
"Sayank, kamu ngerasa gak sih kalau dari tadi banyak banget orang yang ngelihatin aku." kata Cintya dengan setengah berbisik kepada Wahyu yang berada disampingnya. "Memangnya ada yang salah ya sama penampilan aku?" sambungnya lagi sambil mencoba mencari-cari apa yang salah dengan dirinya
Cintya dan Wahyu sedang berada di sebuah gedung yang sudah disulap secantik mungkin untuk sebuah acara pernikahan. Dan Cintya benar-benar sangat risih dengan banyaknya tatapan orang-orang kepada dirinya. Dia sampai berfikir kalau ada yang salah dengan penampilannya. Tapi apa, ia tidak tahu.
"Gak ada yang salah sama penampilan kamu sayank." ucap Wahyu tersenyum lembut. Namun tetap tidak membuat Cintya puas dengan jawaban kekasihnya.
"Tapi kenapa mereka liatin aku sampek kekgitu sih?" ujarnya " Kamu juga dari tadi liatin aku terus.. dari masih di mobil, bahkan udah sampai disini. Pasti ada yang salah sama aku kan?" sambungnya lagi sudah cemberut
"Kamu tau yank.. kamu itu cantik banget hari ini. Jadi wajar kalau aku, atau bahkan orang-orang lihatin kamu." kata Wahyu tersenyum sambil menggenggam tangan Cintya yang sedang merangkul lengannya.
Mendengar pujian Wahyu, Cintya tidak langsung percaya. Tapi setelah dilihat-lihat, memang tatapan orang-orang bukanlah seperti tatapan mengejek karena ada yang salah dengan dirinya. Tapi apa benar orang-orang menatapnya karena dia begitu cantik saat ini. Aaahh.. Cintya masih belum bisa percaya.
"Sayank, apa benar aku cantik hari ini?" tanya Cintya yang masih mengharapkan jawaban jujur dari Wahyu.
Karena Cintya terus saja bertanya, Wahyu menghela nafasnya sebentar lalu merubah posisinya agar bisa menatap langsung ke wajah Cintya. Agar Cintya dapat melihat kejujuran di setiap ungkapannya "Sayank, apa kamu gak percaya samaku?" tanyanya balik, namun Cintya hanya diam saja " Bahkan kecantikanmu hari ini mengalahkan mempelai yang akan menikah. Kamu benar-benar sangat cantik, dan aku gak pernah berbohong akan hal itu. Gaunmu benar-benar sangat indah dan pas denganmu. Aku sangat bangga bisa ada disampingmu yank.." jelasnya dengan lembut lalu mengecup singkat kening Cintya.
Wajah Cintya menghangat seketika saat mendapatkan kecupan dikeningnya.
"Kamu jangan terlalu khawatir, oke!" ujar Wahyu lagi menenangkan wanitanya" Biarkan aku aja yang khawatir karena takut bakalan banyak pria yang akan mencoba mengambilmu dariku." sambungnya serius.
"Itu gak akan terjadi sayank. Seandainya pun ada, aku akan menolaknya. Karena aku hanya mau denganmu." balas Cintya tulus dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.
Wahyu tersenyum lembut mendengar ucapan Cintya yang terdengar sangat tulus.
"Kalau begitu, jangan lepas dari genggamanku oke." pintanya
"Pasti.." jawab Cintya sambil tersenyum hingga menampakkan deretan gigi putihnya. Wahyu pun tersenyum lega, karena wanita sudah kembali memunculkan kepercayaan dirinya.
Kedua sejoli itu pun mencoba menikmati setiap hidangan yang disediakan oleh pemilik hajatan, seraya menunggu acara ijab kobul dimulai. Namun tiba-tiba..
" Cintya.." panggil seseorang wanita dari kejauhan lalu kemudian bergerak mendekat kearahnya. Dan sepertinya wanita itu begitu kesulitan berjalan karena gaun yang digunakannya sedikit menjuntai. Sehingga ia harus mengangkat sedikit gaunnya.
