CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
Part 14


__ADS_3

" Cin, dipanggil Bu Sumi " Kata Kanya, teman kerja Cintya.


Bu Sumi adalah staf yang biasa menangani dan bertanggung jawab atas SPG.


"Ada apa ya Kan?" Cintya yang saat itu sedang membereskan konternya yang berserak akibat ketidak hadirannya semalam, karna dia adalah SPG tunggal. Segera menghentikan kegiatannya. Lalu mendekati Kanya yang sudah berdiri di depan conternya. Conter mereka bersebelahan. Wajah Cintya tampak pias.


Kanya hanya mengangkat kedua bahunya, menandakan bahwa dia tidak tahu apa apa.


"Apa karna semalam aku gak masuk yah?" Cintya lesu. Sepertinya masalahnya tak ada habisnya.


" Udah datangin aja sana. Iya iya in aja kalo sama Bu Sumi mah. Pasang wajah memelas, pasti dia gak jadi marah." Memang bener sih, mestipun Wajah Bu Sumi terkesan galak, tapi hatinya sebenarnya lembut. Tapi mestipun begitu, tetap saja Cintya merasa was was.


"Yauda deh, aku keatas dulu yah. mudah - mudahan gak ada apa - apa." Cintya mencoba menghibur diri, lalu beranjak pergi.


"Jangan lupa berdo'a" teriak kanya sambil cekikikan


Gak berselang lama, ia pun kembali lagi ke conternya.


"Kok cepet banget Cin?" Kanya yang melihat Cintya kembali, bertanya heran.


"Bu Suminya pergi sama Pak Yanto ( Kepala toko )" jawab Cintya cepat dengan wajah sumeringah. "Sukur sukur lama ya mereka perginya. Biar lupa kalo dia pernah manggil aku, hehehe..." Cintya dan Kanya cekikikan


Tiba - tiba Melki datang menghampiri mereka.


"Hay.. Bidadari bidadari surgaku.." Sapanya dengan nada dibuat selembut lembutnya lalu dengan seenaknya merangkul Cintya. Kanya hanya melengos dan tidak menjawab sapaan dari Melky sang fakboy. sementara Cintya menurunkan bahunya agar terlepas dari rangkulan sang fakboy.


"Apaan sih Mel, Ganggu aja orang lagi ngobrol." omel Cintya.


"Gak heran lah kalo sama si Melky. Cowo fakboy kekgini, kalo gak ngerayu cewe sehari aja, bisa langsung impoten dia." cerocos Kanya sambil terbahak bahak.


"Iihh... Tau aja si mbak cantik ini.." goda Melky sambil menoel noel dagu Kanya. " Aku tadinya mau ke toilet, tapi karna liat calon istri ku, gak ada salahnya kan aku singgah sebentar. Ntar kalo aku gak singgah, dibilang sombong " celotehnya sambil menatap Cintya dengan mengedip ngedipkan kelopak matanya.


"Hidih najiss.." balas Cintya sabil tersenyum tipis.


"Cin, nanti pulang sama aku yah. Aku mau traktir kau makan. Mau makan apa aja aku ladenin deh" ucapnya.

__ADS_1


"Jangan mau Cin, memang iya pas makan dia yang bandarin. Tapi habis itu, dia mintak yang lain samamu. Percaya deh samaku, jangan mau." Kanya menimpali


"Hahahahaha... Mbak Kanya ini memang paling bisa yah baca isi hati dan otak aku." ucapnya sambil tertawa tawa. " Tapi tenang aja Cin, aku cuma mau ngasi kau yang enak enak aja kok." Lanjutnya lagi. Dan dibalas Cintya dengan keplakan dikepala Melky.


"Aduh, Sakit.." diusapnya kepalanya " Belom juga sah, udah habis aku di KDRT in. Gimana kalo udah sah." gerutunya. "Pokoknya nanti pulang kerja, kau bareng aku ya Cin. Temenin ambil motor aku di kantor polisi." ucapnya sambil berlalu.


"Kenak tilang dia?" Kanya bertanya kepada Cintya setelah Melky sudah jauh


Cintya hanya mengangkat kedua bahunya, lalu berbalik untuk melanjutkan kegiatannya tadi yang tertunda. Membereskan konternya yang sudah seperti kapal pecah.


Jam 16.45 adalah waktu untuk pekerja siff pagi pulang. Dan sampai saat itu, Cintya tidak ada mendapatkan panggilan lagi dari Bu Sumi. Cintya sangat bersyukur, karna untuk hari ini ia terbebas dari masalah.


Cintya dan Melky berada di trotoar jalan. Mereka sedang menunggu angkutan umum untuk membawa mereka ke kantor polisi.


Sebenarnya Cintya sudah punya janji untuk Bertemu dengan Tama di sebuah cafe setelah ia pulang kerja. Namun karna tadi Melky memaksanya untuk menemaninya ke kantor polisi, akhirnya Cintya memundurkan waktu untuk bertemu Tama.


"Udah dibawa semua kan Mel?" Tanya Cintya saat mereka sudah berada didepan kantor polisi. Dan hanya dijawab anggukan oleh Melky.


Hanya butuh waktu setengah jam untuk Melky bisa membawa kembali motornya pulang.


