CINTA CINTYA

CINTA CINTYA
part 34


__ADS_3

Malam semakin larut, namun suasana semakin seru. Ternyata teman teman Daniel memiliki selera humor yang sangat tinggi. Bahkan Cintya tidak bisa berhenti tertawa mendengar banyolan mereka. Saling mengejek antara satu dengan yang lainnya, namun tidak ada yang merasa sakit hati karna mereka sudah saling mengerti bahwa itu semua hanyalah candaan untuk menyairkan suasana.


"Uda gak kedinginan lagi?" tanya Daniel kepada Cintya.


"Uda gak terlalu sih." jawab Cintya cepat


"Mau teh?" tawarnya lagi, dan Cintya mengangguk


Cintya lalu berdiri dan menjauh dari kerumunan. Matanya berkeliling mengamati suasana malam dipuncak gunung. Tidak ada satupun yang dapat ia nikmati. Hanya ada udara dingin dan suara jangkrik yang tiada henti. Andai saja teman teman Daniel tidak seseru ini, mungkin sedari tadi ia sudah merengek mintak diantarkan pulang.


Setelah siap membuat teh, Daniel pun menghampiri Cintya dengan membawa dua cangkir teh ditangannya. " kapok ya ikut kemari?" tanyanya sambil memberikan satu cangkir teh kepada Cintya. Daniel seakan dapat membaca fikiran Cintya.


"Hmmm.. sepertinya ini pengalaman pertama dan terahir deh." ucapnya sambil tertawa." Apa sih yang cari ditempat kekgini?" sambungnya lagi


"Ketenangan." jawab Daniel sambil tersenyum kearah Cintya. "Duduk disitu yuk.!" tunjuknya kearah sebuah batang pohon yang sudah tumbang, dan mereka pun duduk disana. "kalau hati kita bisa menyatu dengan alam, kita akan menemukan ketenangan." sambungnya lagi


"Kenapa mesti disini? emang gak ada tempat lain?" ujar Cintya


"Cara orang itu beda-beda,! ada yang mendapatkan ketenangan dengan mencari hiburan, seperti ke club, nongkrong di cafe, belanja, atau banyak lagi. Namun cuma disini aku nemuin ketenangan untuk diriku sendiri." jelasnya


"Emang hidup abang gak tenang ya? kenapa harus mencari ketenangan.!"


"Hidup itu kan gak selamanya lurus..." menghela nafas sebentar " Ada kalanya kita berada dititik terendah dalam hidup kita. Mungkin orang yang melihat, kita baik-baik saja. Namun kan yang mengerti kita itu diri kita sendiri. saat kita merasa bosan dengan aktifitias kita sehari-hari, sebenernya itu juga uda jadi masah untuk diri kita. Itulah kenapa kita harus sering mencari kegiatan lain dikala senggang yang bisa membuat diri kita happy, sehingga saat kita melakukan aktifitas kembali jadi gak membosankan lagi dan gak jadi beban buat kita."


"Ohh.." Cintya hanya ber oh tanpa suara "kira-kira apa aja yang bisa bikin orang bisa berada dititik terendahnya?"


"Ya bisa apa aja. Keluarga mungkin, atau percintaan kayak kamu kemaren.." ledeknya sambil tertawa.


"Hiisss..." Cintya merasa sudah salah tanya. "Kayak gak pernah putus cinta aja." gumamnya kesal


"Uda, jangan kekgitu mukaknya. Mending nikmati setiap apa yang alam sugukan." ucapnya sambil menatap kearah langit

__ADS_1


"Apa yang bisa dinikmati disini? yang ada cuma suara jangkrik." gumam Cintya pelan sambil menyeruput tehnya


"Kamu lihat deh ke atas sana.!" masih menatap ke langit luas. "cantik banget kan?" ucapnya


Cintya mengalihkan pandangannya kearah langit luas "biasa aja.. dimana-mana langit memang begitu bang."


"Kalau dipandang sekilas, memang biasa aja. Tapi coba deh kamu liat lebih dalam lagi." ujar Daniel. " kamu tutup mata kamu sebentar, lalu pandang ke arah langit dan seisinya."