Cintya menautkan kedua alisnya " Bukannya itu kak Nova? ngapain dia disini?" gumam Cintya yang merasa bingung dengan keberadaan Nova di acara pernikahan temannya.
"Hufh, gaun ini sangat merepotkan" gerutunya sambil mencoba merapikan kembali gaunnya setelah ia sampai didepan Cintya " Cintya, kau disini juga?" tanyanya senang
"Iya kak.. ini pernikahan temanku." jelasnya namun dengan mimik wajah yang masih bingung. " sedang apa kakak disini?" tanyanya balik
"Apa temanmu gak boleh jadi temanku juga?" tanyanya balik namun dengan wajah cemberut
Mmm" bukan gitu, maksudku.."
__ADS_1
"Haha.. kenapa kau terlalu serius.." potong Nova sambil tertawa. " Kebetulan banget yah kita punya teman yang sama.. Tadi aku hampir gak percaya dengan penglihatanku karna menemukanmu disini. Aku hanya ingin menyapamu, setelah memastikan kalau itu beneran kau. dan aku juga ingin memujimu sedikit." lanjutnya sambil memandang Cintya dari atas hingga bawah.
"Maksudnya?" Cintya bingung.
"Kenapa kau cantik banget Cintya.." pujinya dengan tatapan takjub. " Aku bahkan gak percaya dengan penglihatanku, kau terlihat berbeda. Bahkan kau udah seperti mempelai wanitanya sekarang." sambungnya serius
"Apa benar aku secantik itu?" gumam Cintya tak percaya
"Apa aku bilang kan sayank. Kau benar-benar sangat cantik hari ini." tambah Wahyu, Nova pun mengalihkan pandangannya kearah Wahyu
"Apa dia pacarmu Cintya?" tanya Nova yang melihat begitu dekatnya Cintya dengan pria yang sedari tadi menggenggan tangan Cintya.
Cintya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. " ia kak, ini pacarku." jawabnya bangga
"Wahyu." ucap Wahyu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya, bahkan sebelum Cintya menyuruhnya.
"Nova." sambut Nova yang juga memperkenalkan dirinya
"Apa kakak kemari sendiri aja?" tanya Cintya yang melihat Nova hanya sendiri
"Aku kemari dengan..." Nova menghentikan kalimatnya sebentar sambil seperti mencari-cari seseorang " Nah itu dia, aku kemari sama dia" lanjutnya sambil memanggil orang yang dimaksudnya untuk datang bergabung dengan mereka. Mata Cintya mengikuti arah pandangan Nova.
Cintya menautkan kedua alisnya saat orang yang dimaksud dengan nova adalah pria yang pernah dilihatnya.
"Iya Cintya, aku sama dia datangnya. Dia kekasihku.." jawab Nova sambil mengaitkan tangannya kelengan pria itu " sayank, perkenalkan dirimu." seru Vova kepada pria yang dikatakannya adalah kekasihnya.
Namun saat pria itu ingin mengulurkan tangannya..
" Tunggu.. tunggu.. apa kakak yakin dia kekasih kakak?" tanya Cintya lagi dengan nada yang tidak percaya
"Ada apa denganmu Cintya. Apa yang salah dengannya? dia memang kekasihku." jawabnya tegas " Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Nova balik
"Belum" Cintya
"Sudah" pria itu
Nova tampak mengerutkan dahinya saat jawaban Cintya dan kekasihnya berbeda, sementara pandangan Cintya dan pria itu malah saling bertemu dengan expresi wajah Cintya yang seakan penuh dengan tanda tanya. Sementara pria itu masih menonjolkan senyumannya, membuat Cintya kesal bukan main.
"Jadi sebenarnya kalian udah kenal atau belum?" tanya Nova sambil memandang wajah Cintya dan kekasihnya bergantian
"Sudah.." pria itu
__ADS_1
"Belum" Cintya.
