
Cintya menguap dan meregangkan ototnya setelah hampir setengah jam dia duduk menunggu Melky yang sedang diintrogasi polisi
Polisi lah yang menemukan motor Melky dipinggir jalan.karna tidak menemukan pemiliknya, polisi pun membawa motor Melky ke kantor polisi.
Karna Melky hanya membawa sim tanpa ada surat2 lainnya, polisipun memutuskan untuk menahan motor Melky sampai Melky bisa menunjukkan surat2 lengkap kendaran.polisi tidak bisa begitu saja percaya dengan Melky yang mengaku bahwa itu adalah motornya, apa lagi tidak ada yang bisa dia tunjukkan untuk membuktikan bahwa motor itu adalah miliknya.dan dia hanya bisa pasrah karna tidak bisa membawa pulang motor kesayangannya.tapi dia masih bersyukur karna motornya tidak hilang
Jarum jam sudah menunjukkan hampir tengah malam saat mereka keluar dari kantor polisi
"hoaaammmm ....kita pulang naik apa ini? " Cintya bertanya sambil menguap.mereka sudah dipinggir jalan
"Pesen ojol aja lah ya " ucapnya sembari membuka ponselnya " yaelah, HP aku mati ini." Melky mencoba menghidupkan ponselnya kembali.namun nihil,ponselnya beneran lowbet
Sementara Cintya yang memang tidak membawa tas bererta ponselnya hanya bisa menghela nafas nelangsa
"hufh,, sial banget sih aku hari ini " lirihnya sambil menghentak hentakkan kakinya
"Yaelah, emang cuma kau doang yang sial. aku juga tau.! mana aku gak bisa bawa motorku pulang lagi.harus ngomong apa aku sama mamak ku !" balas Melky ketus " kalo mamak ku tau ni yah,motor ku ditahan polisi, bisa kelar hidup ku. " Melky bergidik ngeri
"Terus kita gimanaa ?" rengek Cintya seperti mau menangis dengan menarik narik ujung jaket milik Melky
"Yaudah kita mintak tolong sama pak polisi ajalah ya." ucapnya memberi saran " mintak dipesenin ojol, atau kita mintak antar pulang aja sekalian." usulnya lagi
"Ogah ah.. nanti kita diantar pake mobil polisi lagi. udah kayak penjahat aja "Cintya menolak
Disaat mereka masih berdebat akan pulang naik apa,tiba tiba sebuah mobil datang menghampiri mereka,membuat Melky dan Cintya berhenti dari perdebatan.dan saat jendela mobil terbuka,nampak lah sesosok pria yang dikenal oleh Cintya
"mas Daniel .!"
"Hay.. lagi apa dipinggir jalan tengah malam gini ?" tanyanya dari dalam mobil
"kau kenal Cin, sama orang itu? " Melky berbicara pelan kepada Cintya sambil menatap Daniel
"Iya.. aku kenal. tadi aq ke cafe karna jumpain dia "jawab Cintya dengan pelan juga
"Kita mintak anterin pulang sama dia aja " usul Melky
sambil melihat kearah Cintya
"Tapi ..!" ucapan Cintya terhenti saat jari telunjuk Melky mendarat dibibir Cintya
"Bang, kita numpang yah ." teriak Melky kepada Daniel dengan langsung membuka pintu penumpang dan masuk begitu saja.
__ADS_1
Daniel dan Cintya melongo melihat kelakuan Melky
dasar si melky gak tau malu
Setelah berada didalam mobil,Melky membuka kaca jendela "woiii,, kau gak mau pulang? " tegur Melky kepada Cintya yang masih setia berdiri menatapnya dengan tatapan mengancam.Dan Melky tidak perduli dengan tatapan Cintya.yang penting dia bisa pulang. begitu pikirnya
Cintya menatap Daniel sejenak. Cintya merasa malu memiliki teman seperti Melky
"Yaudah masuk,biar aku antar pulang " serunya sambil membukakan pintu depan untuk Cintya .dan Cintya tidak punya pilihan lain selain ikut masuk
"Mau diantar kemana ini ?" tanya Daniel sebelum menjalankan mobilnya
"Antar aku luan ya bang,mamak ku pasti udah nungguin aq dirumah. " pinta Melky dengan memberi taukan alamatnya kepada Daniel
dasar si melky
tak habis habisnya Cintya menggerutu kesal dengan sikap tak tahu malu Melky.
