Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_72 Belanja Dan Perawatan


__ADS_3

"Maaf sayang, aku tidak bermaksud seperti itu, aku cuma kecewa karena terlahir dari kesalahan mereka, "Tukas Arga membenahi ucapannya.


"Apa kamu masih mau menjadi istri dari anak tukang selingkuh dan pen zina?" Tanya Arga kemudian.


Vania tersenyum mendengar penuturan Arga.


Lalu memegang kedua pipi Arga.


"Lihat aku Kak, liat mata aku! Apa ada raut perubahan yang terbit disana? aku mencintai Kakak apa adanya," jawab Vania meyakinkan.


"Kamu tidak bohong?"


Vania menggeleng.


"Kalau begitu kemasi barang yang kamu butuhkan! Kita akan pulang kerumah kota sendiri,' ajak Arga.


"Kakak yakin? Apa Kakak tidak meminta pendapat Kakek, Papa dan Mama dulu?"


"Tidak, aku masih kesal." Raut wajahnya memang masih tampak sangat kecewa.


"Baiklah kalau gitu,"


***


Salsa masuk kesebuah Mall terbesar di Jakarta, tampaknya Ia akan memborong banyak barang di Mall itu. Salsa segera memilih beberapa pakaian yang feminim dengan harga fantastis.


Saat asyik memilih pakaian dengan jumlah yang banyak, Ia melihat para gadis-gadis yang lewat memakai tas slempang.


"Nah, itu dia yang harus aku cari," gumamnya tersenyum senang.


Salsa segera membayar semua bajunya di kasir, Ia tidak menjajal dan berpikir apakah baju-baju itu akan cocok untuknya apa tidak. Tapi yang Ia pikirkan adalah mendapatkan baju feminim yang bagus dan bermerek.


Salsa bergegas ke toko tas, Ia memilih beberapa Tas mini yang cantik dan membayarnya. Saat selesai membayar Ia berbalik hingga menginjak kaki seorang gadis dibelakangnya.


"Aw." Gadis itu tampak meringis kesakitan memegangi kakinya. "Hati-hati dong Mbak," gerutunya.


"Aduh, aduh, maaf Mbak gak sengaja," tukas Salsa. Ia segera berlutut mengusap kaki sigadis.


Namun lagi-lagi Ia terpana dengan H-hil yang dipakai si gadis timbul lagi idenya untuk membeli H-hill juga.


"Maaf ya Mbak, saya gak sengaja," tukas Salsa lagi.


"Iya iya gak papa," jawab gadis itu.


Salsa pun segera mencari toko khusus sepatu, H-hill dan berbagai macam pernak pernik.


Salsa tercengang melihat jejeran H-hill yang bagus-bagus itu. Iayang sudah keberatan membawa barang belanjaan nya segera meletakkan barangnya dan memilih beberapa H-hill yang pas dikakinya dengan berbagai motif dan warna hingga lima pasang.


Setelah selesai membayar, Salsa langsung membawa semua barang nya keluar Mall, dan segera memasukkan kemobil sedan merah miliknya.


Belum selesai dari situ, Salsa mendengar obrolan para gadis setwlah menutup bagasi mobilnya.

__ADS_1


"Wah kamu cantik banget Yan, setelah perawatan di salon, salon mana tempatnya memotong rambut juga!" Tanya salah seorang.


"Di salon ternama Wi, tempat yang sudah disediakan dengan lengkap mulai dari pijit lulur, perawatan kulit, potong rambut, creambath dan sebagainya lah," jelas Yani.


"Apa nama salonnya?"


"Beautiful girls."


"Wah, aku mau kesana ah besok."


"Ke sana aja, pasti dijamin puas."


"Siip, ayo cari makan!"


"Oke."


Kedua gadis itu pun berlalu dari hadapan Salsa setelah asyik mengobrol.


"Sepertinya aku juga harus kesalon deh," guman nya lagi. " Rambut ku juga perlu diperbaiki dan diubah warnanya, sudah lima tahun aku tidak peduli dengan penampilan ku," oceh nya lagi.


Ia tidak ingat, jika sebenarnya dirumah mewahnya sudah tersedia dengan lengkap segala kebutuhannya. Itu karena Salsa tidak pernah menggunakan fasilitas yang diberikan orang tuanya padanya.


Salsa pun melajukan mobil sedan nya mencari salon yang dibicarakan kedua gadis itu.


Dan setelah mencari tahu alamat salon itudi Google Ia pun tiba disana.


Salsa masuk ke salon besar itu lalu celingukan melihat sekeliling, tampak terlihat pengunjung sangat ramai.


