CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
Part 18


__ADS_3

Didalam sebuah ruangan, Daniel duduk dikursi putar sambil memejamkan matanya. Bukan tidur, namun sedang menimbang-nimbang hati. Apakah benar hatinya saat ini sedang terpaut oleh pesona seorang gadis bernama Cintya Permata. Gadis semok, namun terkesan menyebalkan. Dari perjumpaan pertama saja, gadis itu sudah merepotkannya. Tapi kenapa setiap x bertemu dengannya, terasa ada sesuatu yang membuat hati serta jantungnya berdesir manjah .' Apa benar aku uda jatuh cinta?'


Bersama dengan itu, terdengar lantunan lagu Armada yang dinyanyikan oleh Maya dari lantai bawah ruangannya. Tanpa sadar, bibirnya bergerak ikut bernyanyi.


Daniel tersenyum saat mengingat Cintya berteriak karna melihat dirinya polos tanpa sehelai benang pun tempo hari. Wajahnya yang histeris terlihat begitu imut. Kalau difikir-fikir, sepertinya gadis itu sangat suka berteriak. Terbukti, ntah sudah berapa kali dia berteriak saat bersama dengan dirinya.


Oh cinta... hanya melihat wajahnya saja, hati sudah teramat senang. Walau pun dibibir mengatakan 'aku kesal saat melihat wajahmu', namun di dalam hati berkata 'jangan pernah jauh-jauh dariku'. Itulah cinta, terkadang hanya karna cinta, orang bisa bersikap egois. Hanya karna cinta orang bisa melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Karna cinta, semua karna cinta.


Namun tiba-tiba wajahnya berubah pias. Kesalahan di masa lalu, terlintas lagi difikirannya. Disatu sisi, ia ingin membuka hatinya lagi untuk seorang wanita. Namun disisi lainnya, ia masih belum mampu melupakan kesalahan fatal yang dilakukan olehnya 5 tahun lalu.


Jovanka Lovata, adalah gadis cantik bermata biru yang pernah mengisi hati seorang Daniel. Mereka bertemu saat Daniel mengenyam pendidikan S2 di singapura.


Mereka menjalin hubungan hampir 2 tahun lamanya, namun akhirnya kandas karna Daniel memergoki Jova sedang bermesraan dengan lelaki lain di apartemen milik mereka. Daniel dan Jova memang tinggal bersama di sebuah apartemen milik Daniel atanpa ada ikatan yang sah, dan mereka sudah melakukan banyak hal selama bersama. Termasuk hal yang sangat intim yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri.


Daniel yang saat itu sedang berada di Indonesia karna menghadiri pernikahan kakaknya, Daniah. Dihubungi oleh Reza, sahabatnya. Dari Reza lah Daniel tau kalau ternyata Jova sudah menghianatinya.


Daniel bersahabat dengan Reza dari semenjak mereka masih berkuliah di USU (Universitas Sumatra Utara). Sampai akhirnya mereka lulus dengan nilai yang cukup baik, dan memutuskan untuk sama-sama melanjutkan mengambil S2 jurusan Bisnis and Manajemen di NUS ( National University off Singapore ).


Dengan gerak cepat, Daniel segera memesan tiket pesawat untuk kembali ke singapura. Ia ingin membuktikan sendiri dengan matanya perihal laporan dari Reza tentang kekasihnya yang membawa masuk seorang pria ke dalam apartemen mereka.

__ADS_1


Dan benar saja, saat ia masuk kedalam apartemennya, ia menemukan kekasihnya sedang bermesraan di ranjangnya dengan pria yang sampai saat ini ia tidak tau siapa.


Daniel mengepalkan tangannya, bersamaan dengan itu rahangnya pun ikut mengeras karna emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun. Tanpa ba bi bu, Daniel langsung menghajar pria itu dengan seluruh tenaganya sampai pria itu hilang kesadaran. Kalau saja Reza tidak ada saat itu, mungkin pria selingkuhan kekasihnya itu sudah hanya tinggal nama.


Dan tidak sampai disitu, saat itu juga ia langsung mengusir Jova dari apartemen. Dikeluarkannya semua barang milik Jova tanpa tersisa 1 pun. Jova hanya bisa menangis tanpa bisa berucap 1 katapun saat Daniel menyeretnya keluar dari dalam apartemen.


Penghianatan Jova sangat membekas dihati Daniel. Mestipun ia tidak sampai melakukan hal yang tidak wajar, seperti melukai dirinya sendiri... namun hampir setiap malam ia berada di club dengan di temani oleh Reza. Mabuk-mabukan adalah kegiatan barunya setelah putus dari Jova.