Cintya dibuat geleng geleng oleh tingkah Melky saat melihat motornya dikeluarkan oleh polisi.


"Ini itu adalah istri, pacar, teman, sekali gus penyemangat buat aku. Kemana mana aku selalu sama dia. Cuma dia yang bisa mengerti aku dikala suka maupun duka." jelasnya masih dengan memeluk motor kesayangannya.


"Halah lebai.. gelay akoh dengarnya " Cintya pura pura merinding. Dan Melky hanya tertawa, sambil menaiki motornya.


"Kemon beybeh...." ujarnya sambil memakaikan helm untuk Cintya lalu membuka jaket yang dikenakannya dan diikatkannya ke pinggang Cintya. Mestipun Melky terkenal fakboy, tapi iya tetap menjaga kehormatan wanita. Seperti sekarang ini, ia tidak mau kalau paha Cintya menjadi konsumsi public saat Cintya menaiki motornya. Karna memang Cintya masih memakai pakaian kerjanya yang minim itu.


Cintya hampir saja kepincut oleh perlakuan Melky yang terlihat sangat perhatian dengannya. Tapi akhirnya Cintya tersadar, bahwa Melky melakukan semua itu bukan hanya kepadanya. Tapi kesemua wanita yang didekatinya. Dasar fakboy.


Tiba tiba suara notifikasi ponsel Cintya berbunyi dan membuyarkan lamunannya. Cintya mendapatkan pesan WA dari Tama.


"Kak, aq tunggu di cafe xxxx di jalan xxxx yah.. Aq udah disini"


Cintya mengerutkan dahinya saat membaca pesan dari Tama. "Bukannya itu cafenya bang Daniel." gumamnya pelan, namun masi bisa didengar oleh Melky.

__ADS_1


"Ada apa..?"


" Bisa atar aku kesini?" Cintya menunjukkan pesan dari Tama.


" Kemana pun kau mau beybeh.." Ujarnya dengan semangat. Sepertinya memang benar, kalau motornya ini adalah penyemangat no 1 bagi Melky. " Pegangan yang erat sayangku, karna kita akan meluncur dengan kecepatan tinggi" Ditariknya kedua tangan Cintya yang sudah berada diboncengannya, agar memeluknya. Dan Melky pun langsung tancap gas.


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk mereka sampai di cafe milik Daniel. Ntah dengan kecepatan berapa Melky mengendarai motornya. Bahkan Cintya yang tadinya tidak mau berpegangan dengannya, sekarang ia sangat erat memeluk tubuh Melky sambil menutup matanya.


"Udah sampek neng..!" ucap Melky saat Cintya masih memeluknya erat.


Cintya yang tersadar bahwa mereka sudah tidak dijalan lagi, membuka matanya namun masih belum melepaskan pelukannya.


"Udah sampek?" ucapnya pelan. Melky pun membalikkan badannya untuk melihat Cintya yang berada diboncengannya. Wajah Cintya pucat pasi.


"Hahahaha.... kau kenapa? mukakmu pucat gitu." Melky pun membukakan helm Cintya.


"Kau mau bunuh diri ya? Kalo mau bunuh diri itu sendiri aja, jangan ngajak ngajak. aku masih mau hidup tau, aku masih mau nikah, mau punya anak yang banyak." Cintya melepaskan pelukannya sambil mengomel panjang lebar sambil memukuli helm yang berada dikepala Melky. Yang dipukuli hanya tertawa saja.


"Dasar gila.. Ini yang pertama dan terahir yah aku dibonceng samamu. Lain x ogah aku." Cintya pun turun dari motor, lalu berjalan masuk ke dalam cafe sambil terus mengomel gak jelas. Dan Melky, hanya terus tertawa sambil mengikuti Cintya dari belakang. Mereka tidak menyadari bahwa ada dua pasang bola mata sedang memperhatikan mereka dengan tatapan kesal.


Cintya tampak celingak celinguk mencari keberadaan adiknya. Tanpa sadar Melky pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Cintya.


"Ngapain masih disini?" Cintya menatap Melky heran. Pasalnya ia tidak menyuru Melky untuk ikut masuk dengannya.


"Hah..? Kok ngapain sih. Bukannya kau yang ngajak aku kemari." balasnya.


"Hiisss... Aku kan cuma mintak antar doang. Ngapain ikut masuk."


"Yaela Cin, jadi orang ketus bener. Ya mana aku tau kalo aku cuma disuru nganter doang. Lagian kenapa sih kalo aku ikut. Aku kan jugak mau makan. Laper" Melky mengusap ngusap perutnya. Cintya hanya pasrah saja.


" Mau jumpain siapa sih disini?" Tanyanya lagi


"Adek aku.." Jawabnya sambil masih mencari." Tapi kenapa dia gak nampak yah"


"Oh si Tama.." Sebut Melky " Kapan dia datangnya?"

__ADS_1


"Kemaren." Jawabnya cepat " Iihhh.. Kemana sih dia, jangan jangan ngerjain lagi" Cintya sudah kesal karna Tama tidak ketemu.


Sementara yang dicari sedang menutupi wajahnya dengan daftar menu sambil cekikikan.


__ADS_2