
Cintya hanya bisa menunduk saat mendengar cerita Daniel. Cintya tau kalau Tama menyayanginya namun ia tidak pernah tau kalau Tama akan seperduli itu dengan dirinya. Bahkan ia pernah berfikir bahwa kepergian Tama ke Batam adalah karna ingin menghindarinya. Cintya akui bahwa ia sering memarahi Tama hanya karna hal sepele. Mestipun mereka 1 darah, namun karakter mereka jauh berbeda. Cintya yang sangat pembersih dan disiplin, berbanding terbalik dengan Tama yang sangat tidak perduli dengan kebersihan. Sehingga mereka sering terlihat tidak akur. Padahal dilain sisi, kalau mereka lagi kompak, mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih.
"Kamu jangan marah sama dia. Tama sangat peduli samamu. Dia takut kalau kamu sampek kenapa-napa." Daniel menyentuh pundak Cintya yang sedang tertunduk
"Aku tau.." Air mata Cintya tiba-tiba jatuh.
"Aku gak papa kok, kalau dia memang mau nginap dirumah ku selama dia disini." ujarnya tulus
"Jangan... Dia suka ngerepotin orangnya" Suara Cintya bindeng.
Kayak dia enggak aja.. gumam Daniel terkekeh
Akhirnya Tama kembali kemeja setelah sekian menit ia menghilang di toilet. Bersamaan dengan itu, pesanan mereka pun datang juga.
"Yaudah, kalian makan dulu deh. Aku mau keatas." ucap Daniel sambil beranjak berdiri. Sebenarnya Daniel hanya ingin memberi ruang antara kakak beradik itu untuk saling melepas rindu. Karna 2 tahun tidak bertemu itu adalah waktu yang cukup lama menurut Daniel. Kalau dia tetap berada disini, kemungkinan besar kalau mereka akan canggung, bukan.
Tama yang duduk berhadapan dengan Cintya, dapat melihat dengan jelas mata Cintya yang terlihat merah.
"Kenapa tu mata kakak? kelilipan? merah gitu.." Tama mencoba membuka obrolan.
"Iya.. ehem ehem.." Cintya menetralkan suaranya agak tidak terdengar serak. "Yaudah makan dulu.." serunya sambil tersenyum manis.
udah gak marah lagi dia? kok bisa... ngomong apa aja tu bang Daniel.. Tama bertanya dalam hati, karna Cintya terlihat tidak marah lagi kepadanya.
"Kalo masi kurang, pesen aja lagi dek. Kakak yang traktir" ucap Cintya sambil tersenyum lebar.
"Serius..?" Tama kegirangan, dan Cintya mengangguk.
"Senengnya punya kakak yang perhatian.." Tama memang selalu begitu, suka memuji disaat ada maunya.
Dan kakak beradik itu pun menikmati makanannya dengan diselingi senda gurau. Tanpa mereka tau, kalau ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan senyum dibibirnya. Daniel dan Reza.
"Gue tau Lo sukak sama tu cewe." Reza
"Sok tau Lo.." Daniel mendengus, sambil melirik sebentar kearah Reza yang berdiri disampingnya .
"Gue cuma takjub aja, masih ada kakak beradik seperti mereka." jelasnya
"Bilang aja Lo takjub sama si Cinta itu.. Karna udah bisa buat lo berdesir-desir" godanya
"Apaan sih Lo. Gak nyambung.." Daniel menangkupkan tapak tangannya ke wajah Reza, lalu berlalu naik ke lantai atas. Dan Reza pun mengikutinya.
"Awas, nanti jatuh cinta... cinta kepada dirinya.. jangan-jangan kau jodohnya.." Reza tiada henti menggoda sahabatnya itu sambil bernyanyi dengan sedikit mengganti liriknya.
"Maya... Gue riques lagu Armada, awas jatuh cinta." teriak Reza dari atas tangga kepada Maya, Vocalis band yang sedang mengisi hiburan dicafenya.
............
__ADS_1
"Gak jadi nambah dek? tenang aja aku yang traktir" tawar Cintya kepada Tama yang terlihat sudah selesai makan.
"Uda ah, besok lagi aja traktirnya." Tama mengambil tisue untuk mengelap mulutnya.
"Kenyang cuma makan steak doang?"
