tau.


"Entahlah aku tidak sengaja bertemu denganya, dan mengakui dia sebagai pacarku dihadapan anak buah sial*n itu," tukas Salsa.


"Apa! Jadi kau berbohong? Sudah kuduga kau 'kan tidak pernah punya pacar selama ini karena kesombongan dan ketomboian mu itu. Pantas Om Permana kurang percaya dan membuatku terkejut mendengarnya. Coba rubah lah penampilanmu," tukas Dita melotot sembari memberi saran.


"Hais, kau ini. Pakaian feminim seperti mu bukan gayaku," dengus Salsa membalas melotot.


"Ya sudah, nikmati saja lajang mu itu, sudah syukur Leo mau dijodohkan sama kamu," ketus Dita.


"Lalu kau mau cari pria itu dimana?" Tanya Dita kemudian sembari berusaha kembali tenang.


"Itulah yang sedang kufikir kan, nama nya saja aku tidak tau apalagi rumahnya," keluh Salsa.

__ADS_1


Ia pun mengingat taman tempat Ia pernah bertemu dengan Bayu. Lalu Ia pun beranjak dari duduknya dan mengendong tas mininya.


"Mau kemana?" Tanya Dita.


"Mencari pemuda itu sampai ketemu," jawab Salsa lalu meninggalkan Dita yang masih menatapnya heran.


"Ih, dia fikir kota ini kecil untuk mencari orang tampa nama apalagi alamat, dasar Salsa," gerutu Dita.


***


Hari mulai merangkak siang, Bayu masuk kesebuah mini market membeli minuman siap saji dan beberapa bungkus roti. Ia tak punya pilihan lain selain terus membeli dan membeli. Kini Ia hanya tinggal di sebuah kontrakkan kecil.


Uang cast yang Ia simpan dari sisa pemberian Adiyaksa sudah semakin habis untuk keperluan membeli kebutuhan nya setiap hari dan membayar kontrakannya. Apalagi alat komunikasi, semuanya Ia kembalikan pada Adiyaksa.


Bayu lalu berjalan kesebuah taman yang sering Ia datangi untuk menenangkan pikiran dan duduk menyandar di kursi . Sambil menyeruput minuman bersoda itu dan memakan roti Secara bergantian.


Ia hanya memandangi orang-orang yang melewati nya dan sesekali melihat anak-anak berkejaran.


Ia pun menyungging senyum merasakan kegetiran dihatinya.


Tampak dari sisi taman yang lain, Salsa terus mencoba mencari Bayu. Sesekali Ia menyentuh pundak orang dan mengira itulah Bayu tapi lagi-lagi Ia hanya menelan rasa malu akibat kesalahannya.


"Maaf, maaf, saya salah orang," ujarnya.


Orang-orang hanya menatap dengan tatapan aneh kearahnya.


"Aduh, kemana pemuda itu? Apa dia tidak kesini ya? Habislah aku nanti," gumamnya sambil berkaca pinggang dan sesekali menggigit jarinya sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


Namun, Ia langsung sumringah saat melihat


pemuda yang tengah duduk melahap roti di sebuah kursi.


"Hai, sendirian aja ni?" Tanya Salsa sok kenal.


"Ngapain kesini, kamu ngikutin aku ya?" Tanya Bayu balik dengan nada dingin tanpa menoleh kearah Salsa dan mengigit rotinya lagi.


"Ih, dasar cowok! dingin banget sikapnya. Kalau bukan karena butuh gak sudi aku bertemu lagi," batin Salsa kesal.


"Hehehe," balasnya nyengir.


"Kamu udah punya istri?" Tanyanya lagi


"Kenapa mau tau?" Tanya Bayu balik.


"Gak papa, aku butuh bantuan mu," tukas Salsa.


"Hm?"


"Kau ingat, saat aku mengaku kalau kau pacarku didepan anak buah Papa,"


" Lalu?" Tanya Bayu masih tetap bernada datar Tampa penasaran sedikit pun.


"Maukah kau pura-pura jadi pacarku?"tanya Salsa.


"Apa!" Tukas Bayu menatap Salsa mendelik.


"Sudah kuduga kau pasti berniat buruk padaku," sentak Bayu langsung beranjak dari duduknya dan hendak melangkah pergi.


Salsa pun ikut berdiri dan berusaha mencegahnya.

__ADS_1


"Aku mohon, aku tidak mau dijodohkan oleh orang tuaku. Dan aku akan terbebas jika mengenalkan pacarku dengan mereka kerena selama ini aku belum pernah berpacaran. Aku akan membayar berapa pun uang yang kamu minta," teriak Salsa.


Bayu pun langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Salsa. Lalu berdecak.


"Berapa kau sanggup membayarku?" Tanya Bayu.


"Berapapun yang kau mau dalam satu kali jalan," tukas Salsa.


Bayu pun kembali berdiri dihadapan Salsa dengan tatapan serius.


"Lima juta," tukasnya.


"Ha, lima juta?" Jengah Salsa terkejut.


"Kenapa? Keberatan? Kalau begitu lupakan," tukas Bayu sembari memutar tubuh.


"Oke, aku sanggup," jawab Salsa akhirnya. Ia tak punya pilihan lain selain menyanggupi permintaan Bayu sebanyak uang jajan yang diberikan papanya kepada dia. Dari pada dia menikah dengan Leo begitulah fikirnya.


"Baiklah, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Bayu.


"Ikut aku menemui Papa," jawab Salsa.


***


Mereka pun naik ke taksi, Salsaa menatap penampilan Bayu yang terlihat sedikit lusuh.


"Kita ke butik Pak," tukas Salsa pada sopir taksi.


"Baik non."


"Ngapain kebutik, bukankah kita akan kerumah mu?" Tanya Bayu heran.


"Sudah diam saja," tukas Salsa.


Mereka pun berhenti disebuah butik ternama dikota itu.


"Mbak aku mau cari baju untuknya," tukas Salsa.


"Oh , mari Mbak, Mas disini banyak pakaian bagus-bagus silahkan pilih."


Salsa pun memilih satu stell baju dan sepatu untuk


Bayu.


"Ayo pakai ini, kamu pasti cocok!" Pinta Salsa sambil menyerahkan baju kemeja dan celana dasar pilihanya.


Dengan malas Bayu pun memakai baju dan celananya.


Salsa terpaku saat melihat Bayu yang tampak gagah dan keren dengan baju dan sepatunya.


"Woy," teriak Bayu menyadarkan tatapan Salsa.


"Oh iya, berapa Mbak semuanya?" Tanya Salsa kemudiaan.


"Tujuh ratus lima puluh ribu."


Salsa pun mengambil uang di dompet mini mouse nya.


"Ha, sisa tiga puluh ribu," batin Salsa. Lalu cengengesan menutupi rasa malu dan langsung menutup dompet yang dilirik oleh Bayu.

__ADS_1


Setelah membayar mereka pun melanjutkan perjalanan kerumah Salsa.


__ADS_2