
Cintya masih berada didalam kamar. Dia masih saja menerutuki kebodohannya karna sudah menuduh Daniel melakukan sesuatu yang tidak tidak kepadanya. Disaat Cintya masih berada didalam lamunannya, tiba tiba saja perut Cintya terasa sakit, dan seperti ada demo disana. Penghuni didalam perut Cintya sedang protes karna sudah tidak diperhatikan oleh pemiliknya.
Cintya mengelus elus perutnya yang tiada henti mengeluarkan suara aneh, sambil menatap kearah jam dinding yang berdenting. Jarum jam sudah menunjukkan ke arah jam 2 siang.
"Pantes aja perut aku sakit, udah jam segini rupanya! " pandangannya sekarang sudah beralih ke meja. Cintya menatap makanan yang dibawa oleh bi Mina tadi. "Sepertinya enak..! " ucapnya. Dan tanpa berpikir panjang, Cintya langsung menyantap hidangan yang ternyata memang sangat lezat itu.
Gak bisa dipungkiri, tangan bi Mina memang sangat ahli dalam bidang masak memasak. Buktinya semua makanan yang dihidangkan untuk Cintya sudah habis ludes tak bersisa.
Setelah selesai makan, Cintya segera keluar dari kamar dengan membawa piring bekas makannya. Cintya mengedarkan pandangannya keseluruh rumah, mencari dimana letak dapurnya.
" Ya ammpunn,, rumahnya gedek amat.." Cintya takjub melihat rumah Daniel yang ternyata sangat besar. Cintya berjalan pelan sambil terus memandang apa saja yang tertangkap oleh matanya. Dan Cintya menghentikan langkahnya saat menemukan jejeran foto foto yang bersangkutan di dinding. Dari begitu banyak foto yang bergantungan di dinding, mata Cintya terpaku pada sebuah foto anak kecil yang sangat tampan dengan kompeng dimulutnya. Tanpa sadar bibir Cintya tersenyum.
" Ya ampun.. lucunya.." ucapnya pelan sambil mengusap bingkai foto. " Seingatku, aku juga punya foto kekgini. Tapi dimana sekarang yah ?" Cintya teringat akan foto kecilnya dulu.
"Itu foto kecinya den Daniel non. " ucap bi Mina tiba tiba. Dan cintya dengan reflek membalikkan badannya melihat kearah bi Mina.
"Ehh, ibuk dari kapan ada disini?" tanya Cintya
" Baru aja kok non." balasnya sambil tersenyum " panggilnya bibi aja non, biar lebih enak." ucapnya lagi sambil mengambil nampan yang ada ditangan Cintya,dan melangkah pergi ke dapur " Biar bibi aja yang bawa."
Cintya mengikuti langkah bi Mina menuju ke arah dapur.
"Bibi udah lama kerja disini? " tanyanya sambil menarik kursi untuk didudukinya. Mereka berada didapur
" Uda 30 taun non " Jawabnya singkat sambil menyuci piring bekas makan Cintya.
" Waaww... udah lama banget ya bik..!" sautnya sambil melipat tangannya dimeja makan. " Oya, kenapa rumahnya sepi banget bik. Orang tuanya bang Daniel lagi dimana?"
"Den Daniel tinggal sendiri disini Non. Kalau orang tuanya,tinggal di Bandung" jawabnya sambil mengelap piring yang baru saja dicucinya. Setelah selesai dengan tugasnya, ia pun menghampiri Cintya dan duduk berhadapan dengan Cintya.
" Apa non mau dibuatkan sesuatu?, kopi mungkin.." tanya bi Mina
"Teh aja bi " ujarnya sambil tersenyum
~~
Di tempat lain
Miting yang diadakan untuk memperkenalkan menu terbaru di cafe milik Daniel itu, sedikit dipercepat setelah Daniel menerima telfon dari seseorang
"Lo mau kemana Dan?" Tanya Reza saat melihat Daniel ingin bergegas pergi
"Gue ada perlu diluar. Lo gak usa nunggui gue. kayaknya gue gak bakal balik lagi nanti." ujarnya
"Siapa yang nelfon lo pas miting tadi?" Reza masih saja kepo " kayaknya penting ya, sampek lo gak konsen gitu pas miting. Ada apa?"
__ADS_1
"Gak ada apa apa, bukan hal penting." ucapnya sambil mengecek ponselnya yang berbunyi " Oiya, pemasok sayur yang kemaren, katanya mau datang hari ini. Tolong lo tangani yah.. hehe.." ujarnya lalu melangkah pergi
" Huuuu, dasar lo.." Reza mengumpat pelan
Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam waktu 30 menit, ia sudah sampai dirumahnya
Setelah masuk ia langsung menuju kekamar. Namun saat pintu dibuka, ia tidak menemukan Cintya disana. Daniel pun keluar lagi dari kamar dan mencari keberadaan Cintya.
*Dia kemana
Apa mungkin udah pulang
Tapi bukannya kunci kamarnya masi samaku*.
Daniel pun berjalan menuju ke halaman belakang. Berharap Cintya berada ada disana. Dan perkiraan Daniel benar, Daniel menemukan Cintya sedang duduk dipinggir kolam sambil bermain air dengan tangannya.