Cintya mengikuti arahan dari Daniel. Ia menutup matanya beberapa detik lalu perlahan membuka matanya kembali. Dan benar saja, langit seperti berbeda dari yang ia pandang sebelumnya. Sangat cantik, bahkan terlihat sangat indah dengan cahaya bintang yang kelap kelip. Perlahan tapi pasti, ia mulai merasakan ketenangan di hatinya. Ternyata benar apa kata Daniel, kalau hati kita bisa menyatu dengan alam, kita akan menemukan kedamaian atau ketenangan didalamnya.


"Gimana?" Daniel menoleh kearah Cintya yang masih fokus menatap kearah langit sambil tersenyum. Namun tiada tanggapan dari Cintya. Sepertinya Cintya benar-benar sudah menerima dengan baik sugesti yang ia beri. Lalu ia pun kembali menatap kearah langit untuk menikmati setiap sudut keindahan yang selalu berhasil menyiptakan kedamaian bagi setiap penikmatnya.


"Apa langit selalu seindah ini?" ucap Cintya pelan. Ia merasa takjub dengan penglihatannya. Sepertinya baru sekali ini ia melihat langit begitu indah.


"Hanya sebagian orang yang dapat melihat keindahan ini." saut Daniel


"Oya? tapi alangkah baiknya jika ada bintang jatuh." ujar Cintya seperti sedang berharap.


"Memang kalau ada bintang jatuh, kamu mau minta apa?"


"Keluarga kecil?" Daniel bingung


"Iya, keluarga kecil. Menikah, punya anak, terus kemari deh bareng-bareng. Kan seru...!" ucapnya


" Haha.. ada-ada aja permintaannya." merasa tak percaya dengan permohonan Cintya


"Kalau abang? apa yang bakalan abang minta kalau liat bintang jatuh?"


"Mmm.. andai dia bisa mengembalikan sesuatu yang sudah pergi." gumamnya pelan


"Emm.. abang bilang apa barusan?" Cintya tidak mendengar dengan jelas apa yang Daniel bilang.

__ADS_1


"Bukan apa-apa.." jawabnya sambil tersenyum. Daniel merasa belum siap untuk menceritakan masa kelamnya kepada orang lain, termasuk Cintya. Hanya Reza lah yang mengetahui setiap rahasia yang ia punya.


"Woii.. jangan mojok terus dong, sini gabung.." teriak Novan dari belakang.


"Sebentar.." Saut Daniel setengah berteriak.


"Ngomong-ngomong, bang Novan sama kak Nova kok ada mirip-miripnya ya bg." Cintya menemukan kemiripan diantara Nova dan Novan


"Mirip dari mananya?" Daniel terkekeh." Mana mereka gak pernah akur lagi. Liat aja noh, si Nova terus jd bahan bulian si Novan."


"Hehe bener juga." ucap Cintya


"Tama apa kabarnya?" Daniel mengganti topik pembicaraan


"Baik.. emang dia gak pernah ngubungi abang?"


"Sering.." Daniel tersenyum miring mengingat tingkah Tama yang suka nyeleneh dengan mengirimkan ia pesan-pesan yang kurang penting menurut Daniel . Namun itu membuatnya kangen. "Bahkan hampir setiap hari dia WA aku." lanjutnya lagi


"Oya?" Cintya merasa tak percaya "Samaku aja dia gak begitu. Sebenernya kakaknya siapa?" Cintya merasa kesal


"Mungkin dia bosan memiliki kakak perempuan. " ucap Daniel bercanda


"Heii... mana bisa begitu. Gini-gini aku yang ngurus dia sedari kecil" ucapnya tak mau kalah.


"Liat aja dia selalu Wa aku setiap hari, sementara samamu enggak kan?" Daniel semakin memanas-manasi.


"Hah.. dasar adek minim akhlak.." Cintya semakin kesal


Daniel hanya bisa tertawa melihat wajah Cintya yang terlihat kesal.


Daniel mengerti kalau Tama sangat menyayangi Cintya, dan begitupun sebaliknya. Namun tidak secara langsung Tama menampakkan kasih sayangnya terhadap Cintya, melainkan melalui orang-orang terdekat Cintya, ia meminta agar dapat selalu menjaga kakaknya dikala jauh darinya. Dan dirinya adalah salah satu dari orang yang dipercaya Tama untuk bisa menjaga kakaknya. Itu mengapa hampir setiap hari Tama mengirimi pesan kepadanya. Tak lain hanya untuk menanyakan kabar kakaknya.

__ADS_1


#Dasar si Tama :)


"


__ADS_2