Cintya memandang kesal kearah pria itu " Sejak kapan kau mengenalku. Bahkan kita baru sekali bertemu. Eh aku ralat, dua kali maksudnya sama hari ini." ucap Cintya yang meralat kata-katanya.
"Oya? kapan kalian bertemu..dan dimana?" tanya Nova kembali
"Waktu itu kami bertemu di supermart, dan apa kakak tau, dia malah mengucapkan hal yang konyol." jawab Cintya kesal menerangkan pertemuan pertamanya dengan pria itu.
"Memang apa yang dikatakannya?" Tanya Nova penasaran
"Tanyakan aja sama pacar kakak itu." ketus Cintya, Nova kontan menatap kekasihnya sambil menyipitkan matanya seakan-akan memberi isyarat kepada kekasihnya untuk memberitahu maksud dari Cintya.
"Aku hanya memberitahukan kebenaran.." jawab pria itu dengan santai "apa kau tau sayank" menatap Nova sebentar, lalu beralih kepada Cintya " ternyata dia masih belum bisa move on dari masa lalunya." lanjutnya lagi sambil menyeringai kearah Cintya.
"Heyy.." geram Cintya sambil mendelik.
Pria itu semakin menyeringai licik melihat expresi Cintya. "Bahkan aku tau betul kenapa kau sampai berdandan berlebihan seperti ini" pria itu mengamati Cintya dari atas sampai bawah." Apa yang ingin kau buktikan huh? apa kau ingin membuktikan bahwa kau bisa terlihat baik-baik saja setelah penghianatannya?. Jangan menghianati hatimu sendiri Cintya, semua orang juga tau kalau kau sedang tidak baik-baik saja saat ini."
"Sayank, sebenarnya apa yang terjadi?" Nova masih belum mengerti kenapa kekasihnya berbicara sampai seperti itu kepada Cintya.
Sama dengan Nova, Cintya juga terlihat bingung.
"Sebaiknya kau pergi dari sini Cintya.. karna jika kau masih disini, kau akan semakin tersakiti lagi." kata pria itu lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Nova kepadanya
"Apa maksudmu? siapa yang akan menyakitiku huh?" ujar Cintya marah dengan pria sok tahu "Sebaiknya kau lah yang pergi dari sini. Dan jangan pernah lagi muncul dihadapanku."
"Aku gak akan pernah pergi dari sisimu.. aku akan selalu ada, sebagai obat dari luka hatimu. Pergilah bersamaku Cintya" pria itu mengulurkan tangannya
"Apa kau sudah gila?" Cintya semakin beram " Sayang kenapa kau diam aja? dia udah bicara konyol.." panggil Cintya kepada Wahyu tanpa melihat kearah orang yang ada dipanggilnya
"Siapa yang kau panggil Cintya?" kata pria itu dengan tertawa keras, sampai seisi ruangan seakan bergema dengan suaranya dan orang-orang yang ada disana pun menatap kearahnya.
Cintya menoleh kearah sampingnya, dan tidak menemukan Wahyu disana. 'Dimana dia?' gumamnya bingung sambil menatap keseluruh arah mencari keberadaan Wahyu.
"Apa kau mencarinya Cintya?" pria itu menunjuk kearah sebuah meja yang akan dijadikan tempat ijab kobul. Mata Cintya pun mengikuti jari pria aneh itu.
"Saya terima nikahnya Alea Wilona Siregar binti Mahmud jongger Siregar dengan mas kawin tersebut TUNAI..." suara mempelai pria terdengar sangat lantang mengucap ijab kobul, bahkan suaranya sampai menggema diseluruh ruangan.
"Saaaahhhh...."
"Wahyu..." sebut Cintya terngaga
__ADS_1
#
Assalamualaikum para pembaca tercinta. Jangan lupa vote,like and komen yah. 🥰🥰