Selama 3 bulan Reza selalu menemani Daniel pulang dini hari dari club. Ia memang The real sahabat untuk Daniel karna selalu ada saat Daniel sedang terpuruk. Bersamaan dengan itu, Jova juga tidak pernah menunjukkan batang hidungnya dihadapan Daniel. Ntah dimana dia, bahkan ia juga tidak pernah terlihat di kampus. Jova memang mengenyam pendidikan di kampus yang sama dengan Daniel dan Reza.


Sampai suatu hari, Jova datang menemuinya dengan mengatakan kalau ia sedang mengandung anak Daniel. Daniel hanya tertawa saat mendengar ucapan Jova, sembari berkata 'Apa kau yakin itu adalah anakku?'. Kalau saja Jova tidak berhianat, mungkin saat itu Daniel langsung memeluk erat Jova sambil mengatakan 'aku akan segera menikahimu'.


Jova bersikeras mengatakan kalau anak yang dikandungnya adalah anak Daniel. Dia memohon, agar Daniel mau menikahinya. Namun Daniel tidak melemah dengan permohonan Jova. Ia mala mengusir Jova dari apartemennya untuk yang kedua kalinya. Jova berteriak dari luar pintu apartemen, dengan mengatakan bahwa ia akan bunuh diri kalau Daniel tidak mau menikahinya, Namun Daniel tidak memperdulikannya.


Saat ia sampai diluar, ia melihat banyak orang yang berkerumun. Saat ia ingin menghampirinya, terdengar suara Reza yang memanggil namanya dari dalam mobil. Ia pun lebih memilih untuk mendatangi sahabatnya itu dari pada melihat apa yang terjadi diluar gedung apartemen. Kegalauan yang sedang menghampiri, membuatnya tidak terlalu perduli dengan sekitar.


Daniel pun segera menghampiri Reza yang sudah stay di belakang kemudi. Daniel sudah membuka pintu dan ingin masuk kedalam mobil Reza, namun telinganya mendengar saat seseorang bertanya kepada sequrity yang ikut mengamankan area apartemen. 'Apa yang terjadi pak?' Dengan cepat sequrity itu menjawab ' Ada wanita yang melompat dari atap gedung.'


Sontak Daniel langsung berlari tanpa menutup kembali pintu mobil, menghampiri kerumunan. Reza yang saat itu tidak mengerti apa-apa, ikut keluar dari mobil dan menyusul Daniel.

__ADS_1


Dengan susah payah Reza menerobos kerumunan. Dan saat ia berhasil, ia malah menemukan Daniel sedang berteriak histeris sambil meringsut di lantai memeluk seseorang yang bersimbah darah. Jovanka.


.........


Tanpa sadar air matanya jatuh dalam keadaan matanya masih terpejam saat mengingat kejadian yang hampir membuatnya gila. Daniel tidak bisa menahan penyesalannya. Mestipun ia sakit hati karna penghianatan Jova, namun di hati yang terdalam ia masih mencintai Jova. Gadis cantik keturunan inggris yang sampai saat ini masih ada dilubuk hatinya.


Saat Daniel masih tenggelam dalam kenangan masa lalu dengan air mata yang mengalir, Tama masuk begitu saja kedalam ruagan Daniel.


"Bang, jam berapa kita pulang?" Tanyanya sambil mendekati Daniel yang masih terduduk dikursi kerjanya


Daniel segera membuka matanya saat mendengar suara Tama yang mengejutkannya.


Melihat mata Daniel yang merah, Tama pun mendekatkan wajahnya ke hadapan Daniel.


"Abang kenapa?"


"Gak apa-apa.." sambil menyingkirkan wajah Tama dengan tangannya.


"Abang nangis yah.." Tama menyentuh air mata yang tersisa di wajah Daniel dengan telunjuknya lalu merasainya. "Asin.." ucapnya sambil nyengir..

__ADS_1


"Dasar bodoh..." Daniel berdiri lalu memiting leher Tama dengan lengannya. Tama yang mendapatkan pitingan dari Daniel hanya tertawa sambil mengejek Daniel karna menangis.


"Muka maco, tapi cemen..." ucap Tama sambil tertawa tanpa berusaha melepaskan pitingan lengan Daniel.. Daniel pun tidak bisa untuk tidak tersenyum saat mendengar ejekan yang dilontarkan oleh adik dari gadis yang hampir bisa membuatnya move on dari kenangan pahitnya..


__ADS_2