
Kini Vania dan Arga tinggal dirumah Romy untuk beberapa hari. Arga tak mau melakukan kesalahan lagi untuk kesekian kalinya. Sudah dua kali Vania diculik selama jadi istrinya.
Arga sangat mencintai Vania dan bayi nya tentu rasa takut akan terus mendera perasaanya.
"Ma, Arga pergi dulu ya, titip Vania!" pesan Arga.
"Iya nak, hati -hati dijalan," pesan Sandra balik.
Sedangkan Romy sudah pergi dari subuh tadi untuk mencari keberadaan putranya yang hilang.
Vania belum mengetahui bahwa dirinya sebenarnya memiliki saudara laki-laki.
Vania hanya mengetahui kalau dia putri semata wayang dari keluarga Romy Atmaja.
Setelah Arga pergi Sandra merasa pusing dikepalanya.
"Van, mama pusing. Mama kekamar dulu ya sayang," pesan Sandra.
Melihat mamanya yang sempoyongan Vania pun menuntunnya kekamar.
"Ayo Ma, Vania bantu kekamar," tawar Vania dan diangguki oleh Sandra.
Sampai dikamar Sandra langsung berbaring.Vania segera menyelimutinya."ma,obat parasetamol amama mana?" tanya Vania.
"Itu ada di laci cari aja sekitar situ," tunjuk Sandra sambil memejamkan mata.
Vania membuka setiap laci disana. Tapi ia tak menemukanya dan bola matanya justru tertuju pada sebuah benda kecil foto seorang bayi laki-laki dilaci itu.
"Ma, ini foto bayi siapa? kok Kayaknya bukan Vania ya?" tanya Vania sambil menunjukkan foto itu.
Perasaan penasaran itu mengelayut di hatinya.
Sandra pmengambil foto itu dan merengkuhnya. Seketika air matanya berderai menahan sesak.
"Ma, kenapa menangis?" tanya Vania lalu duduk ditepi ranjang dan mengusap air mata ibunya.
Iaa bingung apa yang membuat ibundanya menangis.
__ADS_1
"Ma, ada apa? siapa yang ada difoto itu hingga Mama menangis begini?"ntanya Vania semakin penasaran.
Sandra memegang tangan Vania.
"Nak, kamu perlu tau hal yang belum pernah mama ceritakan dua puluh lima tahun silam," tutur Sandra sambil menyeka air matanya yang luruh.
"Dua puluh lima tahun silam? ada masalah apa Ma?" tanya nya masih belum mengerti.
"Kamu punya saudara nak," tukas Sandra. Namun tangisnya semakin pecah setelah mengucapkan itu.
"Apa Ma? saudara? dimana dia Ma?bkenapa Mama gak pernah cerita sama Vania?" pertanyaan beruntun terucap dari mulut Vania.
Romy dan dua orang bodyguard nya telah mengintai sebuah rumah milik Adiyaksa. mereka memperhatikan siapa saja yang lalu lalang keluar dari rumah itu. Tampak dua orang pemuda bersama Adiyaksa keluar dari rumah.
"Pa, Gilang pergi dulu ya," pamit Gilang. Ia hendak pergi fitnes.
"Iya hati-hati dijalan nak, Papa gak mau ada yang menculikmu nanti," tukas Adi meninggikan suaranya agar terdengar oleh Romy.
Ia sudah mengantisipasi kedatangan Romy sejak awal, kalau Romy pasti mengintai keberadaan putranya.
"Pa, Bayu pergi dulu ya. Doain misi kita berhasil," lirih Bayu perlahan. Adi menepuk-nepuk pundak Bayu.
Dimobil....
"Bos, itu putra Adiyaksa ada dua mana yang harus kita ikutin!" tanya salah satu bodyguarnya.
"Itu yang kaos merah aja," unjuknya pada Gilang.
"Oke Bos."
Mobil mereka psegera menyusul Gilang yang berlalu dengan motornya.
Melihat itu Adiyaksa tersenyum puas.
(Ikuti terus Gilang, Rom. Sampai putramu melakukan kesalahan besar yang akan membuatmu menangis darah) batinnya.
Hatinya sudah dipenuhi kebencian terhadap Romy.
__ADS_1
"Pa, siapa mobil itu? kok Papa ngeliatnya gitu banget?" tanya Bayu mengangkat alisnya.
"Tidak apa-apa Bay, tolong ya lakukan ini untuk Papa," seringainya tanpa memelas padahal palsu.
"Iya Pa, aku akan hancurkan hotel keluarga Bram yang sudah membuat Papa hampir bangkrut," timbal Bayu.
"Lalu gadis itu bagaimana?" tanya Adiyaksa yang sudah mendengar cerita bahwa ia menyukai istri orang lain yaitu Arga.
"Oh, aku akan berjuang semampuku Pa. Untuk pisahkan mereka. Dengan begitu Arga akan down dan mudah aku merusaknya," bengis Bayu.
"Bagus, lakukan itu dan jangan menyerah. Papa mendukungmu nak!" tegas Adi menepuk bahu kanan Bayu.
Sandra menceritakan semua tentang saudaranya yang ia beri nama Ardan Permana.
Ardan hilang diculik saat baru dilahirkan seminggu setelahnya. Yang menculik nya adalah Adiyaksa. Adiyaksa saudara angkat Romy.
Adiyaksa dendam atas pembagian harta warisan yang diberikan almarhum orang tua Romy kapadanya. Adiyaksa tak terima dengan hasil pembagian yang tidak ada setengah dari seperempat bagian Romy.
Padahal ia mengabdikan hidupnya lebih dari lima belas tahun pada orang tua Romy. Apapun perintah orang tuA Romy ia turuti agar dapat warisan yang sesuai untuknya. Tapi apa yang didapatnya tak sesuai keinginanya.
Ia akhirnya sakit hati dan setelah orang tua Romy meninggal dalam kecelakaan mobil bertepatan dengan seminggu lahirnya Ardan.
Ia jadikan itu kesempatan untuk menculik Ardan saat Romy sibuk mengurus orangtuanya yang meninggal paska kecelakaan.
Adiyaksa membawa kabar Ardan keluar negri dengan uang yang didapatnya. Keluarga Romy tak bisa menemukan Adiyaksa karna Adiyaksa menggunakan samaran.
Seketika air mata Sandra kembali pecah setelah mengetahui kejadian itu,Vania ikut berderai air mata.tak disangka ternyata ia mempunyai saudara laki-laki yang hilang dua puluh lima tahun lalu.
"Ma, tenang Ma aku akan meminta Kak Arga untuk ikut mencarinya, Ma," tutur Vania menenangkan.
"Iya sayang, Mama sangat merindukan Kakakku. Mama berusaha menutupi kepiluan Mama didepan mu selama ini," pungkasnya.
.
.
.
__ADS_1
Ayo dong para reader tokoh mana yang kalian ingin author perbaiki. kasih komentarnya dong.biar semangat nulisnya.,.....