"Ngapain disitu, bi Mina mana?" tanya Daniel yang masih berada di depan pintu teras belakang
Posisi Cintya yang duduk membelakangi pintu, membuatnya tidak mengetahui kedatangan Daniel.
Cintya reflek membalikkan badannya setelah mendengar suara Daniel "Ya ampun, abang kapan datangnya. Bikin kaget aja" ucapnya, dan ia segera berdiri ingin menghampiri Daniel yang masi berada didepan pintu. Namun karna ia berdiri dengan tergesa, membuatnya oleng kekiri, daaannn... Byuuurrrr.... Cintya tercebur ke kolam renang.
Daniel yang melihat Cintya terjebur kedalam kolam, bukannya menolong, malah tertawa terbahak bahak sambil menghampiri kepinggir kolam.
"Jahat banget sih.. Gak punya perasaan tau gak .. Orang kejebur bukannya ditolongin, malah ketawak." Cintya berenang menuju pinggir kolam sambil merepeti Daniel
Setelah Cintya sampai di tepi kolam, Daniel menjulurkan tangannya ingin membantu Cintya naik.
Cintya yang masih kesal dengan Daniel, malah menarik tangan Daniel sehingga Daniel ikut terjebur kedalam air
"Hahahaha.... Sekarang kita sama sama basah " ejek Cintya sambil berusaha untuk naik. Namun Daniel tidak tinggal diam. Melihat Cintya yang ingin naik, Daniel dengan cepat menggapai pinggang Cintya lalu menariknya hingga mereka berdua tercebur kembali ke dasar kolam
~
Daniel mengeluarkan semua isi dompetnya dan di jejerkannya diatas meja. Cintya hanya melongo melihat begitu banyak kartu dan uang pecahan 100 juga 50 ribu yang dikeluarkan oleh Daniel dari dalam dompetnya. Dan jangan ditanya, ponsel Daniel pun ikut menjadi korban atas insiden tadi. Membuat Daniel sangat kesal kepada Cintya
"Maaf ya bang, semuanya jadi basah gitu." Cintya merasa bersalah " Lagian abang sih, orang kejebur malah diketawain, aku kan kesel " ucapnya sambil memeras bagian bawah roknya
Daniel tidak menjawab celotehan Cintya
"Terus aku pulang pake apa cobak, baju aku basah gini"
"Gak usah pake baju" Jawab Daniel ketus
"Yaela bang, ketus amat jadi orang. Punya perasaan gak sih..! Pinjemin baju kek " Cintya benar benar kesal
__ADS_1
"Mau lu pake baju gue ?"
"Cih, lagaknya ngomong pake lu gue "
Terdengar Daniel menghela nafas, lalu masuk kedalam rumah meninggalkan Cintya yang terpelongo
"Abang mau kemana? aku gimana ini.." teriak Cintya
" Situ aja, mau ngambil baju" jawab Daniel sambil terus berjalan
Cintya sudah kedinginan karna Daniel tak kunjung kembali membawakan baju untuknya. Sementara Daniel malah asik berendam didalam bathtub tanpa memperdulikan Cintya yang masih mengenakan pakaian basah
"Hadehh... kemana sih ni orang. Katanya mau minjemin baju. Tapi kok gak nongol nongol sih." Cintya ngedumel sendiri, karna sudah lama Daniel masuk namum tidak jua kembali
"Apa aku susul aja yah kedalam. Tapi kalau dia lagi gak pake baju gimana? Hiiii.... " Cintya merinding oleh khayalannya sendiri
"Tapi mau sampai kapan aku disini. Susul aja deh. " Cintya memberanikan diri menghampiri Daniel kedalam kamarnya
Cintya sudah berada didepan pintu kamar.
tok... tok...tok.. Cintya mengetuk pintu
" Bang, ini aku Cintya. Aku udah kedinginan nih,mana bajunya." teriak Cintya dari balik pintu. Namun tak ada jawaban dari dalam
Karna tak ada jawaban, Cintya meraih gagang pintu dan memutarnya
Ceklek.. Pintu terbuka sedikit. Dan Cintya memasukkan kepalanya mencari keberadaan Daniel. Namun Daniel tidak ada. Cintya pun memberanikan dirinya unutuk masuk
"Kemana sih ni orang. Gak kasian apa sama q." Semakin kesal saja Cintya karna tidak menemukan Daniel di kamarnya.
Apa dia dikamar mandi yah...
Cintya sudah hilang kesabaran. Cintyapun berniat mengecek keberadaan Daniel dikamar mandi
Ceklek... Cintya mencoba membuka pintu, namum terkunci
Hmmmmm... benerkan dia ada didalam. Cintya yang sudah tersulut emosi membuatnya tidak perduli lagi kalau ia sedang berada dirumah Daniel
Ceklek.. ceklek.. tok.. tok.. tokk.. Cintya memutar gagang pintu sambil mengetok dengan keras
"Woiiii bang, ngapain sih didalam kamar mandi. luluran yah..." teriak Cintya sambil terus mengetok pintu
Sementara Daniel yang terkejut mendengar suara teriakan Cintya, dengan cepat keluar dari bathub lalu meraih handuk dan melilitkannya begitu saja dipinggangnya.
Ya ampun, berani banget dia teriak teriak dirumah q. Gumam Daniel sambil menuju ke arah pintu.
__ADS_1