"Apa ada yang bisa saya bantu Mbak?" Tanya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, pastinya kerena sering perawatan menghampiri kedatangan Salsa. Seperti nya wanita itu adalah pemilik salon Beautiful girls.


"Iya aku ingin semua treatment di salon ini," jawab Salsa.


"Baiklah ayo masuk!" Ajak wanita itu.


Ia membawa Salsa kesebuah ruangan.


"Ayo Mbak, pakai kain ini."


"Untuk apa?" Tanya Salsa tak mengerti.


"Pertama-tama kami akan melakukan pijatan relaksasi ketubuh Mbak, dan selanjutnya kita melakukan treatment yang lain," jelas wanita itu.


Walaupun sedikit bingung, Salsa menurut salsa.


Ia melepas pakaiannya dan hanya memakai sarung.


Salsa langsung mendapat penangan tampa menunggu giliran. Karena karyawan semua sibuk maka yang menangani Salsa adalah pemiliknya langsung.


Salsa sampai ketiduran saat dipijat selama tiga puluh menit tampa sadar semua kukunya dipotong bersih dan dicat.


Setelah Ia terbangun, Salsa kembali memakai pakaiannya lalu berlanjut merapikan rambutnya dengan model yang baru dan diberi warna hitam.

__ADS_1


Setelah kering, lanjut dicuci dan di creambath.


"Mbak mau di dandani sekalian?" Tanya pemilik salon setelah melakukan serangkaian perawatan.


"Oh iya" jawab Salsa antusias.


"Apa Mbak membawa pakaian pengganti?"


"Ada di mobil."


"Kalau begitu bawa kesini, agar Mbak pulang dengan kecantikan yang sempurna saat bertemu pacar," goda pemilik salon.


Salsa terkekeh.


"Saya sudah menikah Mbak, dua hari yang lalu," jawab Salsa.


" Wah, bagus dong, berarti masih segar-segarnya berkumpul sama suami," goda pemilik salon itu lagi.


Salsa mengulum senyum mendengar ucapan pemilik salon.


***


Pemilik salon segera memilihkan beberapa gaun yang Salsa beli barusan dan beberapa diantaranya banyak yang kebesaran dan juga banyak warna yang kurang cocok untuk Salsa.


"Mbak, ini semua baju Mbak?" Tanya pemilik salon yang mencari gaun yang cocok namun tidak ada yang cocok.


"Iya Mbak," jawab Salsa.


"Iya, apa gak dijajal dulu tadi kok gak ada yang pas?"


"Enggak," jawab Salsa polos.


Pemilik salon itu pun memberi penawaran saat melihat baju Salsa adalah barang branded semua.


"Mbak, aku juga ada toko gaun dilantai atas yang bagus-bagus sengaja aku sediain untuk para pelanggan yang ingin dandan cantik dari sini, bagaimana kalau baju-baju ini ditukar saja dengan jumlah biaya yang Mbak beli di Mall tadi dari butik saya dari pada tidak terpakai nanti 'kan sayang. Toh pelanggan saya banyak kok yang tubuhnya besar-basar," saran pemilik salon itu menawarkan.


"Oh iya, itu lebih baik," jawab Salsa.


Pemilik salon itu segera memilihkan gaun-gaun yang cantik-cantik dan pas ditubuh Sala yang ideal sebanyak jumlah harga baju yang Salsa beli di Mall tadi sekitar dua puluh juta.


"Mbak, siapa namanya?" Tanya pemilik salon itu. Ia penasaran karena barang-barang yang dibeli Salsa semuanya mahal dan mewah dari merek ternama.


Yang membuat pemilik salon itu heran, Salsa berpakaian tomboi dan terlihat tidak peduli dengan penampilan.


"Saya Salsabila Cantika Permadani Permana, Mbak. Putri dari Permana Baskoro," jawab Salsa dengan percaya diri.


"Apa!" Pemilik salon tercengang.


"Berarti Mbak putri dari Zaskia Permana wanita sosialita pelanggan tetap kami?" Tukas Pemilik hotel kagum. Ternyata, Ia tak menyesal melayani langsung putri pengusaha tersohor itu dan menukarkan barang-barang mewah nya pada Salsa.


"Terima kasih, Mbak sudah mengenal saya" ucap Salsa.

__ADS_1


Pemilik salon itu segera memilihkan gaun terbaik untuk dipakai Salsa dan memakaikan H-hill yang senada dengan bajunya dan me make over wajah Salsa secantik mungkin.


__ADS_2