"Enggak sih. Tapi tadi aku udah riques masakan sama bibik yang dirumah bang Daniel, katanya iya, dia mau masakin" Cintya melotot mendengar ucapan adiknya.
"Iiihhh... Jangan suka ngerepotin orang ah. Gak sopan tau.. Udah numpang, ngerepotin lagi. Udalah, gak usah kerumahnya bang Daniel lagi. Nginap di motel aja.... ambil langsung tiga hari biar lebih murah." Cintya mulai ngomel lagi.
"Orang bang Danielnya bilang gak Apa-apa kok. Mala dia seneng katanya, karna rumahnya jadi gak sepi lagi." Tama berbohong. Nyatanya, hanya bi Mina yang sangat senang dan terhibur dengan segala kekepoan Tama dirumah Daniel. Sementara Daniel merasa sangat kesal dibuat oleh tingkah Tama yang membangunkannya ditengah malam dan memaksa untuk tidur dengannya.
"Seriusan?" Cintya tampak tak percaya. Namun wajah Tama tampak meyakinkan.
"Bener lah.. Kalo gak percaya, tanya aja sama bang Daniel. Kami sampek tidur bareng semalam." Tama tampak cekikikan mengingat wajah kesal Daniel karna dibangunkan tengah malam olehnya.
"Yauda deh terserahmu. Tapi kakak mau, kau jangan sampek ngerepotin bi Mina. Kasian dia udah tua". Tama terlihat tidak perduli oleh nasihat kakaknya.
"Rumah bang Daniel gedek banget ya kak. Aku juga pengen punya rumah kekgitu." Tama seperti sedang membayangkan punya rumah besar.
"Besok kita beli.." kelakar Cintya. Dan mereka berdua pun tertawa geli.
"Udah kayak beli kacang aja yah jawabnya."
"Gimana kalo kakak nikah sama bang Daniel aja, biar gak usah repot-repot beli rumah. Kalo kakak nikah sama dia kan secara otomatis, rumah itu jugak jadi rumah kakak. Nanti aku sering-sering pulang lah kalo kakak punya rumah gedek gitu." usulnya sambil cengengesan.
"Hahaha... terus kau pikir dia mau sama kakak? jangan ketinggian mimpinya dek" Sebenernya sih Cintya sangat maulah jadi binik holang kaya. Tampan pula.
"Kakak itu cantik kok, baik juga. Jadi bisa dapatin laki-laki manapun yang kakak sukak. Termasuk bang Daniel itu."
"Lagian kalo aku perhatiin, kayaknya bang Daniel juga sukak sama kakak." bisiknya. Dan ucapan Tama berhasil membuat rona merah diwajah mulus Cintya.
"Apaan.. mana mungkin" Cintya salah tingkah.
"Cieeee... mukaknya merah.. bilang aja kalo kakak sukak sama bang Daniel." Tama tiada henti menggoda kakaknya sambil terbahak-bahak karna melihat rona merah diwajah Cintya.
"Hiiiissssss kau yah..." Cintya berpindah kursi kesebelah adiknya sambil memukuli bahu Tama.
"Cieee.. dia duduk disitu.. itukan kursi yang diduduki bang Daniel tadi." Wajah tengil Tama semakin membuat Cintya kesal. Habislah Tama mendapatkan pukulan serta cubitan dari Cintya.
"Aduh, mati lah kita.. Lagunya pas banget untuk kakak. Sok-sok nolak, padahal mau." ucapnya sambil tertawa-tawa. Cintya kontan menghentikan tangannya yang sedari tadi menyiksa Tama. Lalu mereka berdua sama-sama ikut menyanyikan lagu yang tadi diriques oleh Reza.
💞💞💞 ( Armada. Awas Jatuh Cinta )
Aku punya niat yang baik
Coba ku ungkapkan padamu
__ADS_1
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang pergi sana
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodoh mu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
 Aku punya niat yang baik
Telah ku ungkapkan padamu
 Kau tetap bilang pergi sana
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
 Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan ku jodoh mu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Â
NB:
💗***Kakak beradik memang kadang suka jail dan menyebalkan
Namun itulah cara mereka untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya
__ADS_1
💗Walaupun kakak tidak pernah mengatakan "aku sayang kamu adikku"
Tapi percayalah dia menyayangimu lebih dari apapun***