
Kelakuan Melky benar-benar membuat Cintya semakin frustasi. Tidak hanya para tamu yang menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, tapi kedua mempelai juga.
Tampak expresi penyesalan di wajah Wahyu saat melihat Cintya dari kejuhan dapat terlihat jelas oleh Lea yang ternyata sedari tadi memperhatikannya. Sesekali Lea menyeringai, karena merasa sangat kesal. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Toh, dia sendiri lah yang sudah menantang Cintya untuk hadir di resepsi pernikahannya. Dan ia tidak mau mengacau diacaranya sendiri.
Sementara diatas panggung, Melky mulai melantunkan lagu.
lagu yang sepertinya ditujukan terkhusus untuk Cintya. Namun mampu menghipnotis seluruh tamu undangan dengan suara merdunya, dan tak terkecuali Cintya dan juga Wahyu.
*AFGAN... Jodoh Pasti Bertemu
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu
Isi dalam doaku
Ku tahu, tak mudah
Menjadi yang kau minta
Kupasrahkan hatiku
Takdir 'kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Kupasrahkan hatiku
Takdir 'kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
__ADS_1
Jodoh pasti bertemu
Ho-oh-oh
Jika aku (jika aku) bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Oh-uh-uh
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu*
Mendengar lirik lagu yang dibawakan oleh Melky, Cintya benar-benar merasa terenyuh. Ia merasakan arti yang sangat dalam dari setiap kata yang tersampaikan dari lagu ini. Di satu sisi, ia sadar kalau Wahyu tidak diciptakan untuknya. Namun disisi lain ada nama seseorang yang ia harapkan untuk menjadi jodohnya kelak. Daniel....
Cintya dan Para tamu undangan berdiri sambil memberikan tepuk tangan atas berakhirnya lagu yang dibawakan Melky.
Kehadiran Melky memang mampu membawa dampak positif bagi banyak orang. Dan Cintya adalah orang yang sangat beruntung memiliki teman sepertinya. Teman yang sangat perhatian, perduli, dan lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Teman yang bahkan rela menghabiskan uang tabungannya demi membelikan gaun untuk Cintya. Dan teman yang selamanya akan dianggap teman oleh orang yang dicintainya. Cintya..
"Apa kau terharu.." ucapnya
"Tentu... Suaramu ternyata sangat bagus." balas Cintya dengan tersenyum dan menunjukkan kedua jempolnya kepada Melky. Dan Melky semakin tersenyum bangga..
Tiba-tiba datang seseorang menyapa.
"Cintya.." panggil seseorang
Cintya menoleh kearah suara seseorang yang ternyata sudah ada di belakangnya. Awalnya ia sempat ragu untuk mengenali orang tersebut, karena sepertinya ia tidak tau orang ini siapa. Namun saat orang tersebut kembali bersuara, ia langsung mengenalinya
"Cintya, kau disini.." ulangnya lagi
" Kak Nova?" ... Cintya merasa sangat terkejut menemukan Nova dihadapannya. Persis dengan apa yang ada di mimpinya, ia menemukan Nova dengan penampilan yang sangat berbeda dari biasanya. Nova terlihat cantik dengan menggunakan gaun yang sama seperti dimimpinya, dan juga .... (Cintya menoleh kearah seseorang pria yang sempat hadir difikirannya barusan sedang berdiri tepat disamping Nova sambil memberikan senyum tipis kepadanya) berdampingan dengan orang yang sama. Daniel..
"Kalian..." Cintya bahkan tidak mampu menyelesaikan pertanyaannya kepada Daniel dan Nova. Ia hanya menggunakan gerakan mata dan telunjuknya. Seakan menanyakan kenapa mereka bisa bersama.
Nova seakan bisa membaca gerak tubuh Cintya. "Aaaa.. aq yang mengundangnya." jelasnya sambil tertawa. Dan dibalas anggukan oleh Cintya. "Tapi kau belum menjawabku... kau juga disini?" tanyanya penasaran
" Mm.. Ya, aku teman dari mempelai." jawab Cintya ringkas
"Sejak kapan kau berteman dengannya.. ? " Melky turut menimpali karena merasa tidak suka mendengar Cintya menyebut Wahyu sebagai temannya.
Cintya menepuk pundak Melky sambil mengancam dengan matanya. Lalu kembali menghadap kepada Nova dan Daniel. Ia hanya tidak ingin orang lain mengetahui statusnya disini sebagai seorang mantan kekasih yang tercampakkan. " oh iya, aku kemari bersamanya.." Cintya memperkenalkan Melky kepada Nova.