Dan Daniel hanya bisa tersenyum melihat Cintya komat kamit tak jelas "Gak papa..!" ucapnya kepada Cintya.Daniel tau kalau Cintya merasa tak enak hati dengannya
"Bener gak papa mas ? rumah dia jauh lo.." sautnya
"Yaelah Cin, Rumah ku gak jauh jauh amat.apalagi inikan dah malam, gak ada hambatan.jadi gak akan makan waktu lama untuk ngantarkan aku. " balas Melky ketus " lagian kan ini gak sepenuhnya salah aku ciiin.. " sambungnya lagi sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi penumpang
"Udah udah gapapa.."Daniel menengahi perdebatan Cintya dan Melky dengan mengantarkan Melky terlebih dahulu.
Disepanjang perjalan tidak ada yang membuka suara.hanya terdengar suara deru mesin mobil.
Sebenarnya Cintya sudah sangat mengantuk, namun dia menahannya karna merasa segan dengan Daniel.
dan saat Cintya menengok kebelakang, Cintya mendapati Melky sudah tertidur pulas
pantesan gak ada suaranya. rupanya udah molor. dasar
" kalian ngapain dipinggir jalan malam malam?" tanya Daniel pada Cintya
"huffhhh.. "terdengar Cintya menarik nafas
"kok malah menghela nafas gitu ?"
"kami habis dari kantor polisi " jawabnya sambil memandang Daniel
__ADS_1
"Ngapain dikantor polisi malam malam? " tanyanya curiga
Dan Cintya pun menceritakan semuanya kepada Daniel. dari awal Melky yang menemuinya dipinggir jalan,sampai dengan kenapa mereka bisa berakhir dikantor polisi.dan semua itu Cintya ceritakan dengan mimik yang sangat kesal
Daniel terkekeh melihat raut wajah Cintya yang memerah sangking kesalnya saat bercerita
"iiihhh... kok malah ketawak sih? kalian berdua itu sama aja "ucapnya merajuk
Dan itu benar benar terlihat sangat menggemaskan dimata Daniel.
Tidak berselang lama mobil Daniel pun berhenti tepat dialamat yang disebutkan Melky kepadanya.
Melihat Melky yang masi tertidur pulas membuat Cintya tidak tahan untuk tidak memukulnya
Cintya membalikkan badannya menghadap kebelakang
plak plak..Cintya memukuli kaki Melky "melky banguuuunnn... dasar, tukang tidur " teriakan serta pukulan Cintya membuat Melky nyaris melompat karna terkejut
"Haisss,,, " hanya kata itu yang terucap dari mulut Melky.dia pun mengucek ngucek matanya untuk memulihkan penglihatannya kemudian turun dengan sempoyongan. "makasih ya bang udah mau direpotin " ucapnya dengan suara khas orang baru bangun tidur kepada Daniel. dan Daniel hanya membalas dengan anggukan
" udah sana masuk, katanya uda ditunggui sama mamaknya ." seru Cintya kepada Melky yang masi bertahan didepan gerbang rumahnya
"Aihh Cin, kayaknya mamak ku beneran belum tidur ini ," ucapnya dengan suara pelan sambil mendekat kearah Cintya " aku harus alasan apa cobak ?"
" Urusan lo... " balas Cintya dengan wajah yang sangat bahagia
dasar temen gak punya akhlaq
" Jahat ..." Serunya dengan wajah kesal." udah sana loh pergi jauh jauh."
" Hahahaha..." Daniel dan Cintya sama sama terbahak melihat wajah Melky
"MELKYYYYYYYYYY....." Terdengar suara teriakan yang menggema dari depan pintu rumah melky
" Matilah aku.." lirihnya dengan menepok jidat
" da.. da... Melky.." ejek Cintya sambil tertawa
" Ayo mas, cepet jalan. nanti kita kenak semprot jugak ." Cintya pun takut kalau nanti mereka akan dimarahi juga oleh mamak si Melky.
Daniel pun menuruti perintah Cintya untuk segera pergi
__ADS_1
Disepanjang perjalanan 2 orang anak manusia itu dengan jahatnya masi menertawakan Melky. sudah tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka. bahkan Cintya pun sudah mengganti pangilannya kepada Daniel. dari panggilan mas, menjadi ABANG.
abang sayang kali akh 😆