Cinta Arga Untuk Vania

Cinta Arga Untuk Vania
Part_80 Arga mengerti


__ADS_3

"Ya Allah, cobaan apa lagi ini?" Keluh Arga yang tampak gusar.


Vino yang sedang mengintip setelah rekan kerja Arga pergi pun tersenyum puas.


"Inilah pembalasanku Arga, Sudah Cukup aku menjadi budak mu selama ini," batin Vino.


Vino segera bergegas meninggalkan Arga dan Ilman. "Siapa yang sudah tega menukar Isi playdist itu, Man?" Tukas Arga bingung.


Sesaat Ilman pun teringat, saat Vino masuk mengambil sesuatu di laci Arga.


"Apa jangan-jangan Pak Vino, Bang," tukas Ilman menerka-nerka.


"Ha?" Arga ternganga dan langsung tertawa.


"Gak mungkin lah Man, Vino itu membantu Hotel ini dari Nol, mana mungkin dia merusak Hotel yang kami bangun bersama-sama," jengah Arga.


"IYa juga sih Bos, tapi gerak geriknya tadi mencurigakan lo, Bang," ucapnya lagi.


"Gak mungkinlah, mungkin orang lain," tukas Arga tak percaya. "Ayo keluar dan cari tahu siapa dalangnya!" Ajak Arga merangkul Ilman, Ilman pun langsung menurut.


Arga dan Ilman mencari Vino, tapi mereka tidak menemukan Vino dimana pun.


"Kemana perginya Vino?" Tanya Arga berpikir.


"Tadi dia masuk kok, Bos," jawab Ilman yakin.


"Ya udahlah, ayo keruangan CCTV!" Ajak Arga. Mereka pun menuju keruang CCTV tersembunyi, dan hanya Arga, Ilman,Vino dan satu orang lainya yang tahu tempat rahasia itu.


Arga dan Ilman terkejut saat melihat Vino sudah duduk didepan layar dan menghapus beberapa File. Arga dan Vino mengendap kebelakang Vino dan menyaksikan ulah Vino yang tidak diduga Arga sama sekali.

__ADS_1


"Vino, apa yang kamu lakukan?" Sentak Arga masih tak percaya.


Vino replek berdiri kerena terkejut.


"Aku gak nyangka, Vin," tutur Arga dengan raut wajah kecewa.


Vino terkekeh, Ia sudah terlanjur ketahuan.


"Ku pikir aku bisa bermain lebih lama, akhirnya ketauan juga." Senyum sinis terbit diwajah Vino.


"Kenapa kamu tega merusak Hotel yang sudah kita rintis dari nol, Vin?" Tanya Arga.


"Aku sudah capek kau perintah terus Arga, kau jadikan aku bawahan mu dan kau Bos nya, yang bisa memerintah aku sesuka hati," desis Vino.


"Tapi apa yang membuat mu berubah, Vin?" Tanya Arga yang masih belum yakin.


"Dendam," singkat Vino.


"Tidak, bukan kamu, tapi Ayah kita," timpal Vino. Akhirnya Ia mulai membongkar rahasia besar itu.


"Apa, Ayah?" Ucap Arga kaget.


"Iya, Papa Dana," sinis Vino.


"Astaga! Jadi Kau adalah anak Papa yang lain?"


"Iya."


"Lalu kenapa kau baik selama ini?"

__ADS_1


"Baik! itu terpaksa, aku mau membantu melambungkan namamu lalu menghempaskannya dengan kuat agar kau tahu rasanya sakit saat terjatuh," tandas Vino.


Arga mengusap wajahnya.


"Ya Tuhan, jadi anak Papa disekitar ku selama ini?'


"Heh," sinis Vino.


"Aku tidak rela kau bahagia Arga."


Arga mengangguk mengerti.


"Jadi kau adalah penyebab masalah yang terjadi selama ini?" Ulas Arga.


"Hahaha.... Iya benar, aku yang membuat Bayu jadi sasaran atas playdist itu, dan orang-orang yang berselingkuh di hotel itu adakah suruhan ku. O ya yang neror kantor Papa juga aku," jelas Vino percaya diri.


"Jadi kamu Alan?"


"Alan, ya nama itu, nama yang tidak aku suka, nasibmu sangat malang Alan," tukas Vino mengasihi dirinya sendiri.


"Aku gak akan nyalahin kamu Vin, kamu berhak untuk melakukannya," tukas Arga lirih.


"Tentu, aku sudah lama menderita," timpal Vino.


"Keterlaluan kau Vin, jadi kau berusaha menusuk Bang Arga dari dalam," gertak Ilman tak terima dan hendak melayangkan pukulan pada Vino tapi Arga menghalanginya dengan tangan.


"Biar kan dia Ilman, aku gak akan mencegah apa pun maunya!" Pinta Arga.


"Tapi Bang_."

__ADS_1


"Tidak, ayo keluar!" Ajak Arga.


Mereka pun meninggalkan Vino yang tersenyum sinis.


__ADS_2