__ADS_1
Melky hanya memberikan senyumannya kepada Nova tanpa memperkenalkan dirinya.
"Kau tidak mau menyebutkan namamu?" Cintya merasa heran karna Melky tidak seperti biasanya. Biasanya setiap bertemu dengan orang baru, ia akan terlebih dahulu memperkenalkan diri. Terlebih lagi Nova terlihat sangat cantik hari ini.
" Biarkan bang Daniel yang memperkenalkanku." jawabnya sambil tersenyum simpul kearah Daniel.
Ntah apa maksud kelakuan Melky, Daniel hanya bisa membalasnya dengan tersenyum juga karena merasa bingung. Kenapa harus dia yang mempeekenalkannya. Fikirnya
"Apa maksudmu..?" Cintya pun ikut bingung. "Aah, biar saja kalau dia tidak mau memperkenalkan dirinya." lanjut Cintya masih dengan melemparkan tatapan maut kearah Melky
Nova hanya bisa tertawa melihat kerendoman dari seorang Melky "aku senang melihatmu disini Cintya." Nova merasa sedikit lega dapat bertemu Cintya. Setelah sedari tadi ia benar-benar merasa sesak karena hanya Daniel yang bisa ia ajak bicara. Ia tidak bisa menikmati pesta ini.
Cintya juga merasakan hal yang sama dengan Nova.
"Apa kabar bang Daniel.." Cintya beralih kepada Daniel yang sedari tadi hanya terdiam.
" Mm.. Baik." jawab Daniel singkat. Cintya semakin merasa canggung melihat sikap dingin dari Daniel. Setelah kejadian di cafe, mereka memang baru bertemu lagi disini.
"Aaa... Bagus kalau begitu." timpal Cintya gugup.
"Kau merasa tidak nyaman?... Apa kita pulang saja?" bisik Melky. Melky merasakan kecanggungan di wajah Cintya. Dan ia ingin mengakhiri kesengsaraan Cintya di pesta ini. Ia sangat tahu kalau sedari tadi Cintya pasti merasa sangat tidak nyaman menyaksikan mantannya menikah dengan wanita lain. dan sekarang malah menemukan Daniel bersama dengan wanita lain juga. Maka iapun berinisiatif untuk mengajak Cintya pulang.
Sebenarnya Cintya juga sudah ingin pulang sedari tadi. Tapi ia merasa tidak enak dengan Nova kalau harus langsung pulang setelah baru bertemu dengannya." sebentar lagi aja." balasnya dengan berbisik. Melky hanya bisa menghela nafas.
"apa kalian sudah lama disini?" tanya Daniel
"Tentu saja... Dan sekarang kami sudah ingin pulang." jawab Melky ketus.
"Yaahh... Kenapa sudah mau pulang? Padahal kan kita baru bertemu." Nova merasa kecewa." jangan pulang dulu. Oke.. Temani aku disini."
Cintya dilema harus menuruti siapa. Tapi akhirnya ia mengiyakan kemauan Nova untuk tetap stay. Mereka pun akhirnya duduk kembali.
"Apa kakak keluarga mempelai?" tanya Cintya kepada Nova
Nova mengangguk " mempelai pria." jawabnya
apa dia sepupu wahyu? Cintya mencoba menebak dalam fikirannya. Tapi kenapa ia tidak pernah tahu kalau Wahyu dan Nova sepupuan. Karena penasaran, ia pun akhirnya bertanya " Apa kakak sepupu Wahyu?"
Nova tiba-tiba tertawa, membuat Cintya bingung . "Aku kakak tirinya.."
Cintya tercengang mendengar jawaban Nova. Dia bahkan tidak tahu kalau Wahyu memiliki saudara tiri. Sebenarnya apa yang ia ketahui tentang Wahyu setelah beberapa tahun pacaran?.. Dia benar-benar specles.
"Waaahhh... Sudah bisa ditebak, kalau sebenarnya kau tidak tahu apa-apa soal mantanmu itu." nyinyir Melky.
Gantian Nova dan Daniel yang tercengang mendengar ucapan Melky.
"Apa dia mantanmu? Nova
"Apa dia mantanmu? Daniel
Cintya terdiam dengan expresi nelongso.
__ADS_1